BECK The Movie – We are the BECK!

Oretachi wa tada no nakayoshi bando jyanai da
(Kita ini bukan band yang dibentuk buat iseng main antar kawan doang!)
~Ryusuke Minami~

Akhirnya! Aku nonton juga film yang sudah kutunggu-tunggu pemutarannya pada bulan-bulan terakhir ini. BECK the movie memang bukan film berat kelas festival dengan plot cerita rumit, melainkan hanya sebuah film hiburan yang diangkat dari salah satu manga favoritku karya Harold Sakuishi. Karena itu, sebelum menontonnya pun aku tidak berharap pada kualitas film berbobot, yang penting bisa menghibur dan mampu mengadopsi semangat manga/anime nya sendiri ke layar lebar. Menurut laporan box office Jepang, film ini mampu meraup lebih dari 300 juta Yen pada pemutaran hari pertama dan kedua di 316 layar seluruh bioskop Jepang sehingga bertengger dipuncak tangga film terlaris Jepang hingga 2 hari. Sayangnya tak sampai seminggu, BECK turun ke peringkat 3 karena harus kalah bersaing dengan film Akunin yang menyalip diposisi nomor satu.

Bagi yang pernah baca manga ataupun nonton animenya, tentunya sudah mengetahui kalau BECK bercerita tentang kisah 5 pemuda yang berjuang dari bawah untuk menggapai mimpi mereka membentuk band terhebat dan diakui penggemar musik Rock seluruh dunia. Fokus film lebih mengarah ke sosok Koyuki sang gitaris pemula dan Ryusuke aka Ray sang gitaris berbakat yang menjadi leader BECK, dengan karakter lainnya sebagai pendukung. Film live action ini mengambil story-arc manga dari awal pertemuan Koyuki dan Ray hingga puncaknya berakhir di konser besar-besaran Greatful Sound. Boleh dibilang versi film layar lebar ini mengambil porsi yang sama dengan versi animenya.

Hal pertama yang ingin kubahas dalam resensi ini adalah plot cerita. Tidak seperti film garapan sebelumnya 21st Century Boys, Yukihiko Tsutsumi terlihat lebih setia pada jalur cerita manga aslinya. Memang disana sini terlihat banyak modifikasi cerita, pemadatan kisah, restrukturisasi adegan, hingga peleburan karakter pendukung menjadi satu tokoh yang mewarnai film live action ini. Tapi aku melihatnya masih dalam batas kewajaran, toh cukup sulit memadatkan cerita manga yang panjang menjadi film berdurasi sekitar 145 menit. Hanya saja tokoh menarik seperti Saito-san terpaksa kemunculannya harus dibatasi habis-habisan, meskipun peran Saito-san sebagai guru gitar Koyuki yang hobi Classic Rock masih diperlihatkan dengan sedikit modifikasi. Seperti yang telah kuduga, plot cerita anak SMP akhirnya dinaikkan menjadi plot anak SMA, hanya saja tampang Satoh Takeru koq sepertinya terlihat agak tua sebagai anak SMA kelas 1. Yah, anggap saja Koyuki gak naik kelas sampai 3 tahun😆

Bagi yang mengenal cerita manga/animenya, tentu tak terlalu terkejut dengan beberapa hal yang ditampilkan dalam film, tapi bagi yang tak kenal manga/animenya mungkin agak kaget dengan beberapa kejadian yang serba kebetulan ataupun hubungan antar tokoh yang terkesan terlalu instant. Cuma satu saran saya, baca dulu deh versi manga-nya, lalu nonton lagi filmnya. Dijamin lebih memuaskan.

BECK kiri-kanan: Chiba (Kiritani Kenta), Saku (Nakamura Aoi), Ryusuke (Mizushima Hiro), Koyuki (Satoh Takeru), Taira (Mukai Osamu)

Pemilihan Mizushima Hiro sebagai Ryusuke aka Ray memang cukup tepat untuk urusan dialog berbahasa Inggris karena Hiro pada dasarnya memang lancar berbahasa Inggris tanpa aksen Jepang. Tapi untuk urusan akting, Hiro terlihat payah. Pada adegan tertentu Hiro memang bisa membawakan peran Ray dengan baik, tapi kebanyakan pada adegan krusial Hiro justru keliatan sekali berakting kaku mirip pemain sinetron. Boleh dibilang Hiro-lah aktor yang paling tidak enak dilihat aktingnya diantara 5 anggota BECK. Satoh Takeru lumayan bisa memperlihatkan sosok Koyuki yang sulit mengekspresikan dirinya, begitu juga dengan Mukai Osamu dan Nakamura Aoi yang masing-masing berperan sebagai Taira si pembetot bass dan Saku si penggebuk drums. Akting mereka bertiga masih boleh lah walau nggak bagus-bagus amat, toh nggak seburuk akting kaku Hiro. Yang menarik perhatian justru Kiritani Kenta yang mendapatkan peran Chiba sang vokalis utama merangkap rapper. Gaya dan ekspresi wajah Kiritani benar-benar meyakinkan, bahkan bisa membuatku tersenyum dalam beberapa adegan komedi yang melibatkan kepribadian Chiba yang cepat panas. Memang Kiritani Kenta lah bintang BECK yang paling menonjol dalam versi film live action ini.

Kutsuna Shioli sebagai Maho

Peran lain yang ditonjolkan skenario adalah sosok Maho, adik Ray sekaligus love interest-nya Koyuki. Agak lucu memang, Maho bilang bahasa Jepangnya kurang bagus (maksudnya gak sebagus bahasa Inggrisnya), padahal dialog bahasa Jepangnya lebih sempurna dibanding dialog bahasa Inggrisnya yang masih terdengar sengau dengan aksen khas Jepang. Anehnya Kutsuna Shioli yang berperan sebagai Maho ini lahir dan besar di Australia. Lagipula bahasa Jepang Shioli untuk sehari-harinya kadang rada lucu karena memasukkan aksen Aussie (apa karena dialog bahasa Inggris Maho memang berlogat Aussie jadinya aneh dikupingku?). Tapi karena Shioli memang cute dari sononya, jadinya saya terpaksa memaafkan kekurangan Shioli yang ini:mrgreen:

Pamflet promosi BECK plus sobekan karcis setelah habis nonton

Pamflet BECK plus sobekan karcis setelah habis nonton di TOHO Cinema kursi H 14

Urusan kasting pemain juga lumayan menarik untuk dibahas, terutama kalau bicara tentang sosok pemain yang dikasting kelihatan mirip dengan tokoh asli. Brett Pemberton yang berperan sebagai Eddy terlihat mirip Kurt Cobain dari pada Geddy Lee vokalis RUSH yang ada dalam bayanganku. Lalu Todd Shymko memang pas sebagai Matt Reed dalam imajinasiku, kayak Joe Satriani abis ketika mengenakan kaca mata hitam. Entah kenapa, koq aku merasa Shanky Lee yang mendapatkan peran Leon Sykes terlihat lucu. Mungkin karena Sykes yang dikelilingi bodyguard berbadan raksasa terlihat mirip cebol. Kemudian Shido Nakamura (yang main jadi lawan Jet Li dalam Fearless) mendapatkan peran tokoh Ran, produser Belle Arm yang dalam padanganku koq terlihat bagaikan Yoshiki, drummer dan produser X Japan.

Adegan di event musik besar Greatful Sound terlihat seperti real. Aku baru tahu setelah cek sana sini kalau pihak produser BECK mendapatkan ijin untuk menggunakan arena panggung Fuji Rock Festival sebagai setting konser puncak BECK di ajang Greatful Sound. Dan setelah di cross-check lokasi dan bentuk panggung pertunjukan, memang Greatful Sound Festival menggunakan sarana Fuji Rock Festival. Untuk adegan konser Greatful Sound sendiri kabarnya melibatkan pemain figuran hingga berjumlah 1500 orang.

Musik

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Around the World-nya RHCP memang di masukkan sebagai opening song plus insert song ketika para anggota BECK kerja part-time mengumpulkan duit untuk pembuatan CD album indies mereka. Endingnya sendiri juga dari awal telah dikonfirmasi menggunakan lagu Oasis yang berjudul Don’t Look Back in Anger. Ada satu lagu lagi yang juga dipakai sebagai insert song, yaitu karya The Black Crowes yang berjudul Remedy. Ketiganya memang lagu lawas, tapi cukup familiar bagi kuping para penggemar musik Rock.

Lagu-lagu yang dibawakan BECK sendiri hanya 3 buah dan yang benar-benar dibawakan sendiri dengan vokal karakter Chiba hanya satu, judul lagunya Evolution. Dua lagu lain yang agak slow dan cenderung Blues Rock dibawakan oleh karakter Koyuki berjudul Looking Back (pengganti Face aka Sister’s song dalam anime) dan Moon Beams (pengganti Slip Out dalam anime), hanya saja dua lagu ini dibawakan voiceless. Dugaanku sih karena Satoh Takeru (pemeran Koyuki) tidak memiliki kemampuan untuk menyanyi dengan suara yang bisa menyihir para penonton, sesuatu yang kuragukan sejak awal. Malah ketika film selesai, orang Jepang disebelahku masih berdebat soal mengapa Koyuki menyanyi tanpa suara, hanya ditemani teks berisi lirik layaknya video karaoke.
[Edit] Ternyata, adegan Koyuki menyanyi tanpa suara adalah keinginan dari pengarang original BECK yaitu Harold Sakuishi. Sakuishi meminta agar suara Koyuki menyanyi digantikan dengan bunyi lain atau sekalian saja dibikin mute alias tanpa suara. [Edit selesai]

Lagu-lagu lain yang muncul tentu saja dari super grup Rock fiktif Dying Breed pimpinan Eddy Lee. Kalau tidak salah ada 3 lagu Dying Breed yang ditampilkan, termasuk yang dinyanyikan bareng Koyuki (bukan Moon on Water-nya Beat Crusaders). Dari grup Belle Arm sendiri ada 1 lagu yang ditampilkan, genrenya Belle Arm sendiri adalah Visual Kei. Yang pasti tak ada lagu-lagu dalam anime yang ditampilkan dalam film, semuanya lagu baru. Sepertinya grup Beat Crusaders yang bubar tahun 2010 ini juga tidak dilibatkan.

Lagu-lagu original yang ditampilkan:
– Evolution oleh BECK
– Moon Beams oleh BECK (dibawakan dalam ajang Greatful Sound). Aslinya lagu milik grup Spank Page band berjudul Boy. Lagunya bisa di dengar di link ini
– Flat liners dan Naked oleh Dying Breed. Aslinya lagu milik grup Monoral dengan vokalisnya Anis.

Mengacu pada album BECK The Movie Soundtrack yang dikeluarkan Sony Music Japan, lagu-lagu yang dimuat dalam album hanyalah Music theme film beserta insert song, jadi bukan lagu-lagu yang disebutkan diatas. Mungkin mereka berniat merilis lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film dalam format album tersendiri. Silahkan lihat link sony music soal perilisan album BECK disini.

So, my verdict…. BECK The Movie ternyata bisa menghiburku, walaupun ada kekurangan disana sini tapi tetap saja masih layak tonton dan kukira dapat memuaskan rasa penasaran penggemar manga/anime yang ingin tahu bagaimana jika BECK di layar lebarkan.

Acting: 3/5
Music: 4/5 (Genre Rock)
General rating: 3.25/5

Trivia (tambahan)

– Empat aktor personil BECK (Hiro, Takeru, Osamu, dan Aoi) tak ada yang punya pengalaman bermain musik sebelum casting film ini, hanya Kiritani Kenta yang pernah ikut free style rap amatiran.
– Mereka punya waktu 2 bulan untuk menguasai alat musik masing-masing sebelum syuting dimulai (plus latihan selama syuting berlangsung) dengan tutor pelatih profesional.
– Pada adegan duel di ajang free style rap, lirik rap yang dibawakan tokoh Chiba diciptakan sendiri oleh Kiritani Kenta.
– Mizushima Hiro dan Kutsuna Shioli yang berperan sebagai Minami bersaudara yang besar di New York, memang tumbuh besar diluar negeri. Hiro besar di Zurich; Shioli lahir dan besar di Sydney.
– Naoto Takenaka muncul dengan peran cameo sebagai juragan kedai mie ramen tempat Chiba bekerja part-time.

Sebagai penutup, kita lihat aksi BECK membawakan lagu Moon Beams yang dibawakan dalam ajang Greatfull Sound sebagai final performance mereka diakhir film. Lirik romaji bisa dilihat disini untuk siapa saja yang ingin ikut bernyanyi

54 Responses to “BECK The Movie – We are the BECK!”


  1. 1 lambrtz September 8, 2010 at 10:41 am

    Walah kok cuma 3.25😆
    Saya jadi mikir kalo mayoritas live action bakal ga memenuhi ekspektasi penonton.😛

    BTW kayanya masih lama sampe sini ini ya😕

    • 2 AnDo September 8, 2010 at 11:28 am

      @lambrtz
      Walah, 3.25/5 tuh berarti layak tonton. Kalau nilainya mendekati 4 berarti tuh film layak diadu dengan film sekelas ajang Cannes dan Oscar, paling nggak sebagus Twilight Samurai.
      Emangnya bioskop Singapore sering muterin film2 Jepang? Kalau kepepet, tunggu aja bajakannya tahun depan😈

  2. 3 purisuka September 8, 2010 at 1:14 pm

    aaaaaahhh siriiik! ini salah satu film jepang yang saya tunggu-tunggu tahun ini. tiga pemain utamanya (hiro-takeru-mukai) favorit saya dan dulu sempet ngikut beberapa belas chapternya di shonen magz….hiks kayaknya masih lama banget ya bajakannya muncul😦 *pengen pindah ke jepang*

  3. 4 jensen99 September 8, 2010 at 3:07 pm

    Saya pernah liat trailernya ntah dimana. Don’t Look Back in Anger di endingnya keren banget!😀

    BTW, skrinsyutnya Maho mana?

  4. 5 AnDo September 8, 2010 at 3:31 pm

    @purisuka
    maafkan saya membuat anda sirik, but it’s my pleasure:mrgreen:
    btw, pindah ke Jepang cm buat nonton film?
    Walah, filmnya berdialog bahasa Jepang dan nggak pake subtitle loh😆
    Selamat menunggu bajakannya tahun depan.

    @jensen
    Ok, permintaan dikabulkan. Gambar Kutsuna Shioli sebagai Maho sudah di add.
    Don’t Look Back in Anger diputar pas cast ending scroll doang koq. keren yah?😈
    anu, mungkin ada yang kurang kerjaan bikin fake trailer dan terlihat bagus.

  5. 6 AnDo September 9, 2010 at 12:24 pm

    @All
    Ngomong2, ternyata facebook bukan hanya jadi ajang mengumpulkan orang buat dukung2an politik doang, facebooker join to support BECK The Movie main di bioskop Indonesia juga ada loh. Ini linknya:
    Support BECK live action movie to Blitzmegaplex Indonesia

  6. 7 sora9n September 9, 2010 at 3:03 pm

    Yang jadi Chiba sama Saku-nya kena banget…😆

    *dari segi tampang maksudnya*

  7. 8 Asop September 10, 2010 at 3:34 am

    Gilaaaaaaaaaaa saya baru tahu ternyata BECK ada live action-nyaaa!!!😀😀

    Itu Mizushima Hiro beneran bisa maen gitar??
    Apa bahasa inggrisnya bagus? Kan Ryusuke lancar banget inggrisnya…:mrgreen:

  8. 9 AnDo September 10, 2010 at 11:11 am

    @sora9an
    eh?
    Gak nyangka ternyata Kakak So ngikutin BECK juga.
    Kalau dari segi tampang sih, semuanya mirip koq. Toh setelah dipermak sama tukang make-up, wajah mereka bisa diubah jadi siapa aja:mrgreen:
    Kecuali Koyuki, soalnya tampang Satoh ketua’an buat anak SMA kelas 1😆
    Tapi kalau udah liat filmnya, yang paling pas dan sesuai dengan versi manga/anime nya: CHIBA
    Kiritani Kenta ternyata bisa berakting jadi orang eksplosif cepat panasan kayak Chiba. Pas wawancara sih Kiritani keliatan banget tukang banyol, karena itu waktu adegan2 komedi si Chiba “ngamuk”, jadinya pas banget😀

    @Asop

    saya baru tahu ternyata BECK ada live action-nya

    Oh ya?

    Itu Mizushima Hiro beneran bisa maen gitar??

    Kayaknya bisa tuh

    Apa bahasa inggrisnya bagus?

    Sekedar info tentang Mizushima Hiro.
    Lahir di Tokyo. Waktu Hiro masih kecil, seluruh keluarganya pindah ke Swiss mengikuti ayahnya yang ditugaskan disana. Di Swiss, Hiro masuk ke sekolah Internasional yang seluruh siswanya bergaul dengan bahasa Inggris (Hiro satu-satunya anak Jepang). Ketika kembali ke Jepang, Hiro masuk SMP lokal. Hiro sempat dikenal sebagai anak introvert, padahal penyebab utamanya karena Hiro malu (bahasa Jepangnya berlogat bule dan bercampur-campur dengan bahasa Inggris). Tapi karena jago main sepak bola, Hiro malah disukai banyak orang dan mulai pandai bergaul.
    O iya, kadang pas diwawancara dgn bahasa Jepang, logat aneh Hiro keluar gak sengaja. contohnya saja, bilang boku wa jadinyanya mirip bow kuwa atau kata pinjaman dari bahasa Inggris dilafalkan dengan benar (bukan pelafalan berdasarkan katakana).
    Bahasa Inggrisnya? kira-kira aja sendiri kalau besar diluar negeri dan tiap hari ngobrol pake bahasa Inggris. Yang pasti, lebih jagoan dia dari saya. Btw, bahasa Inggris Hiro kental banget American accent. Mungkin guru dan teman2nya di Swiss kebanyakan orang Amrik kali…..

    Kan Ryusuke lancar banget inggrisnya

    Yang bener?
    Kalau di manga sih gak kedengaran tuh lancar apa nggak, tapi di anime ketauan kalau seiyu Ryusuke tuh nggak lancar bahasa Inggrisnya. Bukan english kali… tapi ENGRISH😈

    • 10 Asop September 15, 2010 at 2:02 am

      Di manga-nya kan ketahuan sekali kalo dia lancar.😆 Gak adik gak kakak, sama2 lancar.😆 Kalo ga lancar bahasa inggris, mana mungkin bisa ngejam bareng ama musisi blues legendaris (lupa namanya..), ngejam bareng Dying Breed (terutama ama gitarisnya Eddie), apalagi dapet gitar Lucille.😆😆

      Ada-ada aja.:mrgreen:

      Wow, ternyata Hiro seperti itu ya.😀
      Salut. Artinya, bahasa inggrisnya lancar cas cis cus.😉 Cuman, di serial Mr. BRAIN, saya dengar logat inggris Hiro seperti melafalkannya dari katakana. Dia ngomong “fourty five” seperti “fourti faibu”. Entahlah apakah itu disengaja untuk serial itu aja. Inilah yang membuat saya ragu akan inggrisnya.🙂

      • 11 AnDo September 15, 2010 at 11:01 am

        @Asop

        Kalo ga lancar bahasa inggris, mana mungkin bisa ngejam bareng ama musisi blues legendaris

        Emangnya nge-jam main gitar bareng orang yg bicara bahasa Inggris harus lancar berbahasa Inggris gitu? koq contohnya absurd yah😆

        […] di serial Mr. BRAIN, saya dengar logat inggris Hiro […]

        Namanya juga dalam film, akting bego khan bisa aja.
        contohnya aja, tau tokoh Hiro Nakamura serial HEROES gak? Ngomong bahasa Inggrisnya parah banget broken englishnya. Tapi aslinya Masi Oka aktor pemeran tokoh Hiro, justru bahasa sehari-harinya American English. Malah bahasa Jepang Masi Oka jadi bahasa kedua.

      • 12 Asop September 20, 2010 at 1:06 pm

        Hohoho, jelas dong, tanpa bahasa inggris yang mumpuni, ga mungkin Ryusuke bisa bermusuhan dengan Leon Sykes.:mrgreen::mrgreen:

      • 13 AnDo September 20, 2010 at 2:29 pm

        @Asop
        Dari bisa nge-jam main gitar -> musuhan sama Sykes.
        makin gak nyambung😆😆😆
        *facepalm*

      • 14 Asop September 23, 2010 at 1:58 am

        Wah, itu saya ngasih contoh baru maksudnya.😎

      • 15 AnDo September 23, 2010 at 9:51 am

        @Asop
        oke deh. kalau gitu saya bikin kesimpulan berbanding terbalik.
        Kalau Sykes bisa bahasa Jepang yang mumpuni, Sykes akan berteman baik dengan Ryuusuke dan malah kemungkinan besar Sykes bakalan menjadi manager Beck 😆

  9. 16 jensen99 September 10, 2010 at 3:52 pm

    @ Ando

    Keknya itu memang pas ending kok. Bagian yang mengesankan buatku sebenarnya klise saja. 1] koor penonton nyanyi; 2] selebrasi/salam perpisahan band usai lagu terakhir. Ada gak bagian2 itu?

    Makasih skrinsyut Kutsuna Shioli-nya. Cantik khas Jepang..😉

    • 17 AnDo September 11, 2010 at 11:15 am

      @jensen
      endingnya: mereka ngumpul diatas panggung lalu bergandeng bahu membentuk lingkaran disertai awal lagu Don’t Look Back in Anger, lalu muncul cast credit nama pemain dll, diselingi gambar-gambar gitar, bass, drums, mic.
      Koor penonton nyanyi dan selebrasi/salam perpisahan band usai lagu terakhir kayaknya gak ada, soalnya di manga/anime juga kek nya gak ada deh (barusan ngecek animenya, ngecek manga sih kelamaan).
      Aku sih paling berkesan waktu mereka muncul satu persatu di panggung sambil nyanyi I’ve Got a Feeling. Sayangnya momen itu di The Movie kurang mantep, apa krn lagunya bukan punya The Beatles:mrgreen:

      Shioli yang manis itu baru saja dapat penghargaan 7th annual Beauty Week Awards kategori tercakep usia 10-19 tahun. \m/
      Berita dan foto dapet dari sini

  10. 18 purisuka September 11, 2010 at 4:04 pm

    nonton film salah satu alasannya, tp dari dulu sih emang pengen ke sana *sirik sm orang2 indo yg sekolah di jepang*. Eh iya lupa kalo gak pake subtitle, waah berarti mas ando pinter bahasa jepang dong~ saya mah cuma ngerti dikit2😀

    • 19 AnDo September 11, 2010 at 4:24 pm

      @purisuka
      Kuliah ke Jepang? Jangan cuma modal sirik aja, mumpung masih muda, cari beasiswa lah. kalau usaha keras, jalan keluar pasti ada.

      berarti mas ando pinter bahasa jepang dong~ saya mah cuma ngerti dikit2

      eh…..🙄
      saya mah ngerti banyak2 sih, tapi dibilang pinter koq gak pernah lulus JLPT satu kalipun:mrgreen:

  11. 20 jensen99 September 12, 2010 at 4:49 am

    […] lalu bergandeng bahu membentuk lingkaran […]

    Ah, iya. Yg itu saya inget. Tapi gak ada koor ya..? Hmm..😕
    OK,:mrgreen:

  12. 21 Felicia September 12, 2010 at 11:26 am

    Takeru Satoh… Mizushima Hiro…kyaaaaa~n❤
    Si Takeru emang ga gitu bagus suaranya, tapi kalo soal akting mah boleh lah..😀
    Aaaaah…jadi pengen nonton di bioskop T.T
    *segera menuju link FB di atas*

  13. 22 AnDo September 12, 2010 at 12:33 pm

    @jensen
    Ntar dicari aja bajakannya tahun depan kalau udah keluar DVD originalnya.:mrgreen:

    @felicia
    Saya belum pernah dengar Satoh nyanyi sih, jadinya cuma nebak-nebak alasannya.
    O iya, saya sudah nonton😀
    *pamer-pamer*

  14. 23 Arm Kai September 20, 2010 at 7:55 am

    wah, tuan rumah yg suka pamer inih😆😛
    saya tunggu bajakannya saja deh:mrgreen: ato suheng Ando mau membajakkannya?😈
    kalo emang masuk blitz, saya juga kejauhan nontonnya, tergantung ada temennya ato ngga buat diajak jalan2 jauh😛

    btw,

    Adegan di event musik besar Greatful Sound terlihat seperti real. Aku baru tahu setelah cek sana sini kalau pihak produser BECK mendapatkan ijin untuk menggunakan arena panggung Fuji Rock Festival sebagai setting konser puncak BECK di ajang Greatful Sound. Dan setelah di cross-check lokasi dan bentuk panggung pertunjukan, memang Greatful Sound Festival menggunakan sarana Fuji Rock Festival. Untuk adegan konser Grateful Sound sendiri kabarnya melibatkan pemain figuran hingga berjumlah 1500 orang.

    yang bener Greatful Sound ato Grateful Sound sih?😕 kalo di anime AFAIR Grateful Sound sih😕

    • 24 AnDo September 20, 2010 at 10:08 am

      yang bener Greatful Sound ato Grateful Sound sih?

      Oh sorry, typo:mrgreen:
      Yang benar Greatful Sound, グレイトフル・サウンド (dibaca: Gureitfuru saundo). diedit deh kesalahannya. Mumpung masih suasana lebaran, maap lahir bathin.😀

      Silahkan tunggu bajakannya tahun depan, itu juga kalau ada yang nekad ngasih subs😈
      Jakarta-Bogor jauh????😯
      Kalau Jakarta-Surabaya emang jauh

  15. 25 Arm Kai September 21, 2010 at 2:12 am

    jauh larr… kalo ga tau lokasi tepatnya ada di mana dan ke sananya naik apa selalu saya anggap jauh😛

    nah bang Ando aja yg ngasih subs :-“

  16. 26 AnDo September 21, 2010 at 9:47 am

    @Arm
    bilang aja kalau situ males😈

    saya ngasih subs?
    hmmmm *mikir*
    kayaknya saya lebih suka nulis review deh:mrgreen:

  17. 27 Disc-Co October 13, 2010 at 12:28 pm

    Dan ini sudah saya tunggu dari dulu, tapi tidak keluar-keluar di bioskop Singapore.😦

    #kecewa

    • 28 AnDo October 14, 2010 at 2:23 pm

      @Disc-Co
      Setahuku sih BECK dirilis di China (Hongkong) dan Korea Selatan. Biasanya Singapore juga kadang dapat jatah tayang internasional film2 Jepang, gak kayak Indonesia.

  18. 29 Putri October 14, 2010 at 11:45 pm

    musicnya….kenceng banget, yak…!

    he..he..barangkali rock2 jenis beginian gak cocok ama kuping saia..tapi kalo ngelihat pemainnya sih kayaknya cocok2 aja ama saia..he..he..😀

  19. 31 aniyang October 15, 2010 at 10:48 pm

    Gasalah tuh yg jadi si saku nya nakamura aoi ahaha gak kegantengan tuh wk😀

  20. 33 SailorBarbieMoon March 13, 2011 at 11:19 am

    aaaaa~ Hiro kaku ya main gitarnya😦 padahal gue cinta mati sama dia😦 Tapi gapapa~ dia tetep bersinar laaaaah~ ichiban suki *0*

  21. 34 andro April 2, 2011 at 7:32 am

    walau gak gitu gandrung ama yang bau jepang,,tapi beck ini sangat luarbiasa..sayangnya agak nyesel justru liat live actnya,,mimpi maestro mungutin sampah konser nya diganti bayangan greatfulsound padahal mimpinya itu bener2 roh dari ceritanya menurutku,apalagi adegan naik kepanggung terakhir satu2nya juga kurang..diliat liat konser akhir malah gak jauh beda ama 20th century boy waktu ending juga..hahahaha..

  22. 35 BECKers April 5, 2011 at 12:43 pm

    moshi2..😀
    aq nyari lagunya Spank Page – Boy di internet kok ga nemu2 yaa?
    kira2 ada yg bisa bantu nyari linknya ga? onegaaaaaai..

  23. 36 Hayunda April 8, 2011 at 6:33 am

    http://www.4shared.com/audio/NFExQpgZ/moonbeams-_beck.htm Nih ada lagu moonbeams, jelas bukan Satoh Takeru yang nyanyi hehehe

  24. 37 Aziz_Gegep July 17, 2011 at 5:36 am

    Numpang share nih Looking Back karya anak indonesia !!!
    http://www.4shared.com/audio/feXH​YnEs/10_Looking_Back__A_Tr​ibute_To_.html

    atau link youtube’nya

    serius nih coveran keren banget, hampir menyamai asli’nya yang ada di movie dengan sedikit improvisasi…

    silahkan cek fb orang’nya gan !!!
    http://www.facebook.com/zauldyeckreiza

  25. 38 Moettick Is VIP February 16, 2012 at 8:52 am

    Baru ngerti kenapa di filmnya pas koyuki nyanyi nggak ada suaranya. Awalx aq pikir headphone yg rusak. Udah ganti2 headphone tetap nggak bunyi! Ternyata sengaja! Sempat mau banting headphone gara2 penasaran sama suara koyuki! (tapi nggak jadi karna inget mau beli lagi pake apa…. :P) tapi bagus filmnya. Menghibur bgt! Ray minami ngingetin sama nanba senpai di hanazakari…🙂

  26. 40 zakariya February 17, 2012 at 6:58 am

    aku ikut jadi tahu tentang informasi film,, terima kasih ya,, dan maaf q ikut copy dikit artikelnya sekalian..:-)

  27. 41 Rizki February 29, 2012 at 3:38 pm

    filmnya keren. baru nonton kemaren-kemaren dari hasil download. yang ga disangka-sangka ray dan koyuki diperankan oleh dua rider (Kabuto + Den-O). Semoga ada film berikutnya saat Beck di Amerika.🙂

    • 42 Orang Numpang Lewat July 29, 2012 at 6:41 am

      kayanya terlalu ngarep bwt Beck The Movie 2 cerita yg d Amrik. Mengingat Ryusuuke ngga ngabur ke Amrik dan Beck ngga jelas bubar pa ngga di The Movie-nya. Lgpl Produser Amriknya yg d versi anime jg g d munculin. Jd maap2 aj klo ane blg terlalu ngarep

  28. 43 CHACHA May 8, 2012 at 5:13 am

    kerennnn banget film beck
    mmm, dah lebih dari 5x tuu filem aq puter

    tapi nggak ada bosen”nyaa…!!!

    • 45 Orang Numpang Lewat July 29, 2012 at 5:44 am

      Cek deh versi animenya, itu udh mulai eps 1 mpe 24 -meski aslinya 26 eps- tertampung semua. Dan setau ane, Beck itu yg versi manga tiba2 berhenti dr shonen, klo g salah, trus d bikin animenya untuk nyelesaiin versi manganya. Jadi bisa dipastikan g akan ada Beck The Movie 2.

  29. 46 Orang Numpang Lewat July 29, 2012 at 6:56 am

    Ad yg punya link lagu Monoralnya gak??? d official webnya monoral g ada soalnya tuh 2 lagunya T_T

  30. 47 kitamuraangel October 31, 2012 at 12:52 pm

    @Orang Numpang Lewat, kalo lagu Monoral aq sering denger dari Myspace nya.. hehehe… denger online tapi…
    @Ando Kun, ah, kemaren bisa dunlud tapi cuman part 1 doank, yg part 2 ga tau mo nyari dimana, jadi baru bisa nonton separuh, huhuhuhu… but, so far emang ga gitu jauh ma manga nya, hehehe… nonton live actionnya jadi nge-remind lagi, soalnya baca manganya dah lama, ampir 5 taon yg lalu *lama banget yah*

  31. 48 M Iqbal Dwi Sukmawan November 17, 2012 at 3:41 pm

    Permisi, ada yg tau g liriknya lagu Evolution?!
    tp yg pas di Greatful Sound
    soalnya versi pas di Greatful Sound ditambah satu bait setelah solo gitar
    awal2 baitnya itu yg ak inget ada kata2 “One love, One heart” tp selanjutnya ak g tau
    Mungkin ada yang tau?!

  32. 49 Enda December 29, 2012 at 8:35 am

    saya baru nonton BECK, dan keren. ya saya emang ga ngikutin anime-nya sih. soal koyuki yang suaranya yang pas nyanyi juga, alasan sang kreator buat bikin voiceless kurang memuaskan hehehe

  33. 50 Ika January 5, 2013 at 2:18 pm

    Hi hi, Sebenarnya udah nonton Beck dari tahun lalu, cuman baru sekarang bener’ tertarik karena baru konsen nonton belakangan ini.
    aku penggemar musik Rock so nonton BECK bener” ga da ruginya.
    Aku setuju dengan kata” anda bahwa Hiro masih agak sedikit kaku actingnya.
    tapi yang pasti Lagu EVOLUTION keren abis.
    thanks for the review
    finally I know why Koyuki singing with voiceless at the end of the movie lol

  34. 51 Radira March 29, 2013 at 4:15 pm

    Wah.. tertinggal pembahasan seru BECK😦

    Gara-gara baca review ini jadi pengen nonton ulang nih film..

    Paling suka sama Chiba dan Taira di film ini, apalagi Taira bikin nosebleed.

    Sebel liat Hiro di sini jelek banget, baik akting maupun tampangnya

  35. 52 GaRecca (@ryuseirecca) April 28, 2013 at 2:12 pm

    Well kalo dibandingin ma karakter asli, pemilihan aktor emank udah pas menurut ane, ryusuke yang ga lancar ngomong jepang bisa ditampilin cuku memuaskan kok….. Cuma buat si Saku rambutnya mestinya lebih tipis lagi hahahaha

  36. 53 yogi March 11, 2016 at 5:17 am

    saya terharu


  1. 1 5 Lagu Rock paling keren dari band fiktif dalam film Jepang | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on November 7, 2015 at 4:09 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: