Summer Wars – Antara perang virtual dan realita

Hito wo mamotte koso, onore mo mamoreru
~Dengan melindungi orang lain, diri sendiri juga terlindungi~

(Shimada Kanbei – Shichinin no Samurai aka Seven Samurai)
Para penggemar anime mungkin pernah mendengar nama sutradara Hosoda Mamoru sang sutradara versi anime adaptasi novel The Girl who leapt through time (dikenal dengan singkatan TokiKake) yang meraih penghargaan dimana-mana dan mengalahkan film buatan Ghibli, Tales from Earthsea yang dirilis pada tahun yang sama diberbagai festival. Kali ini Hosoda benar-benar fokus demi proyek Summer Wars hingga selama 3 tahun belakangan ini Hosoda hanya memiliki satu proyek saja dan menolak mengerjakan proyek yang lain. Hasilnya, Summer Wars tidaklah mengecewakan dari segi kualitas dan dapat menghibur orang-orang yang menontonnya. Film ini merupakan film anime kedua garapan Hosoda setelah debutnya 3 tahun yang lalu lewat TokiKake.

Adegan di awal film menunjukkan ketergantungan masyarakat modern akan komputer dimana program simulasi dunia nyata yang bernama OZ (dari Wizard of OZ??) menjadi alat komunikasi dan tempat bergaul bagi seluruh manusia di muka bumi. OZ dapat diakses baik lewat komputer hingga ponsel. Setiap orang mendapatkan account dengan avatar yang mewakili jati diri sang pemakai dan didalam dunia virtual semuanya bisa dilakukan, dari yang remeh seperti main game, belanja virtual hingga pengaturan persenjataan militer. Plot cerita kemudian beralih dengan memperkenalkan seorang anak SMU kelas 2 yang bernama Kenji, remaja introvert jenius matematika calon anggota tim olimpiade matematika Jepang yang berkecimpung dalam dunia OZ bagian maintenance system. Suatu hari Kenji menang adu janken melawan temannya Sakuma untuk mendapatkan arubaito (kerja part-time) menemani senpai tercantik di sekolah bernama Natsuki liburan musim panas, pulang ke kampung halamannya di Ueda, Nagano. Tanpa diduga, ternyata Natsumi pulang demi merayakan ulang tahun ke-90 neneknya Jinnouchi Sakae dan memperkenalkan Kenji yang tak tahu apa-apa sebagai pacarnya demi menyenangkan neneknya. Cerita mulai berkembang dari perkenalan Kenji dengan keluarga Jinnouchi yang turunan samurai hingga petualangan Kenji dalam perang di dunia virtual yang merambat ke perang di dunia nyata, akibat kekacauan yang timbul dalam dunia OZ. Lalu apa hubungannya antara keluarga Jinnouchi dan OZ hingga melibatkan Kenji? Silahkan menonton dan menemukan jawabannya sendiri.

Film ini menampilkan apa saja yang anda ingin dalam dunia anime, ada petualangan, adegan fighting seru, drama keluarga, kisah cinta, komedi hingga fantasi virtual. Dunia virtual yang disajikan merupakan cermin dunia nyata dengan jaringan sosialnya plus avatar (ingat booming facebook dan friendster), instant message (ingat twitter dan plurk) sampai akses ke dunia virtual yang dapat dilakukan dari mana saja melalui ponsel (ingat iPhone dan Blackberry), hanya saja gambaran yang ditampilkan lebih liar dan imajinatif. Sedangkan dunia nyata ditampilkan dengan detail tertata rapi dan wide-screen shot yang indah (walaupun hal ini sudah menjadi hal biasa bagi anime Jepang kelas atas). Desain artistik tidak mengecewakan mengingat Madhouse bukanlah rumah produksi anime besar seperti Ghibli. Bagi yang pernah nonton TokiKake mungkin akan menyadari terlihat ada beberapa pengulangan desain artistik dan gaya sinematografi yang pernah ditampilkan oleh Hosoda dalam film anime debutannya TokiKake, walaupun mungkin saja hal ini merupakan trademark sang sutradara.

Bejibunnya karakter dalam film ini membuat fokus terhadap karakter utama mejadi lemah, terutama menjelang pertengahan cerita hingga akhir. Memang sih, Hosoda menginginkan karakter warna-warni keluarga besar Jinnouchi menghiasi bagian dari drama keluarga yang disajikan. Terlihat jelas dari adegan perkenalan Kenji dengan seluruh keluarga Jinnouchi yang Kenji (dan aku sendiri) sulit untuk menghapal nama, hubungan keluarganya dan penampilan fisiknya (masing-masing memiliki ciri khas berbeda). Orang yang baru masuk ke dalam lingkungan suatu keluarga besar tentu sulit mengingat hal diatas tanpa pergaulan yang dekat dan berkesinambungan. Apalagi bagi seseorang yang lebih terbiasa berkomunikasi lewat avatar dalam dunia maya seperti Kenji, kontak fisik dalam sosial kemasyarakatan tentu lebih sulit lagi.

Kebanyakan kritikus mengkritik Summer Wars kurang dalam menyampaikan visi film. Memang film ini terkesan melebar dengan banyaknya tema yang ingin disampaikan, tetapi kurang dalam menggali tema yang ada sehingga menimbulkan persepsi film anime yang masih mentah. Tema utamanya yaitu benturan hubungan sosial kemasyarakatan dengan dunia virtual di era komunikasi global terlihat masih agak dangkal karena bertumpang tindih dengan tema humanisme, hubungan keluarga dan juga genre semi cyber-punk.

Bagaimanapun juga film ini sangat menarik untuk disaksikan, terutama bila ditonton bersama-sama keluarga. Nilai kekeluargaan yang ditampilkan cukup mengena (walaupun adegan akhir pesta ulang tahun si nenek agak mengganggu feeling), ditambah lagi banyak adegan-adegan virtual yang menarik bagi anak-anak dan juga drama dan komedi yang cukup mengesankan bagi orang dewasa. Pesan yang ingin disampaikan terasa tidak menggurui dan yang penting dapat menghibur para penontonnya dari segala usia. Bagi para penggemar anime movie, saya merekomendasikan film ini sebagai salah satu koleksi tontonan diakhir tahun 2009. Bagi penggemar JPop, nikmatilah lagu Bokura no Natsu no Yume (Mimpi musim panas kami) yang dibawakan Yamashita Tetsuro di akhir film. (Yamashita pernah membawakan lagu Hitomi no Naka no Rainbow yang menjadi ending song film Juvenile)

Rating: 3.5/5

18 Responses to “Summer Wars – Antara perang virtual dan realita”


  1. 1 Felicia December 10, 2009 at 1:24 am

    sepertinya bakal masuk waiting list film yang harus didonlot…
    thanks for sharing😀

  2. 2 Kurotsuchi December 10, 2009 at 10:27 am

    Wheeww… Kedengarannya cukup menjanjikan, meski udah luamaa buanget nggak nonton anime lagi. Terakhir sih cuman bingung nontonin aksi2 killdren nyetir pesawat di sky crawler lantaran alur ceritanya yg kaga jelas😐

    • 3 安藤君 December 10, 2009 at 11:24 am

      @Felicia
      Tunggu saja yg berkualitas bagus dan ada subtitle inggrisnya. Semoga DVD nya jg beredar.

      @Kurotsuchi
      Yang ini ceritanya nggak seberat sky crawler koq, jauh lbh mudah ditangkap dan yang pasti menghibur:mrgreen:
      O iya, kalau masih belum ngerti alur cerita Sky Crawler, coba baca review-ku di sini plus baca komentar jensen yang ngasih spoiler link

  3. 4 bocahbancar December 13, 2009 at 2:54 pm

    HHmm….hanya bisa angguk2 saja ketika membacanya😀

  4. 6 Arm Kai December 18, 2009 at 3:23 pm

    Madhouse ya? saya ingetnya mesti Samurai Champloo kalo denger studio Madhouse😆 hehehe…

    hmmm… terbiasa berkomunikasi di dunia maya dengan avatar, sedikit banyak saya rada tertohok nih😆
    gaya hidup hikki lagi ngetren rupanya😆

    btw, bahas Astro Boy 3D dong:mrgreen:
    *abong2 udah nonton* <— nggaya😈😛😆

    • 7 安藤君 December 19, 2009 at 5:52 pm

      keluaran Madhouse yg lain yah? cobain nonton metropolis dan Piano no Mori.

      sedikit banyak saya rada tertohok nih

      Kayaknya bukan anda saja tuh, tp banyak yg merasa kesenggol😆

      bahas Astro Boy 3D dong

      udah banyak tuh yg bahas di blog2 teman nontonku, liat aja di link mereka🙂

  5. 8 radiecalz December 29, 2009 at 12:20 pm

    wew rating cuma 3.5 ? ga salah tuh ? big hit loh tahun ini di jepang sana

    menurut gw ini salah satu film bagus tahun ini selain eva 2.0

    btw Mamuro Hosada + Madhouse = epic win

    • 9 安藤君 December 29, 2009 at 4:00 pm

      @radiecalz
      Yup, saya agak pelit ngasih nilai untuk kali ini krn plot filmnya terlalu melebar, kurang mendalam dan jadinya agak biasa saja bagi yang sering nonton anime Jepang. Kalaupun ngasih nilai 4, itu hanya untuk ide cerita dan gambar animasinya yang unik (walaupun bukan berarti luar biasa seperti karya Shinkai Makoto). Lagipula pengaturan tempo agak terburu-buru, tidak seperti TokiKake yang lebih halus dan lancar dalam bercerita.

      Kalau anda mengikuti resensi yang saya bikin sejak awal, tentu anda akan mendapatkan kalau film yang saya kasih nilai 3.5/5 berarti film bagus. Sayangnya untuk mendapatkan 4/5 atau lebih, film itu harus memorable dan mampu membuat saya tertegun.

      Soal korelasi antara big hit dan bagus atau tidaknya film di Jepang kadang tidak sejalan koq. Mau tau film anime yang big hit nomer satu tahun ini? One Piece The Movie 10: Strong World, yang menurutku biasa saja dari segi kualitas (2.75/5).

      btw Mamuro Hosada + Madhouse = epic win

      Masih perlu dibuktikan lbh lanjut, kolaborasi mereka baru bikin 2 film koq:mrgreen:

  6. 10 scarlet94 March 25, 2011 at 3:25 pm

    menurut saya, film ini bagus banget meskipun masih belum mampu menyaingi karya-karya makoto shinkai.
    saya suka dengan bagian ending film ini,karena saya merasakan puncak dari film ini berada di ending nya.
    saya terkesan dengan kenji yang awalnya dipaksa menjadi pacarnya natsuki, lalu secara perlahan-lahan natsuki mulai menyukai kenji.

    saya udah nonton tokikake,semua film-film makoto shinkai,spirited away. minta saran film anime one shot dong buat yang se genre dengan film ini…

    ^^

  7. 12 scarlet94 March 27, 2011 at 3:06 pm

    kalau film yang genre nya kayak 5 centimeter per second ada ga mas?
    soalnya temen-temen saya suka film-film kayak 5 centimeter per second.
    maaf agak ngerepotin.
    ^^

    • 13 AnDo March 28, 2011 at 2:52 am

      @scarlet94
      Genre seperti 5 CPS? Maksudnya yang anime dgn cerita cinta klise yg romantis?
      Udah nonton film karya studio ghibli yang judulnya Whisper of the Heart dan Ocean Waves belum?
      Tapi kalau soal animasi sekeren 5 CPS sih, kedua film diatas masih kalah.

  8. 14 lina May 30, 2011 at 8:36 pm

    udah nonton!!! bodo amat kritikus bilang ga bagus… I love both tokikake and summer wars!!🙂

    • 15 AnDo May 31, 2011 at 8:50 am

      @lina
      loh? emangnya ada kritikus yang bilang film ini gak bagus? saya cm nulis kekurangan film ini menurut kritikus, bukan berarti kritikus bilang film ini jelek koq. overall, film ini keren terutama idenya

  9. 16 scarlet July 25, 2012 at 11:35 am

    mas ando-kun,,resensi in karya mamoru hosoda dong yg judul nya wolf children ame and yuki,,masih baru rilis nih mas ando,,susah cari info film nya

    • 17 AnDo July 25, 2012 at 12:38 pm

      filmnya baru minggu ini main di bioskop, belum sempat nonton soalnya pas lagi puasa susah ngatur jadwal,
      lagian barengan main sama The Dark Knight Rises bikin susah milih nih.

  10. 18 edi June 18, 2013 at 3:00 pm

    cerita pertemuan keluarga dipertemukan dengan dunia cber avatar bukti cinta selalu mengalir indah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: