Archive for June, 2013

Person of Interest The Complete Season Two

Ada perbedaan antara serial drama dengan serial komedi dalam menarik minat pemirsa TV agar tetap ditunggu kehadirannya setiap minggu. Serial komedi biasanya fokus pada konflik cerita per episode tanpa terlalu fokus pada alur cerita utama (story arch) yang menghubungkan tiap episode. Malah kadang-kadang serial komedi tak memiliki story arch khusus untuk setiap musim tayangnya. Berbeda dengan serial drama yang lebih berfokus pada story arch, tapi tanpa melupakan konflik di setiap episode walaupun episode tersebut tak memiliki hubungan cerita dengan story arch (biasanya disebut episode filler). Tanpa story arch solid, sebuah serial drama bisa dihentikan penayangannya sebelum episode finale gara-gara rating jeblok. Tapi jangan remehkan pula episode filler yang berfungsi sebagai penyegar suasana agar tak mudah bosan dengan alur story arch. Menjaga keseimbangan kedua sisi ini bukan pekerjaan gampang sehingga biasanya episode filler selalu menampilkan bagian story arch walau bukan sebagai fokus utama. Bagi yang nonton serial drama secara marathon (makdsudnya nonton terus menerus, misalnya 3-4 episode sekali tonton), keseimbangan story arch dan episode filler ini lebih gampang dirasakan dalam sekali tontonan marathon. Cobalah tonton 4 episode awal sebuah serial drama secara marathon. Kalau serialnya menarik dan bikin adiktif untuk ditonton kelanjutannya, itu berarti keseimbangannya bagus. Season pertama Person of Interest (PoI) sangat menarik sampai-sampai aku ketagihan terus nonton tanpa jeda hingga 3-4 episode sekali tonton. Apakah season 2 PoI juga semenarik season pertamanya?
Continue reading ‘Person of Interest The Complete Season Two’

Person of Interest The Complete Season One

Dengan berakhirnya season terbaru dari Supernatural dan Grimm, aku mulai mencari serial TV lain sambil menanti tayangnya lanjutan serial Dexter dan Falling Sky. Beberapa serial sudah kucoba nonton beberapa episode season pertamanya, tapi koq ya gak cocok sehingga aku berhenti menonton setelah kurasa membosankan. Misalnya saja Arrow yang kuhentikan setelah nonton 7 episode, atau The Following yang tak kulanjutkan setelah habis episode 5. Aku berharap cukup banyak pada Person of Interest (PoI) lebih dikarenakan serial ini buatan Jonathan Nolan yang bekerja sama dengan J.J. Abrams. Anda tahu sendiri Nolan dikenal sebagai penulis yang sering menciptakan tokoh unik dan menarik. Masih ingat film Memento buatan abang Jonathan Nolan yang bernama Christopher Nolan? Film tersebut dibuat berdasarkan cerpen karya Jonathan yang menceritakan tentang tokoh berpenyakit anterograde amnesia yang mencoba mengingat kejadian dengan cara mentato tubuhnya. Soal J.J. Abrams, penggemar serial TV mana sih yang tak kenal dengan Abrams? Belum lagi proyek film layar lebar Abrams yang mulai menarik minat para penggemar sci-fi akhir-akhir ini. Dalam serial ini, Abrams mengajak beberapa aktor yang pernah bekerja bersamanya dalam serial Lost.
Bagaimana dengan kolaborasi keduanya dalam membuat PoI?
Continue reading ‘Person of Interest The Complete Season One’

Grim The Complete Season Two

Seperti yang telah kutulis dalam review season 1, Grimm memiliki premis cerita yang bagus tapi berjalan lamban sampai-sampai aku sempat mempertimbangkan untuk berhenti mengikutinya. Beberapa episode terakhir season 1 berhasil membuatku batal untuk berhenti karena pace cerita tiba-tiba saja menjadi cepat dan bikin aku penasaran untuk menanti episode-episode selanjutnya. Bagaimanakah dengan lanjutannya dalam season 2?
Continue reading ‘Grim The Complete Season Two’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: