Latah perfilman Indonesia

Ingat! Latah bukanlah penyakit keturunan!
Lha? Emangnya postingan ini mau bicara soal penyakit apa? OK, kita bicara agak seriusan dikit dengan gaya tulisan tidak serius. Sekedar pemberitahuan awal, tulisan ini cuma sekedar pelepas keisengan.

Akhir-akhir ini, dunia perfilman Hollywood terserang penyakit latah bikin film remake, baik film-film jadul maupun film-film baru dengan dialog berbahasa non-Inggris selain latah memproduksi film-film sequel. Saya sih sebenarnya oke-oke aja dengan gaya marketing baru geng Hollywood beginian, toh kebanyakan dari produk mereka cukup menghibur koq (walau jarang sekali berkesan seperti versi originalnya).

Tapi ternyata dunia perfilman Indonesia juga tak mau kalah ngetren sama penyakit latah a la Hollywood. Yah…. bukan bikin film remake sih, soalnya perfilman Indonesia nggak mampu mau bikin film dengan budget gede-gedean kayak Hollywood untuk menampilkan kembali The A-Team yang lebih sangar dan penuh aksi bernilai jutaan dollar ataupun film-film remake dan sequel berharga mahal lainnya. Prinsip bikin film lokal adalah hemat, meriah dan mampu menarik banyak uang penonton. Yang tampaknya mulai ngetren belakangan ini adalah menampilkan aktris panas ber-body semlohey dari luar negeri sebagai penambah daya tarik.

Anda semua tentu masih ingat bagaimana hebohnya rencana syuting film Menculik Miyabi. Kalau saja salah satu kategori Piala Citra adalah mengumpulkan massa terbanyak untuk berdemo, tentulah Menculik Miyabi bakalan panen Piala Citra besar-besaran. Ketika Miyabi gagal datang ke Indonesia dan syuting dilaksanakan langsung di Jepang, ternyata pihak produser tak kehilangan akal. Tak ada Maria Ozawa datang, bintang JAV (Japanese Adult Video) lainnya yang kurang dikenal di Indonesia juga boleh lah. Muncul lah Rin Sakuragi yang sudah cukup panjang daftar film porno yang dibintanginya dalam Curriculum Vitae profesi, untuk datang beradu body aduhai akting dengan aktris lokal dalam film Suster Keramas. Film ini sukses besar masuk bioskop tanpa promosi gede-gedean lewat demo massal layaknya Maria Ozawa berkat kepiawaian taktik pemasaran Maxima Pictures. Bikin film dulu, lolos sensor, masuk jaringan bioskop, lalu sebar kabar heboh bahwa saingan Maria Ozawa main film Suster Keramas.

Impor-mengimpor artis luar ternyata belum berhenti, kali ini K2K production membuat film Rayuan Arwah Penasaran dengan menampilkan aktris dari negeri sakura bernama “Artis JEPANG No. 1”. Serius! Dalam poster yang ditampilkan, memang itu yang tertulis koq. Kali ini si “Artis JEPANG No. 1” beradu seksi dan buka-bukaan akting dengan Rahma Azhari.

Sudah bosan dengan JAV atau mau cari yang lebih murah atau ada taktik lain, para jenius perfilman lokal mulai mencari talenta lain di negeri selain jepang. Kali ini yang menjadi sasaran talent scout adalah Korea Selatan. Lagi-lagi K2K production yang punya hajatan berjudul Selimut Berdarah dengan sang bintang dari negeri ginseng bernama “penampilan khusus ARTIS KOREA” disertai keterangan dalam huruf Hanggul yang memang dengan otak udang dan mata katro saya tak bisa membacanya. Saya tertarik dengan Selimut Berdarah bukan karena penampilan khusus ARTIS KOREA-nya lho, melainkan karena Eno Lerian muncul lagi setelah hilang tak ketahuan beritanya dan penasaran apakah Eno juga bakalan buka-bukaan juga. Lalu…. apakah tren latah ini akan terus berlanjut? Sepertinya sih tren ini belum kehilangan momentumnya. Kalau mau bukti, silahkan lihat jumlah penonton yang datang menikmati film-film dengan bintang impor tersebut.

Terus terang saja, keadaan ini cukup mengkhawatirkan saya sebagai tukang nonton film. Bayangkan saja, dengan direkrutnya artis panas dari luar negeri bermain dalam film lokal berarti secara langsung akan mematikan karir artis dalam negeri. Persaingan tidak sehat ini secara langsung akan mengancam kelangsungan dunia perfilman Indonesia, sampai-sampai artis-artis lokal yang tidak diberi job main film panas terpaksa bikin karya independen, indies lah bahasa kerennya, dengan kamera a la kadarnya plus nama artis dengan sebutan gelar baru “mirip”. Ini saya anggap sebagai protes tak langsung dari artis dalam negeri dalam menyikapi serbuan artis-artis panas luar. Kalau saja para “mirip” artis ini bekerja dalam lingkungan yang profesional tidak lagi produksi indies, tentu hasil yang didapat akan lebih berkualitas dan mampu memuaskan para penikmat film-film nasional seperti saya misalnya.

Yang saya takutkan dimasa depan adalah bukan hanya peran cewek seksi saja yang akan disambar oleh artis luar manca negara, melainkan peran-peran streotip lainnya yang laku dan sering muncul dalam film-film produksi lokal. Misalnya saja peran banci/bencong yang sering lalu lalang dalam film Indonesia, apapun genrenya. Mau drama, komedi, sampai horor setan-setanan juga yang namanya bencong pemanis banyak ditempatkan sebagai penyegar. Anda bisa bayangkan jika peran banci juga menggunakan banci asal Thailand yang lebih profesional dan berkualitas, protes seperti apa lagi yang akan dilancarkan para artis lokal pemeran banci? Jangan-jangan mereka juga akan mengeluarkan karya independen seperti layaknya rekan artis diatas.

20 Responses to “Latah perfilman Indonesia”


  1. 1 lambrtz July 6, 2010 at 12:34 pm

    Ketimbang sewa bintang bokep dari luar, mbok pake bikinan lokal aja. Itu Chika Bandung apa kabarnya? :-“

  2. 2 jensen yermi July 6, 2010 at 12:36 pm

    Yang di Rayuan Arwah Penasaran itu Leah Yuzuki kan?😕
    Ada satu yang luput kebahas bro, film Indonesia posternya suka latah jiplak poster film asing! Film RAP aja posternya njiplak Where the Truth Lies.👿

  3. 3 Budi cahyono July 6, 2010 at 7:23 pm

    Latah sih boleh ya bila yang dilatahin adalah film sekelas Oscar, syukur-syukur bila film Indonesia beneran sampai masuk Oscar..

  4. 4 ardhie July 7, 2010 at 1:55 am

    tambah g bner ajha itu rumah produksi
    dari pada buat film g bermutu gini
    mending sklaian ajha buat pilm birrr … uu ..
    pasti lebih bnyg penghslannya ..
    kan asihan anak” yang d bawah umur.
    mending buat film kaya’ naga bonar ato laskar pelangi.

  5. 5 AL July 7, 2010 at 10:27 am

    Eh, katanya latah itu cuma ada di Indonesia, loh…

  6. 6 Oni Suryaman July 8, 2010 at 5:30 am

    eh, aku penasaran emang yang ditulis pake abjad hangul itu apa ya? jangan2 artinya gak nyambung. mesti nanya TKW yang baru pulang dari korea nih

    • 7 安藤君 July 8, 2010 at 11:08 am

      @lambrtz
      Oh… yg “mirip” artis lokal sdg didalam masalah, gara2 film buatannya amatiran, bukan profesional.
      *sedang menunggu liputan rekonstruksi ulang*

      @jensen
      Kata produsernya sih iya, tapi koq di poster nggak dicantumin nama? Jangan2 cewe jepang palsu yg dikasih nama campuran antara Leah Dizon dan Tina Yuzuki😈
      Soal poster sih saya jg tau, masalahnya belum jadi trend latah.

      @Budi Cahyono
      Saya lbh suka film Indonesia menang festival Cannes

      @Ardhie
      masih ada koq produser nekad yg bikin film bagus tp sepi penonton. Ntar malah dibilang balik, “habiisss, penontonnya suka sih!”

      @AL
      kata siapa? kata orang Indonesia?:mrgreen:
      harus segera didaftarkan hak ciptanya!

      @Oni
      Sayang gak bisa di copy-paste, kalau bisa sih tinggal dicek lewat google translator (walau sering ngaco)

  7. 8 nadiafriza July 8, 2010 at 8:42 pm

    woo itu cewe beneran impor dari jepang yaa..? haha *padahal gw ga nonton filmnya. liat trailernya aja*

  8. 9 Oni Suryaman July 9, 2010 at 4:21 am

    eh an, satu lagi, emangnya yang dimaksud artis jepang no.1 itu artis jepang yang mana sih.
    artis jepang (normal) no.1 atau artis jepang (bokep) no.1😛

  9. 10 ardhie July 9, 2010 at 9:48 am

    betul.betul.betul …
    dasar penonton indonesia ..
    hho

    eh, tpi ada lho film indonesia yang menang festival cannes …

  10. 11 jensen99 July 10, 2010 at 1:07 am

    Haha, soalnya keknya saya dah ketemu beberapa poster film lokal yang konon mirip poster film asing sih. Makanya kuanggap latah juga. Nih ada satu lagi. Laennya lupa😆

    • 12 安藤君 July 10, 2010 at 3:57 am

      @nadiafrida
      Lha? saya juga nggak yakin koq:mrgreen:

      @Oni
      Menurut produsernya sih (baca di koran on-line), “nomer satu itu relatif dan menurut saya, dia (si artis jepang) adalah artis jepang nomer satu!”
      Nggak tau deh kriteria si produser, mungkin udah dites luar-dalam kali, dan buat si produser sangat memuaskan😆

      @ardhie

      film indonesia yang menang festival cannes

      eh? coba ingatkan saya

      @jensen😆
      tengkyu, infonya sangat memprihatinkan😈

  11. 13 ardhie July 12, 2010 at 1:16 am

    tapi saya memang belum yakin itu bner menang ato g’.
    itu bukan film buatan produser terkenal ato apa
    melaikan buatan mahasiswa ikj

  12. 15 ardhie July 14, 2010 at 11:14 am

    ternyta bukan menag hanya baru masug nominasi
    hho
    [sumimasen]
    hhe

    judulnya Ci-Luk-Ba

  13. 16 punyaku July 16, 2010 at 12:41 pm

    filem local semakin berkembang, katanya ada fatma trans lagi yang baru

  14. 17 Kurotsuchi July 20, 2010 at 2:26 am

    dan lantaran banyak yang kacangan, saya jadi males nonton lokalan. sempat dicap nggak punya rasa nasionalisme segala😛

    anw, saya cukup terpikat oleh cin(t)a dan 3 Doa 3 Cinta. meski janggal dan banyak adegan enggak nyambung, tematiknya cukup menghibur😛

    • 18 安藤君 July 24, 2010 at 7:29 am

      @ardhie
      saya malah gak tau kalau ada film berjudul cilukba masuk nominasi Cannes. Tapi koq aku udah cek di situsnya Cannes festival, gak ada film nominator berjudul cilukba yah?

      @Kurotsuchi
      Saya jg sama koq:mrgreen:
      Kecuali ada rekomendasi dari teman2 tukang nonton.

  15. 19 punyaku July 24, 2010 at 9:33 am

    hahahaha
    mainannya impor semua

  16. 20 ardhie July 26, 2010 at 2:04 am

    saya juga belum ngecheck ttng kbnran itu
    klau mmg bnar yha syukuer
    klau g, yha smga ada film indonesia yg bssa masug nominasi
    .^^b


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: