FREENOTE

Banyak band bagus yang menghasilkan karya-karya keren tapi malah namanya kurang dikenal di belantara musik. FREENOTE termasuk diantara band yang kurang dikenal luas walaupun memiliki potensi lewat karya-karyanya yang bagus, padahal mereka sudah cukup lama eksis sejak merilis major album mereka dibawah bendera label perusahaan rekaman besar Toy’s Factory pada tahun 2005 lewat Introducing the popline according to FREENOTE.

Karir anggota grup FREENOTE sebagai band berawal dari Universitas Kansai (Kansai Daigaku) lewat Keion-bu (unit kegiatan mahasiswa untuk musik pop) dengan nama Human Being. Mereka adalah Hata Chikako pada vokal dan keyboard, Sakamoto Masaya pada gitar, Sato Shusaku pada bass dan Ota Shingo pada drums/perkusi. Setelah semakin banyak tawaran main di berbagai event dan live house, pada tahun 2002 FREENOTE merilis sebuah mini album indies yang berjudul Kaze Hana yang sayangnya kurang mendapat perhatian dan sambutan. Tahun 2003, FREENOTE sering manggung di berbagai acara termasuk mengadakan pertunjukan musik jalanan di depan stasiun Osaka sambil menjual CD buatan sendiri. Musik mereka mulai mendapatkan perhatian khalayak ketika Asahi TV memutar lagu-lagu mereka dalam acara musik The Street Fighters pada bulan Desember 2003 dan membuat penjualan mini album kedua Shuuden Master lumayan laku.

Ota

FREENOTE ketika Ota masih melengkapi trio



Dengan mulai banyaknya lagu-lagu mereka diputar di program musik radio FM di Osaka, perusahaan rekaman Toy’s Factory mulai melirik nama mereka dan membuka jalan untuk merilis single major debut pertama mereka Kirai Tune. Album penuh perdana FREENOTE dirilis pada tahun 2005 berjudul Introducing the popline according to FREENOTE dilanjutkan dengan tour nasional. Sayangnya beberapa bulan kemudian justru Sato Shusaku mundur sebagai pemain bass dan membuat anggota FREENOTE berkurang menjadi 3 orang.

Setelah melewati vakum rekaman sepanjang tahun 2006, FREENOTE merilis album kedua mereka Otonoha Triangle bulan Juli 2007 diikuti dengan album ketiga yang berjudul Route 3 pada bulan Agustus 2008. Sebelum meluncurkan album keempat mereka yang berjudul Chocolate Box Orchestra pada bulan September 2009, tiga bulan sebelumnya Ota Shingo mengundurkan diri sebagai pemain drum dan membuat band FREENOTE menjadi band duo dengan sisa anggota original Hata dan Sakamoto. Walaupun demikian, mereka tetap melanjutkan karir musik mereka dibawah nama FREENOTE hingga sekarang dengan sokongan supporting member untuk mengisi posisi bass dan drums.

duet

FREENOTE dengan duet Sakamoto dan Hata (berdiri)

Walaupun banyak menggolongkan musik FREENOTE ke dalam genre Rock, menurutku basic genre yang mereka tawarkan justru cenderung kearah pop yang di variasikan dengan berbagai macam genre. Rasa rock FREENOTE yang kental sangat terasa pada lagu-lagu diawal karir mereka, terutama pada album pertama mereka. Coba dengarkan Kirai Tune, Shuuden Master dan My Little War yang berirama cepat dengan hentakan keras.
[Video klip Shuuden Master]

[Video klip Shuuden Master]

Selain rasa rock yang mendominasi album pertama mereka, FREENOTE juga mengarasemen lagu mereka menjadi power pop seperti yang terdengar pada lagu Piano Wo Hiite (memainkan piano) hingga nuansa pop manis seperti Re:Channel dan Sayonara no Uta (lagu perpisahan). Malah mereka juga berani memasukkan unsur chord-chord miring jazzy kedalam arransemen musik mereka seperti halnya duo Sukima Switch. Coba dengarkan ketukan yang asyik dalam Boku no Rizumu (My Rhythm) dan Haruka he no Supido Runner (Speed Runner to Faraway).
[Video klip Terminal]

Seiring dengan keluarnya pencabik bass Sato Shusaku, kerasnya musik rock dalam musik FREENOTE agak sedikit berkurang dan mulai cenderung ke Pop Rock kayak dua lagu favoritku dalam album kedua Life is Beautiful dan juga Thank You for the Music serta Summer Blues dalam album ketiga. Selain itu, warna pop easy listening semakin mendominasi album kedua (Otonoha Triangle) dan ketiga (Route 3) , dan juga kebanyakan lagu-lagu pop yang dibuatkan video klip promosinya. Mungkin ini dimaksudkan untuk mendongkrak peminat musik mereka sebagai taktik promosi. Walaupun demikian aku menyukai lagu-lagu pop mereka karena musik pop yang mereka bawakan tidak datar begitu saja melainkan cukup variatif dan membuat musik FREENOTE terdengar multi-genre. Singkatnya, aku tidak menyesal membeli album FREENOTE karena lagu-lagu yang mereka aransemen tidak seragam sehingga tidak membosankan para pendengarnya.
[Video klip Hello Goodbye]

Album keempat Chocolate Box Orchestra yang dirilis setelah drummer mereka Ota mengundurkan diri hanya berisi 6 lagu saja dengan komposisi satu lagu Pop Rock yang berjudul Kataomoi Liner dikeroyok 5 lagu Pop manis. Salah satu diantaranya Futari wo Tsunagumono (Dua orang yang terikat) dibuatkan video klip promosinya. Empat full album yang kumiliki lebih dari cukup untuk membuatku menjadi fans FREENOTE (sebenarnya aku sudah mulai ngefans sejak album kedua) dan berharap mereka tetap meneruskan kiprah mereka walaupun hanya dengan 2 original member.
[Video klip Futari wo tsunagumono]

Profil singkat FREENOTE

Original Member:
Hata Chikako : Vocal, Keyboard, Piano
Sakamoto Masaya : Guitar

Ex Member:
Sato Shusaku : Bass
Ota Shingo : Drums, Perkusi

Supporting Member:
Nakamura Masahito: Bass (sejak 2006)

NB:
Bagi yang tertarik dengan FREENOTE, silahkan mengunjungi link J-Music

3 Responses to “FREENOTE”


  1. 1 Asop May 22, 2010 at 2:47 pm

    Oh ya, makasih link donlotnya, dulu udah pernah nyoba mainin yang Freenote. Lumayan.🙂

  2. 3 dwis July 26, 2011 at 4:20 pm

    thx buat link2nya, lagu2 freenote santai n enak dicerna, ga bosan2 gw dgrin, walkmen, home n terminal selalu loop trus di ipod gw ha3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: