The Most Conan Movie

Bulan April tahun ini, Detective Conan the movie terbaru yang berjudul The Lost Ship in the Sky mulai tayang di bioskop-bioskop Jepang. Dengan ini, sudah 14 film layar lebar Detective Conan telah dibuat oleh Toho Cinema. Untuk menyambut penayangan seri ke 14 Detective Conan, aku memutuskan untuk memilih 4 buah film layar lebar Detective Conan yang paling menarik perhatianku dari seluruh 13 film yang pernah kutonton.

Film terbaik

The Phantom of Baker Street
Mungkin banyak penggemar Detective Conan yang heran dengan pilihanku ini, karena beberapa orang menganggap film ini terlalu mengawang-awang dan tak masuk akal. Kalau demikian pendapatnya, aku ingin bertanya, “Basic story Detective Conan sendiri bukannya tidak masuk akal?” Mana ada obat yang mampu membuat sel pertumbuhan bereaksi terbalik sehingga orang dewasa menciut menjadi anak kecil. Lebih tak masuk akal lagi, otaknya tetap otak orang dewasa padahal seluruh bagian tubuh lain mengecil. Tapi sudahlah, kalau bicara tentang film fiksi tak usah memikirkan masuk akal atau tidak.

Film ini kupilih menjadi yang terbaik karena menampilkan inti cerita yang berbeda dan menyinggung dua hal yang menjadi topik penting bagi setiap negara yaitu isu pendidikan dan regenerasi (silahkan baca review lengkapku disini). Teman blogger Tukang Review menyinggung kalau film ini terlalu berlebihan dalam memaparkan reset generasi di postingan ini. Masalahnya, yang ingin disinggung disini adalah reset generasi secara umum, bukan cara me-reset dengan membunuh 50 anak kecil. Kecil kemungkinan me-reset satu generasi dengan membunuh 50 anak kecil, sama halnya dengan kemungkinan Forrest Gump sukses luar biasa dengan IQ jongkoknya. Yang ingin disampaikan oleh film Forrest Gump bukanlah secara gamblang orang idiot bisa sukses dengan peruntungan dari Tuhan, melainkan orang bisa sukses dengan berbagai kekurangan asalkan berusaha dengan sedikit keberuntungan. Begitu juga pesan yang ingin disampaikan dalam film ini.

Film ini bukanlah film dokumenter. Sama saja dengan mengandaikan, kalau anda ingin melihat kritik kapitalisme secara nyata, silahkan tonton karya Michael Moore yang berjudul Capitalism, A Love Story. Jangan nonton film Wall Street-nya Michael Douglas yang menyinggung kapitalisme secara tersirat dalam cerita film fiksi. Lagipula, tidak semua kritik harus disampaikan secara gamblang, toh penulis cerita juga bisa dikategorikan sebagai seniman. Tak ada orang yang menganggap Chairil Anwar sebagai binatang jalang, walaupun dirinya sendiri menulis dengan gamblang “aku ini binatang jalang”.

Film paling seru

Countdown to Heaven
Dalam komentar review di blog Tukang Review, aku telah menyebutkan kalau film ini adalah film Die Hard-nya Bruce Willis dalam bentuk anime. Tak bisa dihindari memang, tapi setting cerita yang sama-sama berlokasi di dalam gedung tinggi membuat Countdown to Heaven bagaikan Die Hard-nya Detective Conan.

Walaupun misteri pembunuhan yang mengiringi film ini biasa saja (baca: khas film Conan), adegan-adegan tegang yang muncul silih berganti hingga puncaknya Conan dkk berusaha kabur dari ledakan bom dalam gedung benar-benar membuatku tak punya pilihan lain untuk mendapuk film ini sebagai film layar lebar Detective Conan paling seru. Keseruan film ini bertambah dengan munculnya tokoh penting Kuro Soshiki, Gin dan Vodka, yang turut meramaikan tensi cerita.

Film paling beda

Strategy Above the Depths
Film ini menjadi berbeda karena 2 hal. Pertama, karena film ini satu-satunya Detective Conan the movie yang bersetting tidak di daratan. Yang kedua dan yang paling menarik, Mouri Kogoro yang biasanya cuma jadi pemeran pecundang muncul sebagai detektif yang ternyata cukup handal dalam memecah misteri, tanpa bantuan jarum bius jam tangan Conan. Dalam film ini terlihat kalau Mouri sebenarnya bukanlah sosok tolol sebagaimana di dalam film dan serial TV Detective Conan, melainkan hanya detektif handal yang pemalas. Ya, malas berpikir, malas riset, malas bertindak, malas berdeduksi, hanya kepingin dengan gampangnya main tuduh supaya kasus cepat selesai. Kehebatan insting Mouri sebagai detektif hanya muncul jika orang yang dikasihinya dalam bahaya. Sebenarnya dalam film The Fourteenth Target, sosok Kogoro pernah diberikan porsi agak besar. Sayangnya bukan dari sisi deduksi detektifnya.

Film paling menyebalkan

Jolly Roger in the Deep Azure
Sengaja aku tidak menyebut film ini sebagai yang terburuk, karena mungkin ada penilaian lain yang berbeda. Hanya saja bagiku, film ini sangat menyebalkan. Cerita yang lambat, misteri yang tidak menarik, adegan serunya tak membuatku tegang, dan yang pasti satu-satunya film Detective Conan yang mampu membuatku nonton terputus-putus karena aku kehilangan minat nonton ditengah jalan cerita. Latar cerita tentang hubungan 2 bajak laut perempuan (yang aslinya memang ada dalam sejarah) yang disesuaikan dengan hubungan Ran dan Sonoko benar-benar bikin aku bosan. Pendek kata, hanya film ini yang tidak ada kusimpan di dalam hard disk komputerku karena aku sama sekali tak berminat mengkoleksinya.

12 Responses to “The Most Conan Movie”


  1. 1 Snowie April 29, 2010 at 11:01 am

    Ah, iya. Itu judulnya.”the Lost ship in the sky”
    *semangat buat cari filmnya yang bisa di donload*
    ^o^/

  2. 2 Zeph April 29, 2010 at 11:13 am

    Jadi..kira-kira kapan Conan akan berubah seutuhnya menjadi Shinici Kudo?😕

    saya lebih mengikuti komiknya daripada filmnya🙂

    • 3 安藤君 April 29, 2010 at 2:43 pm

      @Snowie
      Belum ada uni, wong filmnya aja baru tayang di bioskop. Aku gak pernah nemu film jepun yg dibajak pas lagi tayang di bioskop, paling baru dibajak pas keluar versi DVD-nya😀

      @Zeph
      Sogok dulu Aoyama Gosho-nya😈
      *Dulu, saya mengikuti komik dan animenya, sekarang tinggal anime dan film layar lebarnya. Baca manga Conan puyeng juga liat kanji2 yg rumit dan sulit dimengerti😦 *

  3. 4 Asop April 30, 2010 at 1:43 am

    Baru nonton yang Countdown To Heaven doang.😆
    Countdown to Heaven ini yang dijadikan live action movie Conan yang kedua, bener gak?

  4. 5 gilasinema May 1, 2010 at 12:25 am

    Hanya ingin menyapa, bagaimana kabarnya nih? Baik Kan? Lama gak ngeksis, pasti lagi sibuk.Sukses ya🙂

    • 6 安藤君 May 3, 2010 at 6:39 am

      @asop
      bukan. ceritanya juga sama sekali nggak mirip. gak ada cerita Conan balik ke tubuh gedenya tuh di Countdown to heaven

      @gilasinema
      Iya nih. Nggak ada akses internet regular. ini juga bisa bales komen dan upload tulisan lewat numpang doang. Barusan pindah tempat tinggal nih…

  5. 7 Irfan June 9, 2010 at 9:26 am

    waduh infonya bener-bener ngebuat kita jadi penasaran buat baca komiknya atau nonton animenya.
    makasih ya bang Ando-sensei, hehehe maaf g bisa bahasa jepang.
    Pokoknya saya selalu mampir buat liat resensi anime, sekalian mau ngoleksi anime-anime top hahay.

    Salam kenal ya bang Ando-sensei

  6. 9 Meccanic September 13, 2010 at 10:19 am

    saya setuju dengan penilaian anda
    nggak apa-apa, bikin aja film terburuk. saya juga nggak suka sama film itu….hahaaa…

  7. 10 jack September 26, 2010 at 5:23 am

    wah,,, menilai dengan cara yang berbeda…
    aku suka dengan itu…

  8. 11 ico June 5, 2011 at 2:10 pm

    sekarang udah taun 2011, saya baru tau ada blog ini, mau nanya dong, punya ost DC yang magician of the silver sky?? lagu ending nya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: