The Girl Who Leapt Through Time (2010 Live Action)

“Ini nih, teknologi buatan tahun 2010!”
(Akari mengacungkan telepon selular pada Ryota)

Yang sudah pernah menonton adaptasi novel Toki wo Kakeru Shojo (umumnya disingkat menjadi TokiKake) karya Tsutsui Yasutaka ke dalam versi anime, tentu cukup mengenal inti cerita film ini yaitu kisah seorang gadis yang melintasi waktu ke masa lampau untuk memperbaiki kejadian dimasa sekarang. Terus terang saja, sebelum menonton film ini aku tadinya sempat meremehkan, atau paling tidak tak berharap banyak kalau film ini akan cukup berharga untuk ditonton. Maklumlah, kebanyakan live action sulit untuk menandingi bahan dasar adonannya, baik itu berupa novel maupun manga. Apalagi mengingat betapa novel ini sudah beberapa kali dibuat adaptasi film live actionnya. Aku sendiri nonton hanya sekedar iseng karena lagi malas nonton film-film berat. Lalu bagaimanakah hasil dari proyek terbaru film live action adaptasi dari novel terkenal ini?

Harap dicatat, film ini bukan adaptasi langsung dari novelnya, bukan juga adaptasi anime yang punya cerita berbeda, melainkan lebih cenderung kearah sequel dari novel TokiKake. Jadi secara teknik penceritaan, sang sutradara lebih bebas untuk mengekspresikan idenya tanpa terikat dengan alur asli novelnya yang menjadi latar belakang kisah. Tokoh utamanya adalah Yoshiyama Akari (Naka Riisa), cewek baru lulus SMA dan baru saja diterima di universitas. Akari adalah anak perempuan tokoh utama novelnya Yoshiyama Kazuko (Narumi Yasuda) yang hidup pada masa sekarang tahun 2010 sebagai seorang peneliti bidang farmasi. Akibat kecelakaan, Kazuko terbaring coma di rumah sakit. Kazuko sempat sadar dan meninggalkan pesan bagi anaknya untuk memegang janji bertemu dengan sosok Fukamachi Kazuo (Ishimaru Kanji) di tahun 1972. Mengandalkan ramuan pelompat waktu hasil penelitian ibunya, Akari berhasil kembali ke masa lalu. Sayangnya waktu yang disinggahi Akari ternyata bukan tahun 1972, melainkan 2 tahun sesudahnya yaitu 1974. Di tahun 1974 ini, Akari bertemu dengan Ryota Mizorogi (Nakao Akiyoshi), mahasiswa jurusan perfilman yang mengambil spesialisasi genre Tokusatsu (Science Fiction). Mengandalkan bantuan Ryota, Akari berusaha mencari informasi tentang keberadaan Fukamachi hingga akhirnya tanpa sadar perasaan cinta tumbuh diantara Akari-Ryota.

Kesan yang paling kuat dirasakan dalam film ini adalah chemistry antara tokoh Akari dan Ryota, baik untuk adegan komedi maupun adegan drama. Sebetulnya sih adegan yang menumbuhkan chemistry antara mereka sangat sederhana, tapi karena dibangun tanpa kesan berlebihan justru kesederhanaan ini menimbulkan kesan realistis. Lebih realistis dibandingkan hubungan ibu-anak antara Kazuo dan Akari yang menurutku menjadi salah satu titik lemah penokohan karakter disini (bayangkan, seorang ibu meminta anaknya mengambil resiko mengkonsumsi obat hasil penelitian yang belum diuji coba sekaligus melakukan perjalanan waktu yang mungkin saja membahayakan nyawa anaknya). Sutradara Taniguchi Masaaki memang bisa membuat kisah Akari di tahun 1974 jauh lebih menarik diikuti meski sayangnya kisah Akari di tahun 2010 jadinya terlihat lemah penanganannya.

Kombinasi antara sinematografi, make-up maupun kostum cukup membuat setting tahun 1970-an believable dan lumayan mengesankan. Akting Naka Riisa yang juga kulihat lewat drama Nihonjin no Shiranai Nihongo, ternyata melebihi ekspektasiku. Riisa mampu membawakan sosok Akari yang tak mengetahui dengan jelas siapa ayahnya. Terlihat dari sikap Akari yang memandang teman lelaki jaman sekolahan ibunya seakan-akan menduga-duga, apakah pria ini ayahnya atau bukan. Akting Nakao Akiyoshi juga juga patut mendapatkan pujian karena berhasil memperkuat chemistry antara tokoh Akari-Ryota, sampai-sampai aku ikut-ikutan merasa sedih ketika mereka berdua terpaksa harus dipisahkan ruang dan waktu. O iya asal tahu saja, Naka Riisa adalah pengisi suara tokoh utama Makoto si cewek pelompat waktu dalam versi adaptasi anime The Girl Who Leapt Through Time (kalau mau dihubung-hubungkan, Akari adalah sepupu Makoto).

Selain itu, nikmatilah cover version lagu Toki wo Kakeru Shojo lewat suara si manis Kiyoe-chan sebagai insert song film. Ikimono Gakari mengaransemen ulang lagu aslinya yang dibawakan pertama kali oleh Harada Tomoyo dalam film The Girl Who Leapt Through Time versi 1983 Live action. Ikimono Gakari juga membawakan lagu mereka yang berjudul Nostalgia sebagai ending theme.

So my verdict, adaptasi TokiKake kali ini ternyata cukup memuaskan dan menghibur. Memang storyline dan kesan yang didapat berbeda dengan cerita original ataupun adaptasi anime-nya, tapi rasanya lebih fresh daripada sekedar mengulang adaptasi lama.

Catatan: Film ini dijadwalkan akan diputar di INAFFF (Indonesia International Fantastic Film Festival) 2010, bulan November (Bioskop Blitz Jakarta dan Bandung) nanti dengan judul Time Traveller: The Girl Who Leapt Through Time

Rating: 3.25/5

Toki wo Kakeru Shojo by Ikimono Gakari

11 Responses to “The Girl Who Leapt Through Time (2010 Live Action)”


  1. 1 purisuka October 29, 2010 at 10:03 am

    saya udah liat trailernya dulu, dan trailernya keliatan meyakinkan. semoga bisa nonton di inaff nanti.

    • 2 AnDo October 29, 2010 at 10:45 am

      @purisuka
      Sebenarnya sih film ini nggak istimewa amat skenario dan eksekusinya oleh sutradara. Tapi karena kuatnya chemistry antara dua tokoh utama, kesannya jadi menarik.
      Kemungkinan ngantri loh kalau nonton di Blitz Paris van Java. Semoga bisa ditonton.

  2. 3 richard November 19, 2010 at 8:59 am

    terharu…
    emang bener mas, chemistry antara akari-ryota kerasa banget.
    aku malah belon nonton animenya lho….
    tapi aku baru tau kalo yang isi soundtracknya ikimonogakari…cocok ama filmnya yang nostalgia

  3. 5 Asop November 20, 2010 at 8:08 am

    SUdah kudugaaaa habis lihat cover pilem di awal posting-an, ternyata itu Naka Riisa!😳😳
    Berkat ulasan Mas Ando tentang serial “Nihonjin no Shiranai Nihongo”, dulu saya langsung cari torrent-nya di nyaatorrent, langsung saya tonton dan saya langsung takjub dengan Naka Riisa.😳 Dulu ngunduh sampe ep 9 doang, ep 10-12 menyusul.😀

    Dan benarkah pilem ini bakal tayang di bioskop Indonesia?😯 Kalo bener, asik.🙂

    • 6 AnDo November 20, 2010 at 8:21 am

      @Asop
      Kalau liat jadwal iNAAF, film ini bakal diputar di Blitz Paris van Java Bandung hari Minggu siang tanggal 28 Nov 2010 nanti.
      O iya, kalau udah nonton komplit, nanti bikin resensi Nihonjin no Shiranai Nihonggo di blog sendiri yah:mrgreen:

    • 7 kembon May 5, 2014 at 3:25 am

      ngunduh nya d mana?

  4. 8 Stardust February 28, 2011 at 2:34 pm

    Telat nonton versi 2010 ini.
    Dulu ada yang versi jadul. Pasti lebih bagus.
    Apalagi animenya.

  5. 10 Knightt Riders Kegelapan February 3, 2014 at 2:12 pm

    mas mau tanya ini judul sountracknya apa? pengen punya sountracknya bohon bantuanya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: