SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)

Jika anda teliti membaca manga SHOOT!, tentu anda akan menemukan siapakah idola sang kapten Yoshiharu Kubo. Salah satunya adalah Johann Cruijff sang jenderal Total Football, sehingga permainan Kakegawa sangat terasa spirit total footballnya bahkan setelah ditinggal Kubo sekalipun. Berikut ini adalah profil dari Miracle Team Kakegawa yang memakai pakem offensive 4-3-3 ala Total Football Ajax/Belanda.

Tim Inti/Reguler

[1] Kenji Shiraishi
Goalkeeper

Kenji dikenal sebagai kiper yang memiliki gerakan refleks bagus dan insting kuat dalam membaca arah bola. Akan tetapi kekuatannya yang paling besar sekaligus titik kelemahannya adalah nyalinya yang besar hingga kadang suka berbuat nekad. Besarnya nyali Kenji membuatnya tak pernah takut walaupun menghadapi penyerang lawan yang memiliki nama mentereng.
Klub: Jubilo Iwata (Jepang)

[2] Tsuyoshi Akahori
Sweeper

Dengan tubuh tinggi yang tak biasa bagi anak SMA (192 cm), Akahori bisa menjadi teman yang diandalkan untuk menghadapi umpan lambung lawan dan duel udara, sekaligus musuh yang berbahaya untuk mencetak gol ke gawang lawan lewat sundulan. Teman karib Ootsuka dari SMP ini pernah melakoni posisi penjaga gawang sebelum pindah ke posisi defender.

[3] Shouji Hattori
Stopper

Hattori pernah bermain bersama Kubo dan Kamiya pada masa SMP kelas 3 dalam klub Yamaha Junior. Hattori masuk ke klub sepak bola SMA Kakegawa atas undangan Kubo.

[4] Toshiki Yano
Bek Kanan

Seperti juga Hattori, Yano juga mantan pemain klub Yamaha Junior dan pernah bermain bersama Kubo dan Kamiya semasa SMP. Permainannya yang stabil membuat Kubo mengundangnya bersama Hattori untuk masuk ke SMA Kakegawa.

[15] -> [8] Shinichi Nitta
Bek Kiri

Bakat sepak bola Nitta memang tak sebagus Kazuhiro, tetapi semangatnya untuk bisa bermain dalam tim inti membuat Nitta berlatih dua kali lebih keras dari teman satu klubnya. Kerja kerasnya berbuah hasil ketika Kubo menaikkan statusnya dari cadangan menjadi tim inti. Kelebihan utamanya adalah fisik dan stamina yang mampu membuat Nitta overlap naik ke depan sebagai bek sayap kiri lewat serangan kombinasi bersama karibnya sejak SMP yaitu Sasaki, walaupun kadang berakibat fatal karena Nitta sering terlambat balik ke belakang ketika lawan melancarkan serangan balik. Seiring dengan berjalannya cerita, Nitta mampu meningkatkan level permainannya dengan kemampuan membaca serangan lawan dan menyiapkan perangkap offside.
Klub: Jubilo Iwata (Jepang)

[5] Shigeki Ootsuka
Gelandang kanan

Ketika Kakegawa kekurangan striker pada tahun pertama, Ootsuka adalah pilihan Kubo untuk posisi penyerang sampai kedatangan siswa baru seperti Toshi dan Kazuhiro di tahun kedua. Permainan Ootsuka yang mengandalkan power dan stamina membuat dirinya berfungsi sebagai gelandang perusak yang bertugas mengacaukan serangan lawan di lini tengah sebelum masuk ke daerah pertahanan Kakegawa. Bersama Akahori teman akrabnya sejak SMP, Ootsuka awalnya menolak masuk klub sepak bola karena keberadaan Kamiya beserta rumor buruk tentang tabiat Kamiya yang egois dan mau menang sendiri. Mereka berdua akhirnya setuju masuk klub setelah Kamiya minta maaf dan kenyataan bahwa Kubo justru lebih suka mengajak Kamiya untuk mendirikan klub sepak bola baru dibanding pemain top lainnya. Ketika Kamiya mengemban jabatan kapten tim, Ootsuka terpilih menjadi deputinya.

[10] Yoshiharu Kubo
Gelandang tengah

Kapten, penggagas awal klub merangkap pelatih, co-partner pendiri klub bersama Kamiya, playmaker, salah satu pemain sepak bola SMA yang paling berbakat. Teknik dan skill komplit beserta pengetahuan taktik membuat Kubo menjadi pusat permainan Kakegawa, seakan-akan Kakegawa dengan Kubo bakal tak terkalahkan dan sulit menang jika tanpa Kubo. Hampir seluruh siswa yang bergabung dengan klub sepak bola Kakegawa berawal dari kekaguman mereka terhadap Kubo. Kubo meninggal dunia akibat penyakit anemia yang dideritanya (versi live action: sakit jantung) dalam usia muda setelah mencetak gol legendaris dengan membawa bola dari gawang ke gawang seorang diri. Ketiadaan Kubo memang menghancurkan tim Kakegawa pada awalnya sebelum akhirnya Kamiya berhasil merestrukturisasi ulang tim untuk bangkit kembali. Lucunya, konsep Total Footbal ala Ajax yang dicetus Kubo justru kurang berjalan lancar dengan keberadaan Kubo sendiri, akibat ketergantungan tim Kakegawa dengan sosok sang kapten yang terlampau kuat pengaruhnya.

[7] Atshushi Kamiya
Gelandang kiri

Dengan adanya Kubo disampingnya, keberadaan sang wakil kapten Kamiya kurang terlihat, apalagi jika melihat sifatnya yang semau gue dan sering menjahili anak-anak baru membuat Kamiya jatuh menjadi tokoh semi-antagonis. Kematian Kubo yang tiba-tiba membuat tim Kakegawa jatuh ke titik terendah dan yang paling terpukul tentulah temannya yang paling karib dalam tim yaitu Kamiya. Namun justru Kamiya duluan yang bangkit dari keterpurukan mental dan membangun ulang tim Kakegawa dengan konsep Total Football peninggalan Kubo. Sejak itu Kamiya mengambil alih seluruh tanggung jawab Kubo dalam tim Kakegawa sebagai kapten, playmaker hingga pelatih merangkap penyusun taktik. Tanggung jawab berat dipundak Kamiya membuat sifat Kamiya berubah menjadi lebih gelap, serius dan mendahulukan kepentingan tim diatas segalanya. Bakat sepak bola Kamiya sepertinya tenggelam dibawah bayang-bayang kehebatan Kubo diatas lapangan. Ketika tim Kakegawa kehilangan Kubo, barulah bakat dan karakter kepemimpinan Kamiya muncul kepermukaan hingga pada akhirnya lawan dan juga teman-teman satu timnya respek terhadap Kamiya serta memandangnya setaraf dengan Kubo. Kelebihan teknik yang dimiliki Kamiya adalah kemampuan keeping-ball nya dan kejituan umpannya yang luar biasa. Kuatnya aura kepemimpinan yang dimiliki oleh Kamiya kadang mampu mengangkat moral tim disaat-saat genting, terutama ketika berhadapan dengan tim yang lebih tangguh.
Klub: Juventus (Italia)

[9] Kazuhiro Hiramatsu
Penyerang Sayap Kanan

Diantara seluruh teman-teman anak kelas satu yang masuk klub sepak bola, Kazuhiro adalah pemain sepak bola yang paling berbakat. Teknik dribbling, skill dan kecepatan larinya sangat diandalkan oleh Kakegawa dalam menggempur lawan-lawannya. Walaupun awalnya terlihat sering melayani Toshi dengan umpan-umpannya yang akurat, Kazuhiro akhirnya mengikuti saran ayahnya untuk menuruti insting striker-nya jika memungkinkan untuk membuat gol sendiri. Dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki Kazuhiro, mungkin yang paling ditakuti lawan adalah Double Heel Shoot (berdasarkan teknik heel lifting) dan kembangannya Triple Heel. Kazuhiro adalah kapten tim Kakegawa dimasa depan sepeninggal Kamiya.
Klub: Arsenal (Inggris)

[6] Yutaka Sasaki
Penyerang Sayap Kiri

Sebelum berkonsentrasi penuh untuk bermain sepak bola, Sasaki sempat ragu untuk memilih antara main band di klub musik atau klub sepak bola. Sasaki bergabung dengan klub sepak bola Kakegawa lebih dikarenakan “agak dipaksa” oleh Nitta bergabung dengan klub sepak bola. Kenyataannya, Sasaki yang angin-anginan berlatih justru punya bakat lebih baik dari pada Nitta yang keranjingan berat sepak bola. Melihat betapa bersemangatnya Nitta berlatih keras demi mendapatkan posisi tim inti membuat Sasaki mulai serius memilih klub sepak bola. Menyadari teknik dan skill-nya tak bisa menyaingi bakat Kazuhiro di sayap kanan, Sasaki berlatih menggenjot kemampuan fisiknya supaya bisa berlari tak kalah cepat dengan Kazuhiro ketika membawa bola. Kecepatan kakinya ini berguna ketika Kakegawa melakukan serangan balik dari sayap kiri.
Klub: Jubilo Iwata (Jepang)

[11] -> [10] Toshihiro Tanaka
Penyerang Tengah

Kalau Kapten Tsubasa dikenal sebagai tokoh utama yang sempurna, berbakat luar biasa plus sosok pemimpin hebat, tokoh utama Shoot! malah tidak demikian. Pemain paling berbakat adalah Kubo dan Kazuhiro, sedangkan sosok pemimpin setelah Kubo wafat justru sosok Kamiya yang sangat menonjol. Walaupun Toshi bukan otak ataupun tangan-kaki tim Kakegawa, Toshi adalah hati tim tersebut. Bisa dilihat bagaimana mood permainan Kakegawa bisa berubah dengan ikut berubahnya suasana hati Toshi. Toshi dikenal sebagai penyerang yang efektif diawal kisah. Tak banyak membawa bola tapi sangat jitu jika menembak bola ke gawang lawan. Tendangan keras kaki kiri yang dilatih berkat petunjuk Kubo benar-benar menjadi senjata ampuh Kakegawa untuk menggedor jala lawan. Menurutku tipe permainan Toshi ditulis oleh sang pengarang berdasarkan Marco van Basten dan Gabriel Batistuta. Menunggu di depan gawang lawan di tempat yang strategis, berikan saja bolanya pada Toshi dan dia akan langsung menembak tanpa banyak dribble dan sesulit apapun posisinya, tembakan Toshi sangat berbahaya bagi gawang lawan! Selain tendangan keras kaki kirinya yang disebut Maboroshi Hidari (kiri ilusi), kemampuan mencari deadly spot lawan seperti ini membuat Toshi menjadi penyerang yang menakutkan lawan-lawan Kakegawa. Phantom Dribble yang didapat Toshi ketika berkunjung ke Spanyol dalam kisah sequel merupakan nilai plus, hanya saja koq sepertinya tak terlalu cocok dengan karakter dasar permainan Toshi dari awal yang tidak neko-neko. Lagipula hal yang kusuka dari karakter-karakter manga SHOOT! adalah ketidak sempurnaan mereka sebagai pemain tunggal, tapi jika bermain tim, Kakegawa adalah tim yang sulit dikalahkan.
Klub: Real Madrid (Spanyol)

Lain-lain

[11] Keigo Mahori
Gelandang tengah

Sepeninggal Kubo, Kakegawa mendapatkan siswa pindahan asal Brazil ini sebagai pengganti di lini tengah. Sebagaimana tokoh-tokoh manga asal Brazil yang bermain sepak bola, Mahori juga memiliki skill individu ala Amerika Latin. Tapi ada tambahan yang tidak dimiliki tokoh “baik-baik” lainnya, Mahori memiliki teknik yang bisa membuat lawan kehilangan kontrol emosinya yaitu teknik Malicia. Dengan teknik Malicia ini, Mahori bisa membuat pelanggaran dan melakukan diving untuk memperoleh tendangan bebas tanpa ketahuan wasit. Agak nakal sih, tapi khan keputusan wasit di lapangan tak bisa diganggu gugat.
Klub: Santos (Brazil)

Cadangan

[1] -> [15] Yuuji Ogasawara
Goalkeeper

Ogasawara adalah kiper utama Kakegawa pada tahun pertama. Kemampuannya sebagai kiper sebenarnya biasa-biasa saja, malah kadang harus mendapat bantuan ekstra dari sweeper Akahori untuk menjaga gawangnya. Seiring dengan kedatangan Kenji, pada tahun kedua Ogasawara turun pangkat menjadi kiper cadangan dengan nomor punggung 15. Ayah Ogasawara adalah pemilik toko peralatan olah raga yang menyediakan jersey bagi tim Kakegawa. Karena jumlah seragam hanya ada 1 baju untuk satu orang, para pemain kakegawa diwajibkan menjaga seragam mereka agar jangan sampai robek, apalagi sampai bertukar seragam dengan lawan setelah habis bertanding!😆

[8] -> [12] Tamotsu Ishibashi
Defender

Ishibashi tadinya merupakan pemain inti di tahun pertama dengan posisi bek kiri. Seiring dengan kemajuan yang didapat oleh anak kelas satu bernama Nitta, Ishibashi mulai sering menghuni bangku cadangan.

15 Responses to “SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)”


  1. 1 lambrtz June 15, 2010 at 10:40 am

    Menunggu di depan gawang lawan di tempat yang strategis, berikan saja bolanya pada Toshi dan dia akan langsung menembak tanpa banyak dribble dan sesulit apapun posisinya, tembakan Toshi sangat berbahaya bagi gawang lawan!

    Ooh, poacher. Jaman sekarang udah ga laku tuh, bisa dipastikan karir Toshi suram.:mrgreen: sok analis (ninja)

  2. 2 安藤君 June 16, 2010 at 6:01 pm

    @lambrtz
    hmmm kalau analisis situ tepat, mungkin striker dgn kemampuan seperti Batigol dan Van Basten bakalan punah (Generasi terakhir mungkin kayak Ruud Van Nistelrooy waktu di ManU).

    Tapi menurutku sih itu tergantung sistem yang dipakai tim dan teman bermain sang poacher (terutama penyuplai assist).
    analis dadakan juga

  3. 3 Arm Kai June 18, 2010 at 1:28 am

    wahaha… pas pertama baca Shoot dulu ga begitu kebiasa ama 4-3-3 sih, soalnya besar dengan tontonan 4-4-2 nya EPL😛

    soal striker yang tinggal nunggu diumpan, mungkin sama kayak Berba ato Toni ya?😕 tapi mereka juga kayaknya ngga cuma nunggu aja sih, striker jaman sekarang dah banyak variasinya:mrgreen:

    mungkin striker jaman sekarang ngga cuma nunggu kali ya, tapi juga harus mencari bola2 terobosan ^^

    oiya, si Akahori ama Otsuka juga tadinya abas (anak basket :P) yang kemudian diajak Kubo karena kelebihan postur mereka

    • 4 安藤君 June 19, 2010 at 1:02 pm

      @Arm
      Brazil pas PD 1970 malah pake pola super agresif 4-2-4 (dgn catatan jika 2 bek sayap kalau overlap bisa jd formasi 2-2-6), sampai skrg gak ada yg mau pake pola full ofensif gitu:mrgreen:
      Poacher yang paling berbahaya bukan yg cm hobi nunggu kayak Berba/Toni gitu, tapi yg kayak Batigol atau Van Basten. Mereka pinter banget nyari posisi sampai kadang2 aku gak habis pikir, seakan-akan mereka tau kalau bola bakalan jatuh ke titik tertentu (termasuk bola terobosan kayak through pass-nya Kamiya), bahkan bola mental/rebound sekalipun sering jatuh ke kaki mereka. Right man, on the right spot, on the right time, on the right opportunity. Kalau sudah begini, killer instinct sbg striker lebih banyak bicara. Terbukti Batigol dan Van Basten jadi raja gol dimasa mereka aktif sbg striker.
      contoh: liat gol Basten waktu final piala eropa 1988 vs russia? Sewaktu serangan balik, Basten sbg CF bukannya lari ke depan gawang malah lari ke sisi kiri gawang Russia (justru Gullit yg MF lari kedepan gawang dan dijaga 2 bek Russia). Lalu umpan Arnold Muhren dari sayap berlawanan jatuh ke kaki Basten yg cuma dijaga 1 orang. Dari posisi sempit kayak gitu, Basten langsung saja mem-volley bola ke gawang Russia dan gol. Basten bukan hanya menunggu, tp mencari ruang kosong untuk lbh bebas menerima umpan dan menembak ke gawang lawan.

      Iya, tp sejak SMP, Akahori dan Ootsuka dikenal sebagai pemain sepak bola bukan pemain basket. Awal mereka masuk SMA Kakegawa jg gara-gara ingin main bersama Kubo. Cm pas mereka tau kalau Klub sepak bola Kakegawa ternyata bukan hanya didirikan Kubo sendiri melainkan bersama Kamiya, mereka memilih menghindar dan masuk klub basket. Alasan Kubo mengajak mereka bukan karena postur sih, tapi lebih spesifik lagi.

      Akahori: karena Kubo/Kamiya sadar kalau posisi defender menjadi titik lemah, mereka butuh sweeper bagus untuk membantu kiper menjaga gawang. Apalagi mengingat Ogasawara cuma kiper dgn kualitas biasa-biasa saja. Dgn masuknya Akahori sbg sweeper, kiper Kakegawa sangat terbantu dlm menjaga gawangnya.

      Ootsuka: Kakegawa punya gelandang berkualitas dari sosok Kubo dan Kamiya, tapi untuk menjebol gawang lawan dibutuhkan striker dgn tendangan keras. Percuma kalau gelandang memberikan assist bagus ke goal-getter kalau nggak sampai jd gol beneran. Kalau Kubo dan Kamiya maju kedepan, lapangan tengah malah kosong dan gampang diserang balik. Oleh karena itu mereka butuh striker bagus. Ootsuka punya stamina dan tendangan keras (walau tidak sekeras maboroshi hidari-nya Toshi), jadinya cocok untuk mengisi posisi striker untuk sementara waktu.
      * super duper sok analis *

  4. 5 Asop June 21, 2010 at 7:42 am

    Hehhehe.. berkat SHOOT ini, saya dulu sampe ngebela-belain bikin pemain sendiri di Winning Eleven dan PES. Semua dengan nama pemain di SHOOT (termasuk seri “Hot Challenge” dan “Legend of A NEw Age”), dan dengan skill menurut perkiraan saya.🙂

    Tetep, karena saya biasa main di posisi bek saat main beneran, saya mengidolakan Himuro Akihiko dan Azuma Yugoh (STM Maeyama).😀

    • 6 安藤君 June 21, 2010 at 9:16 am

      @Asop
      dan saya pernah tanding pakai tim “Shoot” versus teman yg pakai tim “Captain Tsubasa”. Hasilnya ternyata gak ada yg bisa menang terus. secara playernya bego2😆
      Himuro? wah… rupanya anda ini seorang bek sepak bola sekaligus pemain ski:mrgreen:

  5. 7 Tukang Review June 30, 2010 at 3:41 am

    Tendangannnn taringgg serigalaaa

    Saya punya favorit tapi tetap saja KAZUHIRO HIRAMATSU.

    Double heel shot. Triple heel shot…

    Phantom Dribble Toshi agak ga masuk akal tapinya.

    • 8 安藤君 June 30, 2010 at 3:10 pm

      Tendangannnn taringgg serigalaaa

      si billy dari jerman yah:mrgreen:
      jadi inget Toshi mau tuker2an kaos jersey habis bertanding sama billy sampai lupa kalau kaos Kakegawa cm ada satu baju buat satu nomor punggung😆

      Phantom Dribble Toshi agak ga masuk akal tapinya.

      Sebenarnya aku jg merasa kalau phantom dribble rada2 maksa. Maklum saja, cerita sequel memang agaknya rada kehabisan ide, ditambah ada unsur2 kecenderungan menjadikan tokoh utama bak pemain super layaknya Captain Tsubasa yg jago disemua hal. tapi aku suka sama cerita ttg SMA Kurihama dgn Ito sbg center bagaikan Maradona-nya Argentina dalam Shoot! Hot Challange.

  6. 9 anes September 16, 2010 at 7:10 am

    kenapa gak dibuat sekalian profil lawan2 toshi cs ? kalau perlu timnas jepangnya.. jadi lebih komplit
    orang2 macam Ryuji Kano, Serizawa, Matsushita juga punya cerita, ya kan?

  7. 10 AnDo September 16, 2010 at 10:45 am

    @anes
    Lawan tanding Kakegawa terlalu banyak utk dibahas satu-satu. Hingga sekarang, saya tak pernah bikin postingan bersambung untuk cerita yang sama hingga 3 seri berturut-turut, baru Shoot saja yang saya perlakukan demikian.

    Lagipula masih banyak film, manga/anime dan musik yang ingin saya bahas dan review. Bagaimana kalau anda yang tulis? kalau tak punya blog utk menampilkannya, bisa saya bantu mempostingkan disini.

  8. 11 ALF May 3, 2011 at 4:37 pm

    Kenji Shiraishi tuh mengikuti image Oliver Khan. Kiper Jerman yg juga bergelar Gorilla. Julukan buat Kenji.

    Untuk Kazuhiro Hiramatsu, rasanya mengikuti Steve McManaman. Winger kanan Liverpool yg pindah ke Real Madrid. Terkenal dgn kecepatan, dribble, dan umpannya yg pas.

    Yutaka Sasakai lebih mirip Ryan Giggs. Cepat, dribble lumayan, bisa bertahan.

    Nitta lebih mirip Paolo Maldini. Ahli bikin perangkap offside & overlapping.

  9. 12 yana ule priatna October 17, 2011 at 5:36 am

    ulasannya keren abiss bradd…. aku malah suka humor2 hiperboliknya shoot!

  10. 13 paijo October 14, 2012 at 4:56 pm

    manteb nih, si tukang sihir Serizawa Naoshige manah?😀

  11. 15 Xcell044 April 4, 2013 at 2:35 pm

    Menurut ku, Phantom drible itu bisa di aplikasikan, aku pernah mau nyoba memang gak bisa sih, syarat untuk phantom drible itu mungkin ini ya (mental, speed lebih cepat dari bolt, daya rem yg kuat, accelerasi di atas 80km per jam, kontrol bola dan tubuh setara ronaldo brazil)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: