The Detective 2 (B+ Jing Taam)

Jarang-jarang ada film sequel yang bisa menyamai kualitas film originalnya, apalagi untuk melebihi. Banyak contoh judul-judul film sequel yang hanya dianggap sebagai sisa-sisa kejayaan film originalnya untuk meraih keuntungan pasar. Contoh film-film menyamai atau malah melampaui kualitas film originalnya, Godfather II, Spider-Man 2, hingga Dark Knight. Film-film asia pun sama saja, karena kebanyakan film sequel hanya digunakan untuk meraup keuntungan semata atas popularitas film originalnya. The Detective atau judul aslinya C+ Jing Taam adalah film produksi 2007 yang disutradarai Oxide Pang, si sulung dari sutradara kembar Pang Brothers, yang sukses dengan film bertema horornya seperti The Eye. The Detective adalah salah satu karya bagus dari sutradara Hong Kong yang besar dan mengawali karirnya di Thailand ini. Berkisah tentang detektif partikelir Tam yang berbasis di China Town kota Bangkok, dibawakan dengan gaya yang menarik oleh Oxide dengan dukungan akting memikat dari Aaron Kwok sebagai sang detektif. Bagaimanakah jadinya bila kisah sang detektif Tam dibuat sequelnya 4 tahun kemudian?

Biro detektif partikelir di kompleks China Town Bangkok milik Tam mendadak ngetop setelah keberhasilan Tam memecahkan kasus hilangnya seorang wanita pada film pertama. Tam yang tadinya sepi orderan jadi sibuk mendapatkan banyak klien yang ingin menyewa jasanya. Kali ini temannya inspektur Fung Chak minta bantuannya memecahkan sebuah kasus pembunuhan berantai. Selain kisah pemecahan kasus pembunuhan, ada pula kelanjutan dari kisah film pertama tentang penyelidikan kasus kematian kedua orang tua Tam yang misterius. Chak sendiri memiliki masalah dengan pimpinannya yang selalu mengambil kesempatan atas kesuksesan Chak. Bahkan prestasi Chak dalam membantu Tam memecahkan kasus dalam film pertama justru diambil alih oleh pimpinannya untuk menaikkan pangkatnya sendiri.

Jika anda menonton film originalnya, maka anda akan kecewa dengan sequelnya ini. Sepertinya apa yang dipertunjukkan dengan menarik oleh Oxide Pang pada film pertamanya mendadak hilang dalam film lanjutannya. Perubahan yang paling terasa adalah sosok tokoh utama. Dalam film The Detective, Tam adalah orang biasa yang menjadi detektif (bukan mantan polisi atau petugas hukum lainnya), dalam artian Tam memang tak becus jadi penyelidik dan tidak punya kemampuan mumpuni layaknya seorang detektif yang punya keahlian khusus dibidangnya. Bayangkan saja, urusan menguntit orang saja Tam selalu ketahuan oleh orang yang diikutinya. Belum lagi metode deduksinya yang ngaco belo asal tebak. Kelebihan Tam hanyalah kengototan dan nasib baik yang menyertainya dalam memecahkan kasus. Inilah yang menjadi kekuatan karakter Tam dalam film pertamanya. Dalam sequelnya yang mengambil setting tak lama setelah penyelesaian kasus wanita hilang, Tam mendadak jadi jagoan deduksi a la Sherlock Holmes, kecerdikannya tiba-tiba meningkat dengan pesat. Sungguh hilang daya tarik karakter utama si detektif Tam dalam film originalnya. Entahlah, apa ini ada hubungan dengan judul film aslinya? Mungkin nilai Tam sudah meningkat mendadak dari C+ yang pas-pasan menjadi B+ yang diatas rata-rata.

Hal penting lain yang juga menghilang dari bagian menarik film pertamanya adalah suasana kota Bangkok yang sangat kental terasa dalam The Detective, sampai-sampai lagu Thailand sebagai pembuka film pertamanya yang berjudul Mi Panda masih terkenang olehku hingga sekarang loh. Dalam sequelnya, suasana Bangkok terlihat hanya tempelan belaka. Bahkan kalau anda belum pernah nonton film pertamanya, anda mungkin menyangka film ini bersetting di Hong Kong atau kota lain di China. Masyarakat disekeliling Tam yang tadinya berbicara bilingual dengan bahasa China dialek Kanton dan bahasa Thailand, dalam sequelnya berbicara hanya dalam 2 bahasa China yaitu Kanton dan Mandarin. Masa orang-orang Thailand diajak ngomong bahasa Kanton/Mandarin terlihat ngerti-ngerti aja, padahal dalam film pertamanya Tam beberapa kali bicara dalam bahasa Thailand jika berhadapan dengan orang lokal. Katanya sih Oxide Pang ingin meraih pasar China daratan, sehingga memasukkan bahasa Mandarin kedalam dialog. Suatu keputusan yang salah dalam hal kualitas film, karena mengurangi keeksotikan suasana Bangkok secara drastis.

Akting Liu Kai-chi sebagai inspektur Fung Chak masih bagus seperti perannya dalam film pertamanya, hanya saja akting Aaron Kwok terlihat agak aneh mengingat tokoh yang sama dalam film sebelumnya justru berubah drastis. Sinematografi yang juga masih ditangani oleh Decha Srimantra tetap asyik untuk dinikmati dengan sudut-sudut pengambilan kamera yang menarik.

Secara keseluruhan film ini memang tak sebagus film originalnya, bahkan aku cukup kecewa dengan begitu banyaknya perubahan dilakukan oleh Oxide Pang. Bagi yang belum nonton film pertamanya, mendingan cari saja film produksi tahun 2007 tersebut. Bagi yang sudah nonton film originalnya, yaahhhhh nonton film ini lumayan buat menghabiskan waktu luang walau jangan berharap terlalu banyak. O iya, kalau menyimak adegan terakhir yang menggantung dalam film sequel ini terlihat jelas bahwa Oxide Pang ingin melanjutkan petualangan Tam sebagai detektif partikelir. Entahlah, apakah Oxide Pang akan memberi judul film ketiganya dengan A+ Jing Taam? Jangan-jangan nanti Tam bakalan menjadi detektif super dengan nilai A+ yang superb:mrgreen:

Rating: 2.75/5

2 Responses to “The Detective 2 (B+ Jing Taam)”


  1. 1 Novy August 12, 2011 at 12:45 pm

    Ya, betul sekali, kecewa juga dg sekuelnya. Haha, benerrr… yg terkenang2 dr film pertama ya itu lagunya sama karakter det Tam. Oh namanya Mi Panda ya??😀

    • 2 AnDo August 15, 2011 at 4:29 pm

      @Novi
      Kalau liat adegan terakhirnya, ada kemungkinan petualangan Tam akan terus berlanjut. Semoga Oxide Pang tidak terjerumus lagi pada niatan komersialisasi serial ini.
      Pas dengar lagu Mi Panda, bayanganku langsung ke imej semrawutnya kota Bangkok😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: