Archive for October, 2010

Ho-kago Tea Time II – K-On insert song album

Hokago Tea Time II album cover

Anime K-On! memang fenomenal. Bukan hanya animenya saja yang laku, melainkan juga CD single dan album soundtrack yang dikeluarkan oleh label Pony Canyon laris manis di pasaran. Malahan single opening dan ending theme song anime K-On! season pertama yang berjudul Cagayake! Girls dan Don’t Say Lazy sempat memuncaki posisi satu dan dua tangga teratas Oricon top chart tahun lalu. Continue reading ‘Ho-kago Tea Time II – K-On insert song album’

The Girl Who Leapt Through Time (2010 Live Action)

“Ini nih, teknologi buatan tahun 2010!”
(Akari mengacungkan telepon selular pada Ryota)

Yang sudah pernah menonton adaptasi novel Toki wo Kakeru Shojo (umumnya disingkat menjadi TokiKake) karya Tsutsui Yasutaka ke dalam versi anime, tentu cukup mengenal inti cerita film ini yaitu kisah seorang gadis yang melintasi waktu ke masa lampau untuk memperbaiki kejadian dimasa sekarang. Terus terang saja, sebelum menonton film ini aku tadinya sempat meremehkan, atau paling tidak tak berharap banyak kalau film ini akan cukup berharga untuk ditonton. Maklumlah, kebanyakan live action sulit untuk menandingi bahan dasar adonannya, baik itu berupa novel maupun manga. Apalagi mengingat betapa novel ini sudah beberapa kali dibuat adaptasi film live actionnya. Aku sendiri nonton hanya sekedar iseng karena lagi malas nonton film-film berat. Lalu bagaimanakah hasil dari proyek terbaru film live action adaptasi dari novel terkenal ini?
Continue reading ‘The Girl Who Leapt Through Time (2010 Live Action)’

Memoirs of A Teenage Amnesiac

Akhir-akhir ini aku lebih sering nonton film-film Asia dibandingkan film buatan Eropa ataupun buatan Hollywood. Kebetulan pula film Asia yang banyak kutonton akhir-akhir ini adalah film buatan China/Hongkong dan Jepang. Hari sabtu-minggu kemarin aku bermaksud nonton film ringan yang menghibur untuk menemani hari libur dan salah satu dari 2 film yang kupilih untuk ditonton adalah film ini. Film yang beredar di Jepang dengan judul Dare ka ga Watashi ni Kiss shita (siapakah yang menciumku) ini diangkat dari novel karangan Gabrielle Zevin. Bagaimanakah hasilnya?
Continue reading ‘Memoirs of A Teenage Amnesiac’

Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame

Setelah film Reign of Assassins, datang lagi sebuah film wuxia yang dibalut cerita misteri. Berbeda dengan Reign of Assassins yang fiktif, kisah Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame (disingkat saja menjadi Detective Dee) diangkat berdasarkan tokoh nyata yang ceritanya berdasarkan novel fiksi berjudul sama karya Liu Qianyu. Sang detective dalam kisah ini sendiri adalah seorang petinggi pemerintahan jaman dinasti Tang bernama Di Renjie yang memang terkenal sebagai tokoh cerdik pandai yang banyak akalnya. Tingginya kemampuan analisis dan deduksi Di Renjie membuat banyak pengarang memfiksikan tokoh ini dalam posisi sebagai seorang detective.
Continue reading ‘Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame’

The other side of Kitamura Ken

Penggemar musik rock Jepang pasti kenal dengan nama Kitamura Ken, gitaris utama L’arc~en~ciel. Namun tulisan ini tidak membahas tentang L’arc~en~ciel, melainkan proyek solo Ken sang gitaris. Kalau dipikir-pikir, Ken bukanlah sosok pemain gitar asal Jepang yang paling hebat. Soal skill dan teknik, Ken masih kalah dibandingkan Tak Matsumoto (gitaris B’z) yang punya kemampuan teknik bermain lebih lengkap. Kalau dari sisi sound, Miyavi dan Sugizo bahkan punya sound yang lebih unik dan terkadang nyentrik dibandingkan sound gitar Ken yang biasa saja. Keunikan musik L’arc~en~ciel sendiri lebih dikarenakan perpaduan melodis antara gitar Ken dijalin dengan bass Tetsu yang memang berbeda style-nya dibanding band lainnya, bukan karena sound gitar Ken semata. Lalu, jika tak ada sosok Tetsu disisinya, bagaimana kira-kira musik yang dibawakan Ken?
Continue reading ‘The other side of Kitamura Ken’

Kenji: The Best Martial Art’s Manga

Bagi para pembaca yang belum pernah membaca manga jadul yang berjudul Kenji ini, mungkin anda mengira kalau saya terlalu muluk-muluk memberikan judul diatas. Kalaupun demikian kiranya, saya sarankan untuk membaca Kenji terlebih dahulu sebelum mencap saya berlebihan. Saya sudah membaca belasan manga bergenre martial arts, tapi sampai sekarang rasanya belum ada yang mengalahkan Kenji yang saya baca belasan tahun yang lalu itu. Padahal plot ceritanya sederhana saja, mirip dengan film Karate Kid yaitu bertema proses pendewasaan seorang anak muda lewat jalur bela diri. Tunggu dulu, walaupun sama-sama bertema coming age, Karate Kid versi lama (apalagi yang baru) masih jauh dibawah Kenji dalam soal kualitas.
Continue reading ‘Kenji: The Best Martial Art’s Manga’

Saya dan komentar

Ini hanya sebuah tulisan tentang bagaimana etika saya dalam menulis komentar di internet terkait dengan tulisan komentar saya disini, karena saya tiba-tiba saja kepikiran dengan “apakah saya cukup punya etika dalam menulis komentar?”
Ini tulisan narsis tentang diri sendiri, kalau merasa keberatan harap jangan dibaca :mrgreen: Continue reading ‘Saya dan komentar’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: