Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1)

PERINGATAN:
Dilarang keras meng-copy isi tulisan tentang sejarah L’Arc~en~Ciel yang saya buat ini. Boleh memberikan link ke blog ini tapi tidak boleh meng-copy paste isi tulisan di tempat lain. Tahukah anda berapa banyak uang yang dipakai untuk membeli buku? Tahukah anda berapa banyak waktu yang dipakai untuk mengetik dan mengedit tulisan? Tahukan anda berapa banyak tenaga dan pengetahuan yang dipakai untuk menerjemahkan? Dan hasil dari jerih payah tersebut saya berikan secara GRATIS di blog ini. Jadi tolong jangan meng-copy paste isi tulisan, cukup baca di sini saja. Terima kasih

Setelah sub-bab Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991, lanjutan cerita Sejarah L’Arc~en~Ciel adalah tentang bagaimana band indie mereka mulai bergerak tampil menyebar ke seluruh negeri, mulai membuat video tape dan CD single dan juga masuknya Ken sebagai gitaris baru menggantikan Hiro. Sekali lagi aku ingatkan bahwa tulisan ini berdasarkan buku is (1996) yang berisi wawancara tanya-jawab antara Reiko Arakawa dengan 4 member L’Arc~en~Ciel pada waktu itu yaitu Hyde, Tetsu, Ken dan Sakura. Seperti 3 tulisan sebelumnya, kali ini saya juga tidak menerjemahkan langsung hasil wawancara melainkan menulis ulang dengan kata-kata saya sendiri dan juga menambahkan beberapa detail cerita dari catatan lain terutama buku wawancara dengan Tetsu yaitu tetsugaku (2004) dan wawancara dengan Hyde dalam The Hyde (2012). Sub-bab keempat ini berjudul 1992 diisi oleh Tetsu, Hyde dan Ken, sembari sesekali ditimpali oleh celetukan Sakura yang menceritakan perjalanan karir mereka pada tahun 1992. Karena bagian tahun 1992 cukup panjang melingkupi masuknya Ken sebagai anggota dan pergantian personil dari Pero menjadi Sakura, tulisan sub-bab ini dibagi menjadi 2 bagian.

Setelah memberikan hadiah berupa stiker dan badge pada konser perdana mereka tahun 1991, tahun 1992 L’Arc~en~Ciel memutuskan untuk membagikan hadiah khusus untuk para penonton konser mereka berupa video-tape promosi secara gratis. Jumlah video-tape cuma sekitar 500-600 buah sehingga hanya dibagikan terbatas untuk pembeli tiket konser pada 2 pertunjukan saja yaitu konser di Nanba Rockets Osaka tanggal 10 Maret 1992 dan konser di Shinjuku Loft Tokyo tanggal 16 Maret 1992. Gara-gara hampir habis dibagikan pada konser di Osaka (maklum saja, soalnya tiket konser mereka ludes terjual), mereka terpaksa memesan pembuatan 100 buah video-tape sebagai tambahan untuk hadiah konser di Tokyo yang lagi-lagi ludes karena tiket konser SOLD OUT. Seperti biasanya, Hyde kembali membuat desain cover video-tape. Lagi-lagi lewat jasa tempat Hyde kerja part-time saat itu yaitu pekerjaan percetakan berwarna. Menurut Hyde, walaupun desain yang dibuat casual sederhana, karena tanpa mark yang jelas dia butuh waktu agak lama untuk membuatnya.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Sebenarnya, pembuatan video-tape gratis tersebut diawali oleh tawaran dari pihak Nanba Rockets, homeground tempat mereka manggung di Osaka. Nanba Rockets memiliki label rekaman sendiri, khusus untuk pemusik indie, dan menawarkan L’Arc~en~Ciel untuk membuat album indie bersama label Rockets. Hanya saja menurut Tetsu, musikalitas L’Arc~en~Ciel masih belum matang karena mereka baru saja terbentuk satu tahun sebelumnya sehingga tawaran tersebut ditolak secara halus. Tapi ketika pihak Rockets menawarkan untuk merekam pertunjukan live mereka di Rockets dalam bentuk video-tape, L’Arc~en~Ciel tidak enak untuk menolak lagi. Akhirnya keempat member sepakat untuk tidak mengkomersilkan video-tape buatan Rockets tersebut melainkan membagikannya secara gratis bagi para penonton konser L’Arc~en~Ciel. Semua itu karena mereka merasa musik L’Arc~en~Ciel masih belum matang dan belum layak untuk dijual dalam bentuk rekaman. Video-tape yang direkam di Nanba Rockets ini berisi dua lagu yaitu Claustrophobia (versi awal dari Shutting from the Sky dengan heavy guitar sound dari Hiro) dan I’m in Pain.

Setelah mengalami berbagai kesulitan di awal karir indie mereka, justru beberapa bulan kemudian Hiro mengundurkan diri sebagai gitaris secara tiba-tiba, tepat satu minggu sebelum rekaman CD album indie “Maboroshi no DUNE”. Menurut Hyde seperti yang ditulis dalam buku The Hyde, sepertinya Hiro kurang suka dengan pendekatan musikalitas suara Hyde terhadap lagu-lagu yang dibawakan. Memang pada saat itu Hyde sedang gandrung dengan gaya vokal dari grup The Cult, Danzig dan The Misfits hingga Jim Morrison yang menggunakan suara tebal dan rendah. Tetsu juga kurang suka dengan gaya vokal Hyde pada saat itu, “Gak bagus” katanya. Tetsu sebenarnya lebih memilih suara yang jernih untuk lagu-lagu L’Arc~en~Ciel yang diinginkannya lebih ngepop. Tapi justru musik L’Arc~en~Ciel akhirnya malah cenderung dark dan pendekatan vokal Hyde yang ditebal suaranya tetap dipakai untuk mengakomodasi musik bernuansa gelap, dan hal ini menyebabkan Hiro merasa kurang cocok dengan Hyde secara musikalitas.

Menurut Hyde, Hiro merasa dilema antara mengundurkan diri atau memecat Hyde keluar dari L’Arc~en~Ciel. Akhirnya Hiro merasa lebih bijak untuk mengundurkan diri saja daripada meminta Hyde dipecat. Saat itu Hiro juga mengajak Tetsu untuk turut serta keluar dari L’Arc~en~Ciel bersamanya. Tapi Tetsu menolak karena Tetsu sudah memilih dari awal untuk komitmen bersama-sama membangun L’Arc~en~Ciel dan dia tetap mempertahankan komitmennya dari awal.

Menurut Tetsu dan Hyde, mereka benar-benar kelabakan karena sudah memesan sewa studio rekaman dan juga menghabiskan biaya promosi cukup banyak, belum lagi harus membayar denda biaya pembatalan jika di-cancel. Hanya punya waktu satu minggu, Tetsu tak punya bayangan gitaris lain sebagai pengganti kecuali Ken dan mendiskusikan hal ini pada Hyde. Hyde sendiri beberapa kali pernah mendengarkan kaset rekaman demo permainan gitar Ken yang dikirim untuk Tetsu dari Nagoya. Kaset kiriman Ken ini pernah diputar Tetsu di mobil sewaktu Hyde menumpang mobilnya, sehingga Hyde tahu persis kemampuan Ken sebagai gitaris. Tepat setelah konser terakhir bersama Hiro di Nanba Rockets tanggal 12 Juni 1992, L’Arc~en~Ciel mengadakan meeting untuk memutuskan meneruskan karir mereka sebagai L’Arc~en~Ciel atau tidak, dan keputusan tergantung pada jawaban mau atau tidaknya Ken masuk sebagai gitaris baru.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Tetsu langsung menelpon Ken menjelaskan situasi dan permasalahannya, lalu meminta Ken untuk memikirkan tawarannya baik-baik selama 3 hari karena sudah tak punya waktu lagi. Ken sendiri pernah beberapa kali memenuhi undangan Tetsu untuk menonton konser live L’Arc~en~Ciel, sehingga keberadaan band L’Arc~en~Ciel bukanlah hal asing bagi Ken. Lewat tenggat waktu 3 hari, Hyde yang sudah tak sabaran meminta Tetsu menelpon Ken pada jam 4 dini hari. Tetsu sendiri khawatir kalau Ken masih tidur sewaktu ditelepon dan merasa terganggu tidurnya sehingga langsung menjawab “TIDAK” dalam keadaan ngantuk. Akhirnya mereka menunggu sampai jam 6 pagi untuk menelpon Ken. Padahal kata Ken, dia bukanlah tipe mahasiswa yang rajin bangun pagi, jam 7 pagi pun kemungkinan masih molor. Hahahaha….

Selama 3 hari memikirkan tawaran Tetsu, ternyata Ken masih ragu dan tak bisa memutuskan. Bahkan ketika ditelepon Tetsu untuk menanyakan keputusan akhirpun, Ken masih belum yakin akan keputusannya. Hasilnya, ketika ditelepon Tetsu pada hari deadline, Ken menjawab OK tanpa pikir panjang. Menurut Ken sendiri, dia tak ingat mengapa bilang OK padahal saat itu masih ragu dan belum yakin akan masa depannya.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Segalanya serba mendadak dan tiba-tiba. Teman satu lab Ken di Nagoya Institute of Technology-pun bingung ketika Ken absen mendadak tanpa khabar. Ken pada hari itu juga langsung pergi menuju Osaka, padahal dia hampir lulus kuliah dan sedang job-hunting. Tetsu juga langsung bergerak mencari apartemen untuk ditempati Ken di Osaka. Ken sampai menyebut Tetsu sebagai agen real estate karena saking cepatnya Tetsu mendapatkan apartemen bagus untuk Ken. Menurut Tetsu, yang penting apartemennya harus lebih bagus daripada apartemen Tetsu sendiri supaya Ken betah. Ketika Tetsu menemukannya, langsung saja uang sewa apartemen dibayar tanpa tanya-tanya Ken lagi sehingga ketika tiba di Osaka, Ken kaget karena sudah ada apartemen untuk ditempati.

Saat pertama kali bertemu Ken, Hyde takjub juga melihat penampilan Ken Kitamura si anak kuliahan.
Kata Hyde, “Wah! Ada anak obokoi datang!”
Obokoi adalah dialek Kansai dan Nagoya yang mengacu pada anak imut innocent yang masih polos.
Menurut Hyde, “Saat itu, Ken adalah anak yang sangat imut dan amat menarik hati. Tapi itu dulu, sekarang sih tinggal sisa wild-nya doang!” Hahahahahaha….

Karena waktu sudah mepet, Ken yang baru tiba di Osaka sudah mulai dijejali rekaman-rekaman lagu L’Arc~en~Ciel dan berlatih untuk menyamakan feeling dan gaya bermusik agar mendapatkan chemistry sebelum hari rekaman. Dalam beberapa hari, Ken berhasil mendapatkan chemistry setelah berkali-kali latihan sendiri maupun bersama member L’Arc~en~Ciel lainnya, dan sesi rekaman CD album indie L’Arc~en~Ciel bersama Ken sebagai gitaris barupun selesai dilaksanakan.

Cobaan untuk Ken bukannya selesai sampai rekaman CD single indie berakhir, justru dari situlah mulai masalah lain karena jadwal selanjutnya adalah konser. Mendadak Ken sadar kalau dia tak punya peralatan musik yang cukup untuk konser, bahkan kostum panggungpun tak punya. Belum lagi penampilan Ken bagai anak kuliah yang sedang mencari kerja dengan ramput cepak rapi, sama sekali tak ada tampang rocker. Karena kepepet, Ken menggunakan efek gitar, amplifier dan peralatan panggung lain seadanya (bukan yang khusus untuk pertunjukan live). Belum lagi kostum panggung yang mesti pinjam dari anggota lain sehingga Ken mau tak mau harus menggunakan baju sempit (maklumlah, body Ken memang paling bongsor dibanding anggota lain). Hasilnya konser pertama Ken bersama L’Arc~en~Ciel di Shinjuku Loft tanggal 25 Juni 1992 juga apa adanya. Ken terlihat aneh di atas panggung dengan rambut cepak hitam tanpa bleach dan kostum ketat sempit dibanding member lain yang berambut gondrong di-bleach dan pakai kostum glamour, belum lagi make-up tebal Ken dengan eye-shadow bagai dicat karena Ken belum terbiasa berhias sendiri. Selain itu karena L’Arc~en~Ciel belum memiliki foto band terbaru dengan Ken sebagai anggota, mau tak mau Ken difoto terlebih dahulu di atas panggung demi keperluan promosi. Tentu saja dengan penampilan apa adanya, baju sempit, rambut cepak dan make-up ketebalan 😆
Demikianlah cerita debut konser Ken bersama L’Arc~en~Ciel.

NB. 1
CD album indie [Maboroshi no DUNE] sendiri akhirnya tak jadi dirilis karena mereka berempat merasa kualitas sound-nya masih kurang bagus dan hal ini memicu masalah kontrak dengan pihak label Night Gallery yang ingin merilisnya. Akhirnya masalah kontrak dengan Night Gallery berhasil diselesaikan atas bantuan Masahiro Oishi. [Maboroshi no DUNE] sendiri nantinya akan direkam ulang dibawah label Danger Crue Records yang pada akhirnya dirilis sebagai album pertama L’Arc~en~Ciel yakni [DUNE]. Sebagai gantinya, CD single indie [Flood of Tear] dirilis dibawah label Night Gallery sebelum L’Arc~en~Ciel pindah label dibawah naungan Danger Crue Records.

[edit]
NB. 2
Ken Kitamura akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan S1-nya dan lulus dari jurusan Arsitektur Nagoya Institute of Technology pada tahun 1998. Ken mengambil kesempatan untuk meneruskan sisa kuliahnya (tinggal menulis skripsi syarat kelulusan) ketika Laruku sedang hiatus akibat kasus narkotika yang dialami oleh Sakura pada tahun 1997.
Ken diwisuda pada bulan Februari 1998.

Bersambung ke bagian 2

Advertisements

23 Responses to “Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1)”


  1. 1 near October 26, 2012 at 8:25 am

    makin seru ceritanya. terjawab sudah rasa penasaran selama ini, kenapa dulu Ken dandanannya menor dan aneh. thank you Ando kun. semangat buat ngelanjutin translate nya ya.

  2. 2 aii October 26, 2012 at 1:54 pm

    thx mas ando…
    ahahaha kocak dah ken 😀
    pengen liat wajah ken dengan rambut cepaknya :p

  3. 3 masitata October 26, 2012 at 2:01 pm

    Terima kasih banyak ya atas usahanya menerjemahkan :D. Penasaran dengan cerita Ken nih.

  4. 4 Prisilia Riski (@prisiliara) October 26, 2012 at 2:09 pm

    Domo arigatou gozaimasu Ando-kun.. Ditunggu bagian dua-nya ya.. Semangat.. 🙂 Btw, Ando-kun ada rencana untuk terjemahin biografinya Tetsu, Yukkie, sama Hyde ga?

  5. 5 Oktavia Ratnasari October 26, 2012 at 2:09 pm

    udah komen kok ga masuk ya =___=
    bener kata mba Near, penasarannya terjawab sudah…wkwk abisnya liat rekaman pertama emang ken keliatan awkward.
    ehh Ken ngelab juga yaaa *apa coba*
    thanks banget Ando-kun, semangat lanjutin terjemahannyaaaa ^o^

  6. 6 ikubaru October 26, 2012 at 2:52 pm

    keren broooo! ini penulis hebat. bukukan sob! ahahhaha

  7. 7 qkaywardhi October 26, 2012 at 3:48 pm

    Hahaa pantesaaann foto2 awal ken agak2 nerd gt dibanding yg lain (sbenernya member lain jg agak2 aneh klo dibanding hasil transform mrk sekarang) 😀
    hountou ni domo arigatou ando-kun ^^

  8. 8 AnDo October 26, 2012 at 4:39 pm

    @near dan Oktavia
    Wajar aja dandanan Ken menor, jaman dulu ketika masih indie, mereka mesti dandan sendiri gak kayak sekarang yang ada penata rambut lah, busana lah, make up lah.
    Tetsu, Hyde dan Pero udah setahun di Laruku dan udah lumayan pengalamannya belajar dandan sendiri, ini Ken masih hijau banget, kayak rusa masuk kampung pas disuruh dandan sendiri 😀

    @Oktavia
    Gak ada tuh komenmu yg masuk spam, koq bisa gagal?
    Ya iya lah. Namanya juga anak teknik pasti ada lab, udah tingkat akhir lagi.

    @aii, masitata, prisilia, ikubaru, qkaywardhi
    Thanks udah baca dan kasih komentar di sini.
    Gak ada rencana bikin terjemahan buku lain, wong sibuk di kehidupan nyata koq. Ini juga rada dibela2in 😛

  9. 9 Rosfitasari October 27, 2012 at 1:14 am

    Aaaak baguuus. Makasih banyak ando-kun. Hihi. Ditunggu lanjutannya.

  10. 10 near October 27, 2012 at 10:57 am

    “Lewat tenggat waktu 3 hari, Hyde yang sudah tak sabaran meminta Tetsu menelpon Ken pada jam 4 dini hari”. Ketawa dalam hati bacanya. Rupanya Hyde orangnya ga sabaran. Apakah Hyde dan Tetsu tinggal bersama? Oya Ando kun, apakah ada ditulis apa alasan Hiro resign?

    • 11 AnDo October 27, 2012 at 3:06 pm

      @near

      Apakah Hyde dan Tetsu tinggal bersama?

      Nggak, mereka tinggal di apartemen berbeda. Waktu itu mereka bertiga Hyde, Tetsu dan Pero lagi membahas soal kelanjutan Laruku yg ditinggal Hiro di Family Restaurant. Family Restaurant di Jepang cukup banyak jenis dan keberadaannya, banyak yang buka 24 jam sehingga mereka bisa nongkrong dari malam sampai pagi.

      apakah ada ditulis apa alasan Hiro resign?

      Di buku “is” nggak ditulis soal itu, tapi Hyde nyinggung masalah itu di buku The Hyde. Kata Hyde, dia sendiri lupa alasan Hiro resign dari Laruku, tapi Hyde merasakan jangan-jangan Hiro keluar gara-gara nggak cocok secara musikalitas dengan Hyde. Soalnya waktu keluar dari Laruku, Hiro juga sempat ngajak Tetsu keluar bareng, tapi Tetsu menolak dan tetap lanjut bareng Laruku.

      • 12 near October 28, 2012 at 10:14 am

        hyde ngerasa begitu ya? tapi dari sepenggal cerita ini rupanya hyde itu dari awalnya ada sifat dominasi juga ya, tidak tampak sekedar lembut, perasa dan penurut.

      • 13 AnDo October 28, 2012 at 10:25 am

        @near
        Menurutku sih, semua orang punya ego ingin menunjukkan kemampuan diri di depan orang lain. Kata mendominasi kayaknya terlalu jauh untuk seseorang yang ingin menunjukkan ego dirinya karena hal itu normal bagi manusia. Bahkan orang yang penurut dan pemalu sekalipun masih ada ego ingin unjuk kemampuan.

  11. 14 lovunic October 27, 2012 at 2:22 pm

    thanks Ando-kun, ditunggu bagian 2-nya 🙂

  12. 15 Yyuns October 28, 2012 at 4:59 am

    Aaah ken parah bgt, lagian tetsu sih serba ngedadak.. Penasaran bagian keduanya, kuliah ken bres ga? Hatur nuhun kang ando tulisannya keyen 😀

  13. 16 Prisilia Riski (@prisiliara) October 28, 2012 at 12:53 pm

    Hwaa.. Sayang sekali Ando-kun sibuk ya.. Hmm coba ada penerbit Indonesia yang mau nerbitin buku-buku mereka ya.. *menatap nanar pada buku-buku Kpop yang bertebaran di toko buku* *nasib ga bisa bahasa Jepang*

    @ Yyuns : Setauku Ken-san ga ngelanjutin kuliahnya lagi sejak bergabung di Laruku, dan itu jadi pemicu ketegangan Ken-san sama ortunya.. Nah apakah mereka sudah baikan? Ada yang tau? Ando-kun mungkin?

    Ah aku jadi penasaran, gimana hubungan ex-member Laruku sama Laruku sekarang? Apa kabar Hiro, Pero, Sakura, Matatarou.. ah siapa vokalis pertama itu? *hhe aku baru tau lho kalo ada vokalis sebelum Hyde ,dari blognya Ando-kun nih..

    • 17 AnDo October 28, 2012 at 4:14 pm

      @Prisilia Yyuns
      Ken memang nggak beres kuliahnya dan gak lulus jadi sarjana. Yang marah sebenarnya sih bapaknya Ken. Apa udah baikan atau belum, nggak ada berita resmi soal hubungan Ken-ayahnya. tapi pernah baca tulisan orang Jepang yang bilang kalau Ken beberapa kali pulang ke Maibara pas liburan, mungkin sudah baikan. tapi sekali lagi gak ada berita resmi.

      Walaupun Matarou vokalis pertama rekrutan Tetsu dan Hiro, tapi dia bukan anggota L’Arc~en~Ciel, karena saat itu L’Arc~en~Ciel belum resmi terbentuk. Matarou sendiri tak terdengar kabarnya setelah pisah dengan Tetsu dan Hiro, kata Tetsu sih balik main drum lagi.

      Lepas dari Laruku, Pero bergabung dengan Hiro membentuk band lain bernama Ange:Graie. Sekarang sih tak tahu lagi bagaimana kabarnya, apa masih kontak sama Tetsu dkk atau gak.

      Kalau Sakura masih sering nongol koq di blantika musik Jepang. Kemarin sempat ikutan proyek solo Ken lewat band SOAP (Soap of All Pussys). Lalu ikut berbagai macam band sebagai supporting drummer.
      Kabar terakhirnya bulan Mei 2012 kemarin Sakura mendirikan band baru bernama The Madcap Laughs.

  14. 18 kitamuraangel October 31, 2012 at 12:39 pm

    ihihihi… bayangin Ken chan kayak di piku2 awal, yg pake setelan kulit pendek, lipstik merah, rambut cepak, muka di “cool2in” tapi malah jadi unyu2…. hohohoho…… sankyuuuu Ando Kun dah share ini… waiting for the next part… *bag Ken chan langsung jawab OK tanpa pikir panjang bener2 tipikal Ken chan, fufufufu*

  15. 19 Ari November 2, 2012 at 7:14 am

    Dear Ando-kun,
    Bener deh seneng banget pas dikasih link ini, apalagi sumber informasinya langsung dari orang pertama dan ditulis ulang pula.
    Kami semua orang yang diberkati! :))

    Makasih banyak, ya!

    Cheers

  16. 20 shisio January 27, 2013 at 2:13 am

    wah! Aku baru tahu bagian ini, si agen real estate dan si rocker anak kuliahan! Wkwkwk!

  17. 21 Asri March 26, 2013 at 6:55 pm

    huahahaha
    Obokoi ! Hyde emang bener bgt sih. pas aku liat video2 jadulnya ken, dgn rambut pendek dan gaya yg rapi, imut2nya kebangetan 😀 😀
    sekarang sih nyisa “nakal”nya aja T__T
    makasih banget artikelnya, ando-kun 😀


  1. 1 Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 2) « Toumei Ningen – The Reviews Trackback on January 12, 2013 at 10:20 pm
  2. 2 Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991 | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on February 14, 2017 at 3:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: