Archive for May, 2011

Happy 20th L’Anniversary L’Arc~en~Ciel

またここから新しい L’Arc~en~Ciel がスタートする

“Sudah berumur 20 tahun… Kami sudah makin dewasa…”
“Hadirin yang cuma diam saja… kalian bakalan dibunuh! Itu kata yukihiro loh! Makanya hati-hati!” ROFL
(hyde)

“Cuaca hari ini cerah ya!”
“20 tahun selama konser di lapangan terbuka tak pernah sekalipun hujan, baru kali ini kita manggung basah kuyup”
(tetsuya)

“Gimana diguyur hujan? Kalau gitu gue juga ikutan basah-basahan ahhhh… ”
(ken)

Singin' in the Rain


Tadinya aku tak percaya kalau L’Arc~en~Ciel sudah menjadi band legenda Jepang, tapi hari ini aku melihatnya sendiri di konser 20th L’Anniversary hari kedua. Selain lapangan bola dan bangku penonton terisi penuh, orang-orang yang datang menonton konser ultah ke-20 mereka di stadion Ajinomoto Tokyo ternyata memang memiliki sebaran usia yang cukup lebar. Terlihat dari tampang-tampang setengah baya yang sudah agak beruban sampai yang umurnya masih SMP datang menonton konser, baik lelaki maupun perempuan. Semuanya datang dengan semangat tinggi. Tahukah kalian mengapa? Karena 2 hari konser live 20th L’Anniversary kedua-duanya diguyur hujan lebat. Menurut sang bassist tetsuya, selama 20 tahun konser di lapangan terbuka tak pernah manggung sambil berhujan-hujan, baru kali ini basah kuyup, 2 hari berturut turut pula. Tapi hujan tak menghalangi para personel Laruku untuk menghibur para penonton yang rela nonton sambil diguyur air hujan. Selama waktu konser hari kedua yang kutonton, hyde, tetsuya, dan ken bertiga ikutan basah kuyup sambil menyanyi dan memainkan alat musik. Hanya drummer yukihiro saja yang tetap kering karena terus berada ditempat teduh di belakang drum dan perkusi. Berkali-kali staff konser harus mengeringkan lantai atas panggung dari genangan air dengan wiper, sementara ken dan tetsu mengelap kering gitar dan bass mereka masing-masing.
Baiklah, ini laporan konser 20th L’Anniversary Live Concert hari kedua, Minggu tanggal 29 May 2011.. Continue reading ‘Happy 20th L’Anniversary L’Arc~en~Ciel’

Advertisements

Supernatural – The Complete Season Six


Kalau melihat tulisanku tentang serial TV, belum pernah aku membuat tulisan laporan pandang per season alias review komplit tayangan serial selama satu musim. Tapi Supernatural musim ke enam ini memang lain. Selain berpindah tangannya posisi produser dari sang kreator Eric Kripke ke Sera Gamble, serial ini juga mengambil jalur cerita baru sambil melanjutkan warisan development karakter hasil karya 5 musim-nya Kripke. Bagaimanakah hasilnya?
Continue reading ‘Supernatural – The Complete Season Six’

20th L’Anniversary Live Concert

Seperti kata pepatah tak ada rotan akarpun jadi, begitulah kira-kira yang menjadi acuanku dalam menyikapi konser perayaan ulang tahun ke 20 terbentuknya grup Rock asal Jepang L’Arc en Ciel. Tiket yang dijual pada tanggal 23 April 2011 tepat mulai jam 10 waktu setempat ternyata tak berhasil kuperoleh. Maklumlah, saluran telepon untuk pemesanan tiket penuh dan sibuk sehingga tak bisa dihubungi. Ketika teleponku akhirnya berhasil masuk 30 menit kemudian, tiket sudah dinyatakan sold out 😦

Mau bagaimana lagi, ultah ke-20 hanya sekali seumur hidup, dijamin Laruku fans sudah siap berkelahi mati-matian demi mendapatkan tiket. Ya sudahlah, tadinya aku sudah menyerah karena tampaknya memang sulit untuk nonton langsung tahun ini. Tapi ternyata……… Continue reading ’20th L’Anniversary Live Concert’

Sword of Desperation (Hisshiken Torisashi)

Aku termasuk orang yang menyukai karya tulisan Shuhei Fujisawa, padahal belum pernah sekalipun membaca buku karangannya. Yang menyebabkan aku menyukai karya beliau adalah film-film yang diadaptasi berdasarkan novel dan cerita pendek karangan Fujisawa. Shuhei Fujisawa mengkhususkan dirinya menulis cerita fiksi dengan setting jidaigeki (jaman para samurai) terutama jaman Edo. Keistimewaan karya Fujisawa adalah selalu mengambil sudut pandang kalangan kelas menengah ke bawah dengan tokoh utama samurai rendahan yang posisinya dalam struktur organisasi sama sekali tidak penting. Misalnya saja tokoh utama dalam Tasogare Seibei (Twilight Samurai), Seibei hanyalah seorang akuntan yang kerjaannya dalam benteng cuma mendata hasil bumi yang keluar-masuk gudang. Atau tokoh Mimura dalam Bushi no Ichibun (Love and Honor) yang cuma seorang pencicip masakan untuk menghindarkan tuannya penguasa benteng terkena racun lewat makanan. Sword of Desperation (SoD) diadaptasi berdasarkan cerpen berjudul sama (Hissiken Torisashi) yang diambil dari kumpulan cerpen serial Kakushiken. Serial Kakushiken (jurus simpanan) adalah serial yang dikhususkan oleh Fujisawa mengambil kisah dengan tokoh (baik tokoh utama maupun tokoh sampingan) yang memiliki jurus maut simpanan. Continue reading ‘Sword of Desperation (Hisshiken Torisashi)’

A Chinese Fairytale – Versi terbaru A Chinese Ghost Story 2011

Bagi yang suka sastra China klasik, besar kemungkinan anda pernah membaca atau paling tidak mengetahui tentang novel supernatural karya Pu Songling yang berjudul Kisah Aneh Liaozhai. Memang karya sastrawan Pu ini tidak seterkenal karya klasik lain seperti Kisah Tiga negara ataupun Perjalanan ke Barat yang hampir diketahui oleh seluruh orang-orang China maupun keturunan diluar China Mainland, tapi keunikan Pu Songling yang memasukkan tokoh-tokoh supernatural seperti hantu dan siluman membuat Kisah Aneh Liaozhai memperoleh kesan dan gaya penceritaan tersendiri. Diantara hampir 500 cerpen dari kumpulan cerita pendek yang terangkum dalam Kisah Aneh Liaozhai, mungkin ada 2 cerita yang paling banyak dikenal dewasa ini, dan yang berjasa memperkenalkannya adalah media film. Dua cerita tersebut yang diadaptasi menjadi film/serial TV adalah Qian Nü You Hun dan Hua Pi. Hua Pi pernah diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul Painted Skin, sedangkan Qian Nü You Hun (Cerita Hantu Wanita) telah meraih sukses komersial dengan nama A Chinese Ghost Story, baik sebagai film layar lebar, film animasi maupun serial TV. Mungkin yang paling sukses adalah adaptasi layar lebar versi 1987 yang dibintangi Leslie Cheung dan Joey Wong sebagai pasangan pelajar miskin dan hantu wanita cantik. Continue reading ‘A Chinese Fairytale – Versi terbaru A Chinese Ghost Story 2011’

My Pure Lady

Cuma postingan lagu, kalau tertarik silahkan teruskan…. Continue reading ‘My Pure Lady’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: