Grimm – The Complete Season One


Ketika serial Chuck sudah habis masa tayangnya, aku mulai mencari serial lain yang bisa ditunggu dan ditonton setiap minggu sebagai gantinya. Serial Grimm ini muncul dan mulai kuikuti karena premisnya yang mirip dengan serial Supernatural yaitu tentang tokoh utama yang terlibat dengan aktivitas berburu makhluk-makhluk supranatural walaupun mengambil sudut pandang dan legenda yang berbeda. Grimm menitik beratkan latar belakangnya pada dongeng yang ditulis oleh Brothers Grimm lewat buku kumpulan dongeng Grimms’ Fairy Tales. Ingatkah anda pada cerita Little Red Riding Hood? Cinderella? Hansel and Gretel? atau Rapunzel? Bagaimana jika cerita dan makhluk-makhluk di dalam dongeng tersebut benar-benar ada dan Brother Grimms tidak hanya menulis cerita imajinasi belaka melainkan kejadian nyata yang mereka alami?

Serial Grimm memberi latar belakang betapa profesi Grimm bersaudara (Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm) sebenarnya bukanlah penulis dongeng belaka melainkan pemburu makhluk-makhluk yang ada dalam cerita dongeng mereka yang disebut sebagai Wesen. Para Wesen ini walaupun hidup sehari-harinya layaknya manusia biasa dan bercampur dengan manusia-manusia lainnya, tetapi pada saat tertentu wajah dan watak aslinya sebagai Wesen muncul dan mereka memiliki kemampuan yang membahayakan nyawa manusia. Keluarga Grimm memiliki keunikan dimana mereka bisa melihat Wesen dalam wujud aslinya walaupun Wesen tersebut sedang berada dalam wujud samarannya sebagai manusia. Setiap anggota keluarga Grimm yang berprofesi sebagai pemburu Wesen selalu menuliskan pengalaman mereka ketika berhadapan dengan Wesen dan Jacob/Wilhelm menuliskan pengalaman mereka berburu Wesen dalam kisah fiksi seperti yang kita ketahui sekarang.

Tokoh utama serial ini adalah Detektif Nick Burkhardt (David Giuntoli), seorang anggota kepolisian Portland yang memiliki kehidupan cukup stabil. Bersama rekannya Detektif Hank Griffin (Russel Hornsby), Nick setiap hari disibukkan kasus-kasus pembunuhan yang ditanganinya hingga pada suatu hari matanya secara tiba-tiba dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain. Rupanya Nick mendadak mulai mendapatkan kemampuan melihat Wesen karena Nick sendiri merupakan keturunan keluarga Grimm lewat darah ibunya. Kemampuan ini rupanya baru dimiliki seorang keturunan Grimm jika ada anggota keluarga dekatnya sesama keturunan Grimm sedang berada di ambang maut, semacam ditransfer oleh anggota keluarga yang sekarat. Tak lama kemudian adik ibunya Nick yang bernama Bibi Marie datang berkunjung dalam keadaan sakit parah. Bibi Marie ini adalah Grimm pemburu Wesen yang sedang sekarat digerogoti kanker dan ingin segera mewariskan apa saja yang diketahuinya tentang Wesen kepada keponakannya Nick yang dia ketahui mewarisi kemampuan khususnya sebagai Grimm. Sejak itu kehidupan Nick dan orang-orang dekat disekitarnya mulai berubah, termasuk hubungan Nick dengan tunangannya Juliette (Bitsie Tulloch). Selain itu juga, Nick mendapatkan teman baru seorang Wesen bernama Monroe (Silas Weir Mitchell) yang turut membantunya berurusan dengan kasus-kasus yang berhubungan dengan Wesen.

Serial ini diawali dengan menarik khususnya untuk pilot episode yang meletakkan dasar plot tentang karakter-karakter utama serta hubungan antar mereka dikemudian hari. Sayangnya mulai episode kedua serial ini malah menghilangkan momentum yang telah disusun dasarnya dengan dengan baik di episode pertamanya. Kebanyakan hubungan antar tokoh dan perkembangan karakter mereka berjalan terlampau lambat kalau tidak mau dibilang jalan di tempat. Ada sih kadang-kadang muncul satu dua episode yang cukup menarik untuk disimak, tapi tetap saja tak cukup signifikan untuk membantuku ketagihan menunggu serial ini muncul setiap minggu. Hubungan Nick dengan partnernya Hank cuma begitu-gitu saja tiap episode tanpa ada kejadian menarik, sedangkan perkembangan hubungan Nick dengan Juliette tidak termasuk kategori pasangan cinta yang ditunggu-tunggu kejuatannya di setiap minggu.

Dilain pihak, karakterterisasi Grimm dalam serial ini agak aneh menurutku. Jika satu Grimm mati, maka kemampuan melihat Wesen hanya akan turun pada satu orang keturunan Grimm lainnya. Memangnya sebanyak apa sih keturunan Grimm itu? Lagipula tak setiap Grimm bisa dipastikan menikah dan memiliki anak kalau melihat aktivitas seorang Grimm yang bisa membahayakan keluarganya yang tak tak punya sangkut paut dengan Grimm. Selain itu juga, kemampuan bertarung seorang Grimm patut dpertanyakan. Apakah tanpa latihan yang cukup, seorang Grimm mampu bertarung layaknya jagoan hanya karena mereka mewarisi darah leluhur Grimm? Untunglah Nick seorang polisi yang memang terlatih untuk urusan bertarung dan menembak, bagaimana jika Grimm yang mendapatkan kutukan melihat Wesen itu ternyata seorang yang lemah? Karakterisasi tokoh Hunter dalam Supernatural jauh lebih meyakinkan dibandingkan Grimm karena Hunter memang terlatih untuk menghadapi makhluk supranatural.

Yang menyelamatkan serial ini untuk terus kuikuti setiap minggunya adalah bromance antara tokoh Nick sang Grimm pemburu Wesen dengan tokoh Monroe si Big Bad Wolf yang telah bertobat. Tensi antara Nick dan Monroe selalu menarik untuk disaksikan, baik ketika mereka sibuk berdebat tentang baik-buruknya sosok Grimm dan Wesen dipandang dari sudut mata seorang Grim dan Wesen sendiri, maupun ketika mereka bekerja sama bahu membahu memecahkan kasus kriminal yang melibatkan Wesen. Apalagi interaksi Nick-Monroe ini bisa dibawakan dengan baik oleh Giuntioli dan Mitchell sehingga chemistry dan bromance antar mereka berdua tetap terjaga dengan baik di setiap episode.

Untungnya bromance Nick-Monroe cukup membuatku betah terus mengikuti serial ini karena pola cerita Grimm justru mulai menarik dan plotnya semakin menguat memasuki 6 episode terakhir. Tokoh-tokoh utama serial ini yang tadinya begitu-begitu saja seperti Hank, Juliette dan Kapten Renard (komandan Nick dan Hank di kepolisian Portland) mulai menunjukkan kekuatan posisinya dan perkembangan karakter yang signifkan untuk diperhitungkan di episode mendatang. Dalam 6 episode terakhir, aku mulai ikut penasaran dengan tokoh Hank yang mulai curiga dengan keberadaan Wesen, Juliette yang mulai merasakan keanehan pada sosok Nick sejak bibi Marie meninggal dunia, maupun Kapten Renard yang ternyata memiliki latar belakang terkait dengan Wesen dan Grimm. Ya, keberadaan episode-episode belakangan membuatku berharap serial ini akan diperpanjang dan harapan ini menjadi kenyataan setelah NBC memutuskan untuk memesan 22 episode untuk pemutaran season kedua.

Jadi menurutku, kalau anda cukup sabar untuk menunggu dan menonton lambatnya penguatan plot dalam serial ini, silahkan saksikan karena apa yang ditawarkan di episode-episode belakang cukup menjanjikan konflik menarik di season dua. Bagaimanapun juga, serial ini akhirnya membuatku lumayan ketagihan dan menunggu-nunggu kehadiran season 2 setelah episode final season 1 berakhir menggantung dan membuatku penasaran.

10 Responses to “Grimm – The Complete Season One”


  1. 1 Gogo June 12, 2012 at 8:50 am

    keren neh, buat nambal rasa haus kelanjutan Supernatural ama Walking Dead..
    udah ada DVD ori nya g ini serial..

  2. 2 AL June 12, 2012 at 2:42 pm

    Saya sempet ngikutin pas episode awal-awal, tapi karena rada ngebosenin, jadi gak dilanjut, deh! ternyata menarik pas akhir-akhirnya, ya? Ntar coba nonton lagi ah..😀

  3. 3 AnDo June 13, 2012 at 2:58 pm

    @Gogo
    Serial ini lumayan lah.
    DVD originalnya baru keluar ntar bulan Agustus.

    @AL
    Hehehehe… Emang serialnya agak membosankan sih, aku juga masih bertahan nonton gara2 suka dgn bromance Nick dan Monroe, itu juga nontonnya kadang telat 1-2 minggu dari jadwal tayang.
    Tapi beneran, episode2 terakhirnya makin menarik dan aku juga jadi ikutan nunggu season2 keluar.

  4. 4 Takodok! June 18, 2012 at 7:51 pm

    bromance!:mrgreen:

    Alasan awal saya ngikutin serial ini karena David Giuntoli (ganteng tapi gak sok ganteng, heheheh) dan episode pilotnya yang menarik. Dari awal posisi abu-abu Kapten Renard sudah tergambar, sayang lambat pengupasannya. Siap kecewa sih kalo ternyata misterinya “cuma begitu saja”, sama seperti Bobby yang balik jadi hantu and i was like; “blaaaahhhh!”. Eh, melenceng:mrgreen:

    Sempet juga kehilangan mood nontonnya di pertengahan (sekitar episode 10), tapi balik lagi karena efek relaxing-nya; enak dinikmati meski tanpa terlalu banyak kejutan, humor cukup, dan musiknya asik. Saya kepincut La Danse Macabre & Eurythmics ya gara-gara serial ini.

    • 5 AnDo June 27, 2012 at 3:14 pm

      @Takodok!
      Weleh… fans Giuntoli rupanya😛
      Aku suka episode pilotnya, apalagi sutradaranya benar2 bisa memanfaatkan kondisi daerah Portland yang terkesan bersuasana misterius untuk mendukung plot film yang bernuansa supranatural.
      Tetap aja drama favoritku tak jauh dari kisaran bromance si Grimm dan Big Bad Wolf insyaf😆

  5. 6 niken October 8, 2012 at 2:09 am

    hi, saya juga pengikut serial grimm nih… season 2 udah jalan sampe episode 5 ya kalo gasalah, dan menurut saya plotnya makin bikin penasaran. berarti si scriptwriternya on the right track karena bisa buat plot yang masih ‘nggantung’ dan beberapa karakter misterius mulai di-revealed… moga2 sih makin kesini ga buat bosen🙂
    hanya sayang plot bagian relationship antara nick-juliette malah terkesan diterlantarkan

    • 7 AnDo October 13, 2012 at 11:53 am

      @niken
      Iya. Pace ceritanya lebih lugas dibanding season pertamanya. Soal relationship antara Nick-Julliete, tunggu aja sampai Julliete ketemu Kapten Reynard, baru mulai seru😛

      • 8 niken October 14, 2012 at 1:22 am

        wah iya, baru sempat nonton ep 06-07 semalam, policy ga boleh donlod disini bikin agak telat ngikutin serial kesayangan nih :(( tapi iya ya… plotnya makin bikin penasaran, dan sampai sejauh ini saya jd lebih suka season 2 drpd yg pertama hehehe

  6. 9 Lukmanul Hakim September 13, 2016 at 12:52 am

    Cerita Nick si Grimm ini lanjut sampai Seasson 5 karena saat si Ratu Lebah mau membasmi Hexenbiest termasuk Adalind Schade,,, tapi ketika si Ratu Lebah sedikit lagi berhasil membunuh Adalind, Nick dengan bodohnya menembak mati si Ratu Lebah, dan Adalind hidup bebas, sampai membuat ulah disana sini sampai Seasson 5,,,

    Itu seperti “Butterfly Effect”,,, Ketidaktahuan membuat kita tidak tau harus memilih yang mana, dan ketika kita salah memilih,,, Masalah yang rumit siap menanti,,,,

    Key nya cuma itu,,, adalind schade hidup,,, Grimm Story ada, sampai Season 5.

    You know, yang paling bikin greget adalah ketika Julliete dengan mudahnya membakar habis Trailer pusaka turun temurun keluarga Nick,,,

    adalind schade adalah tokoh penyihir binal paling greget di serial Grimm, menurut ane jenis dia bukan Hexenbiest, tapi HexenBitch.

    BTW, jauh sebelum scene si Ratu Lebah,,, Bibi Merry udah WARNING dari awal,,, Jauhi Julliete, jangan ada cinta bagi seorang Grimm,,, mestinya Nick belajar dari Serial-serial Super Hero cerdas yang ketika seorang Hero punya seseorang yang dia cintai, maka dia menggunakan Topeng atau apa pun untuk menutupi Identitasnya,,, jika ingin Open Face,,, jangan ada keluarga, jangan ada teman, jangan ada cinta.

    Beginilah jadinya ketika Hero punya Cinta, Teman, dan Keluarga,,, tapi tidak menutupi identitasnya,,,

    Dan beginilai Mainstreamnya cerita tentang Hero,,, rumit,,,


  1. 1 Grim The Complete Season Two | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on June 4, 2013 at 3:03 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: