Tokyo Jihen – Daihakken (album)

Ketika Tokyo Jihen merilis kabar perilisan album baru di tahun 2011, sebenarnya kabar ini cukup mengejutkanku. Rasanya album sebelumnya (Sports) baru saja dirilis dan konser nasional Ultra C juga masih belum lekang dari ingatan. Kira-kira hanya 1 tahun 4 bulan dari perilisan album Sports (Februari 2010), Tokyo Jihen merilis album terbaru mereka pada tanggal 29 Juni 2011 dengan title Daihakken (terjemahan resminya Discovery). Untuk mempromosikan album ini, Tokyo Jihen telah mengumumkan akan menggelar tur nasional Live Tour 2011 Discovery yang dimulai dari September hingga Desember tahun ini. Sudah sekitar lebih dari seminggu aku mendengar lagu-lagu mereka dalam album Daihakken, baru sekarang aku berani menulis review album ini. Perlu diketahui, lagu-lagu dalam album Tokyo Jihen sangat jarang langsung bisa kunikmati. Boleh dikatakan perlu waktu untuk mencerna dan menikmati mayoritas lagu-lagu mereka. Inilah review Daihakken menurut pendapatku.

1. Tengoku e Yōkoso For The Disc (Where’s Heaven For The Disc)

Musik/Lirik: Shiina Ringo
Lagu ini dibawakan dengan aransemen berbeda dibanding versi single alias versi For The Tube dan lirik dinyanyikan dengan bahasa Jepang. Aku lebih suka versi For The Tube yang cenderung lebih dark dan creepy. Rasanya aneh mendengar sebuah lagu yang terkesan depresi tapi dibalut dengan musik berirama padang pasir yang agak groovy. Paling tidak permainan Hammond organ dari Izawa masih bisa dinikmati dan memberikan kesan misterius.

2. Zettai Chi tai Shoutai Chi (Relative vs. Absolute)

Musik/Lirik: Izawa Ichiyo, Shiina Ringo/Shiina Ringo
Not my favorite track. Permainan gitar distorsi dari Ukigumo dan efek keyboard Izawa rasanya agak mengganggu kuping.

3. Atarashii Bunmei Kaika (Brand New Civilization)

Musik/Lirik: Izawa Ichiyo, Shiina Ringo/Shiina Ringo
Sebuah lagu dengan lirik yang dinyanyikan dengan bahasa Inggris. Awalnya lagu ini membuatku mengerenyit karena mengingatkanku campuran gado-gado beberapa lagu lain. Tapi setelah mendengar lebih dari 3 kali, aku mulai menikmati upbeat lagu ini, terutama bagian permainan gitar Ukigumo yang terkesan liar-liar jinak. PV lagu ini keren, mungkin PV terbaik dari lagu-lagu dalam album Daihakken yang dibuat PV-nya.

4. Denki no Nai Toshi (City Without Electricity)

Musik/Lirik: Izawa Ichiyo/Shiina Ringo
Lagu dibuka dengan iringan piano Izawa yang terkesan misterius, cocok untuk menggambarkan ketakutan akan kegelapan. Perlahan aura lagu mulai semakin ringan dan cerah. Salah satu lagu dengan chord progression yang menarik dari Tokyo Jihen. Seluruh elemen musik dikomposisikan dengan baik, piano, gitar, bass dan perkusi saling memperkuat satu sama lain. I love it.

5. Kaitei ni Sukuu Otoko (Regardez Moi)

Musik/Lirik: Ukigumo
Judul lagu yang aneh: Pria yang nongkrong di dasar laut. Tapi lagu ini keren dan kemungkinan besar disukai oleh-penggemar Tokyo Jihen yang suka lagu-lagu unik berirama progressive rock tahun 1970-an.

6. Kinjirareta Asobi (Jeus Interdits)

Musik/Lirik: Izawa Ichiyo, Shiina Ringo/Shiina Ringo
Lagi-lagi sebuah lagu dengan pembukaan dark and creepy, sounds like Shiina Ringo in desperate and depression state (sesuai dengan judulnya: permainan terlarang). Seperti halnya dengan lagu Denki no Nai Toshi, lagu ini juga memiliki chord progression menarik with awesome chorus. Walaupun demikian aku butuh waktu untuk menikmati lagu ini, kira-kira 5 kali dengar barulah aku bisa menikmati lagu keren ini.

7. Dopa-Mint!

Musik/Lirik: Izawa Ichiyo/Shiina Ringo
Woah! Swing!
Anda suka lagu swing? ini dia sebuah persembahan lagu berirama swing dari Tokyo Jihen. I love Kameda’s bass line and Izawa’s piano line and Ukigumo’s guitar line and percussion and Shiina’s singing style. Artinya? Komposisi swing Dopa-Mint keren, lebih keren dibanding versi single-nya!

8. Osorubeki otona-tachi (Les Adultes Terribles)

Musik/Lirik: Kameda Seiji, Shiina Ringo/Shiina Ringo
Suka jazz fushion, terutama smooth jazz? Well, lagu ini cocok buat kuping kalian. Salah satu lagu yang sekali dengar langsung kusuka. Ringan dan meluncur dengan mulus dari kuping ke hati. Lirik dibawakan dengan bahasa Inggris.

9. 21 Seiki uchū no ko (Child Of The 21st Century Universe)

Musik/Lirik: Kameda Seiji, Shiina Ringo/Shiina Ringo
Ini juga sebuah lagu yang termasuk kategori pertama kali didengar langsung nyantol dikuping. Mengingatkan pada 2 lagu garapan Kameda yang lain yaitu Toumei Ningen dan Seiko Shojo. Terasa ringan dan enak dikuping, khas lagu pop rock a la Kameda.

10. Katsute wa otoko to onna (Un Homme Et Une Femme)

Musik/Lirik: Ukigumo/Shiina Ringo
Again, not my favorite track. Terlampau biasa dan standar untuk lagunya Tokyo Jihen, ditambah lagi berbau R & B yang kental. Kalau anda suka nomor Sweet Spot dalam album Sports, ada kemungkinan akan menyukai nomor ini, but not for me.

11. Sora ga Natteiru (Reverberation)

Musik/Lirik: Kameda Seiji/Shiina Ringo
Entah kenapa, lagu yang dibawakan dengan irama rock ini koq rasanya tidak istimewa dikupingku. Tidak jelek sih, tapi dibilang keren juga tidak, jatuhnya biasa saja.

12. Kaze ni Ayakatteike (Go With The Wind)

Musik/Lirik: Izawa Ichiyo/Shiina Ringo
What the hell with this song?
Keren banget! Komposisi musik yang unik penuh warna, chord awalnya tertata rapi lalu berubah liar menghentak bagaikan cewek tsundere yang jinak sekaligus angot-angotan. Gaya lengkingan helpless vokal Shiina ngepas banget, bahkan noise distortion gitar Ukigumo yang biasanya mengganggu kuping, disini justru terdengar keren. Probably the best music composition and my most favorite in the album. A kind of audio masturbation.

13. Onna no ko wa Dare demo (Fly Me To Heaven)

Musik/Lirik: Shiina Ringo
Yeah! Big Band!
Sayangnya peralihan irama kurang rapi dan kurang mulus walaupun dalam banyak bagian aku suka pada lagu ini mengingat aku sendiri penikmat lagu-lagu big band era tahun 40-an. Andai saja komposisinya dibuat lebih rapi, mungkin lagu ini masuk dalam track yang dengan senang hati sering kuputar berulang-ulang.

14. Tengoku e Yōkoso For The Tube (Where’s Heaven For The Tube)

Musik/Lirik: Shiina Ringo
Seperti yang kutulis diatas, aku lebih suka versi yang ini. Dark and creepy, full of depression, then gradually blow up toward the end of song. Komposisinya terdengar lebih powerful dibanding versi For The Disc.

PS.
Aku berencana untuk menonton konser live mereka di Nagoya pada bulan November nanti. Mohon do’a agar dapat tiket konsernya yah:mrgreen:

9 Responses to “Tokyo Jihen – Daihakken (album)”


  1. 1 Asop July 8, 2011 at 3:22 am

    Permainan musik mereka khas, juga suara vokalisnya, Shiina.🙂
    Nah, saatnya nyari donlotan.:mrgreen:
    Saya doakan moga Mas Rizal dapet tiketnya ya. Aamiin!

  2. 2 ardhie90 July 9, 2011 at 4:36 am

    ah …………..
    ketinggalan berita ……….
    saatnya mencari di e-bay ^^

    semoga dapet tiketnya ando-kun
    jangan lupa di review ^^

  3. 3 Poe3 July 10, 2011 at 1:13 am

    diantara jejeran lagu…. yang paling menarik hati putri adalah Denki no Nai Toshi (City Without Electricity).. cocok banget dengan kondisi Pekanbaru yang tiap tahunnya ada masa2 ‘pergiliran mati listrik’ he.. he…

    *mudah2an saja.. tahun ini tidak ada pergiliran mati listrik…

    • 4 AnDo July 10, 2011 at 12:48 pm

      @Asop dan ardhie90
      Amin. Liat aja ntar…..

      @Poe3
      Hahahaha….. emang sih, pas aku denger lagunya aku langsung inget PLN yg doyan pemadaman bergilir. Kayak kata teman blogger… nasib luar jawa:mrgreen:

  4. 5 ardhie90 July 11, 2011 at 2:23 am

    setelah dapet albumnya, dan saya denger berkali – kali
    tetep gak bisa dapet mood dari nih album
    udah sharing sama temen – temen Tokyo Jihen Indonesia, mereka juga merasakan hal yang sama
    urutan lagunya kurang beraturan
    padahal udah denger berkali – kali

  5. 6 AnDo July 12, 2011 at 10:42 am

    @ardhie90
    Mungkin perlu waktu, atau cobain putar acak:mrgreen:
    btw, 2 lagu urutan pertama emang kurang cocok sama kupingku. Makanya, pas udah diputar sekali awaktu pertama kali, aku skip lsg ke lagu ke 3 waktu puter ke 2 kali.
    NB.
    Lagu ke 8 dan 9 easy listening koq, bisa lsg nyantol dikuping.

  6. 7 Sastro Padjar July 13, 2011 at 8:14 am

    21 Seiki uchū no ko , lagu ini yang sempat mencuri pendengaran saya setelah beberapa kali berputar di playlist. No. 3 memang terdengar akrab dan menyenangkan, apalagi jika melihat PV;nya🙂
    Justru distorsi yang paling saya suka adalah no. 2 !😀

  7. 8 AnDo July 14, 2011 at 11:00 am

    @Sastro Padjar
    Lagu nomer 2 dikuping saya mirip lagu bergenre electro-industrial yang kebetulan nggak cocok sama gendang telinga saya.

  8. 9 Januar Fakhri April 1, 2012 at 4:21 pm

    Sora ga Natteiru menurutku lagu yang sangat bagus, baru pertama kali dengar (dan lihat clipnya) aku langsung suka… Ini cuma masalah selera aja sih🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: