Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame

Setelah film Reign of Assassins, datang lagi sebuah film wuxia yang dibalut cerita misteri. Berbeda dengan Reign of Assassins yang fiktif, kisah Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame (disingkat saja menjadi Detective Dee) diangkat berdasarkan tokoh nyata yang ceritanya berdasarkan novel fiksi berjudul sama karya Liu Qianyu. Sang detective dalam kisah ini sendiri adalah seorang petinggi pemerintahan jaman dinasti Tang bernama Di Renjie yang memang terkenal sebagai tokoh cerdik pandai yang banyak akalnya. Tingginya kemampuan analisis dan deduksi Di Renjie membuat banyak pengarang memfiksikan tokoh ini dalam posisi sebagai seorang detective.

Dikisahkah satu-satunya kaisar wanita dalam sejarah China, Empress Wu Zetian sedang mempersiapkan upacara pelantikannya sebagai kaisar wanita pertama secara besar-besaran. Persiapan upacara dengan pembangunan patung raksasa Empress Wu (Carina Lau) terganggu akibat kematian aneh pejabat tinggi pemerintahan yang tewas terbakar tanpa sebab jelas. Untuk mengungkap kasus aneh ini, Empress Wu memanggil kembali Di Renjie (Andy Lau) dari hukuman pengasingan akibat tuduhan memberontak 8 tahun sebelumnya. Di Renjie dengan gaya eksentrik dan metode uniknya mulai menyelidiki api siluman yang membakar para korban. Dibantu (atau malah dimata-matai) pelayan setia sang Empress Sangguan Jing-erl (Li Bing bing) dan si albino petugas penyelidik kekaisaran Pei (Deng Chao), Di Renjie berusaha memecahkan misteri dibalik api siluman tersebut.

Ketika Detective Dee resmi dibuat, pikiranku cuma ada satu: “Hey, Tsui Hark bikin film wuxia lagi nih. Harus nonton!” Nyatanya aku memang cukup puas nonton film buatan Tsui Hark yang ini, meski secara keseluruhannya aku lebih suka Reign of Assassins. Misteri dalam film ini sendiri tak terlalu menarik walaupun tak bisa dibilang jelek. Malah dibandingkan mengusung segmen misteri, Tsui Hark lebih fokus ke arah epic kolosal dengan kuatnya latar setting kekaisaran. Sinematografinya emang keren plus memang sebagian besar dana produksi Detective Dee amblasnya ke pembuatan latar setting termasuk pembuatan patung raksasa Empress Wu. Adegan laganya sendiri menurutku tidak terlalu istimewa, walaupun senjata yang dipakai Di Renjie memang termasuk unik untuk dipakai bertarung. Padahal penata laganya Sammo Hung yang baru saja menghabiskan waktunya menata laga Ip Man 2.

Andy Lau sendiri menurutku sangat pas berperan sebagai Di Renjie yang sudah setengah baya meskipun gayanya tetap eksentrik dan sulit dipahami orang lain. Yang mencuri perhatian pastilah Carina Lau. Istri Tony Leung ini bikin geregetan ketika muncul sebagai sang Empress yang anggun, dingin dan tak kalah eksentrik dibandingkan Di Renjie. Gaya akting Carina Lau memang keren. Sampai-sampai aku sendiri tak tahu apakah sang Empress sedang baik hati atau sedang murka atau malah sedang merencanakan sesuatu bagai udang dibalik batu ketika sang Empress berbicara sambil melirik dan tersenyum misterius. Tentang Li Bingbing? Wow… she’s cute and definitely hot!!!đŸ˜›

Rating: 3.5/5

5 Responses to “Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame”


  1. 1 Oni Suryaman November 15, 2010 at 6:32 am

    lagi main di indonesia an. kusempatkan nonton lah…
    btw, kamu udah baca review A FROZEN FLOWER di tempatku belum?

    • 2 AnDo November 15, 2010 at 3:52 pm

      @Oni
      Udah baca. Tapi koq aku kurang tertarik nonton.
      btw, aku lagi jarang nonton sekarang, lagi gak mood. Rita lagi sakit parah, aku jadi kepikiran terus.

  2. 3 xchalant September 6, 2011 at 2:42 am

    Baru saja nonton film ini dan nggak nyangka bakalan bikin terpaku saking menariknya adegan dan latar belakang yg disajikan.
    YupL buat penggemar film2 petualangan misteri ala Pirates of Caribbean atau Clash of Titans yg dihiasi dgn makhluk2 mitologinya maka film detective dee ini adalah film yg pasti juga disuka walau dalam nuansa timur.. dan menurutku malah lebih bagus.
    Sebuah kemajuan luar biasa dari sisi sinematografi jika benar film Tsui Hark ini murni dikerjakan sineas HK/Asia yg berarti sudah menyamai sajian dari hollywood, editingnya rapi, penggabungan gambar mulus dan efeknya realistis.

    Btw, salam kenal dan kayanya sy bakalan sering2 baca resensi disini karena bagus2 dan kebetulan seleranya nontonnya rada mirip.


  1. 1 The Four « Toumei Ningen – The Reviews Trackback on July 22, 2012 at 6:59 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: