Kick-Ass – Komedi, sadis dan seru

Sudah banyak teman-teman blogger yang me-review film ini, tapi rasanya masih kurang kalau saya tidak menuliskan pendapat saya sendiri. Menurutku film ini dibagi atas 3 stage. Pertama adalah film komedi segar lewat tokoh Dave yang kepengen jadi superhero seperti dalam komik lewat alter-egonya Kick-Ass. Adegan konyol nan lucu diawal film saja sudah lumayan menarik perhatian dan menyebabkan penonton (yang tak tahu tentang cerita komiknya) punya kesan kalau Kick-Ass adalah film komedi. Seiring dengan masuknya tokoh Hit-Girl dan Big-Daddy, stage dua yang banyak menampilkan adegan sadis dimulai dan adegan komedi mulai berkurang secara perlahan. Kalau sudah sering nonton film slasher sih, adegan sabetan dan tikaman pedang berlumuran darah hanya hal lumrah. Bedanya dalam film ini, yang menyabetkan senjata tajam adalah gadis cilik berumur 11 tahun bernama Hit-Girl. Dalam stage ke-tiga, para penonton disuguhkan adegan-adegan pertempuran seru lewat aksi Hit-Girl membebaskan Big-Daddy dan Kick-Ass dari tawanan musuh hingga serbuan ke markas mafia. Adegan akhir yang menggunakan bazooka benar-benar mantap abis (aku sampai takjub dengan visualisasi sutradaranya yang komikal ini). Aksi sadis masih tetap banyak berkelebat, namun adegan komedi kiranya sudah tak tersisa lagi dipenghujung akhir film.

Yang banyak dibahas dan menjadi kontroversi dalam film ini adalah tokoh Hit-Girl. Bayangkan gadis kecil umur 11 tahun bertindak bagaikan setan pembunuh berdarah dingin. Selain itu, si imut ini juga punya mulut kotor yang enak saja bilang f*c*ing dan co*k didepan bokapnya, belum lagi kata-kata c*nt, b*tch, dll bertebaran dalam mulut manisnya. Padahal tampang cute Chloë Grace Moretz benar-benar bikin miris jika mendengar kata-kata kotor yang dilontarkannya. Tapi sudahlah, toh kalaupun kata-kata tersebut diucapkan dalam bahasa Inggris efek nya tak terlalu kentara bagi yang bahasa sehari-harinya non-inggris. Hanya saja bagiku adegan yang paling mengganggu adalah pertarungan terakhir antara Hit-Girl dan D’Amico sang boss mafia. Adegan D’Amico memukul Hit-Girl berkali-kali membuatku mengerenyitkan dahi karena mengingatkanku pada child abuse.

Secara keseluruhan film ini sangat memuaskan, terutama lewat plot ceritanya yang fresh. Belum lagi akting Moretz yang terlihat semakin matang dan terlalu dewasa malah. Salah satu aktingnya yang paling kuingat, seringaian senyum Moretz ketika membantai musuh bikin bergidik dan mengingatkanku pada senyuman seram si imut Linda Blair kecil ketika sedang kerasukan dalam The Exorcist. Kehadiran Moretz sebagai Hit-Girl malah terlihat menutupi peran sang tokoh utama Kick-Ass, sehingga tokoh Kick-Ass terlihat lebih mirip side-kick tokoh Hit-Girl.

Memang ada beberapa dialog yang menyinggung kiprah tokoh-tokoh komik ngetop lainnya sehingga menyebabkan para penggila komik akan tripping kesenangan. Belum lagi kehadiran dunia pop culture modern layaknya my space, youtube hingga serial LOST semakin membuat para penggemar fanatik hal yang bersangkutan semakin melayang. Tapi aku bukanlah otaku tingkat tinggi untuk urusan komik ataupun pop culture modern, sehingga dalam menilai hal-hal yang bersangkutan dengan hal diatas jatuhnya biasa-biasa saja. Memang keren sih keren, seru sih seru, tapi keren dan seru saja belum cukup untuk membuatku memberikan film ini nilai sempurna, walaupun tetap saja aku menikmati hiburannya.

Rencananya Mark Millar akan menerbitkan lanjutan komik Kick-Ass disertai film adaptasinya. Boleh ditunggu juga aksi Kick-Ass dan Hit-Girl berikutnya.

Rating: 3.5/5

10 Responses to “Kick-Ass – Komedi, sadis dan seru”


  1. 1 gilasinema June 5, 2010 at 12:49 am

    Aku juga miris tuh sama adegan pemukulan terhadap Hit Girl, meski bingung juga gimana enaknya menghadapi anak dengan perilaku ganas😀

    Tapi sutradara harusnya lebih bijaksana dengan menyajikan adegan kekerasan terhadap anak kecil dengan lebih “ramah”

  2. 2 Zeph June 7, 2010 at 4:48 am

    pemain utama yang berumur 11 tahun namun tak layak di tonton mereka yang berada di bawah 13 tahun? terdengar begitu menarik😎🙄

  3. 3 putri June 7, 2010 at 7:55 am

    Belum nonton filmnya….tapi setelah di-googling…ternyata yang main jadi Hit Girl..cantik buanget, ya…!!😀

    sayang sekali jika anak sekecil itu harus mengucapkan kata2 ‘aneh’ dan harus di’perlakukan’ secara ‘dahsyat’…meskipun hanya film..tapi efek kepada penontonnya juga harus dipikirkan, ..

    • 4 安藤君 June 7, 2010 at 11:00 am

      @gilasinema

      ……menyajikan adegan kekerasan terhadap anak kecil dengan lebih “ramah”

      Misalnya dijewer atau dipukul pantatnya😈

      @Zeph
      Silahkan nonton sendiri. Kayaknya masih ngantri yah di bioskop?

      @putri
      Moretz itu imut banget. pertama kali aku tau dan jadi ngefans gara2 film (500) days of Summer.
      Nontonlah! Gak bisa ngasih komentar aktual kalau belum liat sendiri.

  4. 5 syelviapoe3 June 8, 2010 at 11:09 am

    he..he…
    Kalo begitu…ntar, deh, mas..tunggu dapat ‘bocoran’ dari teman dulu…he..he..

  5. 6 Asop June 10, 2010 at 9:23 am

    Kick-ass..?
    Rasanya pernah denger… nama film juga ya..?

  6. 8 Si Tukang Review August 23, 2010 at 1:33 pm

    Hai Ando,

    Sedikit koreksi boleh?

    Pengarang komik Kick-Ass itu Mark Millar. Kalau Frank Miller itu pengarang komiknya Batman: Year One dan Sin City. =)

  7. 10 Budi Cahyono January 18, 2012 at 4:55 pm

    Perlu sedikit sentuhan social network supaya tetap eksis!🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: