Archive for June, 2012

Grimm – The Complete Season One


Ketika serial Chuck sudah habis masa tayangnya, aku mulai mencari serial lain yang bisa ditunggu dan ditonton setiap minggu sebagai gantinya. Serial Grimm ini muncul dan mulai kuikuti karena premisnya yang mirip dengan serial Supernatural yaitu tentang tokoh utama yang terlibat dengan aktivitas berburu makhluk-makhluk supranatural walaupun mengambil sudut pandang dan legenda yang berbeda. Grimm menitik beratkan latar belakangnya pada dongeng yang ditulis oleh Brothers Grimm lewat buku kumpulan dongeng Grimms’ Fairy Tales. Ingatkah anda pada cerita Little Red Riding Hood? Cinderella? Hansel and Gretel? atau Rapunzel? Bagaimana jika cerita dan makhluk-makhluk di dalam dongeng tersebut benar-benar ada dan Brother Grimms tidak hanya menulis cerita imajinasi belaka melainkan kejadian nyata yang mereka alami?

Serial Grimm memberi latar belakang betapa profesi Grimm bersaudara (Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm) sebenarnya bukanlah penulis dongeng belaka melainkan pemburu makhluk-makhluk yang ada dalam cerita dongeng mereka yang disebut sebagai Wesen. Para Wesen ini walaupun hidup sehari-harinya layaknya manusia biasa dan bercampur dengan manusia-manusia lainnya, tetapi pada saat tertentu wajah dan watak aslinya sebagai Wesen muncul dan mereka memiliki kemampuan yang membahayakan nyawa manusia. Keluarga Grimm memiliki keunikan dimana mereka bisa melihat Wesen dalam wujud aslinya walaupun Wesen tersebut sedang berada dalam wujud samarannya sebagai manusia. Setiap anggota keluarga Grimm yang berprofesi sebagai pemburu Wesen selalu menuliskan pengalaman mereka ketika berhadapan dengan Wesen dan Jacob/Wilhelm menuliskan pengalaman mereka berburu Wesen dalam kisah fiksi seperti yang kita ketahui sekarang.
Continue reading ‘Grimm – The Complete Season One’

Hara-Kiri: Death of a Samurai

Entah kenapa, akhir-akhir ini Takashi Miike sedang gandrung membuat ulang film jidaigeki (bertema samurai) lama. Setelah membuat remake 13 Assassins, kali ini giliran salah satu film jidaigeki legendaris buatan Masaki Kobayashi yang dibuat ulang oleh Miike. Film yang beredar di Jepang dengan judul Ichimei (satu nyawa) ini merupakan produk remake dari film buatan tahun 1962 berjudul Harakiri. Walaupun jadul, Harakiri merupakan salah satu film jidaigeki yang legendaris karena meraih penghargaan dimana-mana dan mendapat banyak pujian dari kritikus internasional. Dengan format 3D, Miike mencoba mengintrepetasi ulang film yang mengangkat tema ritual bunuh diri kaum samurai demi menjunjung harga diri dan kehormatan mereka sebagai seorang samurai.

Hidupku tak lebih dari hanya sekedar menanti datangnya musim semi setiap tahunnya
(Tsugumo Hanshiro)

Tahun 1634, seorang ronin (samurai tanpa tuan) setengah baya bernama Tsugumo Hanshiro masuk ke halaman rumah klan Ii, sebuah klan samurai bangsawan yang terkenal dan kaya. Saat itu pertempuran Sekigahara telah berakhir selama 30 tahun dan klan Ii termasuk klan pendukung Shogun Tokugawa yang memenangkan perang sehingga memperoleh banyak penghargaan dari Shogun. Tsugumo sendiri dulunya mengabdi pada Fukushima Masanori yang kehilangan tanah dan kekuasaan atas perintah Shogun Tokugawa, sehingga banyak samurai yang tadinya mengabdi akhirnya berpencar tanpa tuan. Tsugumo datang untuk meminjam halaman klan Ii demi melakukan ritual harakiri agar bisa mati sebagai samurai yang terhormat dari pada mati terhina di jalanan. Jaman itu sebenarnya cukup banyak samurai miskin yang datang meminjam halaman untuk harakiri demi mendapatkan imbalan dari klan kaya yang tidak ingin sang samurai mati di halaman rumahnya karena belas kasihan.

Saat itu, penanggung jawab rumah tangga klan Ii yang ada di rumah adalah samurai tua veteran pertempuran Sekigahara bernama Saito. Saito memperingatkan Tsugumo betapa beberapa hari sebelumnya ada samurai muda bernama Chijiiwa Motome dari klan yang sama Fukushima Masanori juga, meminta hal yang sama dengan permohonan Tsugumo dan tewas dengan kondisi tragis. Dengan wajah dingin, Tsugumo tak mengindahkan cerita Saito tentang betapa tragisnya kematian Motome dan tetap memohon pada Saito untuk mengabulkan permintaan harakiri-nya. Ketika persiapan harakiri telah selesai dan Tsugumo siap untuk bunuh diri, tiba-tiba Tsugumo menjelaskan alasannya datang harakiri di halaman klan Ii sekaligus juga menceritakan hubungannya dengan Cijiiwa Motome yang tewas di halaman yang sama beberapa hari sebelumnya. Tragedi yang dialami Chiijiwa Motome dikisahkan oleh Tsugumo dengan gaya narasi kilas balik.

SPOILER ALERT!
Karena aku ingin membandingkan dengan film original produksi tahun 1962, mau tidak mau terpaksa harus membuka sedikit spoiler. Kalau tidak keberatan, silahkan teruskan ke bawah.
Continue reading ‘Hara-Kiri: Death of a Samurai’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: