Three Investigators The Movies – Trio Detektif rasa Jerman

We Investigate Anything
? ? ?

First Investigator – Jupiter Jones
Second Investigator – Pete Crenshaw
Records & Research – Bob Andrews

Pernah melihat kalimat seperti diatas lengkap dengan 3 tanda tanya yang menurut Jupiter menimbulkan kesan dan penasaran bagi orang yang melihatnya? Ya! Bagi anda yang tumbuh besar di era tahun 1980an/1990an dan gemar membaca kisah misteri, dijamin mengenal tiga pemuda tanggung asal Rocky Beach yang membuka biro penyelidikan dengan nama Trio Detektif. Serial novel yang sempat salah kaprah dianggap karya Alfred Hitchcock di Indonesia ini memang sempat booming bersama serial novel petualangan lainnya seperti Lima Sekawan, Sapta Siaga hingga STOP. Bedanya, Trio Detektif lebih beraroma dewasa dibandingkan Lima Sekawan ataupun Sapta Siaga. Malah bagiku pribadi, Trio Detektif bisa dianggap sebagai jembatan perantara antara novel detektif remaja a la Lima Sekawan menuju novel detektif dewasa seperti Agatha Christie dan serial Sherlock Holmes. Walaupun Trio Detektif cukup dikenal di negara asalnya USA sana, namun kisah Trio Detektif jauh lebih terkenal di Jerman (bahkan sampai memiliki status cult). Tak heran bila film live action ini diproduksi oleh Jerman dengan kru-kru Jerman pula, walaupun menggunakan international casting untuk para aktornya dengan dialog bahasa Inggris.

Ada 3 film trilogy yang rencanakan untuk diproduksi oleh Studio Hamburg International Production, dan 2 diantaranya telah selesai dbuat oleh sutradara Jerman Florian Baxmeyer, yaitu:
– The Three Investigators and the Secret of Skeleton Island (2007)
– The Three Investigators and the Secret of Terror Castle (2009)

Dan hasilnya, I hate these films. Mungkin orang lain masih bisa menikmati kedua film Trio Detektif ini, tapi bagi aku yang menggemari kisah penyelidikan trio penyelidik muda ini benar-benar kecewa dengan film live action. Ada beberapa hal yang membuatku komplain terhadap film adaptasi layar lebar pertama Trio Detektif ini.

Komplain pertamaku adalah masalah kasting. Ketiga anggota Trio Detektif dikesankan dalam buku sebagai anak SMA berusia 15-16an tahun, mengingat mereka belum boleh mengendarai mobil sendiri dan tinggal di California yang memberlakukan SIM mobil minimal berumur 18 tahun (dibandingkan dengan Skinny Norris yang punya SIM). Dalam film adaptasi, para aktornya terlihat seperti remaja SMP culun yang doyan berlagak dewasa. Kalau soal tampang sih, pemeran tokoh Jupiter dan Pete masih lumayan matching, tapi pemeran Bob benar-benar tidak cocok. Bisakah anda membayangkan tampang Bob sebagai pemuda petugas perpustakaan yang kutu buku dan doyan riset dalam diri Cameron Monaghan? Yang seharusnya Bob yang rapi jali, berkaca mata dan bertampang geek tiba-tiba saja berubah menjadi anak culun berambut kriwil lengkap dengan bintik-bintik merah ruam di wajah. Apa nggak ada aktor muda lain yang punya tampang geek untuk peran Bob? Parahnya, karakter Bob yang serius dalam novelnya dibikin seperti badut pesakitan untuk adegan lucu-lucuan.

Bandingkan tampang ilustrasi novel dan tokoh film.
Kiri-kanan (atas) Jupiter, Pete, Bob.
(bawah) Bob, Jupiter, Pete.

Komplain keduaku adalah plot cerita yang berubah. Terlihat jelas kalau hanya judul dan tokoh penting saja yang diambil dari novelnya, sisanya sama sekali tidak ada nyangkut-nyangkutnya dengan novel kecuali pengambilan lokasi setting di pulau tengkorak dan kastil menyeramkan. Lihat saja Rahasia Puri Setan yang mengambil plot tentang Trio Detektif mencari puri seram untuk lokasi syuting film, dalam film kedua plot berubah menjadi pemecahan latar belakang kematian kedua orang tua Jupiter. Bahkan kemunculan si maling licin asal Perancis Hugenay terkesan dipaksakan dan mengada-ada, sehingga membuat kisah keseluruhannya menjadi lebay. Hal ini diperburuk dengan kualitas akting ala kadarnya, terlebih akting para aktor dewasanya justru lebih buruk dibandingkan akting aktor remaja yang termasuk lumayan.

Komplain terakhirku adalah aroma dewasa Trio Detektif menghilang dan berganti dengan petualangan remaja model Lima Sekawan. Terlalu banyak adegan khas film petualangan anak-anak yang menyajikan adegan seru-seruan berlebihan dengan banyaknya adegan serba kebetulan. Buat anak-anak sih film ini memang terkesan keren, tapi bagi orang dewasa justru terkesan kekanak-kanakan. Padahal aku yang membaca ulang novel Trio Detektif masih merasakan ketegangan disertai pemakaian logika untuk memecahkan misteri dan teka-teki, masih dengan perasaan yang sama ketika membaca novel Trio Detektif jaman SMP.

Kedua film adaptasi ini bukannya tanpa kelebihan. Lokasi setting di Afrika Selatan memang harus diakui tidak mengecewakan, baik untuk pulau tengkoraknya maupun kastil terornya. Pulau tengkorak memang bagus untuk digunakan sebagai panggung pertunjukan penyelidikan Trio Detektif dengan suasana eksotisnya. Kastil teror memang tampak menyeramkan dari luar, walaupun interior didalamnya malah seperti rumah setan dalam pertunjukan pasar malam. Lalu peralatan yang digunakan Trio Detektif lumayan kreatif, walaupun terlihat baru dan mengkilat (dalam novel, semua peralatan berasal dari barang bekas yang dipermak dan diutak-atik Jupiter)

Sebenarnya mungkin saja film ini tidak jelek-jelek amat, apa lagi buat konsumsi anak-anak yang doyan film petualangan karena memang film ini sepertinya dari awal memang ditujukan untuk anak-anak. Hanya saja karena aku yang notabene penggemar novel Trio Detektif dan memiliki kesan mendalam terhadap novelnya, film ini jadinya mengecewakan. Jika saja aku nonton film ini tanpa menghubung-hubungkan dengan Trio Detektif, mungkin saja aku mendapatkan kesan seperti nonton film Petualangan Sherina.

Sutradara:
Florian Baxmeyer
Cast:
Jupiter “Jupe” Jones – Chancellor Miller
Peter “Pete” Crenshaw – Nick Price
Robert “Bob” Andrews – Cameron Monaghan

Trailer The Secret of The Skeleton Island
Trailer The Secret of Terror Castle

Rating untuk keduanya: 2.25/5

13 Responses to “Three Investigators The Movies – Trio Detektif rasa Jerman”


  1. 1 ardhie November 29, 2010 at 1:53 am

    kalau saya memang belum pernah baca novelnya
    saya lebih sering membaca lima sekawan ..

    itu kenapa yang menjadi aktornya di dilm tidak mirip dengan sket pada gambar .??

    • 2 AnDo November 29, 2010 at 3:02 am

      @ardhie
      Saya juga baca semua novel Lima Sekawan karya Enid Blyton, termasuk juga serial sapta siaga, seri petualangan, sampai pasukan mau tahu pas jaman SD sampai SMP. Gara2 baca Trio Detektif, minat saya jadi bangkit untuk baca buku2nya Agatha Christie.

      itu kenapa yang menjadi aktornya di dilm tidak mirip dengan sket pada gambar .??

      Itulah komplain pertamaku tentang kasting. Pemilihan aktornya kurang tepat.

  2. 3 Zeph November 30, 2010 at 7:09 am

    Rating untuk keduanya: 2.25/5

    .
    .

    *berlalu*

  3. 5 chie December 7, 2010 at 1:55 pm

    aku baru aja dikasi tau temen soal film ini..denger cerita dia yang kecewa jadi males nontonnya.. xD meski si pete di live action terlihat cute hihihih

    ah jadi inget ..novel2 trio detektif ku ngumpet dimana yaO_o

    • 6 AnDo December 8, 2010 at 1:52 pm

      @chie
      Nick Price yg main jd Pete emang cute. Sayangnya komedi khas Trio Detektif dlm diri Pete menghilang. Pete dlm novel digambarkan paling kekar dan atletis, tapi diatara mereka bertiga justru Pete yang paling malas mengambil resiko dan gak suka menempuh bahaya. Komedi ttg Pete yg kelihatan penakut (sebenarnya sih nggak) justru jadi komedi khas Trio Detektif. Disini malah Bob yang jadi badut, mentang2 dia kelihatan paling lemah.

  4. 7 yenni September 15, 2011 at 4:24 am

    hei aku kira buku ini terbitan Amrik, koq filmnya dari jerman…

    • 8 AnDo September 15, 2011 at 4:42 am

      @yenni
      Memang bukunya terbitan Amrik koq.
      Di Jerman bukunya lebih ngetop dibanding negara asalnya Amrik, sehingga justru pihak Jerman yang pengen bikin filmnya.

  5. 9 realsifo777 November 20, 2011 at 4:59 pm

    sory bro koment🙂

    buku trio detektif ada 2 bro😀

    1. trio detektive smp (misteri macam gugup, dll)
    2. trio detektif sma (ayam goreng beracun, dll lupa🙂

    • 10 AnDo November 21, 2011 at 9:49 am

      Versi original keluaran penerbit USA Random House semuanya menempatkan Trio Dtektif sebagai remaja yang tak dijelaskan usia mereka berapa. Coba cek daftar keluaran Random House di link ini
      Kalaupun ada yang menceritakan Trio Detektif sebagai yang lebih dewasa, ada kemungkinan itu serial baru yang diberi titel Crimebusters series…. dan saya belum pernah baca satupun serial baru ini

  6. 11 Mer Liatea December 3, 2011 at 7:12 am

    Novel yg plng saya sukai selain 5 sekawan……dulu pernah nonton film nya
    tapi di TV…..pengen banget liat di tayangan lyr lebarnya…….

  7. 12 anifelf November 9, 2014 at 3:51 pm

    Maaf, saya comment yg mungkin nggak penting ya.. Dari dulu saya mesti baca buku2 T3I n berharap ada filmnya. 2 tahun lalu aku nemu filmnya tp karena temen2ku di SMP gak ada yang suka T3I yaudah nggak aku download. #maafcurcol Tp sekarang aku baca2 ulang novel2nya n nyari filme.
    Pertanyaannya ada subtitlenya enggak ya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: