Point Blank (À bout portant)

Fred Cavayé mungkin masih dihitung sutradara hijau kalau melihat film layar lebar yang disutradarainya baru dua biji. Akan tetapi kalau melihat kesuksesan film pertamanya Pour Elle yang diadaptasi menjadi film Amerika The Next Three Days dengan Russel Crow sebagai bintang utamanya, bisa dibilang Fred Cavayé punya “sesuatu” untuk menjadikan film thriller garapannya bukan film thriller biasa saja. Film kedua Fred Cavayé yang berjudul asli À bout portant dibuat pada tahun 2010 dengan kru yang mayoritas sama dengan kru yang membuat film pertamanya Pour Elle sehingga mau tidak mau aku melihat banyak gaya pembuatan Por Elle kembali muncul dalam film ini

Samuel (Gilles Lellouche) dan Nadia Pierret (Elena Anaya) adalah sepasang suami-istri yang sedang menanti kelahiran anak pertama mereka dengan penuh suka cita. Samuel bekerja di rumah sakit sebagai calon perawat sambil menanti ujian untuk ikut tes sebagai perawat penuh. Seorang korban kecelakaan tabrakan bernama Hugo Sartet (Roschdy Zem) dibawa masuk rumah sakit tempat Samuel bekerja dalam keadaan kritis. Tak lama kemudian seseorang yang mengikuti Samuel pulang dari rumah sakit, tiba-tiba menyerang Samuel dan menculik Nadia. Sang penculik mengancam membunuh Nadia jika Samuel tidak menuruti permintaannya untuk membawa dan membebaskan Hugo dari rumah sakit.

Mengkhawatirkan keselamatan Nadia yang sedang hamil tua, Samuel melarikan Hugo dari rumah sakit. Ternyata Hugo bukan cuma seorang korban kecelakaan biasa. Hugo adalah seorang pencuri profesional yang sedang dicari-cari polisi sehubungan dengan kasus pembunuhan Meyer, seorang usahawan ternama. Setelah menghindarkan diri dari kejaran polisi, Samuel dan Hugo tiba ditempat Luc (adik Hugo) yang menyandera Nadia. Mereka menemukan Luc mati disiksa dan Nadia lenyap tanpa bekas. Lalu siapakah yang membunuh Luc dan menculik balik Nadia? Apa hubungan Hugo dengan kasus pembunuhan Meyer? Berdua Samuel dan Hugo terpaksa bekerja sama, masing-masing demi membebaskan Nadia dan menuntut balas kematian adiknya.

Oh… aku suka film ini. Hawa thriller bisa naik turun dipermainkan dan diatur oleh Cavayé, tanpa mengurangi ketegangan yang dibangun sejak adegan diculiknya Nadia. Walaupun ceritanya cukup sederhana, Fred Cavayé mampu memaksimalkan adegan-adegan drama dalam film ini untuk menambahkan ketegangan. Akting, editing, musik dan sinematografi semua diatur dengan pas tanpa berlebihan maupun kekurangan. Adegan pembebasan Nadia di akhir film cukup menegangkan karena Samuel dan Hugo yang menjadi buronan polisi, justru terpaksa harus masuk ke markas besar polisi demi memuluskan rencana nekad mereka. Tak terlalu banyak adegan aksi dalam film ini, tapi adegan kejar-kejaran dan permainan tipu muslihat membuat ketegangan jauh lebih terasa dibanding adegan aksi yang berlebihan. Aku suka dengan karakter reluctant duo Samuel-Hugo yang diperankan dengan baik oleh Gilles Lellouche dan Roschdy Zem, mereka berdua memang saling tak suka satu sama lain namun terpaksa bekerja sama karena tak ada orang lain yang bisa dipercaya.

Pendek kata, film thriller buatan Fred Cavayé memang patut ditunggu. Walaupun Fred Cavayé baru menelurkan 2 film, karyanya boleh dibilang jauh dari kesan sutradara bau kencur.

Rating: 3.5/5

2 Responses to “Point Blank (À bout portant)”


  1. 1 Risky Firmansyah September 18, 2011 at 4:24 am

    kirain emang cerita point blank dari game online…. payah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: