Nihonjin no Shiranai Nihongo

Huruf kanji adalah produk China. Orang Jepang ngambil dan pakai begitu aja, curang tuh. Balikin dong!
(Kinrei, pada saat hari pertama Haruko mengajar)

Serial TV ini adalah serial TV Jepang favoritku di tahun 2010. Mungkin pendapatku agak berbau relatif, karena hanya ada 2 dorama yang kusaksikan di tahun 2010 hingga sekarang:mrgreen: . Asal tahu saja, aku bukan penggemar drama Jepang, malah bisa dibilang aku hampir buta dengan judul dan pernak pernik dorama yang tayang di TV. Hanya saja khusus untuk dorama yang ini, benar-benar suatu pengecualian. Bagi yang tak tahu arti dari judul serial drama yang menjadi judul postingan ini, saya artikan secara bebas: bahasa Jepang yang tak dimengerti orang Jepang. Apa? Bukannya seharusnya orang Jepang mengerti bahasa Jepang? Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan nonton saja sendiri. Serial ini diangkat dari manga karya Umino Nagiko dengan bantuan ilustrator Hebizo. Umino sendiri adalah seorang guru bahasa Jepang bagi orang asing dan isi dari manga karangannya sendiri tak jauh dari pengalaman Umino sendiri ketika mengajar orang-orang asing dalam berbahasa Jepang. Sekedar info, cerita manga dan serial doramanya cukup berbeda, terutama dari latar belakang tokoh utama.

Plot Cerita
Kanou Haruko adalah seorang gadis yang bercita-cita menjadi guru SMA. Sebagai batu loncatan, Haruko mengajar bahasa Jepang untuk orang asing di Nihongo Gakkou (sekolah bahasa Jepang) sebagai guru pengganti selama 3 bulan di sekolah bahasa Koubun Gakuin. Awalnya Haruko menganggap remeh pekerjaan ini karena menurut Haruko apa sih yang tak diketahui Haruko sebagai orang Jepang tentang bahasa Jepang. Ternyata…… murid-murid dalam kelas yang diajar Haruko jauh lebih kritis dari yang disangka Haruko. Selain bahasa Jepang yang dikuasai sudah lumayan lancar, mereka juga sering menanyakan berbagai macam hal tentang bahasa Jepang yang jarang diketahui orang Jepang pada umumnya. Situasi bertambah rumit dengan keras kepalanya Haruko yang menantang guru senior Takasu bertaruh untuk dapat mengusahakan seluruh murid kelas Haruko lulus ujian dengan taruhan mimpi Haruko mengajar SMA. Dilain pihak, Haruko sendiri bukan hanya mengajarkan bahasa Jepang saja, melainkan juga mendapatkan pelajaran berharga dari murid-muridnya yang notabene orang asing.

Baru kali ini aku menonton dorama komedi yang sangat lucu sampai aku tertawa ngakak terbahak-bahak. Kayaknya hal lucu yang paling banyak digeber dalam serial ini adalah bentrokan antara budaya Jepang dengan budaya luar Jepang, dimana budaya luar Jepang diwakili oleh murid-murid Haruko yang berasal dari berbagai macam negara. Belum lagi ditambah dengan karakteristik tiap-tiap murid yang punya jenis ketertarikan terhadap budaya Jepang yang berbeda. Ada murid yang memang suka bahasa Jepang, ada yang hobi Jidaigeki (e.g.: samurai dan ninja), ada yang otaku, sampai ada juga yang tertarik dengan Yakuza. Terus terang saja salah satu yang membuatku jatuh hati dengan serial ini adalah pengalamanku sendiri ketika belajar bahasa Jepang bersama teman-teman sekelas yang juga berasal dari berbagai macam negara. Walaupun tokoh-tokoh murid Haruko lebih gila-gilaan dibanding teman-teman sekelas bahasa Jepangku, pengalaman ketika arubaito (kerja part-time), bentrok budaya, hingga masalah salah paham bahasa pernah mewarnai kehidupanku, sama dengan apa yang dialami tokoh-tokoh murid Haruko.

Hal lucu lain yang menurutku kuat pengaruhnya dalam mengocok perutku adalah komedi permainan kata-kata. Sayangnya hal ini tak akan bisa membuat ngakak orang yang tak mengerti bahasa Jepang ataupun tidak tahu kehidupan sosial kemasyarakatan di Jepang, meski ditonton dengan teks terjemahan yang paling akurat sekalipun. Bayangkan saja, apa yang bisa ditertawakan jika hal yang lucu ditulis dalam bentuk keterangan subtitle. Yah, boleh dibilang ini lebih ke masalah feeling sih. Tapi paling tidak, kelucuan diluar permainan kata saja sudah lebih dari cukup untuk mengocok perut.

Mengenai plot drama untuk setiap episode, menurutku sih termasuk biasa saja khas dorama buatan Jepang. Kalau anda pernah menonton serial dorama yang berkisah tentang interaksi tokoh guru dengan murid-muridnya seperti GTO atau Gokusen, serial ini menawarkan hal yang tak jauh berbeda. Plotnya kebanyakan menceritakan perjuangan Haruko membantu murid-muridnya mengatasi masalah pribadi mereka di dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya cerita per episode diakhiri dengan adegan betapa murid-murid Haruko menjadi respek terhadap guru eksentrik ini dengan memanggil Haruko dengan kata sensei beserta ucapan arigatou, karena dalam keseharian mereka dengan cuek memanggil Haruko dengan namanya saja (orang Jepang biasanya sangat menghormati profesi guru dengan panggilan sensei, walaupun cuma guru kelas rendahan sekalipun).

O iya. Bagi yang sedang mempelajari bahasa Jepang tingkat menengah keatas, serial ini akan sangat menolong anda dalam mempelajari beberapa ungkapan dan istilah bahasa Jepang hingga sejarah penggunaan kata yang mungkin saja tidak akan anda temukan di buku pelajaran. Malah dalam beberapa hal, orang Jepang sendiri umumnya belum tentu mengerti beberapa hal yang diberikan dalam bentuk pelajaran di dalam serial TV ini. Bagi penggemar budaya Jepang, serial ini juga menampilkan beberapa hal terkait dengan budaya Jepang, baik kuno maupun modern. Misalnya saja tata cara kunjungan ke Jinja (kuil Shinto), perayaan obon, permainan kartu Hanafuda, suka duka arubaito (kerja part-time) hingga fenomena maid cafe.

So, my verdict…. serial ini menarik buat orang-orang yang tertarik dengan fenomena kultur Jepang, sangat berguna bagi yang sedang belajar bahasa Jepang tingkat lanjut, dan juga lucu bagi penggemar serial komedi. Tetapi kalau anda suka drama serius, lebih baik hindari saja serial ini karena selain banyak plot hole yang bertebaran, dari sisi dramanya sendiri terkesan membosankan, ditambah dengan akting yang terkadang berlebihan (untuk adegan komikal).

Guru

Kanou Haruko (Naka Riisa)
Mantan Charisma Tenin (sejenis sales girl berpakaian modis untuk image iklan perusahaan) yang meninggalkan pekerjaannya demi cita-citanya menjadi guru SMA. Kepala sekolah Akimoto menawarkan pekerjaan guru pengganti selama 3 bulan dengan imbalan rekomendasi bagi Haruko untuk mendapatkan pekerjaan guru SMA yang diimpikannya. Sifat keras kepala dan tak mau kalah Haruko malah menyebabkan dirinya ribut dengan guru senior Takasu hingga mempertaruhkan impiannya. Haruko setiap hari selalu berdandan modis, sama dengan gayanya berdandan sewaktu masih bekerja sebagai Charisma Tenin.

Takasu Kazuki (Ikeda Narushi)
Guru senior sinis yang sering meremehkan kemampuan mengajar Haruko walaupun tetap saja sering memberikan tips-tips mengajar bahasa Jepang yang jitu kepada Haruko. Tentu saja tips diberikan sambil mengejek dengan sinis dengan kata-kata sarkas. Walaupun demikian, Takasu adalah guru yang berdedikasi tinggi dan memiliki pengetahuan tentang bahasa Jepang yang mumpuni.

Katori Miyuki (Harada Natsuki)
Guru perempuan lemah lembut yang naksir berat Shibuya-sensei. Sering dipanggil Catherine oleh orang lain. Meskipun Katori selalu membetulkan pengucapan namanya, tak seorangpun mengidahkan protesnya. Katori adalah anak orang berada yang keluarganya masih memegang tradisi kolot.

Shibuya Taiyo (Aoki Munetaka)
Guru berambut gondrong kriwil ini terlihat sering mendukung Haruko ketika berdebat dengan Takasu, hingga Katori-sensei menyangka Shibuya naksir dengan Haruko. Shibuya-sensei terlihat sering membawa pedang bambu yang digunakannya untuk berlatih kendo.

Akimoto Kuniko (Asaka Mayumi)
Kepala sekolah Koubun Gakuin yang pada awal episode diceritakan dirawat di rumah sakit selama 3 bulan. Akimoto-sensei adalah guru wali Haruko ketika masih SMA dan orang yang menginspirasi haruko untuk mengejar cita-citanya sebagai guru. Akimoto-sensei merekrut Haruko sebagai guru bahasa Jepang dengan iming-iming rekomendasi untuk mendapatkan posisi sebagai guru SMA.

Keterangan gambar (kiri-kanan):
Berdiri paling depan: Haruko-sensei
Duduk baris pertama: Paul, Bob, Mary
Duduk baris kedua: Ou, Luca, Kinren
Duduk baris belakang: Diana, Elaine, Jack

Murid kelas Haruko

Bob (Mayo)
Satu-satunya Afro-American dalam kelas Haruko. Walau terlihat hitam, berotot dan sangar, sesungguhnya Bob justru orang yang ceria dan suka bercanda. Sering melontarkan lelucon (kerja sama dengan Paul) dalam setiap kesempatan Haruko mengajar. Sementara mayoritas murid lain berbicara dengan bahasa Jepang standard dan formal (Hyoujun-go), Bob bicara dalam bahasa gaul dan tahu banyak kosa kata gaul anak muda Jepang. Bob yang bercita-cita mendirikan kedai mie Udon ini kerja part-time di sebuah kedai ramen.

Luca (Sebastiano Serafini)
Ikemen (cowok keren) idola murid-murid Koubun Gakuin. Otaku asal Italia ini juga jago menggambar dan manga doujinsi karyanya lumayan laku dijual. Sebagai Otaku, Luca bercita-cita menjadi animator. Dalam setiap kesempatan belajar, Luca selalu memakai referensi manga, baik ketika menjawab pertanyaan Haruko, bertanya maupun ketika memberikan contoh kalimat/kata. Malah dalam usahanya menghafal huruf, Luca mengandalkan bacaan manga untuk menghafal huruf-huruf kanji.

Kinren (ZOE)
Cewek asal Shanghai ini awalnya dikenal sebagai murid yang sinis dan meremehkan Haruko, sebelum akhirnya menghargai Haruko sebagai seorang sensei. Kinren yang mempunyai pacar orang Jepang bernama Shibata ini awalnya datang ke Jepang karena bercita-cita menjadi model.

Jack (Blake Crawford)
Ekspatriat bule asal Amerika ini paling pintar berbahasa Jepang diantara teman-teman sekelasnya. Jika Bob menggunakan bahasa gaul, maka Jack selalu menggunakan Sonkei-go (kalimat sopan) ketika berbicara. Malah dengan tingkat kesopananan yang lebih tinggi dibanding bahasa Jepang standar yang dipakai mayoritas murid lainnya. Dalam beberapa kesempatan, Jack terlihat memiliki pengetahuan bahasa sopan lebih banyak dibanding Haruko.

Elaine (Camilla)
Cewek pirang dari Swedia ini tergila-gila dengan segala hal yang berbau Jidaigeki, mulai dari bertingkah seperti samurai, berlatih kendo dengan Shibuya-sensei hingga cita-citanya ingin bertemu ninja. Walaupun biasanya berkomunikasi dengan bahasa standar, kadang-kadang ketika kumat penyakit ninja-nya, Elaine menggunakan tata bahasa samurai jaman Edo untuk berbicara.

Mary (Dasha)
Lady kaya raya asal Perancis ini datang ke Jepang khusus untuk bertemu langsung dan berinteraksi dengan gangster Jepang, Yakuza. Berawal dari nonton film Yakuza yang dibintangi aktor Ken Takakura, Mary mulai belajar bahasa Jepang sekaligus pernak-pernik yang berhubungan dengan Yakuza.

Paul (Sethna Cyrus Nozomu)
Playboy Inggris ini bercita-cita menjadi nelayan yang sukses dan datang ke Jepang khusus untuk mengenal teknik modern nelayan Jepang. Paul berbicara dalam tata bahasa Kyoutsuu-go (bahasa biasa/non-formal), walaupun tidak segaul bahasa yang dipakai Bob. Didalam kelas, Paul dan Bob sering kali membuat seisi kelas tertawa dengan celetukan mereka terhadap pelajaran yang dibawakan Haruko.

Diana (Olga Alex)
Si pirang dari Russia ini datang ke Jepang dengan alasan menyukai bahasa Jepang dan ingin meniti karir sebagai penyanyi enka. Awalnya Diana bekerja part-time di sebuah family restaurant sebagai waitress sebelum restaurant tersebut tutup karena kurang laku. Setelah itu Diana mendapatkan arubaito di izakaya (kedai sake).

Ou (Zhang Mo)
Pemuda asal China ini terlihat naksir dengan Diana. Suka makan, terutama masakan favoritnya Mabotofu, dan inilah yang menjadi sebab cita-citanya mendirikan restoran masakan China di Jepang. Ou tinggal di sebuah apartemen milik duda tua yang keras kepala.

Keterangan:
Total serial: 12 episode
Durasi per episode: 30 menit

19 Responses to “Nihonjin no Shiranai Nihongo”


  1. 1 ardhie October 4, 2010 at 1:36 am

    sounds interesting .. !!

    sayang g bissa lihatt d.indonesia ..
    yg ada,malah sinetron yg ogah banget nonton .. !!

  2. 3 AL October 5, 2010 at 10:12 am

    Kayaknya seru… Kalo download dimana?

  3. 5 purisuka October 15, 2010 at 10:44 am

    waaa sepertinya menarik. cari dvd bajakannya ah….

    • 6 AnDo October 15, 2010 at 11:47 am

      @purisuka
      semoga nemu bajakannya, soalnya serial ini barusan abis diputar episode akhirnya tgl 30 September kemarin. jadinya nonton lwt download lebih gampang nyarinya:mrgreen:

  4. 7 Asop October 15, 2010 at 1:25 pm

    Haduuuuuh ada fansub-nya gak ya…😦
    Dan lagi… apa torrent-nya sekarang masih ber-seed?😦

  5. 11 harisu October 23, 2010 at 1:07 am

    salam kenal.. keren, lengkap bgt reviewnya, tulisannya jg bagus🙂
    aku juga suka bgt dorama ini, makasih bgt review-nya
    btw, sptnya terjemahan yg lbh tepat gini deh “Bahasa jepang yang tidak diketahui (dimengerti) oleh orang jepang” mungkin.. hehe😀

    • 12 AnDo October 23, 2010 at 2:41 am

      @harisu
      Salam kenal juga. Sepertinya terjemahan anda lebih tepat, kalau melihat partikel no ditempatkan setelah nihonjin. Thanks atas pendapatnya (udah saya edit).
      Saya barusan beli manga-nya, atau lebih tepatnya Comic-Essay dan isinya lebih banyak pelajaran bahasa jepang daripada cerita. Jadinya versi dorama beda banget, karena mereka membuat skenario berdasarkan beberapa scene dalam komik.

  6. 13 aryakuro January 5, 2011 at 3:14 pm

    Kayaknya asik nih doramanya, coba cari ah, heheh, arigatou AnDo-Kun!

  7. 15 nao April 26, 2011 at 4:00 pm

    uda dicoba,, tp gbs donlod, tau website lainnya? ^^

  8. 17 dhitzunako July 26, 2011 at 4:16 pm

    Doramanya punya tema unik, asik juga bisa nambah2 kosa kata Jepang dan ada gambaran suka duka jadi orang asing di negeri orang…
    Tapi kadang akting komikalnya Riisa Naka kurang natural ya… Dan kalau dibandingin dengan dorama “guru” lain seperti Gokusen or GTO, jadi agak kebanting…

    Anyway, still, tetep unik, dan bikin penasaran liat episode berikutnya, bahasa Jepang mana lagi yang tidak dimengerti orang Jepang, hehehe…

    • 18 AnDo July 30, 2011 at 5:08 pm

      @dhitzunako
      Kalau ngomongin soal akting sih, dorama yang ini emang kebanting, sinetron banget sih aktingnya. Yang bagus itu justru temanya.
      Oh iya, serial ini kurang laku di Jepang, Aku aja susah payah nunggu jam putarnya, pukul 12 tengah malam loh! Gimana mau laku ditonton.😦


  1. 1 Bahasa standar yang tidak standar « Toumei Ningen – Personal Blog Trackback on January 21, 2011 at 4:59 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: