The Fades – The Complete Season One

Akhir-akhir ini aku mulai sering nonton film produksi Inggris raya. Setelah Grabbers yang notabene produksi Irlandia, aku langsung menghabiskan serial TV buatan BBC Inggris yang berjudul The Fades ini dalam jangka waktu 2 hari. Ya, cuma butuh dua hari saja untuk menghabiskan season pertama The Fades yang cuma berjumlah 6 episode saja. Serial buatan BBC ini berhasil memenangkan BAFTA award untuk kategori best drama TV series pada tahun 2012 dengan mengalahkan saingan kuatnya Misfits yang sama-sama mengetengahkan tema supranatural dengan deretan aktor remaja.

Setelah manusia mati, arwahnya akan naik ke langit untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya. Sayangnya tak semua arwah beruntung naik ke langit karena ada beberapa arwah yang gagal naik dan gentayangan di muka bumi. Arwah gentayangan ini disebut sebagai The Fades. Semakin lama The Fades gentayangan di muka bumi, “tubuh” mereka semakin lama semakin membusuk mirip mayat. The Fades tak bisa berinteraksi secara fisik (menyentuh) manusia, tetapi bisa melihat dan mendengar aktivitas manusia sehingga menyebabkan banyak The Fades memiliki kondisi mirip manusia depresi secara “mental”. Umumnya manusia tak bisa melihat dan mendengar aktivitas The Fades kecuali beberapa orang yang memiliki kemampuan khusus untuk melihat dan mendengar The Fades, mereka disebut sebagai Angelic. Suatu ketika seorang The Fades bernama John menemukan cara untuk bisa “menyentuh” manusia dan mulai mengumpulkan arwah lain untuk mengikutinya. Tentu saja para Angelic tak ingin membiarkan hal ini terjadi dan berusaha mencegahnya. Serial ini berpusat pada seorang anak SMA remaja usia 17 tahun bernama Paul Roberts (Iain de Caestecker) yang mendadak mendapatkan kemampuan Angelic ditengah konflik antara para Angelic dan The Fades pimpinan John.

Yang paling menarik dari serial ini adalah konsep The Fades itu sendiri. Tentunya bisa disadari bahwa karakterisasi The Fades terlihat berdasarkan pada konsep biblical dengan sentuhan berbeda dari kreator serial ini. Seiring dengan berjalanannya cerita per episode, aku mulai mendapatkan gambaran betapa sosok The Fades makin lama makin mirip dengan Zombie yang bisa berpikir terutama setelah mereka bisa kontak fisik dengan manusia. Zombie tanpa otak biasanya hanya mengandalkan keroyokan, tapi zombie yang bisa berpikir tentunya lebih berbahaya bukan?

Hal kedua yang membuatku tertarik adalah sosok tokoh utamanya seorang remaja tanggung, rada nerd, agak pemalu dan tentu saja masih labil. Iain de Caestecker bisa membawakan perannya sebagai Paul yang nerd dan labil dengan baik. Walau kadang interaksi Paul dengan teman baiknya Mac (Daniel Kaluuya) agak membuat bingung diantara rentetan dialog ngalor ngidul yang kental aksen British-nya, ada beberapa scene yang cukup memorable dan membuat duet Paul-Mac memiliki kesan tersendiri. Aku sendiri suka dengan interaksi naik turun antara Paul dengan Angelic bernama Neil (Johnny Harris) yang menjadi mentor Paul dan mengajarkan banyak hal yang berhubungan dengan The Fades. Selain itu juga Sophie Wu yang berperan sebagai pacar Paul lumayan buat cuci mata. Cewek tampang asia yang ngomong aksen British membuat Sophie Wu lumayan menggoda. Pace ceritanya sendiri agak lambat diawal, khas produksi Inggris sih dan baru mulai bergerak cepat mendekati 2 episode akhir. Namun karena banyak karakter menarik yang diperkenalkan, lambatnya pacing cerita kukira masih bisa ditolerir.

Sayangnya 6 episode dari season satu yang menarik ini berakhir begitu saja tanpa ada kelanjutan karena produksi season dua-nya di cancel. Tapi setidaknya serial ini lumayan menarik dan cukup pendek untuk dihabiskan dalam waktu singkat. Bagi anda yang tertarik dengan drama supranatural a la Inggris, film ini bisa kurekomendasikan sebagai appetite daripada Misfits yang menurutku agak membosankan.

5 Responses to “The Fades – The Complete Season One”


  1. 1 niken October 16, 2012 at 12:59 am

    wah patut dicoba nih kayaknya… saya lumayan suka film tipikal zombie seperti film zombieland, serial the walking dead, sayang plotnya seri tsb udah mulai kedodoran, jadi saya tinggal aja pas masuk season 2.
    serial british memang sedikit kurang terperhatikan oleh saya. sempat nonton Luther, Wallander, Torchwood, itupun semuanya tak sampai selesai.
    satu2nya yang masih diikuti (dan ditunggu2) yah apalagi kalau bukan Sherlock, hehehe…
    trims reviewnya yahh, mas ando🙂

    • 2 AnDo October 16, 2012 at 3:11 pm

      @niken
      Rata2 serial British emang lelet sih pacing ceritanya, jadinya bikin cepat bosen. Aku sendiri hingga sekarang baru nonton 2 serial British yang ditonton sampai episode terakhirnya selesai, yang pertama Sherlock dan yang kedua The Fades. Serial British lain kalau gak putus ditengah jalan, paling cuma nonton episode satu doang.😆

      • 3 niken October 17, 2012 at 9:02 am

        Hehehe, betul sekali bang ando…ternyata saya tidak sendirian dalam hal ini. Serial british memang sulit2 mudah mengikutinya, selain lelet, juga durasinya cenderung lebih lama, walaupun dalam satu season jumlah episodenya sedikit, jadi mirip miniseri, ya…
        Serial Luther sebetulnya bagus, Idris Elba aktingnya menonjol sekali, namun karena saya susah dapat full seasonnya jadi ya terpaksa ditinggal. Wallander sungguh sangat membosankan sekali, sedangkan Torchwood yang merupakan spin-off dari Dr. Who juga sebetulnya lumayan bagus, sayangnya saya ga kuat maraton 4 season, jadi ya ditinggal juga, deh…
        Eh sori ya jadi kepanjangan komennya😛

      • 4 AnDo October 17, 2012 at 1:45 pm

        @niken

        Eh sori ya jadi kepanjangan komennya

        Gak papa koq, saya justru senang sama orang yang ngasih komentar serius ttg tulisan dan apa yang jadi isi postingannya. Saya malah suka sebel sama troll yang suka asal komen konyol sambil main ejek sana sini kayak anak kecil.
        Thanks atas info tentang Luther, ntar mau saya coba nonton.

  2. 5 joegievano November 27, 2012 at 1:55 pm

    boleh juga, perlu di coba. kalo saya suka british comedy (fawlty towers, extras) karena dry humornya lebih kocak dari pada comedy amerika yg terlalu ‘manis’ tapi kalo supernatural series masih belum ada yg ok. mungkin the fades beda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: