Julie & Julia: Film 2 in 1

Akhirnya penulis sekaligus sutradara Nora Ephron bikin film lagi setelah terakhir kalinya mengarahkan Nicole Kidman sebagai penyihir pada tahun 2005. Bagi penggemar film-film bertema feminis, tentu anda merasa akrab dengan nama Ephron yang telah menelurkan karya-karya penuh kenangan seperti Slepless in Seattle dan tentu saja karya fenomenalnya sebagai penulis, When Harry met Sally… Kali ini Ephron kembali ke kursi sutradara merangkap penulis skenario dan produser, mengarahkan aktris senior Meryl Streep dan juniornya Amy Adams dalam satu film dengan setting 2 masa (tahun 1950-an dan 2002) serta 2 lokasi (Perancis dan Amerika).

Layaknya produk sampo, Nora Ephron menggabungkan dua buah kisah nyata adaptasi novel ke dalam satu film. Yang satu berdasarkan buku My Life in France, autobiografi tentang kisah Julia Child, ahli masak yang pertama kali memperkenalkan cara memasak France cuisine kepada publik Amerika. Yang lain adalah tulisan Julie Powell dalam blognya The Julie/Julia Project tentang perjuangan Julie mencoba memasak seluruh 524 resep dalam waktu 365 hari dari buku masak paling populer dimasanya Mastering the Art of French Cooking karangan Julia Child. Film berjalan di alur mereka masing-masing, pengalaman hidup Julia dan suaminya Paul Child di Perancis pada tahun 1950-an dan usaha Julie Powell beserta suaminya Eric dalam mewujudkan ambisinya memasak 524 resep Julia Child dalam satu tahun. Penyambung cerita tak lain dan tak bukan adalah buku masak karya Julia Child yaitu Mastering the Art of French Cooking itu sendiri. Isi blog tentang pengalaman Julie selama setahun akhirnya dibukukan dengan judul Julie & Julia: 365 Days, 524 Recipes, 1 Tiny Apartment Kitchen.

Harus diakui, akting Meryl Streep sebagai Julia Child dalam film ini sangat adorable. Gaya Streep yang ribut namun anggun, keras kepala tak mau kalah dengan sesama murid sekolah masak terkenal di Paris Le Cordon Bleu, hingga hubungan romantisnya dengan sang suami Paul sangat memukau. Walaupun Streep harus berbagi layar (meski tak bertemu muka) dengan rekannya yang lebih muda Amy Adams, Streep terlihat jelas mendominasi karakter utama sebagai Julia. Amy Adams sendiri tidak bermain jelek, malah termasuk cukup menawan sebagai Julie sang istri yang bosan dengan rutinitas keseharian. Tapi ya itu, Adams seakan tenggelam didalam kharisma Streep. Filmnya sendiri walaupun bagus dengan gaya penceritaan yang unik, tapi menurutku tidak terlalu istimewa kalau dibandingkan dengan When Harry met Sally…, malah kalau tokoh Julia Child tidak dimainkan oleh Meryl Streep, penilaianku bisa turun drastis. Bisa dibilang, Meryl Streep telah menyelamatkan film ini untuk layak bersaing di berbagai festival.

NB.
Image Julie Powell dalam film ini sedikit rusak gara-gara buku autobiografi kedua terbitan Desember 2009 karangan Julie Powell Cleaving: A Story of Marriage, Meat and Obsession, yang memuat tentang perselingkuhan Julie dengan seseorang berinisial D setelah event memasak dalam setahun. Padahal Amy Adams lumayan sukses memerankan Julie Powell yang loveable dalam adaptasi ini. Memang benar apa yang dikatakan tokoh Julie Powell dalam film, “I wish I were more like her.” Pasangan Julia & Paul bertahan hingga akhir, entah dengan pasangan Julie & Eric.

Rating: 3.5/5

20 Responses to “Julie & Julia: Film 2 in 1”


  1. 1 gilasinema January 2, 2010 at 7:32 am

    Meski acting Streep bagus banget,bahkan cenderung mengintimidasi dengan sosoknya yang tinggi besar, cerita yang dijalani Amy Adams kok menurutku lebih enak dinikmati ya.Lebih dinamis,karena ada periode waktunya.
    Terkesan juga dengan dua cowokpendamping yang selalu sabar meladeni wanita-wanita yang heboh sendiri😀

  2. 2 bluethunderheart January 2, 2010 at 5:17 pm

    oya melalui film ini jeung Meryl streep dapat nominasi di globe award lho……..
    filmnya asyik and bagus

    salam hangat dari blue

    • 3 安藤君 January 3, 2010 at 5:20 am

      @Gilasinema
      Sosok gede Streep kayaknya agak disengaja oleh sutradara. Coba perhatikan deh, kebanyakan lawan main Streep diposisikan oleh sebagai orang “kerdil”😆
      Dari Sosok Suaminya Paul, temannya Simca dan Louisette, hingga teman sekelas kursus masak, semuanya dimainkan oleh aktor dan aktris cebol bertubuh pendek.
      Well… mungkin ini gara2 dialog dgn adiknya Julia yg bilang DNA raksasa keluarga mereka😆

      Walau cerita Julie Powell lebih mengalir lancar, tapi aku lebih suka dengan dialog pada bagian kehidupan Julia di Perancis. Julia yang lebih menikmati belanja sayur-daging daripada shopping baju, Julia yang mati-matian mengejar ketinggalan teman sekelasnya di sekolah masak (adegan motong bawang bikin aku senyum lebar), hingga Julia yg terlihat mengintimidasi tp lemah hati dgn sosok Louisette yg mengiba (Yang ini aku ngakak ngeliat Simca yg kecil ternyata lebih intimidatif). Seluruh adegan Julia lebih memorable buatku. Entahlah, mungkin ini jg disebabkan akting Meryl Streep yg memang mempesona.

      Lalu entah kenapa, romantisme kuno Julia-Paul jauh lbh mengesankan dibandingkan romantisme modern ala Julie-Eric. Mungkin krn saya orang kampung yg agak “tradisional”.:mrgreen: Krn itu saya juga terkesan dgn tingkah 2 cowok pendamping yg terlihat sabar (terutama tokoh Paul yg kayaknya ngerti banget sama istrinya Julia)

      @blue
      iya, info bisa di liat di wikipedia koq🙂
      salam hangat juga.

      • 4 Zephyr January 4, 2010 at 7:49 am

        Yeah… beberapa karakter yang dimainkan Meryl Streep memang sosok yang penuh kuasa, tegas, dan berkarakter.. dan sedikit mengintimadasi karakter lawan mainnya.
        misalnya di film : Doubt, ataupun the Devil wears Prada🙂

  3. 5 安藤君 January 7, 2010 at 11:26 am

    @Zephyr
    Di film ini emang tubuhnya terlihat mengintimidasi, tp secara karakter,Julia Child yg dimainkan Streep kalah jauh dibanding Simca soal mengintimidasi dan memojokkan lawan bicara😈

  4. 6 Frederick Mercury January 9, 2010 at 3:19 am

    Meryl Streep! membangkitkan kenangan di era-era filem drama romantik pertengahan 90an. dan yaa, When harry Met Sally juga memberikan gambaran unik bagaimana pasangan itu bisa menyatu. insert scenes yang nyeritain bagaimana pasangan2 jompo itu bisa ketemu juga lumayan keren

  5. 7 安藤君 January 9, 2010 at 8:03 pm

    @Fred Mercury
    Meryl Streep dan drama romantik pertengahan 1990an? Mungkin maksudnya Nora Ephron kali yah? Memang nyonya Ephron ckp aktif bikin film diperiode tsb kayak sleepless in seattle, michaele (John Travolta jd malaikat) sampai You’ve got mail yg rada mirip sama sleepless in seattle.

  6. 8 Snowie January 25, 2010 at 5:53 pm

    Hmmm… Jadi pengen nonton.

    Sebenere udah beberapa kali sempat ngelirik film ini tiap kali pergi ke rental original, tp entah knp wkt itu gak tertarik buat bc resensinya. Habis cover and judulnya gak bikin penasaran sih.😛

    Btw, ando-kun suka Final Destination gak? Ada yg ke 4 nya loh.😀

  7. 9 安藤君 January 25, 2010 at 8:00 pm

    @Snowie
    Silahkan nonton. apalagi barusan saja akting Meryl Streep sudah diganjar aktris terbaik Golden Globe 2010.

    Final Destination? yang pertama nonton dan lumayan tertarik, tapi yang kedua nggak krn bosen sama tema yg sama dan berulang. Yang ketiga (jet coaster terkutuk) sempat nonton. Yg keempat barusan nonton streaming selama 10 menit sebelum akhirnya bosen dan gak dilanjutkan:mrgreen:

  8. 10 Snowie January 27, 2010 at 4:27 am

    hah, benarkah FD ke 4 membosankan???? Saya belum sempet nonton sih, baru niat pinjam, tapi filmnya sedang keluar.😛

    Saya cuma asik aja nonton film yang…. kok kayaknya, tuh maut nggak selesai-selesainya mengincar mereka-mereka yang selamat.😛

    menegangkan. >.<

    • 11 安藤君 January 29, 2010 at 12:09 pm

      @Snowie
      beda orang beda selera lah. Misalnya saja, walau aku masih nonton film horror tapi aku kurang suka nonton film gory kayak serial SAW. kalau snowie suka film model seri FD, silahkan nonton, gak ada yg larang koq. yg penting khan asyik buat diri sendiri toh.:mrgreen:

      o iya, aku berenti nonton FD 4 karena ketemu link film lawas The Graduate. Jadi deh pindah jalur, nonton aksi Dustin Hoffmn selagi masih muda dan cute😛

  9. 12 Snowie February 1, 2010 at 2:06 pm

    FD 4 ini durasinya sdkt lbh pendek. Tp, setidaknya diakhir film semuanya mati. Tak seorangpun selamat. Termasuk yg pertamakali dpt vision.

    OOT ne.. Gomen kudasai. ^^;;
    Julie & julia ga mada mitenai no de, komento ga dekinai.

    • 13 安藤君 February 3, 2010 at 8:34 am

      @snowie
      katanya FD4 itu 3D yah? kalau nggak nonton 3D kayaknya berkurang asyik nya😈
      setidaknya saya terlampau sering nonton film horor yg tokoh utamanya mati semua:mrgreen:

      OOT ne.. Gomen kudasai. ^^;;

      gak papa, toh akhir2 ini sepi pengunjung🙂

  10. 14 Anggara February 4, 2010 at 1:49 pm

    Salam kenal….kepada yg punya blog dan semua teman yg kasih komen disini….saya newbie blogger dg konten: sinopsi film, musik, bisnis dan manajemen (tutorial)….
    Silakan kunjungi blog saya balik ya…..kalau ada teman yg mau tuker2an link mau sekali…. he he he…Tks.

  11. 15 Anggara February 5, 2010 at 6:11 am

    FD 4 menurutku kualitasnya jelek, jauh dibanding sekuel FD sebelumnya…..
    Adegan sadisnya terlalu banyak yang dibuat-buat…..

  12. 16 Snowie February 6, 2010 at 10:37 am

    *eiga wo mita*
    *balik lagi*
    *POSUTO wo mou ikai yonda*

    Wah, saya kebalikannya nih Ando-kun.

    Saya suka akting si pemeran Julie.😀
    Saya paling senang lihat adegan yg waktu Julie gagal bikin masakan bebek, trus yang dia nangis-nangis kayak anak kecil. Trus, tiba2 lupa sama kekesalannya waktu dapet telpon. Asli lucu.

    Saya jg suka dia gayanya dalam updating blog. Gaya bahasanya mengingatkanku sama film Princess Diary.😄

    Btw, kalo yang di film, beruntung kali Si Julie and Julia. Punya suami yg begitu baik.

    @ Anggara

    Emang si, kok ya itu manusia segitu kali yg hancur. Kayak kue dihantam benda keras.

    Tp, sepertinya it film FD yg terakhir deh.

    Entahkenapa walau sequelny gak sebagus yg pertama, tp sulit menahandiri dari rasa ingin tahu lanjutannya.😛

    • 17 安藤君 February 10, 2010 at 10:57 am

      @Anggara
      Hehehe… yang punya pendapat demikian bukan hanya anda sendiri lho:mrgreen:

      @Snowie
      Amy Adams mainnya cukup bagus koq sebagai the lovely Julie. Karakter Julie dalam film memang jauh lebih manis dibanding karakter Julia yang lebih ke arah tante-tante setengah baya🙂

      di film, beruntung kali Si Julie and Julia. Punya suami yg begitu baik.

      Setuju. Bang Gilasinema pernah bilang hal ini di komentar atas.

  13. 18 aryakuro April 18, 2010 at 2:32 am

    Huahaha, telat banget nih gw baru nonton film ini semalem.

    Mungkin gw hanya penonton amatir, mungkin pilihan tontonan gw belom beragam dan seberkualiatas bung yusahrizal, tapi gw rasa film ini pantes dapet nilai 4, heheh…

    Dan gw rasa Julie’s part juga menarik, penasaran gimana akhir dari usaha dia nyelesein semua resep tapi Julia’s part juga pastinya oke, kita pastinya oengen tau gimana caranya sampe resep-resepnya Julia jadi sebuah buku. So, I think both of them have its own fascinating sides to watch.

    heheh, request dong mas bikin resensi filmnya Ellen Page, ato malah udah? Give me a link, then…😀

  14. 20 nurrahman February 4, 2011 at 2:14 pm

    makasih resensinya, lg mo nongton film ini neeh,ketinggaln banget yah heheh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: