Archive for April, 2011

Gantz: Perfect Answer


Seperti yang telah kutulis sebelumnya dalam review Gantz Live Action, Gantz: Perfect Answer adalah direct sequel dari film pertamanya tersebut yang mengambil setting beberapa bulan setelah misi Buddha seribu tangan. Para karakter yang telah ada pada film pertamanya kembali muncul seperti 2 tokoh utama Kei Kurono (Kazunari Ninomiya) dan Masaru Kato (Kenichi Matsuyama), malah beberapa diantara diberikan porsi lebih besar dibanding film sebelumnya seperti misalnya Tae (Yuriko Yoshitaka) dan Pak tua Suzuki (Tomorrow Taguchi). Sequelnya ini menambahkan beberapa tokoh baru, baik yang ada dalam manga maupun karakter yang dibuat untuk versi film. O iya, sebelumnya harus saya ingatkan. Walaupun film ini merupakan sequel dari Gantz Live Action, film ini bukanlah adaptasi manga Gantz mengingat sebagian besar plot utama cerita berubah. Memang sih, ada beberapa sub-plot manga seperti misalnya lulusan tim Gantz lama dipanggil pulang, member Gantz dalam misi yang biasanya tak terlihat menjadi terlihat orang lain, hingga misi memburu Tae Kojima hadir dalam film ini, tapi tetap saja kalau anda membaca manga Gantz akan merasakan perbedaan yang mendasar. Continue reading ‘Gantz: Perfect Answer’

Advertisements

Akunin (Villain)

Ketika Kokuhaku (Confessions) memenangkan Japanese Academy Prize (JAP) sebagai film terbaik, aku tadinya sama sekali tidak kaget karena sudah bisa menebaknya. Akan tetapi yang membuatku sedikit tercengang adalah direbutnya 4 kategori utama untuk para pelakon film oleh sebuah film yang berjudul Akunin. Satoshi Tsumabuki, Eri Fukatsu, Akira Emoto, dan Kirin Kiki berhasil menyapu bersih penghargaan masing-masing untuk kategori aktor utama terbaik, aktris utama terbaik, aktor pembantu terbaik, dan aktris pembantu terbaik dalam acara JAP 2011. Bahkan Eri Fukatsu mampu meraih predikat aktris terbaik dalam acara Montreal World Film Festival. Walaupun Eri Fukatsu bermain bagus dalam Akunin sehingga mampu menyingkirkan Takako Matsu untuk didaulat sebagai aktris terbaik, menurutku akting Takako Matsu masih lebih menggetarkan dalam Confessions. Disisi lain, Akunin menurutku merupakan satu-satunya saingan berat Confessions dalam JAP 2011 untuk penghargaan film terbaik. Kalaupun Akunin akhirnya harus mengakui kekalahannya, secara keseluruhan Akunin tidaklah kalah dibanding Confessions sebagai sebuah film yang bagus. Continue reading ‘Akunin (Villain)’

13 Assassins

Jadi samurai itu benar-benar menyusahkan saja
(Shimada Shinzaemon)

Terus terang saja, tadinya aku malas nonton film ini dengan alasan sutradaranya Takashi Miike yang dikenal sebagai sutradara film-film gory berdarah-darah semacam Ichi The Killer. Maklumlah, nonton Ichi The Killer bikin aku muak melihat kadar violence yang berlebihan, intinya aku memang tidak cocok dengan gaya gory-nya Miike. Akan tetapi ketika melihat 13 Assassins masuk nominasi film terbaik Japanese Academy Prize, sekaligus tampilnya salah satu aktor langganan film bagus Koji Yakusho (Shall We Dance dan The Eel), jadilah aku merasa tertarik menonton film ini. Oh iya sekedar info, 13 Assassins sendiri merupakan remake dari film berjudul sama yang disutradarai oleh Eiichi Kudo pada tahun 1963.
Continue reading ’13 Assassins’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: