Archive for September, 2010

Fish Story – Lagu Punk penyelamat dunia

Lagu Fish Story, suatu hari nanti akan menyelamatkan dunia (Manager Gekirin band, Okazaki)

Aku sadar kalau film buatan tahun 2009 ini mungkin agak sulit disukai banyak orang, malah mungkin sulit untuk dinikmati penonton pada umumnya. Memang film ini kurang laku ketika beredar di bioskop umum, tapi banyak memperoleh pujian dari para penonton sewaktu diputar di ajang festival film. Padahal kalau dipikir-pikir, Fish Story bukanlah film dengan plot cerita berat. Mungkin hal ini disebabkan Fish Story mengusung cerita yang aneh, tidak membumi dan mengawang-awang. Bayangkan saja, plot utama film ini adalah tentang bagaimana sebuah lagu punk bisa menyelamatkan dunia dari kehancuran. Aneh bukan? Namanya juga Fish Story, sebuah ungkapan untuk menggambarkan cerita mengada-ada. Tapi aku pribadi justru menyukai film non-mainstream ini karena keunikan cerita dan cara sang sutradara mengeksekusi cerita yang diadaptasi dari novel karya Kotaro Isaka (orang yang juga menulis novel Golden Slumber). Tim yang membuat film ini adalah tim yang sama dengan orang-orang yang membuat film Golden Slumber (2010) dibawah pimpinan sutradara Yoshihiro Nakamura. Continue reading ‘Fish Story – Lagu Punk penyelamat dunia’

Golden Slumber – Konspirasi a la film Jepang

Satu-satunya senjataku yang tersisa hanyalah kepercayaan pada orang lain (Masaharu Aoyagi)

Ada dua buah film Jepang yang dirilis tahun ini menggunakan judul lagu band legendaris asal Liverpool The Beatles sebagai judul film. Yang pertama telah rilis bulan Januari kemarin yaitu Golden Slumber dan yang kedua akan dirilis bulan Desember berjudul Norwegian Wood. Kedua film ini sama-sama merupakan adaptasi dari novel, hanya saja novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami jauh lebih terkenal hingga diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia internasional dibandingkan novel Golden Slumber karya pengarang novel genre misteri Kotaro Isaka. Walaupun demikian, Golden Slumber cukup terkenal di Jepang dan pernah memenangkan penghargaan Honya Taisho 2008 untuk kategori novel terbaik.
Continue reading ‘Golden Slumber – Konspirasi a la film Jepang’

City Under Siege – Mutant menyerbu Hong Kong

Aku sudah pernah menyatakan bahwa selain Dante Lam, Benny Chan mulai menjadi sutradara film action Hong Kong favoritku, setelah menyaksikan beberapa film garapannya seperti Divergence, Invisible Target hingga remake film Hollywood yang berjudul Connected. Ketika Benny Chan dikabarkan sedang menggarap dua film terbaru yang kabarnya heboh, tentu saja aku menanti karya terbaru Chan tersebut yaitu City Under Siege dan New Shaolin Temple (Betul, ini remake film Jet Li jaman dulu itu). Kebetulan sekali City Under Siege dapat kusaksikan lumayan cepat dan terus terang saja membuatku kesengsem setelah melihat trailernya yang terlihat keren itu. Bagaimanakah hasilnya?
Continue reading ‘City Under Siege – Mutant menyerbu Hong Kong’

BECK The Movie – We are the BECK!

Oretachi wa tada no nakayoshi bando jyanai da
(Kita ini bukan band yang dibentuk buat iseng main antar kawan doang!)
~Ryusuke Minami~

Akhirnya! Aku nonton juga film yang sudah kutunggu-tunggu pemutarannya pada bulan-bulan terakhir ini. BECK the movie memang bukan film berat kelas festival dengan plot cerita rumit, melainkan hanya sebuah film hiburan yang diangkat dari salah satu manga favoritku karya Harold Sakuishi. Karena itu, sebelum menontonnya pun aku tidak berharap pada kualitas film berbobot, yang penting bisa menghibur dan mampu mengadopsi semangat manga/anime nya sendiri ke layar lebar. Menurut laporan box office Jepang, film ini mampu meraup lebih dari 300 juta Yen pada pemutaran hari pertama dan kedua di 316 layar seluruh bioskop Jepang sehingga bertengger dipuncak tangga film terlaris Jepang hingga 2 hari. Sayangnya tak sampai seminggu, BECK turun ke peringkat 3 karena harus kalah bersaing dengan film Akunin yang menyalip diposisi nomor satu.

Bagi yang pernah baca manga ataupun nonton animenya, tentunya sudah mengetahui kalau BECK bercerita tentang kisah 5 pemuda yang berjuang dari bawah untuk menggapai mimpi mereka membentuk band terhebat dan diakui penggemar musik Rock seluruh dunia. Fokus film lebih mengarah ke sosok Koyuki sang gitaris pemula dan Ryusuke aka Ray sang gitaris berbakat yang menjadi leader BECK, dengan karakter lainnya sebagai pendukung. Film live action ini mengambil story-arc manga dari awal pertemuan Koyuki dan Ray hingga puncaknya berakhir di konser besar-besaran Greatful Sound. Boleh dibilang versi film layar lebar ini mengambil porsi yang sama dengan versi animenya.
Continue reading ‘BECK The Movie – We are the BECK!’

Bajakan film Jepang sulit dicari

Sebenarnya bajakan film Jepang biasanya tidaklah terlampau sulit untuk dicari, baik lewat cara mengunduh maupun dengan membeli DVD bajakannya. Yang sulit dicari adalah bajakan film Jepang yang masih baru, yang masih tayang di gedung-gedung bioskop Jepang. Tulisan ini aku buat untuk merespon pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke postingan resensi film Jepang, terutama pertanyaan tentang mengunduh film Jepang yang sedang tayang. Continue reading ‘Bajakan film Jepang sulit dicari’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: