The Viral Factor

Dante Lam adalah salah satu sutradara film action modern yang cukup kusuka selain Peter Chan, kadang kala aku membandingkan karya buatan mereka berdua dengan karya John Woo. Adalah film Beast Stalker yang membuatku menunggu film-film karya Dante Lam. Kali ini Dante Lam menduetkan 2 bintang besar China dalam satu film yaitu Nicholas Tse dari Hong Kong dan penyanyi terkenal dari Taiwan Jay Chow. Kabarnya film ini menghabiskan dana besar sebanyak HK$200 juta dengan lokasi syuting manca negara dari Hong Kong, Singapore, Yordania hingga Malaysia.

Agen International Defence Commission (IDC) Jon alias Man Fei (Jay Chow) tertembak dan terluka parah di kepala dalam sebuah operasi mengawal ilmuwan ahli senjata biologis di Yordania. Operasi gagal total, sang ilmuwan diculik dan hampir seluruh rekan Jon di IDC terbunuh termasuk mantan tunangannya Ice, dan tentunya timah panas di dalam kepala Jon. Itu semua terjadi akibat pengkhianatan agen senior IDC Sean (Andy On) yang berniat menjual senjata biologis tersebut dengan harga mahal. Karena waktu hidup Jon hanya tinggal hitungan minggu, Jon berencana pergi ke Kuala Lumpur untuk mencari ayahnya Man Tin (Liu Kai-chi) dan kakak satu-satunya Man Yeung (Nicholas Tse) yang sudah lama kehilangan kontak bertahun-tahun. Ketika bertemu, ternyata Man Yeung adalah seorang kriminal yang ikut terlibat dalam operasi senjata biologis pimpinan Sean. Jon hanya punya waktu beberapa hari untuk membalas dendam kepada Sean sekaligus meyakinkan kakaknya agar jangan terlibat lebih jauh, sebelum luka di dalam kepala Jon merenggut nyawanya .

Film ini terlalu banyak menyajikan peristiwa kebetulan dengan plot hole yang bertebaran disana-sini. Untungnya lumayan terselamatkan berkat adegan aksi khas film Hong Kong, syuting manca negara yang juga memberikan nilai artistik lebih dan akting keren dari Nicholas Tse. Makin lama aku melihat Nicholas Tse semakin matang dalam berakting, termasuk dalam film ini aku bisa merasakan emosinya yang meledak-ledak sebagai berandal dengan meyakinkan. Sayangnya lawan mainnya Jay Chow berakting layaknya sedang syuting video klip lagu terbarunya. Ekspresi, gerak tubuh hingga penjiwaannya benar-benar mentah. Ditambah beradu akting dengan Nicholas Tse yang lebih matang, jadilah penampilan Jay Chow sebagai aktor utama terbanting habis. Film ini juga menandai untuk pertama kalinya aku melihat Andy On berdialog dalam satu film full in English. Andy On memang aktor trilingual yang bisa bicara bahasa Inggris, Kanton dan Mandarin. Dia lahir dan besar di USA walaupun mulai meniti karir perfilman di Hong Kong. Tentu saja bahasa Inggris Andy On kental sekali aksen Amerikanya, tanpa ada pengaruh logat China seperti dialog berbahasa Inggris Jay Chow.

Satu hal lagi yang patut diperhatikan. Kuala Lumpur yang dijadikan lokasi syuting memperlihatkan betapa pemerintah Malaysia sedang giat mempromosikan pariwisata negaranya lewat film.
Bagaimana dengan Indonesia? Yang ada malah peristiwa dipalaknya aktor Hollywood Taylor Kitsch (main di film Battleship dan John Carter) di bandara Ngurah Rai Bali ketika datang untuk syuting film di Nusa Tenggara Barat. Negeri tetangga sedang sibuk cari investor, negeri kita malah sibuk jadi preman malakin investor.

Rating: 3.25/5

1 Response to “The Viral Factor”


  1. 1 elka April 21, 2012 at 3:33 pm

    wah saya jg suka Nicholas Tse sejak pertama kali nonton filmnya wkt msh SMP. Selain akting keren,orgnya juga cakep. hihihi *ketawa kuntilanak*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: