Archive for February, 2011

Nude – Perjalanan seorang Mihiro

Ini bukan soal cinta-cintaan, ini soal bisnis!
(Manager Enomoto)

Catatan: Film ini bukan film soft porn apalagi JAV. Cuma film mainstream biasa tentang perjalanan dan kehidupan salah satu artis JAV terkenal bernama Mihiro.

Anda kenal dengan artis JAV (Japanese Adult Video) yang bernama Mihiro Taniguchi? Kalau anda lebih kenal nama Maria Ozawa dibanding Mihiro adalah suatu hal yang wajar, toh memang nama Maria Ozawa lebih dikenal di Indonesia. Tapi di Jepang, nama Mihiro jauh lebih ngetop dibanding rekan sesama AV idol yang dulunya menggunakan nama panggung Miyabi diawal karirnya tersebut. Tahun 2009, Mihiro meluncurkan sebuah novel otobiografi tentang awal perjalanan karirnya di industri pornografi Jepang berjudul nude. Novel ini kemudian diadaptasi menjadi sebuah film live action tahun 2010 yang disutradarai oleh Yuichi Onuma dengan aktris Naoko Watanabe sebagai Mihiro. Selain film, novel nude juga diadaptasi menjadi manga berjudul nude ~ AV Joyu Mihiro Tanjo Monogatari (Kisah kelahiran artis AV Mihiro) oleh mangaka wanita Ojiro Makoto. Setelah memutuskan pensiun dari dunia pornografi pada awal tahun 2010, Mihiro lebih memfokuskan dirinya untuk berkarir di perfilman mainstream dan acara TV. Continue reading ‘Nude – Perjalanan seorang Mihiro’

The Social Network, another story.

Setelah selesai nonton film The Social Network, tiba-tiba aku teringat dengan sebuah situs jejaring sosial lain yang menurutku kisah tokoh developernya menarik untuk diangkat ke layar lebar. Namanya mixi dan mungkin orang diluar Jepang kurang kenal dengan mixi. Akan tetapi di Jepang sendiri, mixi adalah situs jejaring sosial paling banyak dipakai oleh orang Jepang, mengalahkan pemakaian facebook sekalipun. Hingga kini, mixi terhitung meraih pasar pengguna sekitar 80 persen dari total pemakai situs jaringan sosial di Jepang. Aku jadi berandai-andai jika seandainya kisah ini diangkat ke layar lebar, bakalan seperti apakah jadinya. Namanya juga berandai-andai, mari kita lihat kira-kira bagian apa saja yang menarik untuk ditampilkan. Continue reading ‘The Social Network, another story.’

A Better Tomorrow (2010), sebuah remake rasa Korea

Menurutku, membuat film action yang bagus jauh lebih sulit dibanding membuat film drama yang bagus, sama sulitnya dengan membuat film komedi yang bagus. Sudah menjadi hal awam kalau film drama bisa lebih memfokuskan isi film ke dalam cerita dan skenario. Tapi hal ini sulit dilakukan oleh pembuat film action karena harus membagi konsentrasi antara cerita dan adegan aksi nan seru. Ujung-ujungnya kebanyakan pembuat film action terpaksa mengorbankan salah satu untuk memperkuat bagian lain, dan biasanya yang dikorbankan adalah cerita. Beruntunglah dunia perfilman Hong Kong memiliki seorang John Woo yang mencapai puncak keemasannya ketika masih produktif di Hongkong. Walaupun beliau masih aktif hingga sekarang, tak bisa dipungkiri kalau kehebatannya mengolah film action bermutu justru berada dikisaran era pertengahan 1980-an hingga 1990-an. Salah satu film action bagus yang menjadi trade mark film-film sejenis adalah A Better Tomorrow (1986). Bagaimana tidak? Bukan hanya mengawali genre baru yang disebut sebagai genre Heroic Bloodshed, film ini juga menyebabkan booming film bertema triad (mafia China) yang masih banyak diproduksi hingga sekarang. Kali ini giliran perindustrian film Korea Selatan mencoba untuk membawa film berstatus cult seperti A Better Tomorrow dibuat ulang dengan cerita yang disesuaikan dengan kondisi dan pasar perfilman Korea. Bagaimanakah hasilnya? Harap dicatat, John Woo termasuk salah satu eksekutif produser film daur ulang yang berjudul asli Mujeokja (Invicible) ini. Continue reading ‘A Better Tomorrow (2010), sebuah remake rasa Korea’

Lagu Jepang Romantis

Wah, besok tanggal 14 Februari yah? 😈
Walaupun aku tak merayakan hal khusus di hari tersebut, tapi suasana disekitar membuatku memutuskan untuk membuat postingan ini. Soalnya tiap kali aku main ke tempat keramaian, suasana hari valentine selalu mendominasi, termasuk dengan memutar lagu-lagu bertema cinta yang romantis.

Lagu romantis? Yang seperti apakah lagu romantis itu? Masing-masing orang punya dasar pendapat berbeda mengenai alasan menilai suatu lagu romantis atau tidak. Salah satu alasannya adalah berdasarkan penyanyinya yang merupakan sepasang kekasih? Tentunya lagu tersebut bisa jadi bahan tertawaan di beberapa tahun kemudian bila pasangan tersebut bercerai dengan alasan selingkuh seperti halnya pasangan ini 😆 Alasan lain yang paling banyak dipilih orang adalah lirik yang dianggap romantis.
Continue reading ‘Lagu Jepang Romantis’

BECK ~ Moon Beams (Romaji Lyric)

Setelah mencari kesana kemari, ternyata belum ada situs yang menyediakan lirik dengan huruf romaji lagu BOY yang dibawakan oleh Spank Page untuk mengisi slot soundtrack film BECK Live Action. Dalam film BECK Live Action sendiri, lagu ini dibawakan BECK pada penampilan terakhir mereka di ajang Greatful Sound. Judul lagu ini dalam versi film adalah Moon Beams yang liriknya ditulis dalam bahasa Inggris dan dinyanyikan tanpa suara oleh tokoh Koyuki atas permintaan mangaka Harold Sakuishi yang menginginkan agar suara Koyuki menyanyi di hilangkan atau paling tidak diganti dengan suara lain. Berhubung hanya ada lirik berhuruf kana yang ditemukan, saya mencoba menulis ulang lirik tersebut dalam huruf romaji. Continue reading ‘BECK ~ Moon Beams (Romaji Lyric)’

Gantz – Live Action Movie

Tahukah anda, apakah itu Gantz? Sepertinya kalau anda bukan penggemar animanga, mungkin tak tahu apa-apa tentang Gantz. Gantz adalah manga thriller psikologi campur sains fiksi karya Hiroya Oku yang berkisah tentang tim orang-orang mati yang dihidupkan kembali oleh sebuah bola hitam untuk mengikuti game survival memburu alien. Manga Gantz sendiri masih belum tamat hingga sekarang dan pola ceritanya sudah mulai baku untuk menceritakan inti dari plot aslinya yang awalnya kelihatan cuma main game survival.
Continue reading ‘Gantz – Live Action Movie’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: