Koran Jepang tentang demo AV idol di Indonesia

Media cetak maupun televisi Indonesia memang ribut membahas pro kontra kedatangan Maria Ozawa untuk membintangi film yang direncanakan berjudul menculik Miyabi (padahal di Jepang sendiri, Ozawa sudah lama tak memakai nama panggung miyabi). Bagaimana dengan media cetak Jepang? Ternyata berita tentang pro kontra ini juga ada yang menghiasi media cetak Jepang, walaupun harus diakui bahwa hanya satu dari media cetak beroplah besar yang memberitakan hal ini yaitu Asahi Shimbun, itupun hanya memberikan sedikit info tanpa opini. Yomiuri Shimbun dan Mainichi Shimbun malah tak pernah menyinggungnya sama sekali. Berita tentang Indonesia yang mendominasi isi koran oplah besar ternyata mengenai gempa di Sumatera beberapa minggu yang lalu, termasuk cara penanggulangan, sistem pemberian bantuan obat-obatan dan makanan yang masih mengecewakan hingga berbagai macam tetek bengeknya seperti tentang konstruksi rumah masyarakat Indonesia yang gampang runtuh, walau terkena gempa berskala kecil sekalipun.

Asahi Shimbun
Asahi Shimbun membahas tentang kemungkinan pencekalan Maria Ozawa masuk ke Indonesia untuk tujuan syuting film, sehingga menyebabkan jadwal syuting film menculik miyabi tersebut terpaksa ditunda. Selain menuliskan komentar Menkominfo M. Nuh, Asahi Shimbun juga menuliskan keberadaan UU anti-pornografi.
“Walaupun tidak bugil, AV idol dilarang syuting” oleh Asahi Shimbun (10/13 ‘2009)

Shikoku Shimbun/Fukui Shimbun/Chuugoku Shimbun, dll
Shikoku Shimbun, dll menekankan tentang kontroversi kedatangan Ozawa-san yang berhubungan dengan keberadaan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sedunia. Lucunya, koran ini juga menampilkan foto lampiran pedagang kaki lima yang sedang menjajakan jualan DVD bajakan Maria Ozawa di trotoar jalan. Berita yang ditampilkan oleh beberapa koran online ternyata mempunyai isi yang sama, kadang dengan judul berbeda.
“Demo menolak pemakaian artis AV idol” oleh Shikoku Shinbun (10/14 ‘2009)
“Demo menolak pemakaian artis AV idol” oleh Fukui Shimbun (10/14 ‘2009)

17 Responses to “Koran Jepang tentang demo AV idol di Indonesia”


  1. 1 giru October 14, 2009 at 3:53 pm

    ga ditampilin translate an nya?
    pengen baca juga soalnya^^

  2. 2 lovepassword October 14, 2009 at 10:38 pm

    Hebohnya sampe Jepang ternyata yah ?🙂

  3. 3 Ando-kun October 15, 2009 at 12:56 am

    @giru
    kan udah ditulis didalam postingan garis besar isinya.

    @lovepassword
    Lha? tulisan saya diatas justru pengen menunjukkan hal sebaliknya.

  4. 4 Lex dePraxis October 15, 2009 at 4:05 am

    Ahahhaha, memang demo yang konyol.. Kapankah bangsa ini akan dewasa. Duh.

  5. 5 jensen99 October 15, 2009 at 4:40 am

    sistem pemberian bantuan obat-obatan dan makanan yang masih mengecewakan hingga berbagai macam tetek bengeknya seperti tentang konstruksi rumah masyarakat Indonesia yang gampang runtuh, walau terkena gempa berskala kecil sekalipun.

    THIS! (bold dari saya) Ini harusnya yang jadi perhatian bangsa. Ini memakan lebih banyak korban dibanding masalah selangkangan.👿

    pedagang kaki lima yang sedang menjajakan jualan DVD bajakan Maria Ozawa di trotoar jalan.

    JenSen Yermi likes this.

  6. 6 syelviapoe3 October 16, 2009 at 4:36 am

    Btw…ASAHI Shimbun…serasa denger koran jepang zaman 45…😀

    Orang-orang Jepang lebih suka memberitakan tentang ‘bantuan’ mereka ke Indonesia…

    Kalo soal mbak MO, Put gak komen lah, mas…

  7. 7 syelviapoe3 October 16, 2009 at 6:30 am

    Mas Ando-kun…
    Sudah lama mondar-mandir di sini ternyata belum di link-in juga, ya…? he..he..

    Mohon izin meng-link-an ke blog Putri…

  8. 8 Ando-kun October 16, 2009 at 7:57 am

    @Lex dePraxis
    Masing2 orang bebas mengeluarkan pendapat koq. Asal jangan mengganggu orang lain saja:mrgreen:

    @jensen
    masalah konstruksi bagunan malah masuk tipi segala. dibahas sampai manggil ahli bangunan anti gempa:mrgreen:

    Rumah di jepang sekalipun masih ada koq yg belum anti gempa (terutama rumah2 lama), dan pemerintah menganjurkan agar mengganti bangunan lama dgn yg baru. Tp yg namanya bangun rumah baru itu perlu biaya besar (dgn mata uang Yen jdnya tentu lbh mahal), jdnya masih ada aja pake bangunan rumah lama. Yang nyewa apartemen jg kena ngaruh koq. makin lama rumah yg disewa, tentu makin murah sewanya🙂

    Tp bagi yg mau bikin rumah jaman sekarang, harus ikut regulasi bikin rumah anti gempa yg udah disyaratkan oleh pemerintah jepang. kalau tidak, bangunannya jadi ilegal.

    @syelviapoe3 1st
    Kalau dilihat sejarahnya, Asahi Shimbun berdiri sejak tahun 1879 koq. jauh lbh lama dr berdirinya NKRI😆

    kalau saya baca2 lagi tulisan saya diatas, kayaknya saya nggak nulis ttg bantuan “jepang” secara khusus koq:mrgreen:

    “mengecewakan” disini adalah masalah distribusi. malah katanya masih ada yg belum dapet imbasan bantuan, baik bantuan nasional maupun internasional.

    Saya terpaksa bolak balik baca tulisan di Yomiuri dan Mainichi shimbun utk memastikan.

    Yang saya tangkap dalam tulisan mereka adalah
    “Agar kekurangan dalam penanggulangan masalah bencana gempa tidak terjadi lagi jika menghadapi masalah yg sama dimasa depan, baik di Indonesia ataupun di daerah lain (termasuk di Jepang)”

    Hal lain yang saya tangkap adalah
    “Apa yang dilakukan orang Jepang dalam ikut serta membantu korban”
    contoh: ada wawancara dengan dokter relawan yg terjun langsung ke daerah bencana.

    @syelviapoe3 2nd
    silahkan.

  9. 10 reikira October 18, 2009 at 9:25 am

    Berita yg dari shikoku shinbun itu hahaha, malu-maluin. Btw, ternyata Jepang juga sering memuat kasus2 di Indonesia ternyata. Kalo di harian Indonesia setau saya nggak begitu banyak ya berita ttg Jepang? The Cove aja beritanya ngga terlalu kedengaran menurut saya

    • 11 Ando-kun October 18, 2009 at 8:00 pm

      @syelviapoe3
      Jangan 100% percaya apa yg didapat lwt jalur internet, termasuk postinganku sendiri🙂 belum tentu semuanya benar koq.
      Kalaupun Jepang mempertanyakan bantuannya? kenapa tidak? Yang ingin mereka tolong adalah orang susah yg terkena bencana. kalau sampai pertolongan mereka salah sasaran, paling tidak ada beban moral pemerintah Jepang dlm mempertanggung jawabkan dana bantuan dari kocek rakyat Jepang sendiri (tentunya lwt pajak, dll).
      Misalkan putri sendiri ngasih duit 1 juta buat korban bencana, rela tidak kalau duit itu dipakai berjudi oleh orang yang tinggal dirumah gedong?
      Tapi berita yg kubaca gak ada yg mempertanyakan “bantuan Jepang”tuh, gak tau kalau org yg nulis di blog lain yg situ baca.

      @reikira
      Media Jepang termasuk jarang memuat kasus2 Indonesia. Kebetulan banget akhir2 ini bencana di Indonesia datang bertubi-tubi. Jadilah berita bencana besar ini menghiasi topik internasional. Kalau misalkan 2 bulan kedepan tak ada bencana atau berita besar lainnya, kata Indonesia pun bakalan sulit ditemukan di koran2 Jepang:mrgreen:

  10. 12 Snowie October 19, 2009 at 4:48 am

    Kalaupun Jepang mempertanyakan bantuannya? kenapa tidak? Yang ingin mereka tolong adalah orang susah yg terkena bencana. kalau sampai pertolongan mereka salah sasaran, paling tidak ada beban moral pemerintah Jepang dlm mempertanggung jawabkan dana bantuan dari kocek rakyat Jepang sendiri (tentunya lwt pajak, dll).

    Menjelaskan kenapa orang-orang dari tim JDR, gak mau ngasih obat buat yang datang ke stand mereka, tapi penyakitnya gak karena gempa.😆 😆

    • 13 Ando-kun October 20, 2009 at 4:30 am

      @Snowie
      Barusan main ke TKP dan baca ringkasan aftermath gempa di Pariaman. Pengalaman Snowie jadi relawan penerjemah kayaknya menarik juga. Paling gak, interaksi sama member JDR pasti banyak kesan dan pengalamannya. Tolong di bagi pengalaman dan kesannya jadi relawan dong🙂

      Btw, emang style orang Jepang dgn Indonesia lumayan beda koq. Kalau si A dikirim buat melakukan X, mereka tidak akan menggunakan dana untuk urusan X buat urusan lain (apalagi pribadi) kayak di Indonesia. Misalnya dana buat penelitian flu burung gak bakalan dipakai untuk penelitian kanker (walau sama2 penyakit). Kadang kupikir jg, orang jepang terlalu kaku dgn aturan dan gak fleksible. Tp itu adalah style mereka dan kalau dipikir-pikir, negara mereka bisa teratur justru krn kekakuan (disiplin) mereka dalam menerapkan aturan main.

  11. 14 aNGga Labyrinth™ October 20, 2009 at 4:15 pm

    Hmm,,, bener jangan manggil MIYABI yah, kasian Miyabi Natsuyaki

    Kemaren sempet denger kabar bahwa Maria Ozawa bakal berhenti dari industri JAV.

    kirain beneran soalnya dia main film horor di Thailand yang berjudul ‘Invitation Only’ taunya pas di tonton dia di film itu maen ‘begituan’ juga. aduh…😦

    • 15 Ando-kun October 20, 2009 at 5:29 pm

      @aNGga
      Wah, jangan2 aNGga malah kena tipu dapet nonton bajakan Invitation Only yg hardcore punya? Soalnya DVD bajakan skrg suka menipu. covernya Invitation Only, dalemnya justru bokep Maria Ozawa:mrgreen:

      Gw udah nonton Invitation only, film horror slasher Taiwan (bahasa Thailand dan China benar2 gak ada samanya, koq bisa nyangka film Thai???). Jelek, maunya sih nyontek model film SAW gitu…
      Maria cuma dpt peran korban numpang lewat sebelum dibantai, lagian adegan hotnya nggak separah film category III buatan Hongkong koq, biasa aja kayak adegan hot film2 horor.

  12. 16 layn November 12, 2009 at 5:23 am

    Bertanya saja, Maria Ozawa di Jepang sendiri sosoknya mengundang pro dan kontra, dibenci, disukai, atau biasa2 aja?

    Just curious..^^

    • 17 安藤君 November 12, 2009 at 6:18 am

      @layn
      Sosok Maria Ozawa di Jepang biasa aja, malah boleh dibilang sudah jarang orang Jepang yang kenal dgn dia. Dalam jajaran artis AV idol favorit saja posisinya sudah melorot jauh dari level ngetop.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: