Bodyguards and Assassins

Film ini menceritakan tentang bentrokan antara orang-orang yang ingin membunuh founding father Republik China modern Dr. Sun Yat-sen dengan orang-orang yang ingin melindunginya pada setting waktu bulan Oktober tahun 1905 ketka Sun Yat-sen berkunjung ke Victoria City (Hong Kong jaman sekarang). Kunjungan Sun Yat-sen ke Hong Kong sendiri memang kejadian sejarah, hanya saja peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Sun Yat-sen yang menjadi tema film ini hanyalah kisah fiksi belaka. Film ini menampilkan 3 orang tokoh yang memang kutahu memiliki hubungan erat dengan revolusi China dan Kuomintang yaitu Sun Yat-sen sendiri, Chen Shaobai (rekan Sun sejak sekolah kedokteran) dan Li Yutang.

Film diawali dengan adegan pembunuhan seorang anggota gerakan revolusi atas perintah pemerintah dinasti Qing. Dari adegan ini, diperlihatkan betapa pemerintahan dinasti Qing menganggap gerakan revolusi sangat berbahaya dalam usahanya mendongkel kekuasaan pemerintah dinasti Qing dan harus ditindak dengan cara menghabisi tokoh-tokoh penting gerakan revolusi. Tentunya yang paling di incar adalah otak pergerakan itu sendiri yaitu Sun Yat-sen (didalam film dipangil sebagai Sun Wen). Kunjungan rahasia Sun Yat-sen ke Hong Kong bocor ke telinga pemerintah dinasti Qing dan ibu suri Cixi memutuskan untuk membunuh Sun secara rahasia pula dengan mengutus kelompok pembunuh. Di Hong Kong sendiri tentunya rekan-rekan Sun sudah siap sedia menyambut, termasuk menyediakan orang-orang yang bersedia melindungi Sun dengan taruhan nyawanya sendiri. Walaupun para pelindung ini belum pernah bertemu dengan Sun Yat-sen, mereka memiliki alasan pribadi masing-masing untuk ikut serta menyerahkan nyawa demi melindungi Sun Yat-sen.

Kelebihan utama film ini adalah hal teknis, terutama dekorasi setting yang menampilkan kondisi Hong Kong jaman tahun 1905 dengan baik. Bentuk bangunan dan kondisi jalan cukup membuatku percaya kalau itulah situasi Hong Kong pada tahun 1905. Selain itu, kelebihan lainnya adalah sinematografinya yang juga cukup menawan. Adegan tarungnya juga di koreografi cukup baik meski tidak bisa dibilang hebat, terutama pertarungan keras dan kasar antara dua ahli bela diri Donnie Yen dengan Cung Le ditengah keramaian jalan. Walaupun masuk kategori film aksi, adegan dramanya justru lebih banyak mewarnai film ini (bagi yang suka film laga, mungkin agak kecewa dengan film ini). Sayangnya dengan menampilkan terlalu banyak tokoh yang cukup penting bagi cerita keseluruhan, penggalian karakter justru tidak mendalam. Sehingga yang menjadi bintang dalam film ini adalah pertentangan antara kedua belah pihak penjaga dan pembunuh, bukan per tokoh atau karakter.

Sebenarnya drama yang disajikan lumayan mengharukan. Hanya saja karena setengah-setengah, hasil akhirnya masih terasa kurang menyentuh. Yang patut disayangkan adalah sang sutradara meletakkan beberapa adegan drama ditempat yang kurang tepat (terutama dua per tiga paruhan adegan awal) yang menyebabkan ketegangan yang dibangun sejak awal film agak terganggu, melorot tensinya dan agak membosankan. Untungnya saja memasuki sepertiga adegan akhir tensi semakin meningkat dan ketegangan tetap terjaga hingga akhir, walaupun masih ada adegan drama nyempil, namun pada tempat yang pas dan tidak mengganggu ketegangan. Keantagonisan kelompok pembunuh juga tidak diperlihatkan sebagai orang jahat, melainkan orang yang percaya bahwa Sun Yat-sen dan rekan-rekannya adalah pengkhianat China yang ingin memberontak terhadap pemerintahan dinasti Qing, sehingga yang diperlihatkan hanyalah konflik kepentingan, bukan pertarungan antara si baik dan si jahat.

Di taburi dengan banyak bintang ngetop (Donnie Yen, Leon Lai, Simon Yam, Nicholas Tse, Fan Bing Bing dsb) tidak membuat akting dalam film ini menjadi luar biasa. Akting para pemainnya termasuk standar film drama biasa. Mungkin yang mencuri perhatian hanyalah Wang Xueqi pemeran Li Yutang sang saudagar kaya.

Yang tersisa setelah menonton film ini adalah sebuah pertanyaan, “Bagaimana perasaan Sun Yat-sen sendiri jika tahu kalau kedatangannya ke Hong Kong ternyata memakan korban teman-teman seperjuangan?” Hal yang sama juga pasti pernah terjadi pada Sukarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka dan rekan-rekan founding father Indonesia lainnya. Mungkin moto kemerdekaan membutuhkan pengorbanan dan darah sering terlontar dari orang-orang yang memakluminya. Aku sendiri mungkin tidak akan kuat menanggung beban, betapa ratusan hingga ribuan orang menderita karena diriku jika aku berdiri di posisi mereka. Kini, setelah usaha para founding father selesai menghadirkan kemerdekaan, akankah para penerus beliau yang tidak merasakan sakitnya kehilangan orang dekat selama perjuangan akan tetap memiliki semangat yang sama?

NB.
– Sempat terlintas dibenakku peristiwa Rengasdengklok hingga ikrar proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 ketika menonton film ini. Sepertinya kisah fiksi diantara waktu penculikan Sukarno-Hatta sampai hari proklamasi cukup menarik untuk diilustrasikan kedalam film.

– Dulu pernah ada film old school kungfu berjudul Shanghai 13 (dibintangi Ti Lung, David Chiang, Andy Lau muda, dll) yang agak mirip dengan tema film ini, yaitu melindungi tokoh penting dari sasaran pembunuhan. Film Shanghai 13 ini pernah di remake oleh dunia perfilman Indonesia dengan setting nusantara jaman kolonial Belanda dengan judul Harimau Nusantara (kalau gak salah ingat).

Rating: 3/5

12 Responses to “Bodyguards and Assassins”


  1. 1 Kurotsuchi January 30, 2010 at 3:01 am

    holly cow!!!
    ini nih film yang saya tunggu2 rilis DVD-nya! (telat + nggak ada temen yang mau diajak nonton ini filem)😀
    btw, ternyata fiksi belaka ya? padahal saya sempat mikir bagaimana kerasnya perjuang dr.sun kala itu, dan what if kalo dia yang mengungguli mao😛

    btw, kalo secara persentase, kira2 menurut bung ando berapa persen level fiksi ini? 60% kah?

    • 2 安藤君 January 30, 2010 at 5:55 am

      what if kalo dia yang mengungguli mao

      kayaknya yang lebih cocok dibilang Mao mengungguli Chiang Kai-sek, karena jaman mereka dibawah Dr. Sun yang angkatannya lebih senior.

      berapa persen level fiksi ini? 60% kah?

      lebih dari 60 malah, sekitar 90% fiksi. Soalnya dari historical event yg ku cek, yang asli dari sejarah cuma kunjungan rahasia Dr. Sun dan keberadaan 3 tokoh yang kusebut diatas aja. Sisanya cuma rekaan penulis cerita saja.

  2. 3 bangmupi January 31, 2010 at 4:20 pm

    ini film mandarin yg saya tonton lagi di bioskop setelah sekian lama absen nonton film mandarin. Dan setuju film ini mirip Shanghai 13 yang dulu ada Andy Lau-nya

    • 4 安藤君 January 31, 2010 at 5:16 pm

      @Kurotsuci
      tambahan:
      Dalam film ini, walaupun tokoh Dr. Sun jadi sentral cerita, kemunculannya dikit banget. cuma sebagai penyambung hubungan antara Bodyguards dan assassins nya.

      @bangmupi
      Aku barusan nonton Treasure Hunter-nya Jay Chow yang malah lbh jelek dari film BaA ini.
      Shanghai 13 dulu katanya gagal dipasaran, padahal bintangnya aktor2 kungfu ngetop jaman dulu. Apa karena jagoannya cm dapet peran dgn porsi sedikit sebelum akhirnya tewas membela kemerdekaan yah😕 Aku masih ingat sama Andy Lau di film itu, dia pakai senjata sai (pisau pendek yg berbentuk trisula). Lalu Ti Lung yg jadi jagoan pelindung terakhir berkaki pincang.

  3. 5 Hobi Nonton February 5, 2010 at 7:54 am

    sekarang bioskop gak melulu di didominasi film-film barat, tapi mulai ada lagi film mandarin🙂 ama india… hehehe..

  4. 6 DVDRip February 28, 2010 at 7:32 pm

    Ni film lumayan bagus, bikin tegang….!!!

  5. 7 安藤君 March 3, 2010 at 1:48 pm

    @DVDRip
    Lumayanlah buat hiburan😀

  6. 8 dewi September 5, 2010 at 4:03 pm

    gua baru aja ntn film ini..
    setelah tau ini fiksi, agak kecewa jg sih.. abis g pikir beneran hehe
    cuma secara isinya, mnurut g sih bagus..
    menggali emosi juga, makanya ga heran pemeran li yu tang, wang xue qi jadi aktor terbaiknya..
    kayanya emang yg mo ditunjukkin perasaan seorang bapak dan pendukung revolusi haha
    keren kok (buat gua. hehe)

    • 9 AnDo September 8, 2010 at 9:22 am

      @dewi
      Yang paling bikin aku tertarik justru latar belakang kisah si pengemis berkipas besi tuh.

      • 10 Arief maulana September 24, 2015 at 7:43 pm

        Hahahahaha karena dia mencintai istri dari bapak nya sendiri sedangkan beliau memiliki banyak cinta hahaha keren kereen. Orang yg bermasalah tapi punya kungfu yg hebat😉

  7. 11 tony cahyadi October 18, 2015 at 2:56 pm

    Yang gambar profil nya tulisan cina “an”,saya harap anda lebih serius dan lebih banyak lagi belajar sejarah cina sebelum bicara. Tolong jangan merecokin orang yang tidak tau…
    yuk,kita sama sama belajar lagi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: