Saya dan komentar

Ini hanya sebuah tulisan tentang bagaimana etika saya dalam menulis komentar di internet terkait dengan tulisan komentar saya disini, karena saya tiba-tiba saja kepikiran dengan “apakah saya cukup punya etika dalam menulis komentar?”
Ini tulisan narsis tentang diri sendiri, kalau merasa keberatan harap jangan dibaca:mrgreen:

1. Komentar salah info

Kalau benar-benar serius menulis sebuah artikel, berarti anda juga harus siap dikoreksi jika salah memberi informasi dan mengedit kesalahan. Tentu saja itu baru dilakukan jika anda benar-benar merasa salah setelah mencari info untuk mendukung kebenaran tulisan disana sini. Saya sendiri pernah salah memberikan informasi di postingan ini sehingga dengan cepat saya langsung mengedit kesalahan dalam tulisan begitu seorang pengunjung jeli mengkritik. Kalau informasi yang saya berikan kurang dan ada yang menambahkan dalam komentar, saya kira tak perlu saya menambahkannya dalam tulisan di postingan.
Saya menganggap hal ini cukup serius karena sang pemilik blog tersebut adalah seorang guru. GURU gitu lho! Saya sendiri yang pernah jadi asisten dosen merasa gak enak perasaan kalau ngasih info salah buat mahasiswa, padahal saya bukan dosen.

Komentar yang saya tulis disana sih sebenarnya hanya tulisan cemen, toh kalau benar-benar mau melakukan riset sebelum menulis, dengan sangat gampang menemukan informasi aktual didunia maya.

2. Komentar gak nyambung

Kalau ini sih sering mampir di postingan dalam blog sendiri. Kalau kira-kira tak perlu dijawab, biarkan saja tak usah di reply. Kalau menyebalkan karena gak nyambung dengan tulisan, saya balas dengan sedikit sarkastis. Toh, saya sudah menulis panjang-panjang koq gak benar-benar dibaca (hanya berlaku untuk tulisan serius). Pernah ada blogger penggila Detective Conan yang membahas panjang lebar tentang karakter dalam manga/anime tersebut dalam setiap postingan tentang Detective Conan. Toh karena saya sudah merilis tulisan, harus tanggung jawab mereply semua komentar “serius” karena orang yang membaca detail tulisan saya berarti sudah menghargai jerih payah saya menulis.

Masalahnya dalam postingan bokunosekai, komentar saya bukan di cuek-in saja kalau tak mau jawab, tapi dengan terang-terangan menyerang balik melalui balasan komentar orang lain yang saya tahu ditulis 2 jam setelah saya menulis komentar terakhir. Mirip dengan tante-tante yang sedang bergunjing. Tahu khan artinya bergunjing? Itu tuh, membicarakan dan menjelek-jelekkan orang lain di belakang punggungnya. Untuk alasan itu, saya sudah menghentikan membalas komentarnya di blog yang bersangkutan. Ini dia komentarnya:

Alasan kenapa gw lebih suka nulis dlm English adalah untuk menghindari org2 Indonesia yg suka closed minded gitu. Kalo bule2 hanya akan muncul dan bilang ‘lo kurang informasi di sini n dia nambahin bla bla bla’ dan gw pun akan bilang ‘thx for the add-up’…..Tapi org Indo suka manjangin2 masalah

Oooohhh… itu alasan ibu guru mengapa beliau menulis dalam bahasa Inggris. Eh, tapi koq ditempat lain beliau menulis alasan menulis dengan bahasa Inggris:

BUKAN karena sok gaya pake English atau tidak nasionalis TAPI karena menulis dlm English dapat terus melatih kemampuan menulis dlm English dan karena ada post2 yang gw ingin dapat dibaca oleh semua org dr Negara manapun mereka berasal.

Saya sendiri dengan sangat bersuka cita menyambut setiap komentar yang berguna dalam menambah apa yang telah saya tulis didalam postingan. Semakin banyak info yang diberikan, malah menambah pengetahuan pribadi.
Entahlah, apakah beliau mengetahui kalau saya memberikan komentar berpanjang-panjang karena dengan alasan memperbaiki apa yang telah salah ditulis, bukan seperti yang ditulis “org2 Indonesia yg suka closed minded”.
Toh saya bukan troll yang datang buat buang sampah komentar. Dan saya kira saya sudah cukup respek terhadap pembuat tulisan dengan menuliskan komentar sesuai dengan bahasa postingan. Mengapa? Silahkan baca poin nomor 3.

3. Komentar bahasa Inggris

Dulu saya menulis dalam 3 bahasa dalam blog yang sudah lama saya hapus. Yang berkunjung? kebanyakan orang Indonesia (dalam postingan bahasa Indonesia), sedikit sekali orang non-Indonesia (dalam postingan bahasa Inggris) dan nol besar dalam tulisan berbahasa Jepang. Lalu saya bereksperimen hanya menggunakan 2 bahasa di blog lain yang juga saya tinggalkan. Lagi-lagi mayoritas pengunjungnya orang Indonesia, termasuk juga dalam tulisan berbahasa Inggris.

Memang sih, awal dari tujuan saya menulis dengan bahasa Inggris dan bahasa Jepang tak jauh dari sekedar latihan menulis dalam bahasa asing. Maklumlah karena saya tak pernah mendapatkan pelatihan bahasa Inggris langsung di kursus-kursus spesial ditambah lagi bahasa jepang memiliki huruf kanji yang bisa dilatih hapalannya dengan menulis. Ketika pindah lagi ke blog baru, saya putuskan untuk menulis semuanya dalam bahasa Indonesia. Hanya tulisan yang bersifat eksperimen pribadi yang ditulis dalam bahasa Jepang.

Karena pernah menulis dalam 3 bahasa, saya sadar kalau sang penulis pasti punya niatan tertentu sehingga saya selalu berusaha untuk menulis komentar sesuai dengan bahasa tulisan postingan, walaupun tulisan komentar saya agak acak-acakan tata bahasanya. Ini adalah salah satu cara saya untuk menghormati sang penulis yang sudah merepotkan dirinya menulis dalam bahasa non-Indonesia.

NB.
Dulu saya suka nge-troll, tapi semenjak “sadar” saya selalu mencantumkan alamat link blog saya.

36 Responses to “Saya dan komentar”


  1. 1 lambrtz October 16, 2010 at 6:49 am

    Wuahaha, jadi inget jaman di tempat Sora dulu😆

    Saya nunggu perkembangan aja deh😛

  2. 3 Asop October 16, 2010 at 7:35 am

    Hmmm… gak ngerti saya…😆 (dan gak mau ngerti)

    Perihal blog tiga bahasa yang sedikit pengunjung bulenya, mungkin karena Mas AnDo jarang ato gak pernah jalan2 ke blog bule… 😐

    • 4 Asop October 16, 2010 at 7:51 am

      Ternyata komentar saya ya yang dipake pelampiasan…😆

      Yaaaaaah itu bokunosekai mungkin lagi ada pikiran, ato lagi kenapa-napa, jadi lagi sensi… Saya tahu maksud Mas AnDo baik, mau memperbaiki.🙂

  3. 5 AnDo October 16, 2010 at 7:52 am

    @Asop
    Lha? Coba baca tulisan saya diatas🙄
    saya gak pernah ngarepin orang non-Indonesia buat datang berkunjung hanya sekedar “say hi” di komentar blog-ku, cuma gara-gara aku berkunjung ke blog berbahasa Inggris dan ngasih komentar: “nice posting”
    Yang paling kusuka dari pengunjung blog adalah: datang ke blog, baca sampai ngerti, lalu bikin komentar yang sesuai isi tulisan, walaupun komentarnya ngritik tulisanku. Karena itu berarti si pengunjung menghargai tulisanku sampai baca hingga detail dan tahu ada kesalahan.

    NB.
    Saya nggak pernah nulis apapun tentang “bule” lho😈
    Yang dalam postingan cuma copy-paste dari komentar orang lain koq yang kayaknya ngebet banget sama bule. Lagipula saya nggak pernah nganggap bule lebih superior dibanding ras lainnya, termasuk soal kehebatan ngasih komentar.

    [edit]
    karena ada komentar tambahan dari Asop.
    Ya, ada kemungkinan dia lagi bt atau datang bulan atau ada hal lain. Karena itu juga alasan lain aku nggak bikin komentar susulan disana, malah mempertanyakan apakah aku punya etika dalam bikin komentar ditulisan ini.
    Terkait soal yang Asop bilang kalau saya fans setia Laruku dalam komentar disana, saya tekankan kalau saya BUKAN fans setia Laruku karena level saya masih penggemar biasa, sama halnya dengan saya menggemari Tokyo Jihen, Judy and Mary, Led Zeppelin, The Beatles, dll.

  4. 6 Novroz October 16, 2010 at 9:11 am

    Wah sy jd omongan ya…senangnya🙂

    Sebenarnya kalo anda dgn sopan mengatakan kekurangan2 dlm tulisan saya makapun akan dgn sopan berterimakasih sekali. Sebagai guru saya juga sering dibetulkan anak…dan sy terima karena mereka berbicara dgn baik.

    Anda kan bisa dgn baik menulis ‘you’re missing this points and bla bla bla’ menurut sy itu lebih punya etika…tapi anda lgsg seperti memaki pake bilang ‘please survey 1st’. Sy juga manusia yg banyak khilafnya dan sy terima protesan yg diajukan dgn baik seperti teman2 blogger saya yg lainnya.

    Teman2 blogger sy yg lain pun sering membetulkan dgn cara yg ramah. Sebenarnya sy sudah sangat tidak ingin membahas hal ini lagi…tapi lagi2 anda memanjang2kan masalah yg ga penting begini.

    Tapi sy berterimakasih karena anda telah mengiklankan blog saya. Dan apa yg sy sampaikan kepada Asop memang benar…sy menghindari komentar2 yg seperti anda itu ketika awal sy menulis dlm bahasa Inggris. Bertahun yg lalu juga ada komen yg menurut saya tidak bersahabat. Tapi kelamaan sy memang lebih senang menulis dlm bahasa Ing drpd Indo krn jadi punya teman yg mendunia.

    Terserah anda menilai saya bagaimana padahal qt baru ketemu dalam 1-2 komentar. Sy tidak menilai anda bagaimana2, saya bahkan tidak berminat berfikir apa2 ttg anda. Silakan menjelek2an saya dalam blog anda, saya pun tidak peduli.

    • 7 AnDo October 16, 2010 at 10:03 am

      @Bu Guru Novroz

      Sebagai pembuka, saya memberikan keterangan lebih dulu kalau kata yang dicetak tebal merupakan bentuk penekanan. Semoga anda sadar dengan maksud yang saya sampaikan ini.

      Wah sy jd omongan ya…senangnya

      Lebih tepatnya, balasan komentar anda menjadi pemicu membuat saya berpikir untuk refleksi diri sendiri dalam berkomentar, bukan sekedar ngamuk2 nggak keruan seperti bu guru.
      Dan juga… saya tidak bergunjing seperti yang Ibu Novroz lakukan. Ma’f, saya bukan tipe suka bergunjing.

      Sebagai guru saya juga sering dibetulkan anak…dan sy terima karena mereka berbicara dgn baik.

      Jadi kalau ada anak didikan anda bicara tidak sopan, anda akan tidak terima dan membalas balas dengan omongan tidak sopan juga begitu? Bravo!😆

      Anda kan bisa dgn baik menulis ‘you’re missing this points and bla bla bla’ menurut sy itu lebih punya etika…tapi anda lgsg seperti memaki pake bilang ‘please survey 1st’. Sy juga manusia yg banyak khilafnya dan sy terima protesan yg diajukan dgn baik seperti teman2 blogger saya yg lainnya.

      Maaf. Kalau tata bahasa Inggris saya kurang ramah karena saya sudah terbiasa menulis direct to the point dan saya juga tidak pernah kursus bahasa Inggris di lembaga2 khusus sehingga kesopanan tata bahasa saya masih termasuk cukup sopan, walau bukan berarti tidak sopan.
      Menurut saya, menggunakan kata please dalam bahasa Inggris termasuk cukup sopan dengan kalimat lain dalam bahasa Indonesia: tolong cek dulu infonya sebelum nulis.

      anda lgsg seperti memaki pake bilang ‘please survey 1st’.

      Eh? apa anda bener2 berpikir kalau please… bla… bla… adalah sebuah makian?
      Hello????
      Seriously????
      Hahahhahahahahaha…….😆😆
      Yang bener aja deh. Saya nggak pernah memakai kata-kata makian seperti s#*t, cr*#p, a*#h*#e dalam memberi komentar pada postingan anda.

      sy menghindari komentar2 yg seperti anda itu ketika awal sy menulis dlm bahasa Inggris

      Saya memberikan komentar dengan respek tinggi lho! Jauh lebih sopan dibanding debat konyol orang2 bule di dunia maya tentang kepercayaan, agama dan masalah politik (memangnya bule nggak ada yang closed minded?). Seperti tulisan saya diatas, saya justru menulis komentar dalam bahasa Inggris karena saya menghormati anda yang capek2 menulis postingan dalam bahasa Inggris. Dan apa yang saya tulis juga saya pikir sebuah bantuan untuk mengingatkan anda jangan asal ngasih info salah.
      btw, anda capek2 nulis bahasa Inggris, lalu ada yang komen pake bahasa Indonesia koq anda jawab dgn bahasa Indonesia juga? Katanya mau menghindar komen2 orang2 Indonesia yang closed minded, justru apakah anda nggak sadar kalau justru cara anda menyikapi komentar terkesan closed minded. Padahal saya sedikitpun tadinya tak bermaksud flaming sampai balasan komentar ke Asop saya baca.

      Silakan menjelek2an saya dalam blog anda,

      Silahkan baca lagi tulisan saya, menjelek2an anda? Disebelah manakah? Mungkin anda sedang panas hati atau datang bulan pas nulis komentar sampai menulis komentar kayak orang kepanasan begini.

      Yang benar adalah: mempertanyakan kebenaran komentar dan tulisan anda, lalu apakah komentar saya tidak memenuhi etika berkomentar…
      Harap ingat, status guru juga anda tulis dalam blog anda, jadi itu saya masukkan kedalam poin, bukan untuk mengejek. Karena yang saya tulis, “I wish you know what I mean about “sharing wrong information”, and I just can’t get over it”. Itu berarti sebagai seorang guru, saya harap anda mengerti diposisi sebagai seorang pengajar kalau salah memberikan informasi mungkin saja berakibat fatal. Dan anda bilang it’s not a big deal?
      Wow, you make me surprised!😯

      saya pun tidak peduli.

      wow lagi, tak perduli tapi bikin komentar panjang disini, dua kali komen lagi😈
      Lagipula tulisan ini cuma jadi refleksi saya terhadap diri saya sendiri dalam etika memberi komentar, bukan untuk mengejek anda koq, walaupun yang menjadi titik awal memang komentar balasan Asop di postingan anda.

  5. 8 Novroz October 16, 2010 at 9:23 am

    Ps. Sy juga sudah jelas2 bilang Thanks for the add-up Sy menghargai tambahan informasi anda…tapi anda terus memanjangkan masalah dgn komentar yg seperti memaki… mau ga mau sy berkomentar yg kalo diartikan jadi ‘ya udahlah…gw juga dah blg makasih’ (kalomat kedua itu tersirat) eh malah muncul lg dgn lebih memaki. Jadi bikin cape aja.

    • 9 AnDo October 16, 2010 at 10:11 am

      @Bu Guru Novroz
      sekali lagi, kalau kalimat, “please do some surveys before publish your post.” itu berupa makian, apakah saya harus memberi komentar seperti:
      Notice: for example

      Don’t make any post just like this fuckin’ crap, bitch. You know nothing even a bit about tetsu but shitty information. How could a fuckin’ asshole like you….. bla… bla…

      That’s what I call “MEMAKI or insult” and I won’t write anything like that (except for example off course).

      PS…
      Ini komentar saya yang kedua yang anda bilang lebih memaki dan langsung anda balas dengan, “Okay okay…jeez you make such a big deal of it. Just share what you know and get over it.”

      Sorry, my bad. Yes, I mean research.
      Creature Creature’s music has sound like L’arc en Ciel in their early years and that’s the reason why Tetsu want to join this band (He even called him self as DEAD END’s big fan). So that’s mean you don’t like Dune and Tierra?
      My point isn’t about your prefer, but your statement about Tetsu solo project’s name.

      Is that an insult? memaki? come on…….
      Anda berulang kali menuliskan kalau saya memaki dan memaki anda, terus terang saja saya jadi bingung🙄

      Btw, terima kasih sudah komentar panjang lebar ke blog saya sambil menuduh2 saya memaki dan menjelek-jelekan anda.
      Ini dunia blog, dunia bebas berkomentar. Anda harus siap dikritik, dan jangan langsung menghakimi kritik sebagai makian seperti anak kecil ngambek saja.
      Kalau anda capek membalas komentar dalam blog, tak usah menulis blog lah. Atau cukup tutup saja bagian komentar spy orang2 yang baca tak bisa nulis komentar:mrgreen:

      Sekian dan terima kasih

  6. 10 Asop October 16, 2010 at 10:09 am

    Sudah, sudah, kalian berdua…😦

    Saya jadi takut sendiri….😦
    —————-
    @Asop
    Kenapa mesti takut? Ini dunia maya lho. Ngeblog berarti harus siap di kritik dan menerimanya dengan besar hati. Bukan malah pundung ngamuk2 bilang memaki😈

  7. 12 ardhie October 18, 2010 at 2:34 am

    .hemmm ….
    bukan hanya postingannya yang menarig
    tpie komentar”nya jga menarik …
    😀

  8. 13 AnDo October 18, 2010 at 10:13 am

    @Asop:mrgreen:

    @ardhie
    Kalau ada tulisan saya jelek, nggak menarik atau ada yang salah, silahkan bebas2 aja di kritik lewat komentar. Sebutkan jeleknya dimana, entar saya perbaiki ditulisan berikutnya.
    Tentu saja kalau saya merasa benar, sebelumnya saya akan mencoba mempertahankan pendapat saya lho:mrgreen:

    Maklumlah, masih belajar cara ngeblog yang benar

  9. 14 eMina October 18, 2010 at 12:20 pm

    pada jaman2nya semangat nge-blog di blog yang udh diapus itu, buat saya, komen apapun (asal bukan sesuatu yang porno atau penghinaan) ya bebas saja, atau sekedar OOT ya tetap ditanggapi saja, hehe, atau klo yang numpang lewat doang paling dibiarkan aja.

    Tapi untuk komentar saya sendiri di blog orang, dulu saya pernah hobi sekali OOT dan cuma komen ga jelas biar cuman meninggalkan jejak, karena merasa sudah temenan baik sama empunya blog. Tapi saya dapat pelajaran berharga waktu ada sedikit masalah dlm per-komen-taran di blog yang lama itu. Jadi saya liat sasarannya dulu, klo tdk mengerti atau cuma skimming bacanya lebih baik saya tidak berkomentar saja, hehe. Begitulah.

    klo saya baca dari komen2 diatas, hm, sepertinya ini masalah etika komunikasi atau penyampaian gagasan ya? apa yang kita katakan, kadang2 memang bisa diartikan lain oleh si penerima walaupun kita tidak bermaksud begitu. atau dgn kalimat yang berbeda bs menjadi terdengar kasar?

    maaf ando-kun, cuma ngasih saran aja sih, dengan tema seperti postingan ini, gmn klo nanti mah dibuat lebih nyante aja. Kerasanya ini tulisan agak panas-panas gimana, gitu, hehe. Jadi yang nanggepin juga tidak menjadi lebih panas juga. Piss ^^

    • 15 AnDo October 18, 2010 at 1:04 pm

      @eMina
      Sebelum saya jawab lebih jauh lagi, saya mohon agar

      BACA TULISAN POSTINGAN DI ATAS SAMPAI MENGERTI

      sebelum emina menulis

      Kerasanya ini tulisan agak panas-panas…….

      Karena tulisan dalam postingan lebih mengarah ke arah si penulis, bukan orang lain.

      Kalau yang anda bilang komentar dibawah postingan panas, memang iya. Tapi yang panas bukan saya koq, karena kalau emina

      BENAR-BENAR BACA TULISAN SAYA

      tentu mendapat kesan kalau yang saya tulis itu lebih kearah penasaran, misalnya untuk hal “memaki itu sebenarnya seperti apa sih?” , apakah “please do some surveys before publish your post.” itu suatu makian penghinaan, dll
      Kalau pun terasa panas, saya sendiri kadang2 memang suka nulis dengan gaya bahasa sarcasm jadinya kesannya mengejek kalau ada yang merasa dituju.

      Seperti yang saya tulis pada balasan komentar Asop, pengunjung yang paling kusuka adalah orang yang baca tulisanku sampai ngerti, lalu bikin komentar yang benar2 pas dengan isi tulisan. Dikritikpun gak masalah, malah kalau ada yang ngeritik ada tulisanku yang salah atau malah mendebatku, itu artinya pengunjungnya benar2 baca sampai detail.

      BTW, sampai sekarangpun emina kalau nulis komentar masih sering OOT koq.
      Kalau bukan nggak baca postingan sampai tuntas lalu langsung komentar, atau nggak baca sama sekali langsung komentar😈

  10. 16 Snowie October 18, 2010 at 12:53 pm

    iya nih, sependapat sama mbak mina.
    Apa lagi saat bilang ‘seorang guru. GURU gitu loh!’ itu, rasanya agak sarcasm…
    Saya aja yg gak tau apa2 begitu baca kata2 itu, agak ngerasa gemanaaaa gituuu….if you know what I mean.
    u_u

  11. 18 lambrtz October 18, 2010 at 1:21 pm

    *guyur air es ke postingan kolom komentar*:mrgreen:

  12. 19 AnDo October 18, 2010 at 1:54 pm

    @Snowie
    Mungkin karena saya menghormati profesi guru, jadinya kupikir tak seharusnya seorang guru bilang It’s not a big deal buat info salah yang diberikan, walaupun dalam posisi sebagai blogger.
    Ada dua blog guru yang kuikuti yaitu ini dan ini karena tulisan mereka benar2 menggambarkan gimana sulitnya jadi guru, dan karena itu mereka selalu berhati-hati dalam bertindak ataupun berkata-kata.
    Saya tau mbak snowie juga guru, jadinya mau tak mau harus jaga emosi. GURU, gitu loh😈
    *jangan bilangin sora-kun yah*:mrgreen:

    [edit] Seperti kata Lambrtz, tulisan saya tuh panas sih nggak tau tapi sarcasm emang iya
    (saya sedang menunggu penjelasan panjang yang bersangkutan setelah makan malam) [edit end]
    Gaya bahasa saya emang kadang sarcasm, maklumlah udah trademark😈

    @Asop
    Gak apa, asalkan mereka benar2 baca tulisanku sampai ngerti, didebat juga nggak apa apa koq😆

    @lambrtz
    Debu-debu Intaaaaaaannn

  13. 20 eMina October 18, 2010 at 2:28 pm

    tuh kan, blm apa-apa sudah berprasangka klo saya tidak benar2 membaca sampai tuntas dan memahami isi postingan ini. Itulah sebenarnya yang bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.
    Tapi, apapun itu, ya semua dikembalikan lagi pada ando-kun.

    klo membaca sampai tuntas, saya baca. tapi memang saya ga bisa membuktikannya. Tapi klo masalah paham, ya maafkanlah saya, saya mungkin memang tidak bisa menyimak dengan baik🙂 dan membaca terlalu cepat.

    tiap orang punya style tersendiri dalam cara menyampaikan gagasannya. Dan begitu juga penerimaannya oleh orang lain. Maksud ando kun, ya itu seperti yang ando-kun jelaskan, tapi cara penyampaiannya bisa jadi malah membuat orang senewen kan? Klo style ando kun begitu dan merasa nyaman dengan stye tsb, mestinya sudah tahu juga bagaimana reaksi orang lain yang menerimanya. Ini saya bukan mengarah pada apa yang ando-kun sampaikan, tapi pada cara ando-kun menyampaikannya.

    Maaf bila saya kurang menyimak lagi.

  14. 21 lambrtz October 18, 2010 at 2:30 pm

    (editan dari komen singkat yang dihapus)

    Lah kapan saya bilang ndak panas:-/

    Yang saya tangkep ya, di postingan itu sarkasmenya kental…

    Oooohhh… itu alasan ibu guru mengapa beliau menulis dalam bahasa Inggris. Eh, tapi koq ditempat lain beliau menulis alasan menulis dengan bahasa Inggris:

    …dan saya somehow merasakan bara api yang tersembunyi di balik itu. Apinya sih ndak kelihatan, panasnya terasa. Bukan berarti sarkasme = panas, tapi sarkasme di situ, menurut saya panas sih. Tapi ya itu menurut saya aja.

    Kalau masalah yang dicoret di komentar saya itu, karena yang di komentar jelas lebih panas ketimbang di postingan sih. Tulisan dalam huruf kapital besar itu…😛

    • 22 AnDo October 18, 2010 at 3:03 pm

      @eMina
      Oh tidak nyaman yah. Begini saja, karena kita sesama blogger tukang cuap-cuap pakai blog, gimana kalau eMina bikin tulisan tentang etika berkomentar versi eMina. Etika berkomentar versiku yah ada 3 itu (belum ditambahain lagi kalau ada ide bagus😆 )
      Satu lagi, yang mau saya bahas di isi postingan itu sebenarnya adalah: etika saya berkomentar, walaupun awal dari tulisan ini dimulai dari celotehan seorang blogger yang menjawab komentar orang lain sambil nyindir orang Indonesia kayak saya close-minded, gak kayak bule.
      Jadi yang saya harapkan dari komentar eMina adalah tentang 3 hal tersebut, bukan panas-panasan tulisan. Kalau eMina nggak ngerti kenapa saya tulis gede2 itu, ya sudah.

      Jadi menurut eMina, saya ini:
      – nggak bijak
      – merasa nyaman dengan style begitu
      – keras kepala
      – gampang emosi
      – dan karena balas komentar lagi nonton DEXTER, saya juga SERIAL KILLER!!! \m/

      NB.
      Sebenarnya sih, walau saya suka nulis sarkasme, saya masih jauh lebih baik hati koq dari pada beberapa blogger yang lebih sangar dan mungkin anda pernah merasakan api neraka yang disembur mereka:mrgreen:

      @lambrtz
      sedikit koreksi bro,

      sarcasm comes from the ancient Greek σαρκάζω (sarkazo) meaning ‘to tear flesh’

      . Memang bukan berarti panas, karena kalau cuma panas nggak bakalan sampai mencabik-cabik daging koq😈
      Saya tetap pakai sarcasm dari bahasa Yunani itu deh, lebih sangar.😈
      Mengenai huruf kapital besar itu, saya sebenarnya kepengen orang komentar tentang 3 etika berkomentar itu, bukan soal panas2an komentar: gimana menanggapi komentar salah info (baik kritikan pedas maupun sambil lewat), komentar OOT, komentar terhadap postingan berbahasa asing. eMina emang cm komentar ttg OOT. Makanya saya nyuruh baca lagi tulisan postingannya.

  15. 23 maryamingty November 10, 2010 at 4:27 pm

    maap, mau nanya donk. Ngetroll itu artinya apaan siy?😀
    thanks buat jawabannya and reply-annya ^ ^

  16. 26 syelviapoe3 November 18, 2010 at 1:31 pm

    saia baru ngikutin postingan dan komen-an di sini…

    Saia pikir etika dalam berkomentar seperti yang ditulis mas yusahrizal ini sudah tepat… saia pribadi jika ingin mengulas sesuatu yang ‘penting’ terkadang memang riset dulu… Kecuali tulisan yang memang berasal dari buah pikiran saia setelah mikir-mikir ato kesimpulan dari buku yang saia baca…

    Syukurlah…’temperature’ nya udah cool lagi..

    Semoga damai-damai semuanya…
    Selamat hari raya idul adha… ^_^

    • 27 AnDo November 18, 2010 at 4:37 pm

      @maryamingty
      Yang namanya ngetroll itu khan tergantung dari niat😆

      @syelviapoe3
      kalau dipikir-pikir, beda orang beda pendapat soal etika.
      lho? emangnya pernah hot?😈
      maaf lahir bathin dan selamat makan kambing:mrgreen:

  17. 28 anneshanty November 21, 2010 at 7:03 am

    salam kenal..

    saya suka baca blog kamu nih mas..
    tapi saya ga punya blog sendiri..
    kira2 itu troll ga??

    btw,sy jadi grogi nih,kalo komen..
    takut dimarahain..(“,)..

    • 29 AnDo November 21, 2010 at 10:30 am

      @anneshanty
      salam kenal juga dan tengkyu kalau suka baca tulisanku.

      tapi saya ga punya blog sendiri..

      kira2 itu troll ga??

      berarti anda nggak punya alamat sehingga kemungkinan bisa ngetroll, asalkan komentarnya bersifat mengacak-acak dan bikin panas emosi penulis ataupun pembaca lainnya. Lebih lengkapnya baca aja link yg dikasih dalam komentar atas.

      btw,sy jadi grogi nih,kalo komen..
      takut dimarahain..(“,)..

      Oh, itu sih tergantung orang yang menanggapi. Kalau yang menanggapi cepat naik darah, komentar biasapun bakalan menyinggung perasaan😆
      Sebaliknya kalau orangnya asyik-asyik aja, mau debat panas juga masih adem.

  18. 30 anneshanty November 30, 2010 at 10:58 am

    Ok,baiklah…
    aku takutnya dimarahin kamu mas..hehhe..
    kalo komenku ga nyambung..

    thanks for replynya..^^..

    • 31 AnDo December 1, 2010 at 2:51 am

      aku takutnya dimarahin kamu mas..hehhe..
      kalo komenku ga nyambung..

      Sebenarnya tergantung juga sih, tapi rasanya belum pernah aku marah2 di blog sendiri walau pernah dulu ngamuk di blog orang ketika masih newbie sbg blogger. Kalau sekarang lebih ke arah sarcastic😆
      btw, ini khan yg ngasih komen di blog-nya Dennis si pinoy tukang review yah❓

  19. 32 anneshanty December 1, 2010 at 3:07 pm

    iya..
    that’s me..
    aku suka baca reviewnya dennis juga…
    suka banget malah,kalo mau nonton,cari review filmnya di sana dulu..

    saya sering liat kamu komen juga yah..^^..

    • 33 AnDo December 1, 2010 at 3:14 pm

      @anneshanty
      Dennis memang banyak waktu buat bikin review macem2, gak kayak aku yg rada pemalas😆
      Tapi kalau mau nonton film mainstream yg banyak main di bioskop sih, memang mending baca resensi Tukang Review. Review ku kebanyakan film alternative, soalnya udah banyak blog yg bahas film mainstream, jadinya aku pilih yg masih jarang dirambah blogger tukang nonton film.:mrgreen:

  20. 34 anneshanty December 1, 2010 at 3:36 pm

    oh i see..^^..

    aku malah suka baca tentang pengalaman kamu di jepang..
    bukan resensi film yang kamu tulis mas ..hehhe..

    btw,mulai penasaran sama kamu,sejak baca komen kamu disini
    http://tukangreview.com/2010/09/21/the-cove/

    kerenn…bisa jelasin soal haram n halal menurut al-Quran..
    ada komen aku di situ..^^..

    ok,nice to talk with u!

    • 35 AnDo December 4, 2010 at 6:25 pm

      @anneshanty

      aku malah suka baca tentang pengalaman kamu di jepang..
      bukan resensi film yang kamu tulis mas ..hehhe..

      Soal pengalaman tinggal di Jepang sih ada di personal blog, bukan yang ini.
      Dulu pas jaman kuliah, banyak banget pengalaman interaksi sama mahasiswa Jepang yang menarik. Tapi sekarang setelah kerja, yg dihadapi adlh karyawan Jepang lebih mirip robot, kurang menarik buat di ceritakan😆
      OK, nice to talk to you too

  21. 36 anneshanty December 7, 2010 at 4:54 pm

    iyaa..
    maksudku blog kamu yang satunya ding..
    maapin ya,salah komen disini nih..^^..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: