Space Sheriff Gavan: The Movie

Gavan the movie

Space Sheriff Gavan adalah serial Metal Heroes pertama genre tokusatsu yang diproduksi oleh Toei Production mengikuti kesuksesan genre tokusatsu lain seperti serial Kamen Rider dan Ultraman. Peluncuran film versi The Movie ini bertepatan pada peringatan 30 tahun pertama kali serial Space Sheriff Gavan diputar di media TV Jepang. Serial TV original Gavan sendiri beredar di Indonesia via kaset video mulai pertengahan tahun 1980-an. Bagi anak-anak yang tumbuh besar di era tahun 1980-an, serial Metal Heroes merupakan serial yang mencapai puncak kejayaannya melebihi serial Kamen Rider. Gavan (atau lebih dikenal di Indonesia dengan nama Gaban), dilanjutkan oleh suksesornya Sharivan (Shariban) hingga Shaider merajai genre tokusatsu tahun 1980-an di Indonesia. Memasuki era 1990-an, kejayaan Metal Heroes mengalami penurunan seiring dengan naiknya popularitas serial Kamen Rider yang dimotori oleh Kamen Rider Black alias Ksatria Baja Hitam. Setelah 30 berlalu, bagaimanakah popularitas si polisi luar angkasa Gaban? Ternyata Gaban masih laku, terbukti film cross-over antara Super Sentai dan Metal Heroes pertama Kaizoku Sentai Gokaiger vs. Space Sheriff Gavan: The Movie meraih untung lumayan sehingga Toei tak ragu melepas Gavan berpetualang sendirian dalam film tanpa didampingi kelompok Super Sentai.

Berkisah tentang tiga orang sahabat Geki Jumonji (Yuma Ishigaki), Toya Okuma (Takuya Nagaoka), dan Itsuki Kawaii (Yukari Taki). Geki dan Toya mengikuti program pengiriman awak pesawat luar angkasa menuju Mars. Di perjalanan, pesawat mereka terjebak gejala vortex misterius dan mereka berdua dinyatakan hilang tanpa jejak. Geki diselamatkan oleh Retsu Ichijouji (Kenji Ohba) dalam sosok Gavan, dan Toya sendiri menghilang terhisap vortex misterius tersebut. Setahun kemudian, Itsuki diserang monster yang mengincar data percobaan worm-hole yang dikembangkan oleh Toya beberapa tahun sebelumnya. Dalam keadaan bahaya, Itsuki diselamatkan sosok misterius yang menyatakan dirinya sebagai Polisi Luar Angkasa Gavan. Rupanya selama setahun belakangan Geki dilatih oleh sang penyelamat, Ichijoji yang menjelang masa pensiun, untuk menggantikan posisinya sebagai polisi luar angkasa dengan code name: Gavan. Geki menerima upgrade baju tempur terbaru, Gavan – type G.

Ternyata Don Horror (musuh bebuyutan Gavan dalam serial originalnya) berniat untuk kembali dari penjara vortex yang memasungnya. Dipimpin oleh pemimpin barunya yang bernama Bryton, Organisasi Kriminal Galaksi Maku berniat menciptakan kembali ruang hampa Maku sebagai wadah untuk membebaskan Don Horror. Geki dan partnernya Shelly (Suzuka Morita) ditugaskan Unit Kepolisian Galaksi untuk menghentikan Bryton dan kelompoknya. Mampukah Geki membuktikan kapasitasnya sebagai suksesor Ichijoji dan pantas menggunakan combat-suit Gavan?

Terus terang saja, film ini masih berada dibawah kualitas Kamen Rider: The First yang merupakan versi remake The Movie serial TV Kamen Rider. Kualitas cerita, plot, adegan aksi hingga spesial efek yang diusung terlalu “serial TV” sehingga boleh dikatakan Gavan The Movie ini mirip satu episode serial TV yang dipanjang-panjangkan durasinya. Padahal tadinya aku berharap film ini akan mengambil posisi sebagai film serius yang agak bernuansa dewasa sekaligus juga bisa ditujukan buat anak-anak. Maklum saja, sasaran utama tentunya anak-anak tahun 1980-an yang di jaman sekarang sudah berusia kepala tiga yang mungkin ingin menonton atas nama nostalgia. Sasaran kedua tentunya anak-anak jaman sekarang yang diharapkan dapat menerima genre Metal Heroes agar bisa berjaya kembali seperti bertahun-tahun yang lalu. Nyatanya film ini sangat bernuansa anak-anak dan hal ini membuatku agak kecewa.

Walaupun demikian, kalau hanya untuk bernostalgia Space Sheriff Gavan: The Movie lumayan membangkitkan kenangan indah masa bocah. Tak tanggung-tanggung, pihak produser mengundang pemeran Gavan originalnya Kenji Ohba untuk memerankan sosok Retsu Ichijoji seperti 30 tahun yang lalu. Kenji Ohba memang sudah terlihat lumayan tua, keriput dan beruban (umurnya sudah 58 tahun). Tapi aksinya meloncat, menendang, bertarung melawan keroyokan musuh masih lumayan cekatan. Sepertinya mantan stuntman ini masih aktif menjaga kondisi fisiknya. Walaupun demikian, penampilan Kenji Ohba dengan kostum Ichijoji original berjaket kulit cokelat plus sepatu boots terlihat lucu. 30 tahun yang lalu Kenji Ohba masih berusia 20-an tahun dan terlihat gagah dengan kostumnya tersebut. Tentunya agak menggelikan melihat Ohba yang sudah hampir berusia 60 tahun masih menggunakan outfit yang sama.

Hal lain yang patut mendapat perhatian bagi yang ingin bernostalgia dengan Gavan, banyak pernak-pernik serial original Gavan yang muncul dalam film ini. Gaya henshin lengkap dengan teriakan “Jochaku”, pedang laser dan jurus sabetan Gavan Dynamic, pesawat Dolgiran yang bertransformasi membentuk naga tunggangan Gavan, Saibarian (sepeda motor dengan tumpangan di sisi kiri), hingga kemunculan cameo dua sosok polisi luar angkasa lain yaitu Sharivan dan Shaider.

So my verdict, bagi yang ingin bernostalgia dengan si Gaban, nonton Space Sheriff Gavan: The Movie akan memberikan kepuasan tersendiri. Tapi kalau anda sama sekali buta dengan sosok Metal Hero pertama ini, jangan berharap terlalu banyak. Cerita sederhana, aksi dan efek biasa saja, plot belepotan, hingga plot twist yang sangat gampang ditebak (anda pasti bisa menebak siapa sosok di balik Bryton) akan membuat film ini bisa dilewatkan tanpa perlu ditonton.

Rating: 2.75/5

8 Responses to “Space Sheriff Gavan: The Movie”


  1. 1 kasamago February 20, 2013 at 10:29 am

    brrarti g ad nuansa “dewasa” kek the first y.. ,pdhl expetasi gavan didedikasikan bwt penggemar gavan yg udah pd dewasa..

    • 2 AnDo February 20, 2013 at 1:38 pm

      @kasamago
      saya sih memang berharap spy Gavan The Movie ini bisa didedikasikan buat penggemar serial originalnya yang udah dewasa, tapi koq yah malah jadinya buat konsumsi kanak-kanak.

  2. 3 a.bang.tam.pan March 10, 2013 at 5:55 am

    Cerita sederhana, aksi dan efek biasa saja, plot belepotan, hingga plot twist yang sangat gampang ditebak (anda pasti bisa menebak siapa sosok di balik Bryton) akan membuat film ini bisa dilewatkan tanpa perlu ditonton.

    wah, kampret…

  3. 5 wise_n August 29, 2013 at 10:11 am

    aq belum nonton nih…..
    tokoh senior yg tampil cuman retsu aja yah…..
    den iga & dai sawamura g ada ? trus dibalik armor sharivan & shaider siapa ?

  4. 7 shisio September 21, 2013 at 1:05 pm

    wah! ga jadi nonton deh! padahal udah ada filmnya. berasa waktu terbuang percuma kalau nonton

  5. 8 nurmanism October 19, 2013 at 9:21 am

    gaban..gabin..gaban..gabin..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: