My Darling is a Foreigner – Dumb and Cute

Membina hubungan antara pria dan wanita berbeda latar belakang sering sekali menjadi tema film romcom (komedi romantis) industri film dunia. Ada banyak hal yang bisa digunakan sebagai bumbu cerita seperti beda agama, beda budaya, beda status sosial hingga beda finansial. Perfilman Indonesia sendiri pernah menghasilkan film bagus seperti cin(T)a yang mengangkat tema kisah cinta beda ras dan beda agama. Film ini sendiri membahas tentang dua sejoli berbeda ras yang ingin bersatu dalam ikatan pernikahan. Film yang diadaptasi dari manga karya Saori Oguri berjudul Darling wa Gaikokujin ini berdasarkan pengalaman pribadi sang mangaka Saori dengan suaminya Tony László.

Film dibuka dengan wawancara beberapa pasangan wanita Jepang dengan suaminya pria non-Jepang (diantaranya Perancis, USA, Mexico, dan Nepal). Kemudian adegan diteruskan dengan memperkenalkan 2 tokoh utamanya Saori (Mao Inoue) seorang mangaka wanita dan Tony (Jonathan Sherr) jurnalis asal USA yang maniak bahasa Jepang. Mereka berdua sedang berkencan untuk ketiga kalinya. Singkat kata Saori dan Tony akhirnya tinggal serumah (kumpul kebo maksudnya). Ketika keduanya serius ingin menikah, Saori ingin memperkenalkan Tony pada orang tuanya pada pesta pernikahan kakak Saori. Sayangnya meski ibu Saori setuju dengan pilihan anaknya, ayah Saori menentang pernikahan beda ras ini.

Ketika melihat pembukaan film yang menampilkan wawancara pasangan suami-istri a la When Harry Meet Sally, aku langsung memiliki ekspektasi tinggi terhadap film ini. Akan tetapi ketika adegan beralih pada tokoh utamanya, ekspektasiku langsung terjun bebas. Masalahnya akting tokoh utamanya buruk sekali, terutama Jonathan Sherr. Sepertinya kasting tokoh utama lebih memilih ke penampilan, yaitu wajah manis Mao Inoue dan tampang brewokan Jonathan Sherr, tanpa mempertimbangkan kemampuan akting mereka. Hasilnya aku langsung ilfil melihat adegan selanjutnya yang juga berlebihan menurutku. Hal ini ditambah dengan penggambaran sosok orang asing dalam bentuk karakter Tony yang sama sekali nyeleneh. Contohnya saja adegan Tony menanyakan alamat terhadap orang Jepang yang lewat, belagu amat si Tony nanya pake Kansai-ben (logat kansai) padahal adegan selanjutnya sampai akhir film, Tony bicara dengan bahasa Jepang standard. Seorang temanku asal India bernama Abinav bicara bahasa Jepang sehari-harinya dengan logat Kansai yang kental karena dia menghabiskan masa SMA nya di kota Nara (kota di daerah Kansai), sehingga bicara logat Kansai sudah menjadi kebiasaannya yang sulit diubah. Tapi Tony belajar bahasa Jepang dan menghabiskan waktunya di Tokyo, jadi ngapain si Tony nanya alamat pakai logat Kansai? Dibilang belagu, mayoritas isi film menampilkan Tony sebagai tokoh yang simpatik. Adegan aneh lain adalah Tony yang lancar bicara bahasa Jepang sampai sering memakai ungkapan-ungkapan yang jarang diketahui orang asing pada umumnya malah kebingungan dengan ungkapan “kibun tenkan” yang sering dipakai dalam dialog sehari-hari. Lebih parahnya lagi, tokoh Tony yang lama tinggal di Jepang dan gaul dengan masyarakat Jepang, malah seakan-akan buta dengan masalah bentrok budaya, padahal Tony diperlihatkan terpelajar.

Ada juga sih yang menarik dalam film ini misalnya penampilan pelawak Patrick Harlan dari grup Manzai Pakkun-Makkun. Harlan yang berperan sebagai Paul si Playboy yang “stereotip orang asing” menganggap semua perempuan Jepang sebagai cewek gampangan lumayan lucu, walau cuma kebagian peran sedikit. Lalu walaupun Mao Inoue berakting buruk, tetap saja wajah manisnya enak dipandang. Dalam beberapa adegan juga, sinematografinya cukup bagus. Sisanya… yaaahhhh begitulah. Banyak orang asing (tinggal di Jepang) yang nonton film ini memberikan komentar film ini sebagai “dumb movie” dan mengatakan lebih baik menggunakan uang tiket nonton untuk membeli manga-nya yang lebih menarik. Disisi lain ada hal cute nya, ya itu tuh Mao Inoue:mrgreen:

Rating: 2.25/5

11 Responses to “My Darling is a Foreigner – Dumb and Cute”


  1. 1 Felicia November 22, 2010 at 4:58 am

    Inoue Mao jelek aktingnya?:-/
    Cuma pernah sekali nonton doramanya sih, First Kiss…
    Ceritanya tampak lucu sih…pengen nyari manga-nya ah ntar😛

    • 2 AnDo November 22, 2010 at 1:44 pm

      @Felicia
      Inoue kayaknya mau berakting komikal, tapi dia lupa kalau film ini adalah film drama romcom, bukan detroit metal city. Tapi seburuk-buruknya Inoue, pasangannya Jonathan Sherr lebih parah lagi.

      NB.
      Harap di catat, akting seorang aktor tidak selalu bagus atau selalu buruk di setiap film, selalu ada naik turun. Bahkan seorang George Clooney pun pernah berakting memalukan sebagai Bruce Wayne dalam Batman and Robin.
      Dan saya belum pernah nonton akting Inoue di film/drama lain.

  2. 3 Zeph November 25, 2010 at 3:00 pm

    Respon orang jepang sendiri terhadap film ini seperti apa? apa film ini sukses (dipasaran?) atau gagal?

    • 4 AnDo November 25, 2010 at 3:31 pm

      @Zeph
      Menurutku sih lumayan sukses untuk ukuran film lokal. Coba dibandingkan dengan jumlah penonton BECK THE MOVIE setelah sama-sama diputar 2 hari
      BECK: 230,151 penonton
      MDIAF: 390,301 penonton

      Dalam pemutaran minggu pertama, MDIAF menempati pemasukan terbanyak nomer 3, hanya kalah dari 2 film Hollywood: Shutter Island dan District 9.
      (sumber: cinemaonline)

      • 5 nao April 24, 2011 at 9:11 pm

        memang selera org jepang itu sedikit aneh,,, hmm mungkin krn cerita yg tdk biasa itu ya makanya laku,,

      • 6 AnDo April 25, 2011 at 9:31 am

        @nao
        Gak tau juga yah. Toh dorama kayak Nihonjin no Shiranai Nihonggo (udah ku review di bagian resensi film serial), yang punya tema sama tapi menurutku lbh bagus, malah kurang laku di jepang.

  3. 7 kiki June 27, 2011 at 7:32 pm

    waaa film nya udh lama ya…. saya baru nonton tuh…. mnurut saya bagus2 aja kok gan… sweet bgt… apalagi pas si tony minggat ke amrik… trus saori ke bayang2 ama tony…. sweet bgt…!!! mgkin krna saya org awam ya gan, jadi kaga trlalu nilai akting pemainya…. ya ngikutin aja alur ceritanya… hehe….

    • 8 AnDo June 28, 2011 at 7:01 pm

      @kiki
      Beda pendapat itu biasa lah gan.
      Ibarat pecinta sinetron ala “Putri yang Tertukar” pasti bilang sinetron itu wajib dapat piala Oscar, sedangkan pengkritiknya malah menghujat habis-habisan. Beda mata yang nonton, beda pula pendapatnya.

  4. 9 lala December 20, 2011 at 7:38 am

    kak, biasa kalo nnton film download? bisa mnta linknya?

    • 10 AnDo December 20, 2011 at 12:10 pm

      @lala
      Kalau nonton biasanya di bioskop atau sewa DVD di rental (Tsutaya) dekat apato.
      Kalaupun download cm buat film2 yang gak masuk bioskop kayak film-film art atau film indies.

      • 11 jeni April 22, 2013 at 9:44 am

        Aku mau donk ostnya. Soalnya keren trus bagus.
        Yang pas si Saori mau ke Amerika smbil lari2an n pas lagi di Taxi itu.
        Please…..
        Minta link downloadnya di hp ya. Soalnya aku pake’ hp.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: