Archive for February, 2013

Space Sheriff Gavan: The Movie

Gavan the movie

Space Sheriff Gavan adalah serial Metal Heroes pertama genre tokusatsu yang diproduksi oleh Toei Production mengikuti kesuksesan genre tokusatsu lain seperti serial Kamen Rider dan Ultraman. Peluncuran film versi The Movie ini bertepatan pada peringatan 30 tahun pertama kali serial Space Sheriff Gavan diputar di media TV Jepang. Serial TV original Gavan sendiri beredar di Indonesia via kaset video mulai pertengahan tahun 1980-an. Bagi anak-anak yang tumbuh besar di era tahun 1980-an, serial Metal Heroes merupakan serial yang mencapai puncak kejayaannya melebihi serial Kamen Rider. Gavan (atau lebih dikenal di Indonesia dengan nama Gaban), dilanjutkan oleh suksesornya Sharivan (Shariban) hingga Shaider merajai genre tokusatsu tahun 1980-an di Indonesia. Memasuki era 1990-an, kejayaan Metal Heroes mengalami penurunan seiring dengan naiknya popularitas serial Kamen Rider yang dimotori oleh Kamen Rider Black alias Ksatria Baja Hitam. Setelah 30 berlalu, bagaimanakah popularitas si polisi luar angkasa Gaban? Ternyata Gaban masih laku, terbukti film cross-over antara Super Sentai dan Metal Heroes pertama Kaizoku Sentai Gokaiger vs. Space Sheriff Gavan: The Movie meraih untung lumayan sehingga Toei tak ragu melepas Gavan berpetualang sendirian dalam film tanpa didampingi kelompok Super Sentai. Continue reading ‘Space Sheriff Gavan: The Movie’

Advertisements

Tokyo Kazoku (Tokyo Family)

Tokyo Kazoku poster

Cukup lama aku tak pernah menonton film Jepang di bioskop. Terakhir kali aku nonton Rurounin Kenshin akhir Agustus tahun lalu dan setelah itu absen nonton film Jepang hingga aku menemukan Tokyo Kazoku. Aku nonton telat seminggu dan bisa dilihat antusiasme penonton sudah berkurang setelah tayang seminggu, saat itu yang nonton hanya 4 orang termasuk aku. Tokyo Kazoku atau juga dikenal dengan judul Tokyo Family merupakan film terbaru karya sutradara Yoji Yamada yang dikenal sebagai pembuat film bertema keluarga. Aku rata-rata menyukai film buatan Yamada, termasuk juga trilogi Twilight Samurai. Alasannya cukup simpel, Yamada tak memasukkan adegan lebay khas film drama Jepang umumnya tapi lebih memfokuskan scene-scene natural tentang hubungan antar sesama orang Jepang. Tadinya aku membaca kalau Tokyo Kazoku adalah film yang diinspirasi dan diatributkan bagi film legendaris arahan sutradara Yasujiro Ozu, Tokyo Story. Tapi ketika film siap tayang, tiba-tiba muncul ulasan bahwa Tokyo Kazoku lebih merupakan film remake Tokyo Story bukan sekedar film atribut untuk Yasujiro Ozu. Bagaimanakah hasil remake karya Yoji Yamada ini? Continue reading ‘Tokyo Kazoku (Tokyo Family)’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: