Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 2)

PERINGATAN:
Dilarang keras meng-copy isi tulisan tentang sejarah L’Arc~en~Ciel yang saya buat ini. Boleh memberikan link ke blog ini tapi tidak boleh meng-copy paste isi tulisan di tempat lain. Tahukah anda berapa banyak uang yang dipakai untuk membeli buku? Tahukah anda berapa banyak waktu yang dipakai untuk mengetik dan mengedit tulisan? Tahukan anda berapa banyak tenaga dan pengetahuan yang dipakai untuk menerjemahkan? Dan hasil dari jerih payah tersebut saya berikan secara GRATIS di blog ini. Jadi tolong jangan meng-copy paste isi tulisan, cukup baca di sini saja. Terima kasih.

Tulisan ini adalah lanjutan dari Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 bagian 1 . Sekali lagi saya ingatkan bahwa tulisan ini berdasarkan buku is (1996) yang berisi wawancara tanya-jawab antara Reiko Arakawa dengan 4 member L’Arc~en~Ciel pada waktu itu yaitu Hyde, Tetsu, Ken dan Sakura. Seperti 4 tulisan sebelumnya, kali ini saya juga tidak menerjemahkan langsung hasil wawancara melainkan menulis ulang dengan kata-kata saya sendiri dan juga menambahkan beberapa detail cerita dari catatan lain terutama buku wawancara dengan Tetsu yaitu tetsugaku (2004) dan juga wawancara dengan Hyde yaitu The Hyde (2012). Menyambung pergantian personil dari Hiro ke Ken, tulisan kali ini memuat cerita pergantian drummer dari Pero ke Sakura.

Dengan bergabungnya Ken sebagai gitaris, L’Arc~en~Ciel mulai serius membuat rekaman lagu dibawah label indies Night Gallery di Osaka. Berbagai masalah muncul sejak rekaman hingga proses mixing membuat L’Arc~en~Ciel ragu untuk mengeluarkan album pertama mereka dengan Night Gallery. Ketika L’Arc~en~Ciel memutuskan untuk tidak ingin meloloskan lagu-lagu yang telah direkam, pihak Night Gallery merasa L’Arc~en~Ciel telah menyalahi janji karena promosi yang sudah dilakukan pihak label telah menghabiskan uang cukup banyak sehingga meminta pihak L’Arc~en~Ciel menyediakan pengacara untuk membahas kontrak secara hukum. Berhubung berurusan dengan masalah hukum akan menghabiskan banyak waktu dan biaya, Tetsu dan kawan-kawan merasa kebingungan. Pada saat sedang tenggelam dalam depresi itulah Tetsu dihubungi lewat telepon oleh perwakilan label indies Danger Crue Records yang nantinya akan menjadi manajer mereka hingga sekarang yaitu Masahiro Oishi.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Awalnya Tetsu diminta temannya Matoba, wartawan dari majalah musik Rockin’ F, untuk mengirimkan sampel lagu L’Arc~en~Ciel. Setelah mendengar sampel rekaman lagu buatan L’Arc~en~Ciel, Matoba memperdengarkannya pada kenalannya yang lain yaitu Oishi. Oishi tertarik dengan warna musik yang dibawakan L’Arc~en~Ciel dan menelpon mereka untuk mengenal L’Arc~en~Ciel lebih lanjut. Ibarat kata pepatah pucuk dicinta ulampun tiba, keesokan harinya keempat member L’Arc~en~Ciel langsung cabut menuju Tokyo dengan menggunakan mobil milik Tetsu untuk bertemu dua orang perwakilan Danger Crue Records yaitu Oishi dan Kadoma. Mereka berempat menceritakan betapa mereka tak ingin merilis album DUNE yang direkam dibawah label Night Gallery karena kurang puas dengan kualitas suaranya. Oishi menawarkan apakah mereka mau merekam ulang lagu-lagu yang sama dibawah label Danger Crue Records sesuai dengan kualitas yang mereka inginkan. Tentu saja keempat member L’Arc~en~Ciel setuju dan Oishi berjanji untuk membereskan masalah mereka dengan label Night Gallery. Dibantu oleh Oishi, persoalan antara L’Arc~en~Ciel dengan label Night Gallery bisa diselesaikan dengan mulus dan L’Arc~en~Ciel akhirnya menandatangani kontrak resmi membuat album pertama mereka [DUNE] dengan label Danger Crue Records.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Pada saat itu, L’Arc~en~Ciel merasa harus memiliki perwakilan untuk menyuarakan pendapat mereka berempat pada pihak label dan mulai memikirkan untuk memilih salah satu dari mereka berempat menjadi leader, dan orang yang mengusulkan hal tersebut adalah Pero. Ada dua kandidat yang diunggulkan menjadi leader L’Arc~en~Ciel yaitu Pero dan Tetsu. Pero diperhitungkan karena kemampuannya bersosialisasi dan bernegosiasi. Sedangkan Tetsu sendiri dikenal dengan komitmen kuatnya terhadap band dan tentu saja karena Tetsu adalah orang yang mengurus manajemen “contact office” L’Arc~en~Ciel sampai bela-belain bersusah payah menempatkan “telepon kantor” hingga mesin faksimil di dalam apartemen pribadinya.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Setelah akhirnya Tetsu terpilih sebagai leader L’Arc~en~Ciel, Pero mulai sering bolos latihan dan absen saat rehearsal secara berkelanjutan sehingga sering menyebabkan latihan batal. Walaupun sudah terlihat tanda-tanda Pero mulai tidak komitmen lagi terhadap band, jika pada saat itu mereka mencari drummer pengganti, Hyde dan kawan-kawan merasa mengkhianati Pero yang masih resmi sebagai drummer L’Arc~en~Ciel. Pero akhirnya menyatakan ingin berhenti pada pertengahan Desember 1992 dan merekapun akhirnya terpaksa mencari drummer pengganti. Konser terakhir Pero sebagai drummer L’Arc~en~Ciel adalah live konser All Night Event di Osaka Muse Hall tanggal 30 Desember 1992 dan sejak saat itu Pero resmi mengundurkan diri sebagai drummer L’Arc~en~Ciel.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Begitu Pero menyatakan ingin mengundurkan diri di pertengahan Desember 1992, Tetsu dan kawan-kawan mulai sibuk mencari drummer pengganti berhubung proses rekaman album DUNE akan dimulai Januari 1993. Ketika berada di Tokyo untuk membahas rencana rekaman album Dune bersama Oishi, entah bagaimana caranya Tetsu berhasil mendapatkan alamat dan nomor telepon drummer yang bernama Yasunori Sakurazawa. Drummer yang dipanggil dengan nama panggilan Sakura, saat itu masih terdaftar sebagai supporting drummer untuk band Harem Q yang berbasis di Tokyo. Sewaktu Sakura mendapatkan kiriman kaset rekaman sampel lagu L’Arc~en~Ciel dari Tetsu untuk dinilai, Sakura bertanya-tanya, “Band apa ini? Koq aku dapat kiriman sampel rekaman dari band yang tak ku kenal?”. Walaupun kenal dengan Tetsu, Sakura sama sekali buta dengan keberadaan L’Arc~en~Ciel. Akhirnya Sakura pergi ke toko buku untuk mencari info tentang L’Arc~en~Ciel lewat majalah musik, barulah setelah menemukan bahwa L’Arc~en~Ciel adalah band-nya Tetsu, Sakura baru sadar, “Oh…. Band-nya dia toh!” Saat ditelepon Tetsu, Sakura mengatakan akan manggung bersama Harem Q di Osaka selama 2-3 hari dan ingin bertemu mereka disela-sela acara konser.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Pada hari Natal tanggal 25 Desember 1992, Harem Q dan Sakura sebagai supporting drummer manggung di Osaka dan ditonton langsung oleh 3 orang anggota L’Arc~en~Ciel Tetsu, Hyde dan Ken yang didampingi Kadoma sebagai manajer resmi pertama L’arc~en~Ciel sejak pindah label ke Danger Crue Records. Setelah acara konser selesai, untuk pertama kalinya Sakura bertemu dengan Hyde dan Ken beserta sang manajer Kadoma. Mereka berlima makan malam bersama sambil membahas kemungkinan Sakura bergabung sebagai drummer tetap L’Arc~en~Ciel. Sakura langsung akrab dengan Ken dan Hyde, malah sepanjang makan malam mereka asyik ngobrol ngalor-ngidul layaknya teman lama. Sewaktu makan malam, mereka sepakat untuk mencoba chemistry diantara mereka berempat dengan nge-jam bareng di studio musik untuk melihat sejauh mana kecocokan dalam bermusik. Keesokan harinya mereka melakukan jam session memainkan 2-3 lagu dan mereka berempat merasa cocok satu sama lain secara musikalitas layaknya sering main bersama.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Tanggal 16 Januari 1993, Sakura resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada posisi drum menggantikan Pero yang hengkang bergabung dengan eks gitaris L’Arc~en~Ciel Hiro membentuk band baru bernama Ange∞Graie. Tetsu, Hyde, Ken dan Sakura yang baru bergabung kemudian berkumpul dan menginap di Tokyo Weekly Mansion demi menyelesaikan rekaman album indie pertama mereka [DUNE]. Ange∞Graie sendiri nantinya berubah nama menjadi FEED. Setelah FEED bubar, Hiro membentuk band baru bernama FLAME bersama mantan bassis Ange∞Graie bernama Shige, Kazuhito (vocal/lyricist), dan drummer Hiroyuki. Sedangkan Pero bergabung dengan band lain bernama AQUA.

Advertisements

7 Responses to “Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 2)”


  1. 1 setsunavie January 15, 2013 at 3:16 pm

    Terlalu banyak kata “andai” dari sebuah sejarah Laruku… Andai Tetsu ga kenal Ken, andai HYDE menolak gabung, andai HYDE dipecat/mundur dari Laruku, andai Pero terpilih jadi leader, andai Hiro/Pero ga mundur… Ternyata emang bener ya, bikin band harus “klik” semuanya, dan hasilnya terefleksikan di karya2nya. Thanks again Ando^^

    • 2 AnDo January 15, 2013 at 4:11 pm

      @setsunavie
      wah… ovie pasang blog baru yah di wordpress. ungsian dari multiply? 😛

      Menurutku, Laruku itu bisa sukses dan bertahan hingga sekarang karena mereka bisa untuk selalu mengembangkan kemampuan, tak cepat puas dengan keberhasilan yang sudah dicapai, dan juga selalu mengaktualisasikan kemampuan sendiri. Mereka memang pernah “klik” tapi pernah juga hampir “lepas engsel” pas dipuncak ketenaran.

      Misalnya saja seperti yang dikemukakan Hyde dalam The Hyde. Pada hiatus pertama 2001 – 2003, Hyde sudah sampai titik jenuh dan bosan dengan Laruku. Puncaknya sewaktu sedang mempersiapkan album Roentgen, Hyde mengirim surat untuk ketiga anggota Laruku lainnya. Isinya sama yaitu mengajak bubar dan melakukan konser terakhir Laruku untuk perpisahan dgn fans sebelum bubar, karena Hyde menganggap Tetsu, Ken dan Yukihiro juga sudah jenuh dengan Laruku yang menurutnya stagnan dan membosankan.
      Nyatanya sekarang Hyde malah bersyukur gak jadi bubar karena kata Hyde, tanpa proses aktualisasi diri di Laruku pasca hiatus, kemampuan vokal Hyde nggak bakalan semaju sekarang. Begitu juga kemampuan musikalitas anggota lainnya gak bakalan terasah seperti sekarang. Selain itu juga Laruku membuat mereka lebih dewasa sebagai musisi, nggak gampang main tolak proposal lagu dari rekan lain kayak dulu dan lebih arif dalam berkolaborasi (katanya sih, dulu mereka gampang aja bilang nggak suka kalau ada anggota lain ngasih alternatif lagu yang kurang sreg dihatinya, tentu saja yg ngasih proposal lagu bisa tersinggung)

  2. 3 shisio January 29, 2013 at 9:00 am

    Satu hal yang positif, mereka tidak langsung memecat pero, tapi menunggu dia untuk menyatakan undur diri dari laruku.

  3. 4 randy April 24, 2013 at 8:42 am

    Salam kenal kak, wah artikelnya bagus nih membantu sekali buat saya yg mau lebih jauh mengenal laruku(walaupun saya telat banget)
    sekali lagi terima kasih buat artikelnya, keren

  4. 5 dicky-ketjap April 24, 2013 at 5:09 pm

    Konbanwa endo-kun…saya bela2in baca blog kamu, padahal besok pagi ada meeting hahahahaha..terlanjur baca yg awal, trus baca semua topik OOTdemi dapetin pass, terbayar!!

    Btw,apa dibuku ini diceritain tentang sakura hengkang? Gabungnya yukihiro?
    Atau memang ada kelanjutannya lagi?
    Sempet baca di wiki atau blog dikatakan kalau hyde adalah orang yang paling deket sama sakura, so pengen baca kelanjutannya..
    Anyway saya suka dengan pembahasan dari buku ori ke bahasa indonesia dengan gaya bahasa yang ga bikin pusing..

    Keep up the good work!!

    • 6 AnDo April 27, 2013 at 4:41 am

      @dicky-ketjap
      Nggak, buku is terbit ketika Sakura masih menjadi drummer Laruku. Kira2 beberapa bulan setelah buku is terbit, Sakura ditangkap polisi karena terlibat kasus narkoba yang menyebabkan Sakura hengkang dari Laruku.


  1. 1 Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1) « Toumei Ningen – The Reviews Trackback on January 13, 2013 at 6:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: