Resensi pendek dan singkat [5]

Sacrifice [2010]

Aku selalu suka film-film karya sutradara China terkenal Chen Kaige. Mau yang film kritik sosial budaya kayak Farewell My Concubine, atau film fantasi komersil seperti The Promise, atau film biografi kayak Mei Lenfang, bahkan film kelas berat yang boleh dibilang bikin aku pusing karena plotnya tak kumengerti kayak Temptress Moon, semuanya kutonton dan menyukainya. Gaya penyutradaraan, eksplorasi karakter, visualisasi dan sinematografi-nya lah yang membuatku suka dengan film-film karya Chen Kaige. Sacrifice inipun tak lepas dari gaya bercerita Chen Kaige yang unik.

Walaupun film ini berkisah tentang balas dendam, tetap saja pembalasan dendam sang tokoh utama dibawakan dengan cara berbeda. Tema balas dendam sudah sejak lama dan cukup laku dipakai oleh industri hiburan, baik panggung, novel maupun layar lebar. Rata-rata tema balas dendam dihadirkan dengan latar kekerasan yang akan membuat sang tokoh pembalas menjadi kuat dan keras, hingga berhasil membalaskan dendamnya. Sacrifice membawakan kisah perjalanan sang tokoh utama untuk membalas dendam tidak dengan jalan biasa. Justru untuk tujuan balas dendam, sang tokoh utama harus rela menderita secara fisik dan mental bertahun-tahun lamanya. Sampai-sampai aku berfikir, apakah tak lebih baik untuk melupakan dendam, toh pengorbanan yang diberikan untuk membalas dendam jauh lebih besar daripada kepuasan setelah berhasil membalas. Sepenting itukah balas dendam?
Sekali lagi Chen Kaige berhasil menyihirku.

Rating: 4/5

Tsurikichi Sanpei [2009]

Kemana gerangan Yojiro Takita, sutradara film Departed yang memenangkan piala Oscar 2009 untuk kategori film berbahasa asing terbaik? Rupanya beliau mengerjakan proyek film adaptasi dari serial manga terkenal yang berjudul Tsurikichi Sanpei (Sanpei si maniak mancing). Tadinya aku berharap Tsurikichi Sanpei akan digarap dengan serius seperti halnya Departed, namun rupanya Takita ingin membuat film petualangan untuk anak-anak. Jadilah Tsurikichi Sanpei menjadi film drama keluarga yang lebih ditujukan untuk pasar anak-anak. Bercerita tentang si maniak mancing Sanpei (ngobrol dengan Sanpei tak bakalan jauh dari topik mancing, mancing dan mancing), kakeknya si pembuat joran, kakaknya cewek modern dari kota, dan juara mancing dari USA bersama-sama mencari telaga misterius yang menurut legenda merupakan tempat berdiam ikan raksasa.

Hasilnya yah…. ini memang film untuk anak-anak. Banyak kejadian kebetulan, lubang-lubang plot disana-sini, hingga tipe stereotip tokoh utama anak-anak yang menyebalkan diawal kisah, perlahan membaik dan mendapat simpati ketika mendekati akhir. Buatku sih mungkin membosankan, tapi mungkin cocok buat anak-anak yang suka film petualangan dengan cerita gampang, sederhana, dan berakhir ceria untuk semua.

Rating: 2.5/5

The Warring States [2011]

Anda kenal dengan ahli strategi militer China kuno yang mengarang The Art of War bernama Sun Tzu? Tokoh utama film ini adalah Sun Bin, cucu buyut Sun Tzu yang juga dikenal sebagai ahli filsafat militer yang hidup dimasanya sendiri yaitu masa negara berperang. Sun Bin yang belajar seni militer dan filsafat dibawah bimbingan petapa filsuf Guiguzi memiliki kisah hidup yang lumayan menarik untuk diceritakan kembali dalam wadah film.

Sayangnya film ini justru jatuh jadi film yang tak jelas. Plot utamanya memang mengikuti cerita hidup Sun Bin dari perseteruan dengan kakak seperguruan seguru Pang Juan yang licik hingga kemampuannya mengaplikasikan teori strategi militer dalam meraih kemenangan dalam pertempuran. Hanya saja kelemahan mendasar justru terdapat dalam karakter Sun Bin itu sendiri. Sungguh tak masuk akal seorang filsuf yang ahli ilmu diberbagai macam bidang justru bertingkah dan memiliki pola pikir seperti anak kecil. Kalau cuma ilmu berhitung sih, anak kecil saja bisa mengerti dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi ilmu filsafat yang mendalam tak mungkin dikuasai orang yang cara berpikirnya masih kekanak-kanakan. Dari situ saja film ini sudah menawarkan hal yang aneh, ditambah dengan beberapa tokoh yang seakan tempelan untuk meramai-ramaikan kisah. Sayang sekali kemampuan dua aktor senior Sun Honglei dan Francis Ng tersia-sia akibat naskah film yang jelek.

Rating: 2.25/5

Detective K: Secret of Virtuous Widow [2011]

Ketika melihat poster film ini, tiba-tiba saja aku teringat dengan film Detective Dee garapan Tsui Hark dengan Andy Lau sebagai si detektif ulung. Makanya aku menonton dengan harapan akan melihat aksi seorang detektif pada abad ke-18 secara serius mengungkap kasus kejahatan. Alih-alih mendapatkan tontonan dengan pola cerita detektif yang serius, film Korea ini justru digarap dengan semangat film komedi. Latar film sih menarik, yaitu pada akhir masa dinasti Joseon yang mengharamkan agama Kristen dan mengejar-ngejar penganutnya untuk dieksekusi. Sayangnya balance antara cerita detektif, latar historis dan bumbu komedi kurang seimbang sehingga dalam beberapa adegan terlhat tidak tuntas dan kurang menarik simpati penonton, terutama sekali cara memasukkan adegan komedi kedalam adegan serius. Misalnya saja kisah historis pelarian orang-orang Nasrani yang bisa menarik simpati malah tercampur komedi yang bisa membuat penonton tidak serius memperhatikan kemalangan korban. Atau banyaknya adegan thriller yang kurang tegang gara-gara tingkah konyol tokoh utama. Boleh dibilang film ini cukup menghibur, tapi untuk berharap lebih rasanya masih kurang bagus penggarapannya.

Rating: 3/5

2 Responses to “Resensi pendek dan singkat [5]”


  1. 1 Putri June 15, 2011 at 4:27 am

    dari keempat resensi ini.. rasanya penasaran dengan film yang pertama “sacrifice”
    dan juga “Tsurikichi Sanpei”
    he.. he…đŸ˜€

    • 2 AnDo June 15, 2011 at 3:31 pm

      @Putri
      Sacrifice memang film terbaik diantara 4 film yang kuresensi dalam postingan.
      Tsurikichi Sanpei? well, kalau suka film petualangan kanak-kanak yang renyah meriah sih, oke-oke aja. btw, sampai skrg aku masih sebel sama tampang Kenta Suga (pemeran tsurikichi). Tampangnya kalau cengengesan itu nyebelin banget.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: