SHOOT! manga dan anime (bagian 1)

Toshi, kau suka sepak bola?

Dalam rangka menyambut Piala Dunia sepak bola 2010 dan juga kebetulan aku berhasil menemukan film adaptasinya setelah mencari bertahun-tahun, postingan kali ini mereview sebuah manga sepak bola berjudul Shoot! (dengan tanda seru) buah karya Oshima Tsukasa. Mangaka wanita ini…… eh? Tahukah anda kalau pengarang bernama pena Oshima Tsukasa ini adalah wanita yang bernama asli Oshima Yoshiko? Banyak orang Jepang pembaca Shoot! sendiri menyangka kalau Oshima adalah pria jika mengacu pada nama pena Tsukasa (nama pria). Manga Shoot! adalah karya debut Oshima sebagai mangaka.

Shoot! pertama kali diterbitkan Koudansha dan Shounen Magazine pada tahun 1990 dan berakhir 1996 sebelum dilanjutkan ceritanya lewat prequel (jaman SMP) dan sequelnya hingga tahun 2003. Manga Shoot! mendapatkan penghargaan sebagai manga terbaik dalam Kodansha Manga Award untuk kategori Shonen pada tahun 1994. Di Indonesia sendiri, Shoot! diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

[Awas Spoiler]

Tiga sekawan Toshihiko Tanaka (Toshi), Kazuhiro Hiramatsu dan Kenji Shiraishi masuk sekolah SMA Kakegawa sebagai siswa baru akibat pengaruh kharisma sosok Yoshiharu Kubo, kapten tim sepak bola Kakegawa. Dilain pihak SMA Kakegawa adalah SMA yang baru berdiri sehingga klub kegiatan siswa juga masih baru dibentuk, termasuk klub sepak bola SMA Kakegawa. Yoshiharu Kubo adalah seorang anak muda dengan talenta sepak bola luar biasa. Semenjak kembali dari Jerman dalam rangka mengikuti orang tuanya yang bertugas disana, Kubo telah diincar berbagai SMA di seluruh Jepang untuk direkrut sebagai siswa dengan iming-iming beasiswa menarik demi memperkuat tim sepak bola SMA masing-masing. Sayangnya Kubo punya pemikiran lain, Kubo hanya ingin bermain sepak bola dengan gayanya sendiri dan itu berarti dia tidak ingin mengikuti kultur sepak bola yang telah dimiliki oleh sekolah-sekolah ternama. Untuk itu Kubo nekad masuk ke SMA swasta yang baru berdiri yaitu SMA Kakegawa dengan harapan dia bisa membangun tim sepak bola dari nol dengan gayanya sendiri. Dari sekian banyak kenalan sesama siswa pemain bola, Kubo malah mengajak seorang anak muda yang terlihat dihindari oleh siswa pemain bola lainnya yaitu Atsushi Kamiya walaupun dia memiliki kemampuan dan bakat sepak bola yang hebat. Kamiya memiliki pola pikir yang sama dengan Kubo yaitu ingin memainkan sepak bola yang sesuai dengan kehendaknya sendiri, sehingga dianggap oleh para pemain lain sebagai pemain yang egois dan selfish. Berdua dengan Kamiya, Kubo membentuk klub sepak bola Kakegawa dengan jumlah anggota terbatas. Walaupun demikian, mereka berhasil masuk perempat final kejuaraan wilayah Shizuoka pada tahun pertama mereka.

Di tahun kedua, dengan masuknya anak-anak baru kelas satu, klub sepak bola Kakegawa juga mendapatkan tambahan anggota baru, apalagi tiga sekawan Toshi, Kazuhiro dan Kenji termasuk pemain berbakat sejak kejuaraan SMP. Dengan demikian dimulailah perjalanan anak-anak anggota klub sepak bola SMA dalam meraih impian mereka untuk tampil di kejuaraan nasional SMA seluruh Jepang.

Bagiku, Shoot! merupakan salah satu manga sport terbaik yang pernah kubaca. Untuk menyebut sebagai yang terbaik memang kadang bersifat subjektif, apalagi jika menilik selera si pembaca. Dalam hal ini ada beberapa hal yang ingin kukemukakan mengapa aku memilih Shoot! sebagai manga terbaik mengungguli manga tersohor Captain Tsubasa yang kuanggap cocok buat anak-anak SD dibanding Shoot! yang lebih cenderung diperuntukkan bagi pembaca SMA keatas.

1. Tokoh
Walaupun tokoh utama cerita adalah Toshi, tokoh-tokoh lainnya juga mendapatkan latar belakang yang menarik untuk ditelaah lebih lajut. Kazuhiro pada awal cerita menjadi korban ambisi ayahnya yang ingin agar anaknya mengikuti jejaknya sebagai dokter, sehingga Kazuhiro terpaksa sembunyi-sembunyi bermain sepak bola. Kenji sendiri dikenal sebagai anak bengal yang sok dewasa. Lihat saja gayanya yang urakan, merokok, minum alkohol hingga cenderung Oedipus Complex (suka mengajak kencan wanita yang lebih tua). Kemudian Kazumi Endo sang manajer tim yang menyebabkan retaknya hubungan persahabatan Toshi dan Kazuhiro. Ada lagi Kamiya yang terlihat kesepian tanpa teman sehingga dia terkesan introvert dan hampir selalu bersikap sinis dan kasar. Hanya Kubo yang terlihat memahami Kamiya dan begitu juga sebaliknya. Yang menarik dari manga ini adalah 11 orang anggota utama tim sepak bola SMU Kakegawa kebagian kue identitas, dalam artian memiliki peranan dalam cerita dan bukan hanya sekedar tokoh numpang lewat yang namanya saja tak perlu diingat.

2. Pengembangan Karakter
Kalau dalam anime sports lainnya, para tokoh biasanya mendapatkan perkembangan skill seiring dengan berjalannya serial tapi tidak dalam pengembangan karakter. Dalam hal ini, Shoot! mempertunjukkan kelebihannya. Tokoh yang paling kentara terlihat perkembangan karakternya adalah Kamiya dan ini juga membuatku mendapuknya sebagai tokoh favorit. Seperti yang disebutkan diatas, Kamiya mengawali cerita sebagai seorang egois yang gampang naik darah. Jabatannya sebagai wakil kapten tim kadang membuat Kamiya sering mengerjai (mem-bully) anak-anak baru dan membuatnya menjadi tokoh semi-antagonis. Seiring berjalannya cerita dengan wafatnya Kubo, otomatis jabatan kapten jatuh ke pundaknya dan membuat karakter Kamiya berubah secara perlahan. Perubahan karakter Kamiya ini mengingatkan aku pada pemain urakan Eric Cantona ketika bermain untuk Manchester United, sewaktu Cantona diberikan tanggung jawab sebagai kapten tim.

Kalau ditilik dari segi cerita, mungkin para pembaca mendapatkan banyak persamaan tema dengan manga sport ataupun manga shonen lainnya. Misalnya dalam hal persahabatan, pentingnya kerja sama, semangat pantang menyerah hingga masalah memperjuangkan keyakinan. Kelebihan lainnya adalah Shoot! menampilkan banyak teknik dan gaya bermain dari realitas sepak bola, hanya saja penerapannya dilakukan bukan oleh pemain profesional melainkan para pelajar SMA. Misalnya saja sistem permainan Kakegawa yang cenderung mengadopsi gaya Total Football Belanda jaman Johann Cruijff. Kemudian gaya bermain Toshi yang oportunis abis mirip dengan Marco Van Basten. Teknik Bicycle Kick yang aslinya diperkenalkan oleh Pele mampu dipraktekkan oleh Toshi seorang pelajar SMA. Ada lagi sosok lawan bernama Himuro yang berperan sebagai libero handal bagaikan Franz Beckenbauer. Kemudian dalam sequelnya diperkenalkan sosok si kidal Hiro Ito yang berperan bagaikan Maradona bagi tim sekolahnya (termasuk trik tangan tuhannya).

Anime

Berbeda dengan manga, aku justru tidak terlampau tertarik menonton animenya yang kusaksikan lewat TV7. Kharisma yang disebarkan oleh manga Shoot! sepertinya kurang kuat untuk membiusku menonton versi anime. Misalnya saja muram dan kelamnya suasana pasca kematian Kubo masih terasa kurang mengikat emosi. Begitu juga dengan perubahan karakter Kamiya terlihat kurang meyakinkan. Ada baiknya yang pernah menonton animenya tanpa membaca versi manga untuk menyempatkan diri menyelesaikan versi manganya.

Trivia

Nama sekolah SMA Kakegawa beserta setting dan bentuk bangunannya dibuat berdasarkan sekolah asli Shizuoka Kenritsu Kakegawa Nishi Koudo Gakkou (SMA Kakegawa Barat Prefektur Shizuoka). Oshima sendiri merupakan alumni SMA tersebut. Karya Oshima yang lain berjudul Attack (dengan tema tim bola volley) juga bersetting di sekolah yang sama.

Bersambung: SHOOT! Live action movie adaptasi manga

21 Responses to “SHOOT! manga dan anime (bagian 1)”


  1. 1 sora9n June 9, 2010 at 12:33 am

    Shoot! (dengan tanda seru) buah karya Oshima Tsukasa. Mangaka wanita ini…… eh? Tahukah anda kalau pengarang bernama pena Oshima Tsukasa ini adalah wanita yang bernama asli Oshima Yoshiko?

    Kelihatan dari gaya gambarnya…😆

  2. 2 ardhie June 9, 2010 at 1:11 am

    betul.betul.betul
    manga SHOOT, memang lebih baik dari pada Capt. Tsubasa.

    Ceritanya lebih menunjukkan sisi realnya.

    Ando-kun waktu SHOOT dtayangkan d TV7, masih d indonesiakah .?

  3. 3 Asop June 9, 2010 at 2:05 am

    Hehehe… rindunyaaaaaaa…😳
    Saya dan adik saya punya koleksi SHOOT dari yang awal, yang “legend of a new age” dan “Hot Challenge”. Yang SHOOT awal, saya cuman punya vol belasan sampe tamat di vol 33. Yang “hot challenge” (HC) dan “legend of a new age”(LoNA) saya punya semua.😀 Tidak lupa, edisi khusus SHOOT Kubo Yoshiharu. Itu menarik juga.🙂

    Jujur, saya lebih suka SHOOT yang awal. Lebih kental nuansa sepak bolanya. Di HC dan LoNA saya pikir terlalu banyak romance-nya.😦

    Kenapa gak membahas juga tentang OFFSIDE. Manga buatan Natsuko Heiuchi ini juga lebih nyata dan masuk akal dari pada Captain Tsubasa.😀

  4. 4 lambrtz June 9, 2010 at 5:12 am

    ^
    Kalau buat saya gini urutannya sih: Shoot > Kickers > Tsubasa > Offside.:mrgreen:

  5. 5 Kencana June 9, 2010 at 6:56 am

    Sayang manga bertema sport jarang menarik minat saya.

    • 6 安藤君 June 10, 2010 at 1:05 pm

      @sora
      Hebat. Aku sendiri gak bisa bedain gaya gambar mangaka cowok dan cewek😀
      btw, Kazuhiro khan pas terakhir masuk Arsenal yah. jadi winger disana😀

      @ardhie
      Kalau gak salah 2004 yah? iya, masih di Indonesia.

      @Asop
      OFFSIDE? Seperti lambrtz, aku jg menempatkan OFFSIDE belakangan. Terlalu kaku sih cerita dan penokohan karakternya (khas tokoh komik2 sports).

      @lambrtz
      Kalau saya Shoot! > Whistle > Kickers >Tsubasa > Offside

      Eh? Udah nonton anime Whistle belum? Kalau Shoot cerita anak SMA, Kickers anak SD, Whistle cerita anak SMP😀
      Kickers menarik sih, cm apa bener tuh tokohnya anak SD? terlalu dewasa kayaknya😈

      @Kencana
      Nggak papa…. tergantung selera koq:mrgreen:

  6. 7 maryamingty June 11, 2010 at 12:16 am

    pernah lihat komik ini, tapi gak dibaca cuma liat-liat gambarnya ajah Hehe😀

  7. 8 Arm Kai June 11, 2010 at 3:32 am

    gaya gambarnya emang rada mirip mangaka cewe, tapi saya baru tau kalo Tsukasa Ooshima itu cewe😛

    nah kalo Offside itu bener2 gaya gambar mangaka cewe, makanya saya males banget bacanya😆 *beda selera*

    ngomong2 unsur latin di Shoot, saya inget ama Mahori Keigo, yang baru pulang dari Brasil untuk menggantikan posisi Kubo. Dia menerapkan teknik “malice”, yaitu pura2 jatoh buat mendapatkan tendangan bebas atau menjatuhkan pemain lawan dengan halus tanpa sepengetahuan wasit, katanya sih khas Amerika Latin😛

  8. 9 ardhie June 12, 2010 at 8:41 am

    ando kun ..
    bahas Manga Ato Whistle jga dunn

    bgues thue crtanya ..

    • 10 安藤君 June 14, 2010 at 9:29 am

      @maryamingty:mrgreen:

      @Arm
      kemarin baru diingetin lambrtz soal manga Offside. ada formasi kocak kayak uler, satu orang bawa bola, yg lain ngikut dibelakang buat cover😆
      Kayaknya sih gak masuk akal banget.
      Soal Malicia (org brazil ngomongnya begitu), itu sih skrg udah jadi trend. Toh CR9 yg notabene eropa (latin juga sih) sering koq.

      @ardhie
      Aku blm pernah baca manga whistle, tp animenya udah abis ditonton. Whistle emang lumayan bagus, sayangnya ada beberapa pengulangan tema dari Shoot.

  9. 11 ardhie June 15, 2010 at 5:12 am

    animenya whistle cuma sampai eps. 39 yha .?

    Resensi anime atau manga Soccer yang bgus aplagi yha .?

  10. 12 AL June 15, 2010 at 11:06 am

    Pernah baca, tapi lupa… Yah, saya gak gitu tertarik dengan manga juga sih, heheh…

  11. 13 安藤君 June 16, 2010 at 5:48 pm

    @ardhie
    iya. cm sampai tanding lawan tim korsel.

    @AL😀

  12. 14 Ogie July 11, 2010 at 7:48 pm

    hahaha buset kangen banget…ada animenya ngga yah?

  13. 16 haris October 16, 2010 at 5:13 pm

    mas….bisa tolong di @mail ke saya link tempat bacanya..cos di palembang saya cari gak dapat2 untuk baca mangan shoot ini..terima kasih

  14. 18 Junji Iwagami July 15, 2011 at 4:16 am

    At the End :
    Toshi – Real Madrid
    Kazuhiro – Arsenal
    Kamiya – Juventus
    Kano – Parma
    Mahori – Santos

    eeh si Kenji tetep aja – Jubilo Iwata..wkwkwkwk

    • 19 AnDo July 15, 2011 at 8:57 am

      Saya tambahin beberapa deh yang rada ngetop karakternya:

      Dari perfektur Shizuoka:

      Sasaki – Jubilo Iwata
      Nitta – Jubilo Iwata

      Matsushita (rival Toshi di Fujita Higashi) – Jubilo Iwata
      Saiki (rival Kamiya di Kakekita) – Shimizu S Pulse
      Hirose (si tendangan knuckle) – Shimizu S Pulse
      Serizawa (si playboy penyihir lapangan) – Shimizu S Pulse

      Daerah Kanto:
      Billy Reinhart – Bayern Munchen
      Azuma (pasangan kepala naga Billy) – Kashima Antlers

      Junji Iwagami – Yokohama Marinos
      Onda (si kiri emas) – Bayern Munchen

      SMA Kurihama
      Hiro Ito – Feyenord
      Makino (kapten Kurihama) – Yokohama Marinos
      Yutaka Ohara (kiper) – LA Galaxy
      Shinozuka alias Choro – Urawa Red Diamonds
      Kousaka alias Gori – Urawa Red Diamonds

  15. 20 cebong October 14, 2011 at 6:38 am

    ad yg mau tukeran komik captain tsubasa road to 2002 dgn shoot!gw pnya vol.1-5 n tsubasa kejuaraan dunia junior vol.9,11,13,14,17 ga gw terusin krn kurang suka.n skrg gw gi nyari komik shoot
    kl mau sms k 085811510510

  16. 21 agung riz January 28, 2016 at 3:09 pm

    Kangen anime yang satu ini … Pleasee ditayangin lagi dong… Jangan hanya tsubasa saja pleasee shoot


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: