Archive for August, 2011

The Adjustment Bureau – Kehendak bebas vs Suratan nasib

You don’t have free will, David. You have the appearance of free will.
(Agen Thompson)

Ya, ini film memang sudah rilis beberapa bulan yang lalu dan aku agak telat membahasnya. Tapi yang membuatku tertarik meriview film ini adalah tema yang diusung yaitu konflik antara dua konsep filosofi: kehendak bebas dan suratan nasib. Film ini merupakan adaptasi dari cerita pendek karya pengarang cerita sains fiksi terkenal Philip K. Dick yang berjudul Adjustment Team. Philip K. Dick memang dikenal sering memasukkan unsur filosofi dalam karya-karyanya dan kali ini tema yang diambil adalah free-will vs predestination dan filosofi biblical tentang kekuasaan Tuhan. Salah satu film adaptasi Philip K. Dick yang menurutku berhasil menerjemahkan konsep kehendak bebas vs suratan nasib adalah Minority Report yang disutradarai oleh Steven Spielberg dan dibintangi Tom Cruise. Masih ingat adegan Tom Cruise melempar dan menggelindingkan bola di meja, lalu ditangkap oleh Collin Farrel sebelum jatuh? Itu adalah adegan yang paling memorable buatku.
Lalu bagaimana dengan The Adjustment Bureau? Continue reading ‘The Adjustment Bureau – Kehendak bebas vs Suratan nasib’

Point Blank (À bout portant)

Fred Cavayé mungkin masih dihitung sutradara hijau kalau melihat film layar lebar yang disutradarainya baru dua biji. Akan tetapi kalau melihat kesuksesan film pertamanya Pour Elle yang diadaptasi menjadi film Amerika The Next Three Days dengan Russel Crow sebagai bintang utamanya, bisa dibilang Fred Cavayé punya “sesuatu” untuk menjadikan film thriller garapannya bukan film thriller biasa saja. Film kedua Fred Cavayé yang berjudul asli À bout portant dibuat pada tahun 2010 dengan kru yang mayoritas sama dengan kru yang membuat film pertamanya Pour Elle sehingga mau tidak mau aku melihat banyak gaya pembuatan Por Elle kembali muncul dalam film ini Continue reading ‘Point Blank (À bout portant)’

Kokurikozaka Kara – Proyek Ghibli pembuktian Miyazaki

Debut penyutradaraan Goro Miyazaki, putra sutradara legenda anime sekaligus salah satu pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki, dalam film perdananya Tales from Earthsea mendapatkan tanggapan pedas dari para kritikus. Bagaimana cara Goro menebus kritik tersebut dalam film keduanya? Produser sekaligus salah satu dari 3 pendiri Studio Ghibli, Toshio Suzuki masih mempercayai Goro dalam menggarap adaptasi manga Kokurikozaka Kara karya Tetsuo Sayama dan Chizuru Takahashi. Malah kali ini Hayao, sang Miyazaki senior sendiri teribat langsung sebagai penulis skenario yang berkolaborasi dengan Keiko Niwa, sebagaimana mereka berdua juga berkolaborasi menulis skenario The Borrower Arriety. Mungkin hal ini sebagai pertanda mulai membaiknya hubungan ayah dan anak yang sudah lama dingin. Bagaimanakah hasilnya? Continue reading ‘Kokurikozaka Kara – Proyek Ghibli pembuktian Miyazaki’

Funny Bunny

Sebenarnya ini lagu lama dari The Pillows, masuk dalam album Happy Bivouac (1999) yang banyak dipengaruhi oleh gaya musik grup Pixies, band alternative rock asal US. Tapi aku justru tahu lagu ini dari album kompilasi untuk soundtrack anime FLCL. Lagu ini pernah kubawakan diatas panggung dalam acara festival budaya, bersama seorang teman ketika masih tinggal di Fujinomiya. Boleh dibilang lagu ini adalah lagu favoritku dari The Pillows dengan lirik yang terkadang membuatku terus berusaha untuk maju terus, mandiri dan tak bergantung pada orang lain. Perhatikan saja lirik yang dinyanyikan oleh mereka: Continue reading ‘Funny Bunny’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: