Archive for October, 2012

Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1)

PERINGATAN:
Dilarang keras meng-copy isi tulisan tentang sejarah L’Arc~en~Ciel yang saya buat ini. Boleh memberikan link ke blog ini tapi tidak boleh meng-copy paste isi tulisan di tempat lain. Tahukah anda berapa banyak uang yang dipakai untuk membeli buku? Tahukah anda berapa banyak waktu yang dipakai untuk mengetik dan mengedit tulisan? Tahukan anda berapa banyak tenaga dan pengetahuan yang dipakai untuk menerjemahkan? Dan hasil dari jerih payah tersebut saya berikan secara GRATIS di blog ini. Jadi tolong jangan meng-copy paste isi tulisan, cukup baca di sini saja. Terima kasih

Setelah sub-bab Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991, lanjutan cerita Sejarah L’Arc~en~Ciel adalah tentang bagaimana band indie mereka mulai bergerak tampil menyebar ke seluruh negeri, mulai membuat video tape dan CD single dan juga masuknya Ken sebagai gitaris baru menggantikan Hiro. Sekali lagi aku ingatkan bahwa tulisan ini berdasarkan buku is (1996) yang berisi wawancara tanya-jawab antara Reiko Arakawa dengan 4 member L’Arc~en~Ciel pada waktu itu yaitu Hyde, Tetsu, Ken dan Sakura. Seperti 3 tulisan sebelumnya, kali ini saya juga tidak menerjemahkan langsung hasil wawancara melainkan menulis ulang dengan kata-kata saya sendiri dan juga menambahkan beberapa detail cerita dari catatan lain terutama buku wawancara dengan Tetsu yaitu tetsugaku (2004) dan wawancara dengan Hyde dalam The Hyde (2012). Sub-bab keempat ini berjudul 1992 diisi oleh Tetsu, Hyde dan Ken, sembari sesekali ditimpali oleh celetukan Sakura yang menceritakan perjalanan karir mereka pada tahun 1992. Karena bagian tahun 1992 cukup panjang melingkupi masuknya Ken sebagai anggota dan pergantian personil dari Pero menjadi Sakura, tulisan sub-bab ini dibagi menjadi 2 bagian. Continue reading ‘Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1)’

Advertisements

The Expatriate

“If he has her, I want her. If he harms her, he’s dead.”

Kesuksesan Taken yang dibintangi Liam Neeson dalam meraup dollar bukan hanya menyebabkan sequelnya Taken 2 dibuat tetapi juga membuat pihak lain ngiler dengan prospek pembuatan film a la Taken yang berbudget relatif murah tapi meraih untung besar. Informant Films Europe yang berbasis di Belgia memutuskan untuk membuat film yang tak jauh beda gayanya dengan Taken dengan membawa Aaron Eckhart, aktor watak Hollywood yang sebelumnya sukses berperan sebagai Harvey Dent aka Two-Face dalam The Dark Knight, sebagai protogonis utama.

Continue reading ‘The Expatriate’

The Fades – The Complete Season One

Akhir-akhir ini aku mulai sering nonton film produksi Inggris raya. Setelah Grabbers yang notabene produksi Irlandia, aku langsung menghabiskan serial TV buatan BBC Inggris yang berjudul The Fades ini dalam jangka waktu 2 hari. Ya, cuma butuh dua hari saja untuk menghabiskan season pertama The Fades yang cuma berjumlah 6 episode saja. Serial buatan BBC ini berhasil memenangkan BAFTA award untuk kategori best drama TV series pada tahun 2012 dengan mengalahkan saingan kuatnya Misfits yang sama-sama mengetengahkan tema supranatural dengan deretan aktor remaja. Continue reading ‘The Fades – The Complete Season One’

Les Hommes Libres

Ketika sutradara Perancis berdarah Maroko, Ismael Ferroukhi diberitakan akan menggarap film keduanya yang mengetengahkan kisah pendiri Masjid Agung Paris Si Kaddour Ben Ghabrit, aku sudah menunggu kehadiran film ini. Bagaimanapun juga karya perdana Ismael Ferroukhi sebagai sutradara penuh dalam film yang berjudul Le Grand Voyage cukup membuatku terkesan dan tertarik untuk menonton karya-karya beliau selanjutnya. Les Hommes Libres (atau Free Men dalam versi bahasa Inggris) mengisahkan tokoh fiksi bernama Younes dan perubahan jalan hidupnya setelah berinteraksi dengan 2 tokoh sejarah yaitu rektor Masjid Agung Paris Si Kaddour Ben Ghabrit dan penyanyi Aljazair berdarah Yahudi Salim Halali pada masa pendudukan NAZI Jerman atas Perancis.
Continue reading ‘Les Hommes Libres’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: