Archive for November, 2009

Anime indies durasi pendek

Menurut anda, anime seperti apakah yang bagus? Jawabannya mungkin bermacam-macam. Ada yang menyukai teknik animasi, ada yang lebih memilih keunikan cerita, ada juga yang menyukai anime tertentu karena karakter anime itu sendiri, dsb.

Anime dibawah ini adalah anime indie produksi independen tanpa melibatkan rumah produksi anime besar. Adalah Takero dan Iwasaki yang menunjukkannya padaku, dan aku pikir apa salahnya berbagi disini. Durasi 2 anime ini tak sampai 3 menit, tapi cerita dan gambar yang ditampilkan cukup mengesankan. Terbukti bahwa untuk membuat anime bagus tak perlu durasi panjang, yang penting ide ceritanya unik dan menurutku tak kalah dengan animasi pendek buatan PIXAR. Anime pertama berjudul Nekketsu Uchujin, sedangkan anime kedua berjudul Fumiko no Kokuhaku. Khusus pada anime kedua, adegan jatuhnya Fumiko benar-benar mengesankan. Pernahkah anda mimpi merasa jatuh begitu lama tanpa pernah sampai ke dasar? Seperti itulah kesanku pada anime Fumiko no Kokuhaku. Selamat menikmati dan kasih komentar.

Judul: Nekketsu Uchujin (manusia luar angkasa lekas naik darah)
Karya: Yamamoto Junichi
diambil dari link ini

Judul: Fumiko no Kokuhaku (pengakuan Fumiko/Fumiko menyatakan perasaan)
Karya: Ishida Hiroyasu
link youtube dengan subtitle bahasa Inggris

NB. Kalau anda tertarik dengan karya Makoto Shinkai yang berjudul 5 cm per second, mungkin anda juga tertarik untuk menonton anime dibawah ini. Hanya saja lebih sederhana dan tidak terlalu WAH seperti karya Makoto. Maklumlah, namanya juga produksi anime indies. Sayang tidak ada teks terjemahan untuk anime dibawah ini, tapi gambarnya WOW…..

Judul: Meguriau Sekai (Dunia bertemu kembali)
Produksi: New Adventure
part 1 dan part 2

Advertisements

Detective Conan The Movie 13: The Raven Chaser

Judul asli: 名探偵コナン漆黒の追跡者 (Meitantei Konan Shikkoku no Tsuisekisha)
Produksi: Toho (2009)
Sutradara: Yasuichiro Yamamoto

Akhirnya sempat juga menulis resensi film layar lebar Conan keluaran tahun 2009 ini dan aku merasa lumayan puas dengan the movie ke 13 jika melirik 2 film layar lebar Conan sebelumnya secara berturut-turut. Harap maklum, karena baik the movie 11 maupun 12 mengalami penurunan kualitas baik secara cerita misteri, suspense maupun petualangan jika dibandingkan dengan the movie sebelumnya. Kali ini Conan kembali berhadapan dengan musuh bebuyutannya Kuro Sosiki (Organisasi Hitam) beserta para gembong utamanya Gin, Vodka dan tentu saja Vermouth. Sekedar info, The Raven Chaser ini juga merupakan penampilan terakhir Kamiya Akira yang mengisi suara Meitantei Mouri Kogoro untuk Detective Conan The Movie, karena kontrak Kamiya berakhir pada tahun ini. Pada Detective Conan The Movie 14 tahun depan, Koyama Rikiya akan mengisi suara Kogoro (dimulai sejak serial anime episode 553).
Continue reading ‘Detective Conan The Movie 13: The Raven Chaser’

OST part 3: Let’s sing! Doraemon no Uta

Ini adalah lagu Doraemon full version (mengacu pada opening song anime yang hanya dinyanyikan sepertiganya saja). Terjemahan yang kubuat pada 2/3 akhir lebih dimaksudkan untuk memudahkan orang terpaksa menyanyikannya, walaupun ada beberapa arti yang agak sulit untuk diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia. Sedangkan 1/3 awal masih tetap mengikuti lagu dubbing Doraemon versi anime yang diputar oleh RCTI. Selamat menyanyikannya secara penuh bersama Doraemon no uta versi penyanyi Yamano Satoko (yang kupikir paling akrab komposisinya ditelinga orang Indonesia)
link diambil dari sini

DORAEMON no Uta - ドラえもんのうた
(Lagu DORAEMON)

konna koto ii na
dekitara ii na
anna yume konna yume ippai aru kedo
minna minna minna
kanaete kureru
fushigina POKKE de kanaete kureru
sora wo jiyuu ni tobitai na
(hai! takekoputaa!)
AN AN AN
tottemo daisuki, DORAEMON

Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini ingin itu banyak sekali
Semuanya semua dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan kantong ajaib.
Aku ingin terbang bebas diangkasa
(Hai! baling-baling bambu!)
La La La
Aku sayang sekali, DORAEMON

shukudai touban shiken ni otsukai
anna koto konna koto taihen dakedo
minna minna minna
tasukete kureru
benrina dougu de tasukete kureru
omocha no heitai da
(sore! tototsugeki!)
AN AN AN
tottemo daisuki, DORAEMON

Disuruh bikin PR, piket dan ujian
Tentang ini tentang itu, susah sekali
Semuanya semua diberikan bantuan
dimudahkan dengan peralatan ajaib
Boneka mainan prajurit
(Sana! Serang!)
La La La
Aku sayang sekali, DORAEMON

anna toko ii na
iketara ii na
kono kuni ano shima takusan aru kedo
minna minna minna
ikasete kureru
mirai no kikai de kanaete kureru
sekai ryokou ni ikitai na
(fufufu… doko demo DOA!)
AN AN AN
tottemo daisuki, DORAEMON
AN AN AN
tottemo daisuki, DORAEMON

Ada tempat yang indah
Andai ku bisa pergi
Negri ini pulau itu banyak sekali
Semuanya semua bisa diberangkatkan
Dikabulkan dengan mesin dari masa depan
Pergi jalan-jalan ke s’luruh dunia
(hehehe…Pintu kemana saja!)
La La La
Aku sayang sekali, DORAEMON
La La La
Aku sayang sekali, DORAEMON

New TV Serial: FlashFoward vs The Forgotten

Akhir-akhir ini jadwal nonton filmku tergerus dengan kesibukan di kampus, kalaupun ada waktu yang terselip lebih kupakai untuk nonton serial TV yang selalu kuikuti setiap minggunya dari pada menonton film layar lebar. Belum lagi kini ada serial TV baru yang mulai masuk tontonan serial regularku.
Sebenarnya ada 3 serial baru yang menambah koleksi tontonan serial TV setelah Supernatural, Heroes, Little Mosque in the Prairie hingga Dexter. Kali ini aku hanya akan membahas serial FlashForward dan The Forgotten yang sudah tayang 7 episode lebih, sedangkan serial V yang baru tayang 2 episode akan dibahas nanti setelah cukup banyak episode tayangannya untuk dibuat resensinya.

FlashForward

Plot Cerita:
Pada suatu hari, diasumsikan manusia di seluruh dunia tiba-tiba saja jatuh pingsan mendadak selama 2 menit 17 detik dan pada saat tak sadarkan diri, masing-masing individu mendapatkan visi tentang masa depan diri pribadi pada 6 bulan yang akan datang (disebut dengan nama FlashForward). Mengetahui salah satu bagian dirinya di masa depan menyebabkan perubahan mendadak bagi masing-masing individu. Fenomena apakah yang menyebabkan orang-orang dapat melihat masa depan? Apakah ini suatu hikmah dari yang maha kuasa? atau mereka menjadi korban suatu eksperimen rahasia? Sang tokoh utama agen FBI Mark Benford (Joseph Fiennes) dan rekan-rekannya mendapatkan tugas untuk menyelidiki fenomena tersebut. Belum lagi masing-masing dari anggota tim harus berurusan dengan FlashForward yang mereka dapatkan selama jeda pingsan 137 detik serta interaksi dengan orang-orang yang mendapatkan visi masa depan yang saling berhubungan.
Continue reading ‘New TV Serial: FlashFoward vs The Forgotten’

透明人間:第一期 vs 第ニ期

baca judul: “Toumei Nigen: Dai Ikki vs Dai Niki”
arti: “Manusia Transparans: Periode Satu vs Periode Dua

Toumei Ningen adalah judul lagu ciptaan Seiji Kameda yang dibawakan oleh Tokyo Jihen dan dijadikan judul tema blog oleh penulis. Untuk merayakan pembukaan blog baru Toumei Ningen Dai Niki, postingan kali ini membahas mengenai lagu Toumei Ningen dalam dua versi yaitu versi Tokyo Jihen Dai Ikki dan Dai Niki.

Seperti yang diketahui oleh para penggemar Tokyo Jihen, Tokyo Jihen pertama kali dibentuk oleh Shiina Ringo pada tahun 2003 dengan anggota Shiina (Vokal), Kameda (Bass), Mikio (Lead Guitar), HZM (Piano/Keyboard) dan Hata (Drums/Percussion). Setelah menyelesaikan album pertama dan tur promosinya, Mikio dan HZM keluar dari band sehingga menyebabkan Tokyo Jihen tiba-tiba menjadi vakum selama 1 tahun. Selama masa vakum, Shiina sibuk mencari pengganti keduanya, hingga akhirnya Nagaoka Ryosuke alias Ukigumo dan Izawa Keitaro alias Izawa Ichiyo datang mengisi lowongan pemain gitar dan piano dalam Tokyo Jihen. Formasi baru Tokyo Jihen ini diberi nama Dai Niki oleh Shiina untuk membedakannya dengan formasi awal yang disebut Dai Ikki.

Seperti yang pernah dibahas pada postingan khusus tentang grup Tokyo Jihen sebelumnya, pergantian anggota ini sangat mempengaruhi warna musik Tokyo Jihen. Anda bisa merasakannya sendiri jika mendengar lagu Toumei Ningen yang dibawakan oleh versi Dai Ikki dan Dai Niki. Genre Fushion Jazz-Rock yang dibawakan oleh Dai Ikki jelas-jelas lebih berat ke arah Rock, dibandingkan dengan Dai Niki yang cenderung ngepop dan easy listening. Gaya beraksi diatas panggung juga sangat terasa perbedaannya. Tingkah ajaib HZM yang agak nyeleneh dalam bermain piano membuat panggung lebih heboh. Berbeda dengan konsep panggung Dai Niki yang terlihat lebih santai.

Versi manakah yang lebih anda sukai. Kalau saya sih suka keduanya :mrgreen: (serakah mode)

Tokyo Jihen Dai Ikki

Tokyo Jihen Dai Niki


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic