A Chinese Fairytale – Versi terbaru A Chinese Ghost Story 2011

Bagi yang suka sastra China klasik, besar kemungkinan anda pernah membaca atau paling tidak mengetahui tentang novel supernatural karya Pu Songling yang berjudul Kisah Aneh Liaozhai. Memang karya sastrawan Pu ini tidak seterkenal karya klasik lain seperti Kisah Tiga negara ataupun Perjalanan ke Barat yang hampir diketahui oleh seluruh orang-orang China maupun keturunan diluar China Mainland, tapi keunikan Pu Songling yang memasukkan tokoh-tokoh supernatural seperti hantu dan siluman membuat Kisah Aneh Liaozhai memperoleh kesan dan gaya penceritaan tersendiri. Diantara hampir 500 cerpen dari kumpulan cerita pendek yang terangkum dalam Kisah Aneh Liaozhai, mungkin ada 2 cerita yang paling banyak dikenal dewasa ini, dan yang berjasa memperkenalkannya adalah media film. Dua cerita tersebut yang diadaptasi menjadi film/serial TV adalah Qian Nü You Hun dan Hua Pi. Hua Pi pernah diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul Painted Skin, sedangkan Qian Nü You Hun (Cerita Hantu Wanita) telah meraih sukses komersial dengan nama A Chinese Ghost Story, baik sebagai film layar lebar, film animasi maupun serial TV. Mungkin yang paling sukses adalah adaptasi layar lebar versi 1987 yang dibintangi Leslie Cheung dan Joey Wong sebagai pasangan pelajar miskin dan hantu wanita cantik.

Seorang pelajar Ning Caichen (Yu Shaoqun) datang ke kampung Hei Shan (gunung hitam) yang mengalami masalah kekeringan dengan tugas sebagai pejabat rendahan untuk membantu penduduk kampung mencari sumber mata air. Pencarian Ning berakhir di gunung hitam yang ternyata bertanah subur dengan sebuah kuil angker yang memiliki kolam berisi air melimpah. Di kuil inilah Ning berjumpa dengan Xiaoqian (Liu Yifei), seorang gadis berparas cantik yang sebenarnya penjelmaan siluman rase. Awalnya menggoda Ning untuk diambil hawa kehidupannya, malah Xiaoqian justru terpikat dengan keluguan Ning. Xiaoqian sendiri sebenarnya hanya salah satu siluman yang ditugaskan iblis pohon berusia seribu tahun untuk membunuh manusia demi mengumpulkan hawa kehidupan mereka. Menentang iblis pohon berarti kematian bagi Ning dan siksaan bagi Xiaoqian, menyebabkan pasangan tersebut melarikan diri. Dilain pihak seorang pembasmi siluman bernama Yan Chixia (Louis Koo) melarang pasangan beda alam tersebut meneruskan hubungan mereka. Yan sendiri sebenarnya sudah cukup lama berseteru dengan iblis pohon, dan ternyata Yan pernah memiliki hubungan dimasa lalu dengan siluman rase Xiaoqian.

Ada satu hal yang membuat film ini lebih pantas menyandang adaptasi bebas Qian Nü You Hun dari pada remake film layar lebar versi 1960 ataupun 1987. Hal itu adalah perubahan mendasar pada tokoh Yan Chixia, si pembasmi siluman. Yan dalam versi cerpen maupun film adaptasi versi sebelumnya adalah pendeta Taois yang cukup berumur sehingga hampir tidak mungkin memiliki hubungan mesra dengan Xiaoqian. Dalam film ini, Louis Koo yang muda dan ganteng diplot sebagai si pembasmi siluman demi memberikan arah berbeda dari kisah romantis si pelajar miskin dan hantu wanita cantik. Jadilah kisah romantis itu menjadi kisah cinta segitiga antara pembasmi siluman, pelajar lugu dan siluman rase. Terus terang saja hal ini membuatku agak sebal mengingat fokus kisah roman justru terpecah. Kalau mau dibandingkan dengan versi 1987 yang menghibur lewat adegan komedi, versi 2011 malah hampir tak pernah membuatku tertawa. Mau serius dibawa ke romansa kisah cinta segita koq kurang gereget, hawa komedi dalam versi 1987 justru tak terasa di versi baru. Memang sih, hawa komedi versi 1987 tak terlepas dari akting lucu Leslie Cheung yang lugu dan pintar-pintar bodoh. Sedangkan akting Yu Shaoqun terkesan datar dan lebih terasa bodohnya daripada lugu. Lalu akting Louis Koo tidak jelek-jelek amat, tapi aku masih jauh lebih suka sama Wu Ma, aktor tua yang diplot sebagai pendeta Taois si pembasmi siluman versi 1987. Chemistry Wu Ma dengan Leslie Cheung cukup manis dan kadang lucu, dibanding Koo-Yu Shaoqun yang cenderung mirip pembully-yang dibully. Dengan perubahan karakter tokoh dan jalan cerita, dipastikan ada beberapa plot hole yang akan muncul menghiasi film ini.

Hal lain yang kurang tergali dalam film garapan sutradara Wilson Yip (SPL, Flash Point, Ip Man) yang sering berkolaborasi dengan Donnie Yen ini adalah tema sarkasme yang kental digambarkan dalam novelnya. Betapa manusia yang terlihat lemah justru lebih licik dan berbahaya dibandingkan sosok hantu dan siluman yang kelihatan menyeramkan. Betapa bobroknya kondisi masyarakat dalam sistem pemerintahan yang korup. Paling tidak kritik sosial ini terlihat dari sosok pelajar miskin Ning yang gagal ujian sarjana gara-gara tak punya uang untuk menyogok sehingga terpaksa bekerja sebagai tukang tagih hutang yang malah menyebabkan dirinya sering dibully. Disini Wilson Yip hampir tak mengindahkan tema kritik sosial yang merupakan salah satu ciri khas Pu Songling. Adaptasi terbaru ini malah memperkenalkan sosok Ning sebagai pejabat rendahan, bukan sebagai pelajar miskin yang gagal ujian sarjana. Memang sih rendahan tapi khan masih tetap pejabat alias orang pemerintahan. Kalau berkaca betapa cerita hantu karya Pu Songling bisa dijadikan panggung kritik sosial, aku benar-benar tak habis pikir dengan film-film setan produksi Indonesia dewasa ini yang miskin ide.

Jadi apakah yang menarik dari film ini?
Yang pertama adalah adegan aksi yang lumayan seru. Karena yang bertarung adalah si pembasmi siluman melawan iblis pohon, tentu saja pertarungan mereka sarat dengan efek CGI. Tidak luar biasa memang, tapi menurutku lumayanlah. Tentu saja jauh lebih bagus dibanding versi adaptasi 1987-nya.😆
Yang kedua? Apalagi kalau bukan Liu Yifei. Sejak dipasang sebagai Nona/Bibi Lung dalam serial Return of Condor Heroes versi 2008, nama Liu Yifei meroket naik termasuk medapatkan tawaran main bareng Jackie Chan dan Jet Li dalam The Forbidden Kingdom. Akting Liu dalam film ini cukup menggiurkan, terutama ketika sedang menggoda tokoh Ning😳 Akting bagus plus wajah rupawan terkesan innocent membuat Liu Yifei menjadi sorotan utama dalam film ini.

Menurutku pendapatku film ini cukup menghibur, tidak jelek-jelek amat, meski dijamin tidak akan memorable seperti versi 1987. Ditambah dengan plot dan karakterisasi tokoh yang agak melenceng dari cerita asli novelnya, membuatku merasa nonton film yang agak berbeda dari adaptasi versi 1987.

Rating: 3/5

4 Responses to “A Chinese Fairytale – Versi terbaru A Chinese Ghost Story 2011”


  1. 1 gogo June 6, 2011 at 2:56 pm

    coba ditonton dulu..

  2. 2 xchalant September 6, 2011 at 3:49 am

    versi ’87 sy belum nonton tapi yg ini sudah.. kesannya sih sangat terkesan sama siluman rubahnya itu hehe.. menawan sekali baik wajah maupun cara menggodanya. skenario film memang kurang greget, plotnya rada terbilang nanggung namun tetap saja enak ditonton.

  3. 3 Fyan November 11, 2011 at 2:22 am

    No comment, kalo bagiku film ini seru, bagus juga. ya meskipun ak gak tau film yg tahu 80-an itu, tapi yg 2011 ini bagus.

  4. 4 eddy September 19, 2012 at 2:15 am

    untuk yg versi ini bagus banget,, dari alur ceritanya sampe pemeran silumnnya cantink & sangat serasi ma adegannya, pas banget jadi pengen nonton ulang2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: