Sejarah L’Arc~en~Ciel: Tanjo Zenya

PERINGATAN:
Dilarang keras meng-copy isi tulisan tentang sejarah L’Arc~en~Ciel yang saya buat ini. Boleh memberikan link ke blog ini tapi tidak boleh meng-copy paste isi tulisan di tempat lain. Tahukah anda berapa banyak uang yang dipakai untuk membeli buku? Tahukah anda berapa banyak waktu yang dipakai untuk mengetik dan mengedit tulisan? Tahukan anda berapa banyak tenaga dan pengetahuan yang dipakai untuk menerjemahkan? Dan hasil dari jerih payah tersebut saya berikan secara GRATIS di blog ini. Jadi tolong jangan meng-copy paste isi tulisan, cukup baca di sini saja. Terima kasih

Postingan ini adalah lanjutan dari tulisan pertama tetsu & ken berdasarkan buku is (1996) yang berisi wawancara tanya-jawab antara Reiko Arakawa dengan 4 member L’Arc~en~Ciel pada waktu itu yaitu Hyde, Tetsu, Ken dan Sakura. Seperti tulisan pertama, kali ini saya juga tidak menerjemahkan langsung hasil wawancara melainkan menulis ulang dengan kata-kata saya sendiri dan juga menambahkan beberapa detail cerita dari catatan lain terutama buku wawancara dengan Tetsu yaitu tetsugaku (2004). Wawancara pada bagian ini diisi oleh Tetsu dan Hyde, sambil sesekali ditimpali celetukan Ken. Tanjo Zenya secara harfiah berarti “sebelum malam kelahiran.”

Datang ke kota besar seperti Osaka hanya dengan bekal uang 10.000 yen tentunya bukan hal yang gampang bagi siapapun untuk bertahan hidup, apalagi bagi Tetsu yang ingin membangun karirnya sebagai musisi. Di kota Osaka, Tetsu tinggal di daerah Higashi Yodogawa-ku sambil melakukan arubaito (kerja part-time) untuk biaya hidup sehari-hari, mulai dari kerja di pabrik, jadi pegawai toko CD dan toko asesoris, hingga penjual takoyaki. Malam hari jika tidak bekerja, Tetsu latihan musik atau berkunjung ke Live House untuk ngumpul bersama para musisi amatir di belakang panggung Live House sambil mencari anggota band baru yang ingin dibentuk. Kumpul-kumpul di belakang panggung Live House ini sangat efektif bagi musisi amatir yang ingin membentuk band ataupun mencari member baru karena di sana mereka bisa saling bertukar info atau malah janjian untuk jam session di studio musik. Dari sinilah awal Tetsu mendapatkan member pertamanya yaitu seorang gitaris bernama Hiro.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Dalam salah satu kunjungan Tetsu dari Live House satu ke Live House lain di Osaka, Tetsu berkenalan dengan Sammy-kun, vokalis “Billy & The Sluts” sebuah band indie bergenre heavy metal yang cukup punya nama di panggung musik indie kota Osaka. Dalam salah satu kesempatan, Tetsu mengungkapkan kepada Sammy-kun bahwa dia sedang mengumpulkan member untuk membuat band baru. Entah kesambet setan apa, tiba-tiba suatu hari Sammy sengaja datang ke toko CD tempat Tetsu bekerja part-time untuk menanyakan apakah Tetsu masih mencari member buat band barunya. Sammy-kun merekomendasikan kenalannya seorang gitaris berbakat bernama Hiro yang sedang menganggur tanpa band tetap dan memberikan nomor telepon Hiro untuk dihubungi oleh Tetsu. Setelah bertemu dan menguji bahwa Hiro memang gitaris bagus, jadilah Hiro member L’Arc~en~Ciel pertama yang direkrut oleh Tetsu dan mereka mulai mencari member lainnya untuk direkrut. Mereka berdua mendapatkan seorang drummer bernama Matarou yang bersedia menjadi vokalis. Sayangnya Tetsu dan Hiro merasa kurang cocok dengan Matarou secara musikalitas, sehingga Tetsu dan Hiro mulai berpikir untuk bergabung dengan band lain yang berbeda.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Pada saat itu Hyde sudah berada di Osaka dan sedang membangun karir musiknya juga, namun Hyde agak kesulitan mengumpulkan anggota bandnya sendiri sampai akhirnya bertemu Pero. Lewat jam session, Hyde bertemu dengan band indie bernama Kiddy Bombs bersama drummernya Pero. Pero bercerita pada Hyde kalau Kiddy Bombs baru saja kehilangan vokalisnya dan menawarkan pada Hyde untuk membentuk band baru bersama-sama. Hyde setuju untuk menjadi vokalis, dengan Pero pada drum dan bassist Kiddy Bombs bernama Jun, ditambah seorang gitaris membentuk band baru dengan format 4 member dengan nama Jelsarem’s Rod.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Lagi-lagi berawal dari kunjungan Tetsu ke belakang panggung Live House dan kali ini Live House yang sedang menampilkan band Zi:KILL (uniknya ini band profesional pertama yang dimasuki yukihiro, drummer L’Arc~en~Ciel sekarang). Di belakang panggung konser Zi:KILL, Tetsu bertemu seorang gitaris bernama Fuku-chan yang berencana membentuk band dengan format duo-gitar (twin guitar) bersama temannya Taki-kun. Fuku-chan mengajak Tetsu melakukan jam session karena mereka Fuku/Taki sedang mencari bassis, vokalis dan drummer untuk melengkapi twin-guitar mereka berdua. Ketika Tetsu datang, ternyata orang yang datang janjian untuk jam session dengan Fuku/Taki ada lumayan banyak dan salah satu diantaranya adalah drummer Pero yang datang karena diundang Taki-kun. Tetsu datang ke jam session yang diadakan Fuku/Taki hingga dua atau tiga kali. Pada jam session kedua yang diikuti Tetsu, Pero mengajak Hyde ikut serta dan saat itulah untuk pertama kalinya Tetsu dan Hyde bertemu. Dari awal bertemu, Tetsu sudah tertarik untuk mengajak Hyde bergabung dengan band barunya, padahal saat itu Hyde baru saja memulai aktivitasnya bersama band Jelsarem’s Rod pada bulan Desember 1990.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Ketika Jelsarem’s Rod mendapatkan kesempatan untuk manggung di beberapa tempat di Osaka, Tetsu turut hadir di setiap konser Jelsarem’s Rod hingga 4 atau 5 kali sambil berulang kali bertanya pada Hyde lewat telepon tentang undangannya membentuk band bersama-sama. Telepon Tetsu selalu diawali kata-kata yang sama berulang-ulang (dan bikin Hyde sebal) yaitu bertanya apakah proyek Jelsarem’s Rod berjalan lancar? (mungkin sambil berharap Hyde menjawab tidak, hahahaha). Sementara itu jawaban Hyde atas undangan Tetsu selalu sama: aktivitas Jelsarem’s Rod berjalan lancar dan Hyde menolak meninggalkan Jelsarem’s Rod untuk bergabung dengan band Tetsu. Saat itu entah kenapa, apakah Tetsu berhasil meyakinkan Pero ataukah Pero sendiri yang ingin mengajak Hyde membubarkan Jelsarem’s Rod, Pero pun mulai bertingkah aneh. Setiap kali Hyde menyatakan, “Walaupun Jelsarem’s Rod memiliki beberapa masalah, tapi semuanya bisa diatasi dan aktivitas band sudah berjalan cukup baik dan lancar”, Pero selalu menyanggah dan bilang, “Kalau (band) kayak begini terus gak bagus nih!” Ketika bicara dengan Tetsu, Pero sendiri bilang jika Hyde mau bergabung, Pero juga setuju ikut bergabung.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com ]
Karena tidak enak hati ditelepon terus (atau lebih tepatnya diteror yah?) oleh Tetsu dan selalu menolak, Hyde melunak dan mulai berpikir tentang kemungkinan sukses tidaknya karir Jelsarem’s Rod di masa depan. Akhirnya ketika ditelepon oleh Tetsu untuk kesekian kalinya, Hyde setuju untuk mengadakan jam session di studio musik. Untuk pertama kalinya pada bulan Februari 1991, Tetsu, Hiro, Pero dan Hyde berempat mengadakan jam session di studio musik Subrock di daerah stasiun Nishinomiya Kitaguchi prefektur Hyogo. Hasilnya cukup memuaskan bagi mereka berempat dan akhirnya jatuh pada keputusan Hyde dan Pero setuju untuk bergabung bersama Tetsu dan Hiro membentuk band bernama L’Arc~en~Ciel (kata Hyde: sesuai dengan harapan Pero, hehehe). Tetsu sendiri sudah merasa yakin Hyde akan bergabung dengan L’Arc~en~Ciel ketika Hyde menyatakan setuju untuk melakukan jam session.

[Ditulis oleh Ando-kun, di blog https://yusahrizal.wordpress.com%5D
Setelah jam session di studio musik Subrock Nishinomiya-Kitaguchi, Hyde dan Pero kembali ke aktivitas mereka sebagai member Jelsarem’s Rod untuk menyelesaikan kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Setelah penampilan live terakhir tanggal 7 Maret 1991 di Umeda Banana Hall (tempatnya sudah ditutup pada tahun 2007), Jelsarem’s Rod bubar dan Hyde beserta Pero memulai aktivitas mereka secara resmi sebagai member band baru bernama L’Arc~en~Ciel. Baru saja Hyde dan Pero resmi memulai aktivitas sebagai member L’Arc~en~Ciel, mereka sudah harus dibuat tergesa-gesa membuat rekaman berupa demo-tape dua buah lagu yaitu I’m in Pain dan Nostalgia. Demo-tape ini akan dikirim ke berbagai Live House dalam bentuk promosi gratisan agar mereka bisa meyakinkan eksistensi mereka pada pihak Live House dan mem-booking jadwal manggung di sana.

Seperti yang kita ketahui, salah satu demo-tape diterima pihak Live House Nanba Rockets dan mereka mendapatkan slot jadwal manggung di sana. Untuk pertama kalinya, L’Arc~en~Ciel manggung di hadapan 130 orang penonton pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets dan tanggal 30 Mei itu pula ditetapkan dan dijadikan sebagai hari ulang tahun L’Arc~en~Ciel.

Bersambung ke bagian 3: Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991

28 Responses to “Sejarah L’Arc~en~Ciel: Tanjo Zenya”


  1. 1 Oktavia Ratnasari July 8, 2012 at 4:43 am

    Thanks for translating^^ Seru banget baca bagian kedua ini, terutama usaha Tetsu yg gencar & pantang menyerah demi nyari personel bandnya. Gw bisa membayangkan karena pernah mengalami sendiri terjun ke dunia indie band. Ngumpul2 di belakang venue, janjian utk jam session, pinjem2an personel, dan bahkan sampe pernah ngerasain gondok gara2 personel “dibajak” band lain dan pindah ke band lain. Anyway, pas Tetsu dateng ke livenya Zi:Kill, Yukkie udah gabung di situ belum ya? Kalo iya, hahaha, mereka belum jodoh waktu itu…

  2. 2 near July 8, 2012 at 5:21 am

    Thank you Ando kun, sharing yang luar biasa. Seolah-olah ikut napak tilas perjalanan L’arc~en~Ciel. Ditunggu lanjutannya.

  3. 3 AnDo July 8, 2012 at 7:32 am

    @Oktavia Ratnasari
    wah.. ovie pernah ikutan band indie juga ya? dulu pegang instrumen apa’an? atau jadi vokalis?

    pas Tetsu dateng ke livenya Zi:Kill, Yukkie udah gabung di situ belum ya?

    Yukihiro udah gabung dgn Zi:KILL tahun 1989 sampai Desember 1990, sedangkan Tetsu datang ke Live House itu sekitar November tahun 1990.
    Makanya, wajar aja Hyde, Tetsu dan Ken manggil Yukihiro pakai embel-embel sempai. Mereka bertiga baru mau mulai bikin band indie, Yukihiro malah udah eksis di band indie dan mulai menapakkan kakinya jadi musisi profesional.

    Kalo iya, hahaha, mereka belum jodoh waktu itu…

    Hahahaha… iya. Kalau benar Yukihiro masih gabung Zi:KILL saat itu (belum keluar), kayaknya Tetsu dan Yukihiro pada saat itu saling gak kenal, apalagi sampai tegur sapa. Gak nyangka beberapa tahun kemudian mereka justru ngetop main di band yang sama.

    @near
    sama-sama.

    • 4 Oktavia Ratnasari July 8, 2012 at 8:31 am

      Gw dulu cuma manajer band kok, hahaha…Suka bawain Laruku ama Judy & Mary (ada 2 vokalis). Sayangnya skrg dah vakum berkepanjangan gara2 pada sibuk T^T nanti kapan2 gw kirimi lagu band gw deh, hehe..CDnya ketinggalan di Jakarta & ga ada back up di hard disk

  4. 8 Yoan Arimura July 8, 2012 at 11:43 am

    Bang Ando kenapa nggak bikin buku aja? Tulisannya keren-keren. Cocok jadi penulis biografi🙂

  5. 9 Asri July 8, 2012 at 12:12 pm

    makasih bgt ya, bang ando ^^
    akhirnya muncul jg lanjutan dari terjemahan tetsu-ken.
    setelah baca bagian ini, saya jd mikir kl takdir dan jodoh itu hal terunik di dunia ini. apalagi bagian tetsu dtg ke live house pas Zi;Kill manggung, dia udah deket bgt ama yukkie dan ga ada yg nyangka kl yukkie bakalan jd slh satu punggawa Laruku ^^
    sekali lg, terima kasih bgt, ditunggu lanjutannya, GBU ^^

  6. 10 kitamuraangel July 9, 2012 at 6:41 am

    ah, akhirnya lanjutannya muncul juga, hehehehe…
    keren ne Ando kun bikinnya….
    btw, tuh band hyde emang Jelsarem’s Rod yah, kirain Jerrusalem Road, hehehehe….
    ditunggu lanjutannya dah… ^^v

  7. 11 Gogo July 9, 2012 at 9:54 am

    AJIB.. luar biasa, salut ama dedikasinya dlm menshare ttg sejarah plng indah dlm L’Arc~en~ciel. Perjuangan Tetsu emang joss bgt, btw hrsnya leadernya Yukihiro yah, dia udah jd “senpai” dluan ^^
    ditngg pembhasanny klimaksnya..

  8. 12 AnDo July 9, 2012 at 5:07 pm

    @Yoan
    Ndak tertarik masbro, untuk tulisan ini saya lebih suka ngasih gratis buat para penggemar Laruku (karena itu, udah dikasih gratis, diatas udah kumohon jangan di copy-paste). Lagian nggak semua orang yang baca tulisan di blog ini suka koq sama tulisan saya:mrgreen:

    @Asri
    Sama-sama. Soal lanjutan, ntar dilihat dulu deh gimana ke depannya.

    @kitamuraangel
    Nama band Hyde sebelum Laruku itu ditulis dengan huruf katakana ジェルサレムズ・ロッド (dibaca: Jerusaremuzu Roddo). Kalau ditulis dengan huruf latin, dua-duanya bisa aja koq dipakai, baik Jelsarem’s Rod maupun Jerusalem’s Rod, walaupun nama yang pertama yang dipilih Hyde lebih ke permainan kata homofon (beda tulisan, sama pengucapannya dengan cara baca katana).
    Kabarnya sih, nama band ini dipilih Hyde berdasarkan cerpen Stephen King berjudul Jerusalem’s Lot. Maklum, jaman dulu Hyde suka banget sama cerita horor terutama yang bertema vampire (ngerti khan kenapa solo project yg sekarang dinamakan Vamps?). Tapi karena kabar Jelsarem’s Rod banyak yang gak ofisial, inspirasi nama band dari cerpen Stephen King nggak kutulis di postingan.

    @Gogo
    Tetsu jadi leader karena dari awal memang dia yang mengumpulkan anggota, plus dia juga pengambil keputusan dan pengurus manajemen Laruku di awal karir indie (karena saat itu mereka gak punya duit lebih buat menggaji pegawai).

    • 13 Yoan Arimura July 10, 2012 at 6:08 am

      bung Ando, maksud saya mah nulis bio-book untuk artis atau tokoh laen gituh, bukan cuma Laruku ajah soalnya saya rasa bung Ando bisa. keren banget!🙂 tapi ya memang lebih enak jadi blogger ya, bisa nulis apapun yang kita mau tanpa harus ikutin kaidah penerbitan, hehe

      oiya, bung, saya cewek bukan cowok, hu hu hu T_T

  9. 15 Makigeonna (@Makigeonna) July 18, 2012 at 4:07 am

    Ando Kun, thanks ya, keren banget nih artikel tentang Laruku nya

  10. 16 arif August 28, 2012 at 10:28 pm

    Ando san, kenapa yg bagian 3: sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991 di password? bisa minta password’a ga?

    arigato

  11. 18 Yali October 24, 2012 at 3:36 pm

    Ando kun.. Teruskanlah haha.. Btw hoki banget yah dpt nih buku, jd kepengeen

  12. 19 julio rendra October 24, 2012 at 3:49 pm

    kereeen…andai saja ada yg mau jd manager band gw…bhahaha

  13. 20 Reza November 16, 2012 at 10:39 am

    Keren banget artikelnya… Pingin baca lanjutan tapi diminta pasword, gmna ya caranya ???

  14. 22 Tom's Hakuba January 7, 2015 at 8:45 am

    kak ando pass nya yang bagian 3 apa😦 ? udah aku masukin tmpat ken lahir jg ga bs …help me bang TT

  15. 24 ceekuchiki October 19, 2015 at 8:20 pm

    ando san, saya ga bisa buka yg sejarah chap3 karena di protect, boleh minta passwordnya???

  16. 26 robbytakarai August 11, 2016 at 5:45 pm

    Gan kalo password buat chapter 3 nya apa?


  1. 1 Sejarah L’Arc~en~Ciel: tetsu & ken « Toumei Ningen – The Reviews Trackback on July 7, 2012 at 9:44 pm
  2. 2 Sejarah L’Arc~en~Ciel: 1991 « Toumei Ningen – The Reviews Trackback on August 13, 2012 at 9:50 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: