Fish Story – Lagu Punk penyelamat dunia

Lagu Fish Story, suatu hari nanti akan menyelamatkan dunia (Manager Gekirin band, Okazaki)

Aku sadar kalau film buatan tahun 2009 ini mungkin agak sulit disukai banyak orang, malah mungkin sulit untuk dinikmati penonton pada umumnya. Memang film ini kurang laku ketika beredar di bioskop umum, tapi banyak memperoleh pujian dari para penonton sewaktu diputar di ajang festival film. Padahal kalau dipikir-pikir, Fish Story bukanlah film dengan plot cerita berat. Mungkin hal ini disebabkan Fish Story mengusung cerita yang aneh, tidak membumi dan mengawang-awang. Bayangkan saja, plot utama film ini adalah tentang bagaimana sebuah lagu punk bisa menyelamatkan dunia dari kehancuran. Aneh bukan? Namanya juga Fish Story, sebuah ungkapan untuk menggambarkan cerita mengada-ada. Tapi aku pribadi justru menyukai film non-mainstream ini karena keunikan cerita dan cara sang sutradara mengeksekusi cerita yang diadaptasi dari novel karya Kotaro Isaka (orang yang juga menulis novel Golden Slumber). Tim yang membuat film ini adalah tim yang sama dengan orang-orang yang membuat film Golden Slumber (2010) dibawah pimpinan sutradara Yoshihiro Nakamura.

Tahun 2012, 5 jam sebelum tabrakan komet.
Film diawali dengan adegan kota Tokyo yang sepi karena para penduduknya mengungsi ke daerah tinggi untuk menghindari tsunami yang diperkirakan terjadi jika komet raksasa bertabrakan dengan bumi. Di dalam sebuah toko musik, 3 orang yang sedang menunggu nasib, berdebat sambil mendengarkan lagu punk usang milik grup Gekirin yang berjudul Fish Story dari piringan hitam. Mereka adalah si penjaga toko, pemuda penggemar musik dan orang setengah baya yang bilang telah mengetahui tentang datangnya komet bertahun-tahun yang lampau.
Diluar terlihat sebuah komet raksasa sedang meluncur mendekati bumi.

Tahun 1982, 30 tahun sebelum tabrakan komet
Masashi (Gaku Hamada) seorang mahasiswa pengecut, ikut serta mengantar 2 rekannya berkencan. Diperjalanan, 2 rekan Masashi bercerita tentang lagu Fish Story yang konon merupakan lagu kutukan. Salah satu cewek rekan kencan mereka yang dikenal memiliki kemampuan paranormal memperkirakan bahwa salah satu dari 3 pria yang ditemuinya saat itu akan berperan dalam menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Tahun 2009, 3 tahun sebelum tabrakan komet
Asami (Mikako Tabe) seorang siswi SMA terjebak dalam kapal ferry yang menuju Hokkaido gara-gara ketiduran. Di atas kapal, Asami berkenalan dengan koki muda (Mirai Moriyama) yang bercerita betapa dirinya dibesarkan oleh ayahnya untuk menjadi jagoan pembela kebenaran dan keadilan. Ditengah perjalanan, kapal ferry tersebut dibajak oleh kawanan bandit bersenjata api.

Tahun 1975, satu tahun sebelum Sex Pistols terbentuk
Gekirin adalah grup band amatir yang mengusung musik Rock yang kelak akan dikenal sebagai musik Punk. Sayangnya lagu-lagu mereka dianggap sampah oleh para pendengar. Walaupun manager band Okazaki (Nao Omori) sudah berusaha keras untuk mendapatkan kontrak rekaman profesional, lagu-lagu mereka tak laku dijual. Sampai akhirnya band leader merangkap pemain bass Shigeki (Atsushi Ito) menciptakan lagu Fish Story berdasarkan buku yang dibawa Okazaki. Tapi tetap saja, Fish Story sebagai lagu rekaman terakhir Gekirin tak laku dijual.

Coba anda bayangkan sendiri betapa liarnya kisah ini dibawakan bagaikan sebuah lagu Punk, kira-kira akan dibawa kemana cerita yang seakan-akan acak-acakan dengan era berbeda diatas. Yang menjadi rantai penyambung masing-masing cerita adalah bagaimana bisa sebuah lagu tak laku seperti Fish Story yang diciptakan di tahun 1970-an akan menyelamatkan dunia dari kehancuran ditahun 2012. Hebatnya, Nakamura mampu menyambung cerita dengan latar berbeda dengan baik, peralihan kisah beda era mampu dieksekusi dengan mulus oleh sang sutradara tanpa terkesan meloncat-loncat. Dan yang pasti gaya penceritaan Nakamura membuatku sulit beranjak karena penasaran dengan apa yang akan terjadi pada adegan selanjutnya.

Sayangnya skenario film ini tidak istimewa, bisa dilihat lewat rangkaian dialog yang terkesan datar. Film ini juga memuat beberapa adegan yang memang disengaja oleh sang sutradara mengingatkan para penonton pada film-film terkenal seperti Armageddon (Bruce Willis), Karate Kid (Ralph Macchio), Lethal Weapon 2 (Mel Gibson) hingga Under Siege (Steven Seagal).

Yang ingin disampaikan oleh Kotaro Isaka sang penulis adalah sekecil-kecilnya kontribusi yang dilakukan oleh seseorang, ada kemungkinan akan turut memberikan pengaruh yang signifikan bagi umat manusia dimasa depan. Mungkin kita hanya menganggap remeh hal kecil yang kita perbuat sekarang, tetapi siapa yang tahu kalau perbuatan kecil kita itu akan menjadi mata rantai perubahan besar dalam sejarah.

Aku jadi membayangkan apakah ada salah seorang pengunjung blog ini terinspirasi dengan sebuah tulisanku dan melakukan sesuatu yang akan mengubah dunia, entah kearah positif atau mungkin juga kearah negatif.

Sutradara: 4/5
Cerita: 4/5
Skenario: 3/5
Rating: 3.75/5

NB.
Bagi yang ingin mendengar lagu yang menyelamatkan dunia pada tahun 2012 ini, silahkan dengarkan:

3 Responses to “Fish Story – Lagu Punk penyelamat dunia”


  1. 1 purisuka December 30, 2010 at 11:54 am

    review ini gak bikin saya jadi terinspirasi buat menyelamatkan dunia sih, tapi bikin saya jadi pengen nonton filmnya. dan ternyata saya suka banget sama film ini! thanks! boleh diliat reviewnya di blog saya *ujung2nya promosi colongan*

    • 2 AnDo December 30, 2010 at 2:33 pm

      @purisuka
      semoga inspirasi untuk menonton film ini buat purisuka bisa turut membuat dunia ini menjadi lebih baik:mrgreen:
      btw, udah dibaca reviewnya, plus dikasih komentar.


  1. 1 5 Lagu Rock paling keren dari band fiktif dalam film Jepang | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on November 7, 2015 at 4:09 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: