Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991

PERINGATAN:
Dilarang keras meng-copy isi tulisan tentang sejarah L’Arc~en~Ciel yang saya buat ini. Boleh memberikan link ke blog ini tapi tidak boleh meng-copy paste isi tulisan di tempat lain. Tahukah anda berapa banyak uang yang dipakai untuk membeli buku? Tahukah anda berapa banyak waktu yang dipakai untuk mengetik dan mengedit tulisan? Tahukan anda berapa banyak tenaga dan pengetahuan yang dipakai untuk menerjemahkan? Dan hasil dari jerih payah tersebut saya berikan secara GRATIS di blog ini. Jadi tolong jangan meng-copy paste isi tulisan, cukup baca di sini saja. Terima kasih

Setelah sub-bab Sejarah L’Arc~en~Ciel: Tanjo Zenya, lanjutan cerita Sejarah L’Arc~en~Ciel adalah kisah perjuangan keempat anggota grup band baru bernama L’Arc~en~Ciel untuk tetap eksis dan berkarya di awal karir mereka sebagai band indie. Sekali lagi aku ingatkan bahwa tulisan ini berdasarkan buku is (1996) yang berisi wawancara tanya-jawab antara Reiko Arakawa dengan 4 member L’Arc~en~Ciel pada waktu itu yaitu Hyde, Tetsu, Ken dan Sakura. Seperti tulisan pertama dan kedua, kali ini saya juga tidak menerjemahkan langsung hasil wawancara melainkan menulis ulang dengan kata-kata saya sendiri dan juga menambahkan beberapa detail cerita dari catatan lain terutama buku wawancara dengan Tetsu yaitu tetsugaku (2004). Sub-bab ketiga yang berjudul 1991 diisi oleh Tetsu dan Hyde, sembari sesekali ditimpali oleh celetukan Ken dan Sakura.

Setelah merekam demo-tape untuk dikirim ke beberapa live house sebagai promosi, kesibukan mereka tidak berhenti begitu saja. Malah jauh lebih sibuk lagi karena mereka harus membuat lagu-lagu original milik sendiri untuk dibawakan jika mendapat kesempatan manggung di live house. Dari bulan Maret sejak hyde dan pero resmi aktif bergabung hingga penampilan pertama L’Arc~en~Ciel di Nanba Rockets, mereka berempat akhirnya mampu menciptakan 6-7 lagu dalam 3 bulan. Lagu-lagu baru buatan mereka terus bertambah seiring berjalannya waktu, walaupun mungkin masa paling produktif adalah ketika Ken Kitamura bergabung dalam L’Arc~en~Ciel sebagai gitaris.

Ketika Nanba Rockets memberikan kesempatan manggung diatas stage, keempat member L’Arc~en~Ciel mulai menambah aktivitas lain yaitu promosi. Tentu saja mereka harus mempromosikan band mereka sendiri. Kalau tidak, memangnya siapa yang mau bayar dan nonton band indie yang masih baru dan tak punya nama sama sekali. Tanpa staff satu orangpun untuk promosi, mereka berempat berbagi tugas. Tetsu dan Hiro mendapatkan tugas mengurus akomodasi, Hyde dibantu Pero membuat pamflet promosi dan stiker. Hyde diberi tugas mengurus pembuatan pamflet dan stiker karena saat itu dia sedang bekerja part-time (arubaito) di perusahaan percetakan berwarna (Color Copy Machine) sehingga bisa menghemat biaya, cetak berwarna lagi hehehehe.

Khusus untuk promosi perdana mereka, L’Arc~en~Ciel memberikan hadiah bagi para pembeli tiket pertunjukan berupa stiker berwarna perak dengan tulisan L’Arc~en~Ciel berwarna hitam, stiker warna hitam dengan tulisan perak, stiker warna emas bertulis hitam, dan stiker berwarna hitam bertulis emas, masing-masing sebanyak 250 lembar. Hyde yang mendesain logo tulisan dibantu oleh Pero. Selain 4 macam stiker berjumlah 1000 lembar tersebut, mereka juga membuat badge dengan 6 jenis pola. Seluruh stiker dan badge yang dibuat tersebut adalah hasil buatan tangan mereka sendiri.

Goods perdana buatan tangan para member untuk promosi konser indies

Berkat promosi yang dilakukan, pada pertunjukan pertama L’Arc~en~Ciel di Nanba Rockets tanggal 30 Mei 1991, mereka berhasil mengumpulkan sekitar 130 pengunjung yang datang untuk menonton konser perdana L’Arc~en~Ciel, padahal kalau dihitung-hitung mereka masih band amatir. Tentu saja L’Arc~en~Ciel tampil di atas panggung bergiliran setelah penampilan beberapa band indie lainnya. Setiap band mendapat jatah sekitar 40 menit, dan L’Arc~en~Ciel mengisi jatah waktu mereka dengan membawakan 8 lagu. Konsep panggung yang mereka tampilkan saat itu adalah warna kontras hitam-putih yang mencerminkan kekerasan dan kelembutan. Sebulan kemudian mereka tampilkan sekali pada bulan Juni, lalu tampil 4 kali pada bulan Agustus dimana pada tanggal 30 Agustus L’Arc~en~Ciel manggung untuk pertama kalinya di daerah Kanto, tepatnya pada acara All Night Event di Club GIO daerah Ichikawa. Pada 27 September, untuk pertama kalinya L’Arc~en~Ciel manggung sendiri dalam satu konser tanpa digabung dengan band lain (One Man Show) di Nanba Rockets. Walaupun demikian, mereka tidak bisa One Man Show terus menerus karena popularitas mereka masih belum tinggi. Barulah setelah peluncuran album DUNE, L’Arc~en~Ciel bisa konser One Man Show secara kontinyu hingga sekarang.

Pada awal karir di atas panggung Hyde masih sangat pemalu dan belum berani melakukan MC layaknya front-man sebuah band. Dengan demikian konser-konser awal mereka cenderung tenang tanpa ada suasana meriah sehingga menciptakan imej cool. Baru pada awal konser di 13 Fandango tanggal 6 Agustus 1991, berkat dorongan penonton membuat Hyde mulai berani membakar antusiasme penonton dengan MC-nya dan mengubah suasana menjadi meriah. Pada akhir tahun 1991, Tetsu yang biasanya hanya diam di tempat memainkan bass-nya di sepanjang konser, akhirnya juga mulai bergerak ikut membantu Hyde memeriahkan suasana panggung.

Besambung ke bagian 4: Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1)

Advertisements

10 Responses to “Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991”


  1. 1 Oktavia Ratnasari August 18, 2012 at 5:35 pm

    Wah ini chapternya pendek…Hmm 130 orang yg dateng ke first gignya Laruku masih ngefans nggak ya sampe sekarang…Wondering

    • 2 AnDo August 19, 2012 at 12:10 am

      @ovie
      Memang lebih pendek satu halaman dibanding bagian lain. Lagipula ada bagian wawancara panjang yang kusingkat isinya.
      Btw, pas kemarin nonton konser spesial buat member le ciel, hyde sempat nanya, disini ada yg nonton first gig mereka di nanba rockets gak? Dan gak disangka ada beberapa tangan ngacung. Ntah beneran atau nggak.

  2. 3 indah August 20, 2012 at 1:32 am

    Ditunggu kelanjutan ceritanya mas Ando…hebat ya mrk dr benar-benar nol perjuangannya sampe sekarang terkenal di seluruh dunia.

  3. 4 Ella August 25, 2012 at 2:31 pm

    makasih ya Ando kun udah di share tulisannya >.<

  4. 5 AnDo August 25, 2012 at 2:55 pm

    @indah dan Ella
    Iya, sama-sama.

  5. 6 Annisa Rahma September 3, 2012 at 4:10 pm

    waaa… kereeenn bgt artikelnya, saya juga pernah baca transletan yang versi english nya di situs lain, tpi versinya bang ando lebih lengkap d^^b
    saya juga suka gaya penulisanya, lebih santai dan fun bacanya juga.

    Terima kasih banyak

    • 7 AnDo September 3, 2012 at 6:18 pm

      @Annisa Rahma
      Boleh kasih tau link transletan versi englishnya? Saya pengen ngembandingin gaya tulisannya, soalnya tulisanku ini kubikin berbentuk narasi, juga ditambah beberapa detail dari bacaan lain.

  6. 8 Eka Azzahra March 20, 2013 at 8:06 pm

    Ando Kun, terima kasih banyak yaaa, sudah men-translatekan buku ini buat kita-kita. Pasti menulis ini mengorbankan waktu istirahat Ando-Kun,,,

    Terima kasih banyak ^^


  1. 1 Sejarah L’Arc~en~Ciel: Tanjo Zenya « Toumei Ningen – The Reviews Trackback on August 18, 2012 at 7:33 am
  2. 2 Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1992 (Bagian 1) | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on February 14, 2017 at 3:21 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: