The Social Network, another story.

Setelah selesai nonton film The Social Network, tiba-tiba aku teringat dengan sebuah situs jejaring sosial lain yang menurutku kisah tokoh developernya menarik untuk diangkat ke layar lebar. Namanya mixi dan mungkin orang diluar Jepang kurang kenal dengan mixi. Akan tetapi di Jepang sendiri, mixi adalah situs jejaring sosial paling banyak dipakai oleh orang Jepang, mengalahkan pemakaian facebook sekalipun. Hingga kini, mixi terhitung meraih pasar pengguna sekitar 80 persen dari total pemakai situs jaringan sosial di Jepang. Aku jadi berandai-andai jika seandainya kisah ini diangkat ke layar lebar, bakalan seperti apakah jadinya. Namanya juga berandai-andai, mari kita lihat kira-kira bagian apa saja yang menarik untuk ditampilkan.

Memang tidak mungkin menjiplak film The Social Network, lagipula tak ada gunanya mengingat peluncuran mixi tidaklah seheboh facebook yang berakhir dengan pertikaian dan tuntutan di pengadilan antar co-founder facebook. Film seperti ini lebih cocok dibuat dengan mengupas perjalanan hidup seorang tokoh pendiri mixi. mixi diluncurkan dibawah bendera E-Mercury, Inc. pimpinan Kenji Kasahara, dengan developer tunggal yang bertanggung jawab terhadap pembuatan mixi yaitu Batara Eto. Bukan kisah Kenji Kasahara yang menurutku menarik untuk diangkat menjadi cerita, melainkan kisah Batara Eto.

Batara Eto aka Batara Kesuma

Batara Eto lahir tahun 1979 di Medan, Indonesia dengan nama Batara Kesuma dari ibu keturunan Tionghoa. Kakeknya adalah orang Jepang bermarga Eto. Batara mahir berbahasa Indonesia, Inggris, Jepang dan juga dialek Hokkian. Tahun 1999, Batara pergi merantau ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan di fakultas Teknik Informatika, Universitas Tokushoku Tokyo. Sebelum lulus, Batara menjalani proses internship di E-Mercury, Inc. dimana Batara nantinya akan bergabung dan memulai pengembangan program pembuatan mixi. Tahun 2007, Batara mengganti kewarga negaraannya dari WNI menjadi warga negara Jepang serta mengubah nama belakangnya dengan nama keluarga kakeknya menjadi Batara Eto. Pada tahun 2008, Batara meninggalkan posisi Chief Technology Officer di mixi untuk berwiraswasta mendirikan perusahaannya sendiri EtoLabo.

Mungkin perjalanan hidup Batara tidaklah terlihat terlalu rumit, tapi bukankah sebuah film tak mesti dibuat pure non-fiction? Buat saja sebuah film semi-biografi dengan campuran fiksi untuk mendramatisasi kisah pendirian mixi. Karena Batara adalah satu-satunya developer, mungkin hubungan Batara dengan Kenji bisa dijadikan semacam hubungan Mark Zuckerberg – Sean Parker, walaupun lebih kearah hubungan antara atasan dan bawahan. Kisah pergantian warga negara Batara juga bisa dibuat lebih menarik dengan dilema yang dihadapi oleh Batara. Apakah polemik ini memang ada atau tidak, setidaknya campuran fiksi akan membuat cerita lebih menarik.

Siapakah kira-kira yang akan memproduksi film ini? Apakah pihak perusahaan film Indonesia? ataukah perusahaan film Jepang? Yang pasti, kedua pihak sepertinya harus bekerja sama karena akan ada adegan yang di shoot di Indonesia maupun di Jepang. Untuk pemeran utamanya sendiri, tentunya pemeran Kenji dipastikan orang Jepang asli. Untuk pemeran Batara bisa dibuat audisi tersendiri, mau pakai aktor Indonesia atau Jepang? mau pakai aktor profesional atau orang non-dunia akting, atau malah Batara sendiri yang berperan sebagai dirinya? Yang penting pemeran Batara setidaknya harus bisa berbicara bilingual bahasa Indonesia dan Jepang, serta bertampang asia timur (mata sipit) seperti saya misalnya😳

Bagaimana menurut anda? Kira-kira adakah pihak produser yang tertarik melayar lebarkan kisah pendirian situs jejaring sosial mixi? Semoga ada produser film yang nyasar dan membaca postingan ini:mrgreen:

NB
foto diambil dari sini
Wawancara dengan Batara Eto oleh TVone di link youtube.

9 Responses to “The Social Network, another story.”


  1. 1 lambrtz February 23, 2011 at 11:16 am

    seperti saya misalnya

    Emangnya situ mau dibotak?😕 Demi duit dan popularitas mah rela aja ya

    • 2 AnDo February 23, 2011 at 11:21 am

      @lambrtz
      wow… ki sanak sungguh cepat menyambar postingan😀

      Emangnya situ mau dibotak?

      wong dijawab sendiri koq walau dicoret
      lagian khan rambut saya termasuk rambut subur yang bisa tumbuh dgn cepat. bisa dibantu pula dengan shampoo metal \m/

  2. 3 Disc-Co February 23, 2011 at 11:19 am

    Sepertinya kurang tepat bila target pemasarannya Indonesia, sebab mixi sendiri hanya segelintir orang yang tau.

    Lain hal bila bikin film tentang sejarah terbentuknya KasKus, baru cocok.😆

    Btw, saya sendiri pernah iseng bermain ke mixi, tapi hanya bertahan sekitar 2-3 hari setelah itu balik ke fesbuk lagi, gak ngeh dengan bahasanya.😛

    • 4 AnDo February 23, 2011 at 11:25 am

      @Disc-Co

      saya sendiri pernah iseng bermain ke mixi

      Eh??? Pakai account siapa? soalnya setauku yang punya account mixi harus orang yang tinggal di Jepang dan punya HP Jepang lho.
      Saya masih punya account mixi buat hubungan dgn teman2 kampus, walau jarang aktif ngasih kabar. lebih suka pasif baca gosipan teman😆

  3. 5 Disc-Co February 23, 2011 at 11:31 am

    @ando
    Dibikinkan account sama teman disana, 1 account untuk semua member forum game fighting di Indonesia.😆

  4. 7 ik's February 24, 2011 at 10:16 am

    ah bpk kesuma in pernah d’intervw lho dTVone, ‘bukan jalan2 biasa’.
    ttng kerjaany it, trus wkt dtny “knp ga b’kry d’indonesia aj?” jwbny “…….”(snyum aj):)

  5. 9 A9N-EZ May 31, 2011 at 9:10 am

    Ada yang bisa pinjamin, atau gak bikinin akun mixi?..
    Pen nyobain juga. Q_Q


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: