Resensi pendek dan singkat [3]

1. Motherhood – 2009

“Because mom is do everything and dad only did something. It’s different.”
Itulah kalimat yang diucapkan seorang anak yang minta ibunya lebih banyak dirumah dari pada ayahnya. Ibu mana yang tega menolak permintaan anaknya. Film ini ingin menyampaikan apakah arti menjadi seorang ibu, dan apa yang disampaikan menurutku sangat pas. Film ini cocok buat tontonan keluarga terutama pasangan muda dengan anak kecil, walaupun tentu saja menarik bagi orang yang menyukai film bertema keluarga. Cerita yang mengalir, terasa real dan membumi membuat film ini bisa masuk ke hati para penonton. Memang film ini produksi independen, sehingga bujet produksi tidak memungkinkan adegan spektakular. Tapi teknik pengambilan gambar yang baik membuat adegan yang kebanyakan diambil ditempat itu-itu saja tetap enak untuk ditonton. Uma Thurman sendiri? Wuih, membuatku berpikiran inilah istri yang tepat untuk diajak mengarungi hidup disaat senang dan susah.

Rating: 3.75/5

2. The Eel (Unagi) – 1997

Seperti kebanyakan film-film produksi Jepang, film ini juga memiliki pace yang berjalan alon-alon asal kelakon. Akan tetapi cerita yang digarap benar-benar menarik dan dialog-dialog yang ditampilkan kadang bisa membuat para penonton tertegun. Film ini berkisah tentang mantan narapidana yang keluar penjara setelah mendapat remisi dan bermaksud menjalani hidup baru dengan menjadi tukang cukur di sebuah kampung kecil. Kedatangan seorang perempuan yang mengingatkannya pada sosok mantan istrinya membuat kehidupan “normal” seperti harapannya terganggu. Judul filmnya sendiri mengacu kepada sang tokoh utama yang lebih suka ngobrol dengan belut peliharaannya dibandingkan ngobrol dengan manusia disekitarnya. Sekedar info, film ini mendapatkan perhargaan film terbaik dalam festival film Cannes 1997.

Rating: 4.25/5

3. 14 Blades – 2009

Judul asli film ini adalah Jinyi Wei (pengawal bersulam tembaga) yang juga merupakan nama pasukan khusus pelindung alias bodyguard kaisar dinasti Ming merangkap agen rahasia untuk menyingkirkan musuh kaisar di dalam struktur pemerintahan dinasti Ming. Dalam sejarah, Jinyi Wei banyak membunuh orang-orang yang dicurigai kaisar berniat berontak tapi karena kaisar tak memiliki bukti kuat, sang kaisar memilih untuk menghukumnya lewat tangan Jinyi Wei tanpa proses pengadilan. Film ini sendiri sebenarnya bisa lebih baik jika tetap fokus pada intrik isi perut organisasi Jinyi Wei yang sangat menarik, sayangnya yang ditampilkan justru lebih banyak kearah romantisasi sang pemimpin Jinyi Wei (Donnie Yen) dengan tawanannya (Zhao Wei). Koreografi tarungnya lumayan bagus, walupun sudah sering dan bisa dilihat di banyak film-film kungfu lainnya. Aku pernah membuat tulisan cersil dengan latar persaingan antara Jinyi Wei dengan Dong Chang (Biro timur – agen rahasia yang dibawah kendali para kasim). Sayangnya Dong Chang tidak dimunculkan dalam film ini. Uniknya Donnie Yen yang berperan sebagai pemimpin Jinyi Wei dalam film ini, pernah berperan sebagai wakil pimpinan Dong Chang dalam film New Dragon Gate Inn.

Rating: 3/5
4. Tokumei kakaricho Tadano Hitoshi: Saigo no gekijoban – 2008

Film ini sebenarnya merupakan versi layar lebar dari drama serial TV yang diadaptasi dari manga berjudul sama. Tokoh utamanya adalah Tadano Hitoshi, seorang salaryman penakut, agak lelet, selalu gugup yang berpangkat Kakaricho (supervisor) disebuah perusahaan periklanan. Tetapi ketika malam hari, Tadano menampilkan sosok aslinya sebagai agen rahasia tangguh andalan pemerintah Jepang. Versi dramanya sendiri sebenarnya cukup populer sejak debutnya disekitar tahun 2003. Sebagaimana serial dramanya, film ini juga merekrut barisan para artis JAV idol terkenal Jepang yang didapuk sebagai karyawan perusahaan tempat Tadano bekerja disiang hari. Tentu saja untuk menggoda Tadano (si kakaricho tentunya, bukan si agen rahasia yang cool) yang kikuk dan ke-GR-an.

Rating 2.5/5

5. Rain Fall – 2009

Film ini diangkat dari novel berjudul sama yang menampilkan sosok pembunuh bayaran bernama John Rain yang menjadi tokoh utama dalam serial novel best seller karya Barry Eisler. Aku sendiri sebenarnya belum pernah baca novelnya, tapi sepertinya sosok John Rain si blasteran Jepang/Amerika cukup terkenal dalam dunia novel thriller walaupun belum sengetop Jack Ryan maupun Jason Bourne. Novel aslinya memang ditulis dalam bahasa Inggris, tapi filmnya sendiri lebih banyak menggunakan dialog bahasa Jepang. Film yang merupakan proyek kerja sama Australia dan Jepang ini juga didukung oleh aktor veteran Gary Oldman yang berperan sebagai pimpinan CIA yang memburu John Rain. Sang pembunuh yang mempunyai spesialisasi membunuh korbannya selayaknya mati normal dan alami diperankan aktor Jepang Kippei Shiina. Lumayan menghibur, walaupun tidak tegang-tegang amat sebagai film thriller.

Rating 3/5

12 Responses to “Resensi pendek dan singkat [3]”


  1. 1 gilasinema February 21, 2010 at 3:01 am

    Dulu pernah liat Unagi tapi sudah lupa ceritanya kayak apa hehehe…tapi kayaknya dulu bisa terhanyut dengan ceritanya. Pengen nyari lagi filmnya, pasti susah nemunya

  2. 2 AL February 22, 2010 at 10:31 am

    Wah tertarik sama Motherhood Sepertinya seru…..:)

  3. 3 Zephyr February 22, 2010 at 11:45 am

    Sudah beberapa minggu ga liat film :)terakhir dua 3 minggu lalu liat precious🙂

    mmmm…. sepertinya yang Unagi lebih membuat saya tertarik, selain karena faktor cerita, juga karena rating yang diberikan Bung Ando-kun 4.25🙂

  4. 4 安藤君 February 22, 2010 at 8:03 pm

    @gilasinema
    Saya malah baru dapat kesempatan nonton sekarang:mrgreen:
    BTW, memang sulit nyari film lama yang tidak komersil.

    @AL
    Motherhood emang seru, ditambah akting Uma Thurman yang natural sbg ibu dua anak yg masih kecil membuat film ini menyentuh (bukan film cengeng lho). Paling suka sama adegan dialog ibu-anak. Adegan suami-istri bertengkar soal prinsip jg menarik koq.

    @Zephyr
    Wah, jadi tertarik karena saya ngasih 4.25??:mrgreen:
    Berarti resensi saya diperhitungkan dong😳
    tengkyu……

    • 5 Zephyr February 24, 2010 at 1:13 pm

      Berarti resensi saya diperhitungkan dong😳

      Yup… setidaknya menambah rasa ingin tahu terhadap film yang sedang review🙂

  5. 6 eMina February 23, 2010 at 10:20 am

    mother hood ?hm..itu kyk uma thurman ya? wah, klo uma thurman, musti saya masukin ke daptar pelem yang pingin di tonton nih…

  6. 7 安藤君 February 28, 2010 at 5:43 am

    @Zephyr
    Padahal saya cuma nulis resensi pendek. btw, ma kasih😀

    @eMina
    Nonton deh. Lumayan bagus buat lajang perempuan yg mau cepat berrumah tangga😈

  7. 8 syelviapoe3 March 1, 2010 at 12:53 pm

    widieh…resensi kali ini ‘berdarah-darah’, ya..
    Dari satu pelakon pembunuhan ke agen rahasia dan aksi pembunuhan…

    Cuma yang motherhood yang drama keluarga…😀

  8. 9 Rukia March 2, 2010 at 7:01 am

    motherhood sama 14 blades keknya bagus
    *masukin daftar film*

  9. 10 安藤君 March 3, 2010 at 1:51 pm

    @syelviapoe3
    Yang agen rahasia itu nggak juga, malah banyak guyonannya😛

    @Rukia
    Motherhood = drama keluarga
    14 blades = film silat
    Wah… Rukia punya selera melebar juga yah kayak saya.:mrgreen:
    *orang yg nonton film genre apa saja*

  10. 11 krismariana March 6, 2010 at 11:05 am

    penasaran sama film yg pertama dan kedua itu. kira2 di Indo ada nggak ya?

    • 12 安藤君 March 6, 2010 at 1:51 pm

      @Kris
      Bukannya suamimu ahli nyari film2 aneh di pasaran bajakan?:mrgreen:
      Minta sama Oni buat ngubek kios bajakan langganannya. Motherhood agak gampang dicari krn film baru, Kalau Unagi kayaknya agak sulit. Maklumlah film jadul sih…..
      Kalau kepepet, donlot aja lwt situs pirate bay pakai torrent.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: