Archive for June, 2010

Millennium Trilogy – Kisah misteri dari Swedia

Ketika aksi para detektif dan penyelidik dari film-film Hollywood mulai membosankan, dicarilah sosok detektif alternatif dari dunia perfilman lain. Yang sempat heboh tahun lalu adalah film detektif Inggris Sherlock Holmes, garapan Guy Ritchie dengan bintang (masih) Hollywood Robert Downey Jr. sebagai sang detektif rekaan sastrawan Inggris Sir Arthur C. Doyle tersebut. Lalu bagi yang tertarik dengan film-film dari daerah Scandinavia, tentu tak lupa pada sosok detektif partikelir asal Norwegia Varg Veum yang adaptasi film pertamanya tahun 2007 dari novel (juga) Bitter Flowers buah karya Gunnar Staalesen. Film pertama kisah Varg Veum tersebut diikuti dengan adaptasi novel Staalesen berikutnya hingga total filmnya berjumlah enam. Sepertinya memang daerah Scandinavia tak habis begitu saja menciptakan kisah detektif. Kali ini dari negara tetangganya Varg Veum yaitu Swedia, 3 buah novel misteri karya Stieg Larsson laris manis dipasaran eropa. Uniknya, 3 buah novel yang dijuluki Millennium Trilogy ini justru dirilis dan meledak penjualannya setelah Larsson mendadak meninggal dunia pada tahun 2004. Continue reading ‘Millennium Trilogy – Kisah misteri dari Swedia’

Secret Reunion – (mantan) agen Korsel Vs (mantan) mata-mata Korut

Bosan dengan drama thriller buatan Hollywood jaman sekarang? Silahkan alihkan perhatian anda pada film Korea yang satu ini. Memang untuk menyaingi budget Hollywood dalam menampilkan adegan spektakular penuh efek, film ini tak bisa berbuat banyak. Tapi dari segi plot cerita dan menyusun ketegangan dalam setiap adegan, Secret Reunion bisa membuat anda betah duduk manis menonton tanpa perlu menampilkan adegan-adegan dengan efek berlebihan. Dalam sisi dramatisasi cerita sih sudah jelas kalau produksi Hollywood akhir-akhir ini kalah akibat miskinnya ide. Sekedar info kalau Secret Reunion mencatat rekor film paling laku di Korea tahun 2010 hingga saat ini setelah mencatat penjualan tiket lebih dari 5 juta.
Continue reading ‘Secret Reunion – (mantan) agen Korsel Vs (mantan) mata-mata Korut’

SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)

Jika anda teliti membaca manga SHOOT!, tentu anda akan menemukan siapakah idola sang kapten Yoshiharu Kubo. Salah satunya adalah Johann Cruijff sang jenderal Total Football, sehingga permainan Kakegawa sangat terasa spirit total footballnya bahkan setelah ditinggal Kubo sekalipun. Berikut ini adalah profil dari Miracle Team Kakegawa yang memakai pakem offensive 4-3-3 ala Total Football Ajax/Belanda.

Continue reading ‘SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)’

SHOOT! Live Action Movie adaptasi manga (bagian 2)

Toshi, Sakka suki ka? (Toshi, kau suka sepak bola?)
~ Yoshiharu Kubo ~

Setelah membahas Shoot! versi manga dan anime, kelanjutannya kali ini adalah review Shoot! versi live action movie. Film ini sendiri sebenarnya bukan film yang dibuat untuk ditayangkan di bioskop, melainkan TV movie yang diproduksi oleh Fuji Television. Ditayangkan oleh Fuji TV pertama kali pada bulan Maret 1994, satu tahun sebelum aku membaca versi manga di Bandung (maklumlah, sulit mencari taman bacaan lengkap di kota kecil di kampung halamanku). Keberadaan film ini sendiri baru kuketahui setelah berada di Jepang dan baru menemukannya 4 tahun kemudian. Memang DVD film ini telah dirilis dan dijual sejak lama, hanya saja karena produksi lawas agak sulit menemukannya di rental-rental DVD. Jadinya mendapatkan film ini bagiku seperti mendapatkan durian runtuh. Pada tanggal 4 Januari 2010, film ini tayangkan ulang oleh Fuji TV dalam bentuk remaster HD untuk peringatan acara tahunan SMAP x SMAP. Kira-kira apa jadinya jika Shoot! dibuat versi live actionnya?
Continue reading ‘SHOOT! Live Action Movie adaptasi manga (bagian 2)’

SHOOT! manga dan anime (bagian 1)

Toshi, kau suka sepak bola?

Dalam rangka menyambut Piala Dunia sepak bola 2010 dan juga kebetulan aku berhasil menemukan film adaptasinya setelah mencari bertahun-tahun, postingan kali ini mereview sebuah manga sepak bola berjudul Shoot! (dengan tanda seru) buah karya Oshima Tsukasa. Mangaka wanita ini…… eh? Tahukah anda kalau pengarang bernama pena Oshima Tsukasa ini adalah wanita yang bernama asli Oshima Yoshiko? Banyak orang Jepang pembaca Shoot! sendiri menyangka kalau Oshima adalah pria jika mengacu pada nama pena Tsukasa (nama pria). Manga Shoot! adalah karya debut Oshima sebagai mangaka. Continue reading ‘SHOOT! manga dan anime (bagian 1)’

Kick-Ass – Komedi, sadis dan seru

Sudah banyak teman-teman blogger yang me-review film ini, tapi rasanya masih kurang kalau saya tidak menuliskan pendapat saya sendiri. Menurutku film ini dibagi atas 3 stage. Pertama adalah film komedi segar lewat tokoh Dave yang kepengen jadi superhero seperti dalam komik lewat alter-egonya Kick-Ass. Adegan konyol nan lucu diawal film saja sudah lumayan menarik perhatian dan menyebabkan penonton (yang tak tahu tentang cerita komiknya) punya kesan kalau Kick-Ass adalah film komedi. Seiring dengan masuknya tokoh Hit-Girl dan Big-Daddy, stage dua yang banyak menampilkan adegan sadis dimulai dan adegan komedi mulai berkurang secara perlahan. Kalau sudah sering nonton film slasher sih, adegan sabetan dan tikaman pedang berlumuran darah hanya hal lumrah. Bedanya dalam film ini, yang menyabetkan senjata tajam adalah gadis cilik berumur 11 tahun bernama Hit-Girl. Dalam stage ke-tiga, para penonton disuguhkan adegan-adegan pertempuran seru lewat aksi Hit-Girl membebaskan Big-Daddy dan Kick-Ass dari tawanan musuh hingga serbuan ke markas mafia. Adegan akhir yang menggunakan bazooka benar-benar mantap abis (aku sampai takjub dengan visualisasi sutradaranya yang komikal ini). Aksi sadis masih tetap banyak berkelebat, namun adegan komedi kiranya sudah tak tersisa lagi dipenghujung akhir film.
Continue reading ‘Kick-Ass – Komedi, sadis dan seru’

Ip Man 2 – Sequel yang mengulang tema usang

Banyak orang yang memuji Ip Man 2, tapi bagiku Ip Man 2 tak lebih dari drama yang mencomot tema lama (termasuk tema film prequelnya Ip Man). Coba lihat adegan akhirnya yang bertarung melawan petinju Inggris! Anda yang pernah menonton film Jet Li lama yang berjudul Born to Defense hingga yang agak baru Fearless tentu pernah melihat cerita yang mirip dengan yang ini. Bahkan jika kita mengkategorikan petarung asing non-bule juga dimasukkan sebagai lawan, tema silat China versus seni bela diri non-China seperti Jepang pernah ditampilkan dalam prequelnya dan Fist of Fury (beserta film-film pengekornya). Malah yang paling anyar film barunya Yuen Woo-ping yang berjudul True Legend juga menampilkan pertarungan sejenis. Pendek kata, cerita nasionalisme China lewat adegan pertarungan pesilat China lawan non-China sudah agak basi. Belum lagi karakter baru si polisi gendut yang dimainkan Kent Cheng kenyataannya mirip dengan karakter Li Zhao yang mantan polisi nyambi jadi penerjemah orang Jepang dalam film prequelnya Ip Man. Pendek kata, Ip Man 2 ini terlihat doyan mengulang tema usang.
Continue reading ‘Ip Man 2 – Sequel yang mengulang tema usang’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: