Reign of Assassins – Silat klasik terbaik tahun ini

Kapankah anda terakhir kali menonton film wuxia (silat klasik) dengan cerita berlika-liku dan pintar menyembunyikan rahasia yang dibuka dengan plot twist keren dipenghujung cerita. Bagiku mungkin House of Flying Daggers (HoFD) adalah film wuxia dengan genre thriller mystery terakhir yang pernah menghiasi layar bioskop beberapa tahun yang lalu. Sayangnya misteri a la HoFD masih kurang mengejutkanku ketika latar belakang tokoh Andy Lau dan Zhang Ziyi diungkap (mungkin juga karena kentalnya nuansa love story dalam film ini membuat misterinya kurang greget). Berbeda dengan plot twist dalam Reign of Assassins ini ternyata mampu membuatku tercengang beberapa saat, meski dalam beberapa hal aku masih bisa menebak alur ceritanya. Kalau anda menyebut judul Crouching Tiger Hidden Dragon dan Hero, kedua judul film wuxia ini lebih menjual kisah drama dibandingkan thriller mystery.

Film dimulai dengan kisah kelompok pembunuh misterius Dark Stone dimasa kekaisaran dinasti Ming yang mengincar sebuah artifak kuno, sisa tubuh sang Bodhidarma. Barang siapa yang menguasai tubuh sang Bodhidarma, dipercaya akan menguasai dunia persilatan. Pada kenyataannya, hanya sedikit orang yang tahu tentang manfaat tubuh sang Bodhidharma yang sesungguhnya. Kelompok Dark Stone menyerang rumah kediaman pembesar dinasti Ming bernama Zhang Haiduan dan membunuh sang pembesar beserta anaknya Zhang Renfeng demi merebut tubuh sang Bodhidharma. Salah satu anggota Dark Stone bernama Drizzle (Kelly Lin) berkhianat dengan melarikan tubuh sang Bodhidharma ditengah kericuhan. Demi menghindari pengejaran mantan rekan-rekannya, Drizzle melakukan operasi untuk mengubah wajah mudanya menjadi lebih tua dan menggunakan nama Zeng Jing (Michelle Yeoh) sebagai nama baru.

Zeng Jing meninggalkan masa lalunya sebagai pembunuh dan memulai hidup baru di ibu kota. Diawali dengan berdagang kain yang mempertemukannya dengan seorang kurir Jiang Ah Sheng (Jeong Woo-Seong), Zeng Jing dan Ah Seng akhirnya menikah dan hidup berbahagia. 6 bulan kemudian dalam sebuah aksi perampokan, Zeng Jing terpaksa mengeluarkan kemampuan bela dirinya demi menyelamatkan diri dan suaminya. Kejadian ini tercium pihak Dark Stone dan sang pimpinan Wheel King (Wang Xueqi) memerintahkan 2 anak buah terlihay yang ikut serta membantai keluarga Zhang di awal kisah untuk memburu sang pengkhianat. Mereka adalah si tukang sulap The Magician (Leon Dai) dan si tukang mie Lei Bin (Shawn Yue), ditambah pembunuh anyar si wanita binal Turquoise (Barbie Hsu) yang khusus dilatih Wheel King untuk menggantikan posisi Drizzle. Sisanya silahkan anda tonton sendiri, karena bila terlalu banyak cerita yang dibeberkan akan mengurangi keasyikan menonton film ini.

Bagi anda yang suka membaca novel silat misteri karya Gu Long alias Khu Lung, dijamin akan menyukai film ini. Gaya penceritaan a la Gu Long dengan plot twist, banyak tokoh misterius berlalu lalang hingga kepribadian kompleks masing-masing tokoh membuat film ini lebih baik dari segi penokohan dan kejutan cerita dibandingkan HoFD. Aku menyukai latar kehidupan ganda tokoh-tokoh pembunuh dalam kelompok Dark Stone. Mirip agen rahasia yang dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota masyarakat biasa, tapi berubah menjadi pembunuh kejam ketika tugasnya memanggil. Hubungan antar tokoh yang dilatari filosofi konfusius juga mewarnai jalinan kisah dan memberi warna tersendiri, sehingga para pembunuh dalam film ini bukan hanya sekedar tokoh haus darah yang gampang mencabut pedang.

Semua aktor mampu mengeluarkan kemampuan akting mereka, termasuk Barbie Hsu yang dikenal sebagai si manis Shancai dalam Meteor Garden. Padahal awalnya aku meremehkan Barbie Hsu yang berperan sebagai wanita jalang nan sadis Turquoise, ternyata Hsu mampu membawakan perannya dengan baik hingga membuatku percaya kalau Hsu benar-benar binal, bukan cuma peran pemanis belaka. Michelle Yeoh yang lama tak bermain film laga masih cukup terampil berjumpalitan dan aktor Korea Jeong Woo-seong ternyata bisa bersilat juga. Satu hal lagi yang kusuka dari kasting pemain. Pemilihan Kelly Lin sebagai Drizzle sangatlah tepat. Roman dan struktur wajah Lin lumayan merepresentasikan wajah Yeoh sebelum operasi plastik (bahasa modern nih) sehingga membuat penyampaian kisah tentang perubahan karakter Drizzle cukup meyakinkan.

Cinematography dan fight choreography dikemas dengan bagus dan menarik, walaupun tak bisa disebut sebagai yang terbaik. Nama Su Chao-pin memang duduk dibangku sutradara, tapi John Woo muncul sebagai co-director turut berperan besar dalam mengatur adegan laga. Putri John Woo yang bernama Angeles Woo turut muncul sebagai wanita pembunuh yang mengincar kepala Drizzle diawal film. Musical score yang digarap Peter Kam turut membantu suasana suspense.

Saran saya, jangan terlalu banyak membaca ringkasan cerita film ini. Tonton dan nikmati ceritanya. Jarang-jarang lho film silat klasik seperti ini muncul di layar lebar.

Rating: 3.75/5

NB. Bagi yang hobi nonton film, tentu akan menyadari bahwa beberapa sub-plot dalam film ini pernah dipakai dalam film lain. Namun karena sub-plot tersebut di-blending kedalam ritual film silat, justru memberikan sisi unik tersendiri.

15 Responses to “Reign of Assassins – Silat klasik terbaik tahun ini”


  1. 1 syelviapoe3 October 13, 2010 at 4:09 pm

    wah..kesannya seru banget, ya…
    Udah lama gak pernah nonton film China yang beginian…
    Ternyata namanya Wuxia, ya ??

    Mudah2an di Indonesia ntar ditayangin….*ngarep2[dot]com*

  2. 3 ANJAS October 21, 2010 at 4:45 am

    aku udah nonton…..
    kreennnnn…. bgt….

    pasti rugi kalo ga nonton……..

  3. 4 soney October 21, 2010 at 5:07 am

    sebagus itukah?? saya cuman mau liat jung woo sung aja hahhaha. ganteng sih soalnya

    • 5 AnDo October 21, 2010 at 12:11 pm

      @ANJAS dan soney
      Film kayak begini jarang-jarang dibikin lho. Adegan laganya sendiri unik karena masing-masing karakter memakai teknik berbeda-beda. Ada yang pakai pedang lemas, silat campur sulap, pakai jarum, sampai pakai pasangan pedang panjang-pendek (pedang ayah-anak).

  4. 6 Oni Suryaman October 22, 2010 at 2:35 am

    wah, boleh juga nih. Lagi kering film wuxia nih di sini. Aku terakhir nonton film A FROZEN FLOWER buatan korea. Kirain film perang atau silat, ternyata kisah cinta sesama jenis… (bukan bermaksud menghina yang suka sesama jenis)

  5. 7 AnDo October 22, 2010 at 10:33 am

    @Oni
    Masih ada satu lagi, judulnya Detective Dee and Mystery of the Phantom Flame. Sutradaranya Tsui Hark dan pemainnya Andy Lau. Filmnya lbh mengarah ke epic story dari pada mystery, tapi budget nya itu, kolosal.

  6. 8 Michele Yeoh Fans April 13, 2013 at 3:51 pm

    Ando Kun
    tanya dong, saya sudah berhari-hari memburu film2 yang saya suka, akhirnya saya bisa nonton Crouching Tiger, Wudang, Reign of Assassins, Sorcerers White Snake, Chinese Ghost Story, dan beberapa filmm sejenis lainnya. Saya lagi nyari rekomendasi film sejenis lewat google dan saya temukan blog ini. Barangkali Ando-kun bisa bantu saya beritau judul film drama action klasik yang seperti film2 di atas.. Ditunggu ya reply nyaa

    • 9 AnDo April 13, 2013 at 4:18 pm

      @Michele Yeoh Fans
      Maksudnya film drama kungfu yah? Coba cari2 saja film2 yang dibintangi Jet Li, Zhao Wen-zhuo, Donnie Yen, dan aktor2 yang sering main di film kungfu klasik. Saya cuma ngasih daftar beberapa film yang ku suka aja yah dan ini bukan film baru tapi nggak terlalu jadul banget.
      1. The Blade (cast: Zhao Wen-zhuo ; sutradara: Tsui Hark)
      2. Seven Sword (Donnie Yen ; Tsui Hark)
      3. Hero (Jet Li ; Zhang Yimao)
      4. Semua franchise film Once Upon a Time in China (Jet Li ; Tsui Hark)
      5. The Swordsman 1 dan Swordsman 2 (Tsui Hark)
      6. New Dragon Gate Inn (Tony Leung ; Raymond Lee)

  7. 10 eMJi September 22, 2013 at 9:07 am

    baru nemu ni film setelah direkomendasikan ade sepupu, hehe. keeeerrrrrrrrrrreeeeeeeeennnnnnnnnnnn banget, dah komennya.

  8. 11 jet April 19, 2014 at 2:23 am

    liat2 poster nya barbie hsu kostum nya kyak gmbar yg diatas (kostum mirip drizzle) tpi di film nya kok gak pakai kostum kyak gtu ya, tpi yg lengan lebar?

  9. 13 madara December 14, 2014 at 2:30 pm

    wah nemu juga tulisan kyak gini, ada 1 hal yg mengganjal saya sejak bertahun2 lalu sejak nonton film ini dan gak pernah terjawab tiap kali sya coment di blog, semoga di sini terjawab…pertanyaanya :

    om, kok di film saya ga nemu barbie hsu pake kostum seperti di poster ya, kostum mirip drizlle di awal2, dari awal barbie hsu nongol kok pake pakaian lengan lebar terus? apa saya yg kelewat, atau di film emang ga ada? saya pernah nemu di google, foto nya kyak screencap dan behind scene dia pake kostum itu, tapi kok di film ga ada?

    coz saya paling suka ama film yg pake kostum keren..

    o iya, kalau film china kok susah y cari screencap filmnya, kalo hollywood kok semua tersedia..ost, screencap, photo dll..

  10. 15 AnDo December 18, 2014 at 3:14 pm

    @jet & madara
    Maaf, saya lumayan sibuk akhir-akhir ini, gak sempat balas komentar.
    OK, saya jawab berdasarkan sepengetahuan saya ya.
    Dalam produksi sebuah film, banyak adegan yang obselete alias dipotong dan dibuang karena berbagai macam hal. Mungkin karena durasi kepanjangan, atau adegan yang dirasa sutradara kurang pas sama jalur cerita yang diinginkan, bisa juga karena sutradara nggak sreg sama adegannya. Malah ada adegan yang disyuting ulang segala untuk menggantikan adegan yang sudah disyuting sebelumnya, padahal proses produksi sudah masuk tahap akhir alias masa syuting sudah selesai.
    Karena itu pula kadang kita melihat ada adegan dalam trailer film yang ternyata gak dimasukkan sutradara dalam hasil akhir, termasuk pula adegan yang ditampilkan dalam poster film.
    Film ini aslinya disutradarai oleh Su Chao-pin yang mendapat bantuan dari John Woo sebagai co-director. Dugaan saya, mungkin ada adegan yang dibuang Su Chao-pin berdasarkan rekomendasi John Woo.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: