Confession of Murder

Akhir-akhir ini aku lebih banyak nonton film Korea dibandingkan film Jepang. Walaupun demikian aku jarang menulis reviewnya. Maklumlah selain sibuk dalam kehidupan pribadi, penyakit malas juga membuat jari-jari ini kaku buat mengetik tombol keyboard komputer. Baiklah, ini review pertama di bulan April dan kali ini yang diulas adalah sebuah film thriller Korea.

Korea Selatan memiliki perangkat peraturan hukum yang membatasi penuntutan hukum secara legal suatu kasus kriminal hingga 15 tahun setelah awal kejadian. Jika sudah melewati batas waktu 15 tahun, pelaku kasus kriminal tersebut bisa bebas dari hukuman tanpa bisa dituntut oleh pengadilan. Film ini dibuat berdasarkan kasus pembunuhan 10 wanita yang disebut sebagai kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang juga menginspirasi film Memories of Murder.

Seorang serial killer telah membunuh 10 wanita tanpa bisa diungkap identitasnya dan membuat Letnan Choi (Jung Jae-young) yang memimpin penyelidikan kasus pembunuhan tersebut jatuh ke jurang depresi. 17 tahun kemudian, tiba-tiba muncul seorang pria bernama Lee Doo-seok (Park Si-hoo) mengaku sebagai sang pembunuh berantai dan dia menerbitkan buku biografi yang isinya menceritakan secara detail tentang pembunuhan yang dilakukannya. Buku tersebut laku keras dan membuat Lee memiliki banyak penggemar. Letnan Choi merasa terganggu dengan publikasi Lee di media secara besar-besaran yang membuat Lee lebih mirip sebagai sosok celebrity idola baru dibandingkan pembunuh berdarah dingin. Ketika terjadi konfrontasi antara pihak Lee, polisi dan keluarga 10 korban yang ingin membalas dendam, tiba-tiba muncul sosok misterius yang dipanggil J (Jeong Hae-gyoon). J mengaku sebagai pembunuh asli dan menunding Lee sebagai penipu.

Casting Park Si-hoo sebagai Lee Doo-seok agak mengganggu mengingat tampang dan usianya kurang layak berperan sebagai sosok yang bertanggung jawab sebagai pembunuh dalam kausus 15 tahun yang lalu. Berapa sih umur Lee ketika membunuh 15 tahun yang lalu? Paling-paling umur anak SMP dan ini membuat aku menyangsikan sosok Lee sebagai pembunuh. Kalau dia cuma membunuh 1-2 orang saja mungkin masih bisa dipercaya, tapi membunuh 10 orang kayaknya agak absurd. Kalau saja sosok Lee dibawakan oleh aktor tampan yang usianya lebih tua, mungkin lebih cocok. Casting sisanya cukup bagus, Jung Jae-young menampilkan akting solid sebagai si polisi yang frustasi dan Jeong Hae-gyoon juga tampil bagus sebagai sosok J yang misterius.

Aku menikmati pergerakan kamera ketika mengambil scene-scene action, baik untuk adegan perkelahian maupun adegan kejar-kejaran di jalan. Adegan penculikan Lee dan pengejarannya di jalan raya mungkin adegan aksi terbaik dalam film ini. Campuran antara tegang, lucu dan seru bisa diramu dengan racikan tepat oleh sutradara Jeong Byeong-gil dengan gaya shaky-camera yang membuat penonton merasa ikut terlibat dalam adegan kejar-kejaran tersebut.

Plot-twist yang ditampilkan oleh cerita film ini juga lumayan menipu, setidaknya bisa membuatku salah menebak tujuan Lee muncul di media dan menerbitkan buku kontroversial yang berisi tentang detail cerita pembunuhan yang dilakukan. Kalaupun ada yang membuatku kesal, para karakter utama di dalam film kayaknya lupa menghitung jarak waktu antara kasus pembunuhan hingga 15 tahun kemudian. Rasanya koq absurd, berhubung tema utama film ini adalah tenggat waktu 15 tahun untuk menuntut si kriminal secara hukum.

So my verdict…. Film ini menghibur walaupun ada beberapa plot-hole yang agak mengganggu. Plot-twist cerita di akhir film juga cukup brilian dan bisa menipu persepsi penonton yang ingin menebak latar belakang Lee menerbitkan buku pengakuannya.

Rating: 3.5/5

9 Responses to “Confession of Murder”


  1. 1 Zeph April 6, 2013 at 12:23 pm

    OOT : saya habis nonton osozaki no himawari, dan tertarik dengan pemandangan alamnya, terutama di shimanto river. tempat Bang Ando jauh ya dengan Kochi Prefecture?

  2. 3 Amd April 7, 2013 at 12:50 am

    Kirain ada kaitan dengan kasus Kopassus di Cebongan… #OOTblas

  3. 4 niken April 7, 2013 at 10:01 am

    wah boleh juga nih filmnya, sy udah nonton memories of murder. gak nyangka ada yg kreatif bikin semacam ‘sekuel’ atau spin-off nya dengan ide cerita seperti ini.

  4. 5 AnDo April 7, 2013 at 10:37 am

    @Amd
    Ntar, nunggu Iko Uwais bikin film serbuan ke Lapas untuk balas dendam dalam sequel THE RAID 13: based on true story😈

    @niken
    Kisah nyata yang diambil dari kejadian sama, tapi beda arah plot koq. Menurutku masih lebih bagus Memories of Murder dibanding yang ini.

  5. 6 kasamago April 15, 2013 at 7:06 am

    menarik neh, kejar2an.. jd teringat perseteruan Kira vs L..

  6. 8 Riyn June 24, 2014 at 12:56 pm

    awalnya nonton film ini karena yang main Park sii hoo (biasalaah ^m^) tapi pas nonton.. ga nyangka klo yang saya sangka2 ternyata ga seperti yg saya sangka.. haha..


  1. 1 Confession of Murder + Subtitle Indonesia | FileLengkap.com Trackback on June 3, 2015 at 5:33 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: