The other side of Kitamura Ken

Penggemar musik rock Jepang pasti kenal dengan nama Kitamura Ken, gitaris utama L’arc~en~ciel. Namun tulisan ini tidak membahas tentang L’arc~en~ciel, melainkan proyek solo Ken sang gitaris. Kalau dipikir-pikir, Ken bukanlah sosok pemain gitar asal Jepang yang paling hebat. Soal skill dan teknik, Ken masih kalah dibandingkan Tak Matsumoto (gitaris B’z) yang punya kemampuan teknik bermain lebih lengkap. Kalau dari sisi sound, Miyavi dan Sugizo bahkan punya sound yang lebih unik dan terkadang nyentrik dibandingkan sound gitar Ken yang biasa saja. Keunikan musik L’arc~en~ciel sendiri lebih dikarenakan perpaduan melodis antara gitar Ken dijalin dengan bass Tetsu yang memang berbeda style-nya dibanding band lainnya, bukan karena sound gitar Ken semata. Lalu, jika tak ada sosok Tetsu disisinya, bagaimana kira-kira musik yang dibawakan Ken?

Sons Of All Pussys

Proyek solo pertama Ken sewaktu hiatusnya L’arc~en~ciel adalah band trio yang dibentuk bersama Sakurazawa Yasunori aka Sakura mantan drummer L’arc~en~ciel dan Ein, blasteran Jepang-Jerman pada posisi bass. Tujuan utama Ken membentuk band ini adalah untuk mengekspresikan musik yang ingin dieksplorasi Ken pribadi, tapi sulit ditampilkan dalam format band L’arc~en~ciel. Uniknya Ein sendiri tak punya pengalaman manggung, dia sendiri adalah seorang foto model yang pernah tampil dalam PV L’arc~en~ciel sebelumnya (Heaven’s Drive dan Love Flies). Tanggal 26 November yang disengaja bertepatan dengan peringatan hari Ofuro Jepang [:mrgreen: ], dibentuklah band yang diberi nama Sons Of All Pussys atau disingkat menjadi S.O.A.P.

Sakura, Ken, dan Ein

S.O.A.P menelurkan 3 mini album dan sebuah single sepanjang perjalanan kelompok ini sebelum hiatus. Apa yang diharapkan Ken benar-benar menjadi kenyataan. S.O.A.P berhasil menampilkan musik yang berbeda dengan L’arc~en~ciel dan terasa lebih personal bagi sosok Ken. Tanpa Tetsu, sound gitar Ken terasa lebih dominan baik dalam rhythm maupun sewaktu menggebrak lewat melodi. Hal ini tak terlepas dari style permainan bass Ein yang lebih berperan sebagai pengiring. Sakura ternyata belum berubah gaya permainannya yang mengutamakan power sehingga cocok dengan sound S.O.A.P yang berciri Hard Rock. Satu-satunya kelemahan S.O.A.P adalah dari segi vokal. Rasanya mendengar Ken menyanyi terutama untuk range oktaf tinggi, kesannya jadi mirip suara kucing tercekik😆 Sampai-sampai aku membayangkan, seandainya suara Hyde bisa dipinjam Ken buat nyanyi, tentunya S.O.A.P bakalan lebih sempurna penampilannya. Benar-benar sulit dibayangkan kalau Ken mengawali aksinya dipanggung musik jaman SMP bukan sebagai gitaris, melainkan sebagai vokalis. Kebalikan dengan Hyde yang berawal dari gitaris dan akhirnya beralih menjadi penyanyi. Ein sendiri menyumbangkan suaranya sebagai vokalis untuk dua lagu yaitu 2 Seconds to the Top dan lagu Moving On.

[Paradise by S.O.A.P]

Dari seluruh lagu yang dibuat oleh S.O.A.P, hampir semuanya aku suka mendengarnya sehingga seluruhnya kumasukkan ke dalam MP3 playerku. Favorit nomor satuku adalah sebuah nomor yang dimasukkan ke dalam single yang berjudul Paradise. Gebukan drum Sakura benar-benar mantap disini, kurasa bisa bikin jingkrak bagi yang nonton pertunjukan live mereka. Sound gitar Ken sangat terasa dominan terutama sesi rhythm guitar. Lagu kedua yang menjadi favoritku adalah Tsumi no Nagame (Pemandangan Dosa) yang liriknya menggambarkan pengalaman Sakura sewaktu berada dibalik terali penjara.

Menurutku dari segi musikalitas genre rock, S.O.A.P adalah solo project terbaik dari seluruh solo project yang dibuat oleh para anggota L’arc~en~ciel pada masa hiatus mereka (2001 – 2003). Album 666-nya Hyde terlampau sederhana musikalitasnya sedangkan album Roentgen melenceng dari jalur musik rock. Album Suite November-nya Tetsu juga kurang menarik seiring dengan berubahnya style Tetsu dalam mengaransemen lagunya, dimana permainan bass-nya berubah menjadi lebih disederhanakan dan musiknya lebih cenderung ke power pop dibanding rock. Acid Android sendiri sebenarnya asyik juga (aku nggak nyangka kalau Yukihiro bisa bikin lagu keren buat Acid Android), sayangnya kupingku kurang cocok dengan genre electro-industrial ditambah vokal Yuki jauh lebih parah dibandingkan Ken. Coba dengarkan lagi Violent Parade yang cukup mengesankan, catchy dan sangat berbeda dibandingkan musik member Laruku yang lain. Kemampuan musical programming Yukihiro memang terlihat lebih mencuat dalam proyek solonya.

[Tsumi no Nagame (Live) by S.O.A.P]

Diskografi:
Mini Albums
1. (2003.02.06) Grace
2. (2003.04.26) Gimme a Guitar
3. (2003.11.26) High

Singles
1. (2004.07.07) Paradise

Ken

Ken melanjutkan solo project-nya, kali ini Ken memutuskan untuk melenggang sendirian dan meng-hiatus-kan proyek S.O.A.P-nya. Hal pertama yang dilakukan Ken adalah memperbaiki kualitas vokalnya dan menurutku ada peningkatan yang cukup lumayan. Terbukti di L’arc~en~ciel sendiri, Ken mendapat porsi backing vocal lebih banyak dalam album baru L’arc~en~ciel dibanding album-album sebelumnya yang sangat mengandalkan suara Tetsu yang memang lebih baik untuk mengiringi bernyanyi harmoni dengan lead vocal Hyde. Yang kedua adalah Ken lebih fokus menyanyi dibanding menjadi vokalis sekaligus merangkap pemain gitar. Untuk pertama kalinya Ken menelurkan album solo atas namanya sendiri bertitel IN PHYSICAL.

Satu hal yang langsung kurasakan ketika pertama kali mendengar lagu-lagu Ken dalam album ini. Ken sedang bereksperimen dengan gaya musik yang berbeda. Yang paling terasa adalah dentuman drums yang memang dijadikan target eksperimen oleh Ken. Untuk merekam album ini, Ken menggaet beberapa drummer papan atas Jepang yang sudah punya nama besar diatas pentas musik rock seperti Shinya (Luna Sea), JOE (ZIGGY), Muraishi Masayuki (pengiring Shiina Ringo), Takashi (DIE IN CRIES), hingga Minato Masafumi (DEAD END). Walaupun lagu-lagunya menurutku tak sekeren proyek S.O.A.P, musik dalam IN PHYSICAL terasa lebih fresh dan berbeda. Lagu yang menjadi favoritku adalah “S” yang beraroma Heavy Metal.

Tahun 2010 ketika L’arc~en~ciel sedang memasuki masa istirahat manggung, Ken kembali ke studio rekaman untuk membuat mini album bertitel The Party. Kali ini Ken mengajak beberapa rekan musisi untuk mengkomposisi lagu bersama. Tercatat nama Shirota Kazuhide (GRANDSLAM) dan Hatano Takeyuki ikut menulis lagu untuk Ken. Hasilnya, lagi-lagi Ken menelurkan album yang variatif dan terlihat lebih kreatif dibanding member L’arc~en~ciel lainnya. Selain itu, vokal Ken terdengar semakin terasah lebih baik.

Proyek personal Ken yang lain adalah bertindak sebagai produser bagi musisi lain. Tercatat nama juniornya MUCC band pernah ditangani oleh Ken selaku produser. Selain itu juga Ken membantu teman sesama musisi Kiyoharu dalam membuat album solo pertamanya yang berjudul poetry.

Menatap tahun 2011, sepertinya Ken akan kembali berkonsentrasi pada band utamanya yaitu L’arc~en~ciel, apalagi mengingat L’arc~en~ciel akan memperingati ulang tahun ke-20 mereka dengan konser spesial.

10 Responses to “The other side of Kitamura Ken”


  1. 1 ardhie October 28, 2010 at 1:32 am

    wah” …. !!!!!
    si ken dibahas nie …
    ^^b

    personil yang lain jga di bahas athue kang ando
    .^^b

  2. 2 AnDo October 28, 2010 at 9:02 am

    @ardhie
    Proyek solo yang paling menarik ditampilkan memang Ken dan Hyde, Ken dari segi musikalitasnya yang banyak berubah dan Hyde lebih cenderung ke segi popularitas. Proyek solo Ken jarang ada yang bahas, makanya kutulis disini, beda dengan proyek solo Hyde yang lebih populer sehingga banyak yang nulis tentang album solo Hyde dan VAMPS (dijamin, pasti para fans cewek jadi histeria sama album Roentgen yang slow mendayu-dayu, dibanding VAMPS)

    Proyek solo Tetsu kurang menarik kecuali waktu Tetsu ikut proyek Morie (vokalis Dead End) membentuk Creature-Creature. Musik Creaure-Creature keren abis, walau genrenya beda dengan Laruku jaman sekarang (lebih condong dark kayak Laruku jaman dulu), style bass Tetsu masih tetap asyik didengar. Kalau lagu2nya Tetsu waktu mengusung nama pribadinya, menurutku kurang menarik. Terlalu ngepop dan permainan bass Tetsu juga disederhanakan sehingga jatuhnya biasa aja.

    Sebenarnya Acid Android (proyeknya Yukihiro) yang paling menarik dibahas karena yang paling beda. Sayangnya kupingku nggak cocok sama genre Electro-Industrial, jadinya susah memberikan pendapat yang objective.

    Sorry, kayaknya aku cuma nulis tentang proyek solo ken yang ini doang. Sisa personel lainnya mungkin ada orang lain yang bahas:mrgreen:

  3. 3 rachan October 3, 2011 at 4:27 pm

    ada rekomendasi download lagu2nya ken dimana? dlu sempet gabung ke fans club Laruku internasional demi nyari mp3-2nya dy.. tp banyak link2nya udah kadarluarsa..cm dapet 1-3 album aja.. itu aja ga lengkap.

    musik dan suara-nya ken bisa dibilang unik… pertama kali dengerin lagunya judulnya Speed.. abis itu lsg suka.. X3
    jarang2 ada yg ngebahas ttg ken..

  4. 5 iluvia January 14, 2013 at 9:24 am

    dari awal ga menyangka kalo ken bakal jadi penyanyi di solo projeknya😄

    blom pernah denger lagu S.O.A.P, tapi jadi tertarik abis baca artikel ini..
    cuman denger yang in physical (favorit!!) sama the party..

    saya juga sependapat, ada beberapa lagu di in physical yang pengen dibawain ma hyde, pasti jadi leebih keren..

  5. 7 Olivia nurul himura January 18, 2015 at 5:47 am

    Wah keren banget ando chan.makasih banyak yaaa

  6. 8 Olivia nurul himura January 18, 2015 at 5:52 am

    Ando-chan mau tanya sebenernya ken-san itu sudah menikah belum?.oh ya makasih atas semua infonya

  7. 10 Olivia nurul himura June 11, 2015 at 1:26 am

    Ando-chan aku dateng lagi nih kesini.hmm aku setuju kalau SOAP memang lebih menarik dari laruku.suara ken di in pysical juga lebih baik.sekali lagi,Arigatou Gozaimasu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: