Gyakuten Saiban Live Action

Anda seorang gamer? Mungkin pernah main serial video game buatan Capcom berjudul Gyakuten Saiban yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Phoenix Wright: Ace Attorney? Kalau iya, berarti film ini kemungkinan besar sudah diantisipasi untuk ditonton karena film Gyakuten Saiban ini adalah adaptasi dari game adventure dengan tema pengadilan tersebut. Aku sendiri bukan gamer sejati meski pernah main beberapa game, tapi sama sekali belum pernah memainkan game Phoenix Wright: Ace Attorney sehingga boleh dibilang nonton film ini tanpa sedikitpun memiliki pengetahuan tentang plot cerita maupun karakter. Sutradara film ini adalah Miike Takeshi yang dikenal sebagai sutradara pembuat film-film gory, walaupun akhir-akhir ini mulai membuat film lintas genre, mulai dari film jidaigeki, komedi anak-anak, dan kali ini drama pengadilan.

Naruhodo Ryuichi (Narimiya Hiroki) adalah pengacara pengadilan yang masih hijau dan masih berada dibawah bimbingan mentornya pengacara senior Ayasato Chihiro (Dan Rei). Tanpa diduga Chihiro tewas terbunuh dan tersangka utamanya adalah adik kandung Chihiro sendiri yaitu Ayasato Mayoi (Kiritani Mirei). Yakin bahwa Mayoi tidak bersalah, Naruhodo mengajukan dirinya sebagai pembela. Tak dinyana, ternyata lawan Naruhodo di pengadilan adalah teman masa kecilnya Mitsurugi Reiji (Saito Takumi) yang telah menjadi seorang jaksa yang ambisius. Rupanya kasus pembunuhan Chihiro tidak berdiri sendiri melainkan memiliki hubungan erat dengan kasus pembunuhan 15 tahun silam yang melibatkan ibu Ayasato bersaudara dan ayah Mitsurugi.

Tahukah anda? Aku benar-benar sebal menonton film ini. Rasanya plot ceritanya terlalu membodoh-bodohi penonton. Lihat saja di sepanjang adegan pengadilan, seakan-akan jalannya skenario hukum sudah ditulis jauh-jauh hari dan kelihatan sekali dibuat-buat. Si A yang tampil sebagai saksi dan menjawab pertanyaan secara mencurigakan, malah diarahkan si penuntut supaya menjawab “logis” atau sekedar bilang “wah, saya lupa tuh!”. Memangnya hakim ketua dan hadirin di dalam ruang pengadilan itu idiot? Eh… ternyata mereka memang idiot karena terlihat oke-oke saja, kecuali kelompok protogonis tentunya. Bahkan penonton film ini juga diajak ikutan jadi orang idiot. Adegan pengadilan yang kurang masuk akal dan berlebihan adalah wajar, toh ini hanya adegan film semata. Tapi kalau sampai membodoh-bodohi penonton film sih kurang ajar namanya.

Jika yang menonton film ini adalah penggemar game originalnya, mungkin saja mereka masih bisa menerima berbagai adegan absurd yang bertebaran di dalam film. Tapi dari awal aku sudah mengambil posisi untuk memandang serius setiap adegan pengadilan sambil memaklumi setiap adegan komedi di luar drama pengadilan. Ujung-ujungnya aku malah bete dan gak habis pikir, koq bisa-bisanya plot cerita se-absurd ini. Bahkan adegan komedipun dibikin absurd. Anda akan menemukan beberapa komedi absurd khas Jepang yang berbau “manga”, dan beberapa diantaranya benar-benar jayus dan bikin facepalm.

Ah ya, satu lagi yang membuatku rada bete. Tokoh-tokoh di film ini ternyata suka teriak-teriak. Berkali-kali teriak Igi Ari (keberatan alias objection) sampai kukira semua hadirin di ruangan pengadilan adalah orang-orang budek. Atau malah pak tua yang jadi hakim emang mengalami masalah pendengaran sehingga harus diberikan teriakan keras?

Kalaupun ada hal yang kusuka, konsep pengadilan yang dibuat Miike lumayan unik. Jaksa dan pembela diposisikan saling berhadapan dengan saksi ditempatkan di tengah seperti posisi video game. Miike juga berani membuat perbedaan dengan memasukkan “teknologi presentasi” dengan tampilan hologram untuk mempresentasikan bukti pengadilan, diaktifkan dengan “gerak dan gebrakan” sang jaksa dan pembela membuat adegan ini terkesan bagaikan sedang main game.

Jadi? Aku pribadi terus terang saja tak terlalu menikmati Gyakuten Saiban, malah cenderung terkantuk-kantuk kebosanan. Bandingkan dengan film bertema pengadilan lain seperti I Just Didn’t Do It yang lebih serius dalam menampilkan adegan pengadilan tapi justru bikin aku penasaran di tengah dialog berpanjang-panjang dalam film tersebut. Aku jadi penasaran dengan pendapat orang yang pernah memainkan game Phoenix Wright: Ace Attorney, apakah mereka menikmati film ini?

Rating: 2.25/5

2 Responses to “Gyakuten Saiban Live Action”


  1. 1 Elkha September 2, 2012 at 3:45 pm

    saya juga bukan gamer, tapi saya suka Narimiya Hiroki

  2. 2 Spica September 14, 2012 at 4:17 am

    Wah.. gyakuten saiban ada filmnya ya..😀.
    Kalo di gamenya sendiri memang enggak terlalu serius makanya filmnya juga seperti itu🙂.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: