Life Without Principal

Johnnie To adalah salah satu tokoh perfilman Hong Kong yang paling berkilat karirnya di tahun 2000-an, baik sebagai sutradara maupun produser. Sebagai sutradara, Johnnie To telah banyak menghasilkan film-film menarik yang sanggup meraih pemasukan sebagai film Box Office sekaligus juga mendapat pujian kritikus film lewat penghargaan di berbagai ajang festival film dunia. Yang paling kusukai dari Johnnie To sebagai sutradara adalah kemampuannya mengeksplorasi karakter-karakter dalam filmnya, terutama dari sisi gelap manusia yang serakah. Masih ingat dengan tokoh mafia kalem dan simpatik yang diperankan Simon Yam dalam Election dan akhirnya justru melakukan perbuatan yang mengejutkan di akhir film? Dalam film drama kriminal terbarunya buatan tahun 2011 ini, To kembali bekerja sama dengan salah satu aktor favoritnya Lau Ching-wan.

Kisah dilatar belakangi dengan krisis ekonomi yang melanda dunia dan ikut melemahkan sendi-sendi perekonomian Hong Kong. Film ini mengambil cara pandang 3 tokoh utama yang dipertemukan lewat satu kasus perampokan dan pembunuhan nasabah bank. Seorang lintah darat bernama Yuen (Lo Hoi-pang) dirampok dan dibunuh di lapangan parkir sebuah bank setelah menarik uang tunai dengan jumlah yang cukup besar. Panther (Lau Ching-wan) adalah preman kelas teri yang cuma jadi pesuruh gangster kelas kakap tapi dikenal dengan kesetia kawanannya. Panther berencana merampok si lintah darat demi melunasi hutang temannya sesama preman. Inspektur Cheung (Richie Ren) adalah seorang detektif berdedikasi tinggi yang bertugas menangani kasus pembunuhan dan perampokan si lintah darat. Cheung tak banyak mendapatkan promosi jabatan dan gaji besar karena terlalu lurus, sedangkan istrinya menuntut untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dengan membeli apartemen baru. Disisi lain, Teresa (Dennis Ho) adalah sales investasi perbankan yang sedang berada diujung tanduk karena total jualannya paling rendah diantara rekan satu divisi, sehingga mendapat sorotan tajam dari bossnya. Si lintah darat Yuen datang ke bank tempat Teresa bekerja dan menarik uang tunai via Teresa.

Dari 3 karakter utama, cerita Panther si preman dan Teresa si bankir yang paling menarik karena ikut melibatkan friksi prinsip individu perorangan dalam menjalani hidup. Lau Ching-wan seperti biasanya menampilkan permainan yang apik sebagai preman kelas teri, sedangkan Dennis Ho berakting cukup baik walau tidak secemerlang Lau. Kisah Cheung si polisi walaupun lumayan menarik, hanya saja cerita standar seorang polisi lurus sepertinya sudah terlampau sering ditampilkan dalam film. Ditambah dengan akting datar Richie Ren, jadinya kisah inspektur Cheung terkesan klise.

Ada satu adegan yang cukup membuatku geregetan ketika nonton, yaitu adegan Teresa yang bimbang dalam menawarkan investasi beresiko tinggi kepada seorang customer. Sang customer adalah seorang wanita tua yang berpenghasilan pas-pasan dan ingin melipat gandakan tabungannya dalam waktu singkat. Teresa yang biasanya lurus-lurus saja bekerja ini berniat menawarkan investasi beresiko tinggi pada si Greedy Auntie, agar target sales-nya tercapai. Menurutku ini adalah adegan terbaik dalam film, ketika Johnnie To ingin mengeksplorasi sisi gelap kemanusiaan seorang bankir bernama Teresa dengan cara menjual prinsip hidupnya. Keberhasilan adegan ini tak bisa dilepaskan dari cemerlangnya akting Soh Hang-suen yang berperan sebagai si Greedy Aunty. Hanya tampil beberapa menit, kalah banyak dibanding Dennis Ho si pemeran utama, tapi kehadirannya justru membuat aku merasakan getirnya seorang wanita tua berduit pas-pasan ingin cepat kaya. Dibagian lainnya, ada juga satu adegan menarik yang menampilkan bagaimana seorang preman kampung yang tak pernah sekolah tinggi ikut bermain saham lewat perhitungan statistik a la preman yang sederhana.

Sebuah karya menarik dari Johnnie To yang layak tonton

Rating: 4/5

0 Responses to “Life Without Principal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: